Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 52 Penyamaran


__ADS_3

Mau tak mau Pingkan sendiri yang datang ke mansion mertuanya untuk menanyakan keberadaan Indra.


"Apa kamu sudah mencoba untuk menelponnya??" tanya papi Indra.


"Sudah pi, tetapi ponselnya selalu di luar jangkauan!!" kata Pingkan dengan kesal.


"Kamu sudah coba menghubungi Elang??" tanya mami Tiara pada menantunya itu.


"Ponsel Elangpun nggak aktif mi...Pingkan heran, orang-orang pada kemanaan sih?? sok sibuk semua." Jawab Pingkan kesal.


Tak lama Pingkan pun pergi dari mansion mertuanya.


"Mi, sudah dengar kabar lagi dari Indra kah?? papi mau melihat cucu kita!!" kata papi Indra.


"Sabar pi...mami nggak mau ponsel kita disadap, mami nggak mau cucu mami celaka!!" kata mami Tiara.


Sementara keadaan di rumah sakit sangat heboh karena istri Elang ternyata terlibat penggelapan dana itu.


Siapa yang menyangka wanita modis, cantik dan berkelas seperti nyonya Sheilla ternyata seorang koruptor.


Apalagi Sheilla dinyatakan sebagai buronan dan masih dicari oleh polisi.


Kondisi Elang tampak kacau balau, orang tua Elang dan orang tua Sheilla semua menyalahkan dirinya sebagai suami tak bisa mendidik istri.


Untung di saat Elang terpuruk, Rafli Andarian adalah orang pertama yang mempercayai dia bahwa Elang sama sekali tak terlibat dalam masalah Sheilla.


"Saya percaya pada anda pak Elang!!" kata Rafli Andarian.


"Terima kasih pak Rafli!!" ucap Elang.


************


Kamu sudah memikirkan masak-masak kah Yanti??" tanya paman dan bibinya.


Sekali kamu dan Atika pergi meninggalkan Indonesia maka kalian berdua tak akan pernah bisa kembali kemari lagi, apalagi kedua orangtuamu sangat menyayangi Atika!!" kata pamannya.


"Keputusan Yanti sudah bulat paman, Yanti dan Atika tak akan mau kembali kemari lagi, Yanti juga akan menutup diri agar mas Rahman tak bisa lagi menemui Yanti juga Atika." Kata Yanti.


Terserah kamu lah nak, kami sudah menyarankan yang terbaik dan semua keputusan kembali lagi berada di tanganmu!!" ucap paman dan bibi Yanti.


Sementara itu...


Rahman baru saja pulang dari rumah Emiana. Rahman berjalan gontai antara kelelahan habis menanam benihnya juga pikirannya terpecah memikirkan Atika putrinya dan Yanti istrinya.


Rahman duduk di sofa. Tak lama dia jatuh tertidur.


"Mas Rahman bangun sudah mau maghrib, tolong jaga Atika dulu, Yanti mau mandi!!"


Rahman terkaget dan langsung melompat duduk karena kaget.

__ADS_1


Mimpi bertemu Yanti dan Atika itu begitu nyata.


"Yanti...Atika...kalian berdua di mana??" tanya Rahman pada dirinya sendiri.


"Aku tidak mungkin menelpon mertuaku di Malaysia sana, bisa habis leherku digorok oleh ayahnya Yanti saat tau putrinya telah kusia-siakan di sini, lalu mereka berdua pergi kemana ya??" gumam Rahman bingung tak tau harus melakukan apa.


"Ooohhh kenapa aku bisa lupa ya?? Seingatku Yanti punya paman dan bibi yang tinggal di Jakarta, siapa tau Yanti kesana!!" gumam Rahman bersenangat untuk menekan dial di ponselnya.


DDDRRRRTTTTT


πŸ“±"Assalamualaikum...!!"


Sebuah suara bariton terdengar dari seberang sana. Berarti paman Yanti yang mengangkat ponselnya.


πŸ“±"Waalaikum Salam!! maaf paman ini Rahman suami Yanti, Yanti dan Atikanya ada kah paman??"


πŸ“±"Wah, kamu terlambat Rahman, baru setengah jam lalu bibimu mengantar Yanti dan Atika ke bandara.


πŸ“±"Ke bandara?? apa mereka mau kembali ke rumah, paman??"


πŸ“±"Bukan kembali ke rumah kalian, tetapi ke rumah orang tua Yanti di Malaysia sana."


Rahman terhenyak kaget. Dia berdiri terpaku mendengar penjelasan pamannya itu.


πŸ“±"Ke Malaysia??? sampai berapa lama paman??"


Hati Rahman mulai ketar ketir. Inilah yang dia takutkan tadi.


πŸ“±"Hanya kesalah pahaman katamu?? kalau hanya kesalah pahaman biasa Yanti tak mungkin kabur sampai membawa putrinya begitu.


πŸ“±"Memangnya Yanti nggak ada cerita apapun pada paman ??


πŸ“±" Cerita??? Ngga ada tuh!!!"


Dalam hati Rahman merasa bersyukur ternyata Yanti tidak membeberkan masalah rumah tangga mereka pada paman dan bibinya.


πŸ“±"Jika mereka menelpon, tolong beri tau Rahman, ya paman!!"


Setelah sambungan telepon terputus, kembali Rahman duduk termenung seorang diri.


DDDRRRRTTTTT


Kembali ponsel Rahman berdering. Dengan semangat dia mengangkat ponselnya berharap itu dari pamannya yang mengabarkan tentang anak istrinya.


πŸ“±"Halo??? kok dari tadi kamu nggak ada hubungin aku sih beb??"


Sebuah suara manja terdengar dari ujung sana.


πŸ“±"Maaf Emi...aku sedang nggak enak badan."

__ADS_1


πŸ“±"Kamu sakit??"


πŸ“±"Kepalaku cuma sakit aja sih!!"


πŸ“±"Oh ya sudah...cepat sembuh ya!!"


Rahman kembali diam setelah menutup saluran teleponnya.


Dia tak habis pikir, dia selalu lemah pada godaan wanita.


Pernikahannya dua kali kandas juga karena hadirnya orang ketiga.


Sementara itu dalam pelariannya...


"Sial....sial...sampai kapan aku harus menyamar seperti ini...mana muka dan badanku sudah gatal semua lagi..." gerutu Sheilla yang sudah merubah semua penampilannya.


Dia tampil sebagai orang lain berambut bob berkulit agak pucat dan berkacamata. Membawa ransel besar memakai roller blade seolah seperti seorang yang sedang mengadakan perjalanan menggunakan rolller blade nya.


"Sudah dua hari ini dia melihat setiap sudut jalan maupun perbatasan semua setiap kendaraan yang hendak melintas antar kota selalu diperiksa oleh polisi.


Berkali-kali dia ragu untuk melintas akhirnya dia memilih menyewa rumah kecil di pinggir kota dengan status barunya sebagai wanita bernama Ani.


Pejalan kakipun terkadang tak luput dari pemeriksaan polisi membuat ruang gerak Sheilla jadi terbatas.


Setelah mendapatkan rumah sewaan kecil dia membuka ponselnya yang sudah sejak beberapa hari di non aktifkannya.


Puluhan notifikasi dan ratusan panggilan tak terjawab masuk ke ponselnya.


Dari Pingkan dan dari kedua orang tuanya tapi yang membuat Sheilla sangat kecewa semua panggilan dan pesan itu tak satupun datangnya dari Elang suaminya.


"Aku tau aku salah, aku berselingkuh juga karena sikap dinginmu padaku!! dua tahun menikah tak sekalipun kamu menyentuhku, kita hanya hidup satu atap dan disatukan oleh yang namanya pernikahan tetapi kita adalah dua orang asing yang berbeda.


"Aku tau sejak awal kamu telah jatuh hati pada wanita tukang bersih-bersih sampah itu, pantas aja wajahnya pun sama seperti sampah!!" rutuk Sheilla.


"Kamu dan Indra sama bodohnya...selera kalian berdua rendah semua!! mencintai janda anak dua, kerjaannya hanya sebagai tukang bersih-bersih pula!!" wajah Sheilla tampak mengelam.


Dia memandang berkeliling di sekitar ruangan itu.


Hanya ada lemari pakaian, kipas angis kecil dan kasur tipis.


"Aku harus terbiasa tinggal di tempat kumuh begini demi menyelamatkan diri.


"Aku tidak mau membusuk di penjara sebelum mereka-mereka yang bertanggung jawab hingga membuat hidupku jadi susah seperti ini mendapatkan balasan dariku." Mata Sheilla menyorot penuh dendam dan kebencian.


"Kamu tunggu pembalasan wanita sampah...aku akan kembali dan menghancurkanmu beserta Elang dan Indra semua." Lalu terdengar suara tawa Sheilla mengekeh.


*


*

__ADS_1


***Bersambung...


Lanjut ke next berikutnya readerπŸ™πŸ™


__ADS_2