Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 118 Dilema Hati


__ADS_3

"Iya mas Elang, Anita pindah dinas kemari mengikuti ayah!!" Kata Anita.


"Terus suami kamu perawat juga??" Tanya Elang lagi.


Anita nampak tersipu.


"Anita belum menikah mas, nggak laku nggak ada yang mau sama Anita!!" Kata Anita lagi.


"Jangan terlalu merendah, Nit!! Mas Elang tau bahwa kamu itu dulu primadona kampus kita!!" Kata Elang lagi.


"Mas Elang sendiri gimana?? Anaknya sudah berapa??" Tanya Anita.


"Belum ada Nit, kami belum dikaruniai anak oleh Allah." Jawab Elang tanpa menceritakan tentang perceraian dia dan Sheilla ?serta tentang meninggalnya Sheilla.


"Ayo kita duduk di pojok sana, mas Elang akan mentraktirmu!!" Kata Elang.


Sementara itu....


"Pemuda yang bernama Sandro itu, mengapa mirip sekali dengan mas Indra?? Hanya bedanya mas Indra bicaranya sopan sedangkan Sandro lebih ceplas ceplos." Gumam Shanum.


"Mengapa melamun Num??" Tanya bu Karti melihat Shanum duduk bengong di ruang tamu.


"Bu, kemarin sore itukan Shanum dari makam almarhum, di sana Shanum bertemu dengan orang yang mirip sekali dengan mas Indra, persis seperti pinang dibelah dua." Kata Shanum.


"Oh ya?? Apa kamu dan dia sempat bertegur sapa??" Tanya bu Karti.


"Sudah bu hanya menurut ayahnya, pemuda itu mengalami keterbelakangan mental akibat kecelakaan dan traumatik yang dialaminya saat masih kecil!!" Kata Shanum.


"Kasihan ya, terus apa kalian sudah berkenalan??" Tanya bu Karti.


"Kenalan dengan siapa, Num??" Tanya mami Tiara tiba-tiba muncul.


Shanum kalu menceritakan tentang pertemuannya dengan pemuda yang mirip sekali dengan Indra kemarin sore.


"Siapa namanya Num??" Tanya mami Tiara jadi penasaran.


"Kalau nggak.salah kemarin itu namanya Sandro mi, Sandro Soedibyo.


"Sandro??" Ulang mami Tiara.


"Dulu sewaktu masih kecil, Indra pernah menceritakan saudara kembarnya kalau tidak salah namanya Sandro juga!!" Gumam mami Tiara.

__ADS_1


"Sedang apa mereka di pemakaman Num?? Maksud mami makam siapa yang mereka ziarahi??" Tanya mami Tiara.


Shanum kurang begitu jelas mi, karena Sandro ini otaknya rada-rada kurang setetes!!" Kata Shanum.


"Tapi secara keseluruhan mereka berdua itu mirip, mi!!" Kata Shanum.


"Apakah itu putra Pramudya yang satu lagi??" Kembali mami Tiara bergumam.


***********


"Papi...kapan kita pergi kerumah mama dan papa lagi?? Nanti kalau Sandro tidak sering menjenguk mereka, saat mama dan papa bangun dari tidur panjang mereka, Sandro tidak tau!!" Ucap Sandro yang membuat hati pak Soedibyo merasa sedih mendapatkan pertanyaan yang sama setiap hari selama dua puluh tahun ini.


Dokter Soedibyo sudah mengupayakan penyembuhan untuk putra angkatnya itu, mulai dari terapi, obat dokter sampai pengobatan tradisional sekalipun tetapi tetap saja Sandro tak kunjung berubah.


Yang menguntungkan hanyalah ingatan tentang masa lalunya bersama mama dan papa serta saudara kembarnya selalu dia ingat. Memorinya tentang orang-orang yang dia sayangi terekam kuat dalam memori ingatannya.


"Iya besok kita kesana lagi kalau hari ini papi nggak bisa, karena ada pasien gawat yang harus papi tangani!!" Kata dokter Soedibyo.


"Papi, wanita yang waktu itu cantik juga ya??" Kata Sandro sambil senyum-senyum.


"Wanita yang mana??" Tanya papinya bingung.


"Itu yang waktu itu bicara sendiri sama batu nisan!! Sepertinya dia cocok deh sama Sandro pi, sama-sama suka bicara sendiri!!" Kata Sandro sambil tertawa geli.


"Sepertinya begitu pi!!" Kata Sandro.


"Ayo pi kita ke makam papa dan mama lagi semoga aja kita bisa bertemu si cantik yang aneh itu lagi!!" Kata Sandro sambil senyum-senyum.


"Num, kamu yakin dengan keputusanmu untuk menikahi Elang??" Tanya ibu Karti.


"Nak, kami semua hanya memberikan saran tapi bukan berarti kamu juga harus mengiyakan saja apa yang orang tua seperti kami pinta!!" Kata ibu Karti.


"Ibu ingin kamu menikah bukan karena paksaan dan karena terpaksa, tapi yang ibu ingin adalah kamu menerima Elang karena memang kamu ingin membuka hati kembali dan mencoba untuk mencintainya!!" Lirih ibu Karti karena dia tau persis bahwa Shanum menerima Elang hanya karena ingin membahagiakan yang lain.


"Jangan merasa selalu tidak enakan untuk menolak, Num!! Jika kata hatimu menolak maka katakan saja tidak dan jangan memaksakan diri."


"Kami para orang tua hanya ingin melihat anaknya bahagia, itu saja!! Tapi semua berpulang lagi pada dirimu sendiri!!"


"Masih ada satu bulan untuk memikirkan dan mempelajarinya, sholat Istikharah lah nak agar Allah memberikan petunjuknya padamu!!" Kata bu Karti sambil membelai bahu putrinya itu.


Entah mengapa ada rasa yang tidak sregg di hatinya tentang Elang, berbeda saat Shanum mengenalkan Indra dahulu.

__ADS_1


Tetapi dia sendiri belum menemukan jawaban atas kejanggalan hatinya tentang Elang.


"Iya bu, Shanum akan meninta petunjuk pada Allah yang terbaik untuk hidup Shanum.


"Sebenarnya hatinya pribadipun tidak menginginkan Elang, tapi untuk menolak permintaan para orang tua dia merasa tidak enak hingga tercetus ucapan gila dari bibirnya saat itu, "Tapi jika mas Indra kembali sebelum waktunya pernikahan, maka pernikahan batal!!" Ucap Shanum kala itu.


"Dia sadar dengan apa yang dia katakan. Kematian suaminya hanya membuatnya syok dan terpukul tapi tidak menghilangkan kewarasannya seperti yang mereka semua pikir.


*************


"Bos, sudah mau menikah kok malah nongkrong di sini??" Sapa orang itu.


Dia tersenyum miring.


"Pernikahan bukan berarti menghilangkan kebebasanku kan?? Aku hanya ingin merayakan setiap keberhasilanku." Desisnya.


"Kamu tenang aja sobat, tidurlah dengan damai di sana...tak usahlah kamu berpikir untuk membalas dendam padaku, karena sekarang kamu hanya tinggal bangkai di dalam tanah sana!!"


Hahahaha....


"Bos, sudah ayo kita pulang!! Bos sudah mabuk berat, jangan sampai semua rahasia ini bos sendiri yang membocorkannya pada dunia!!" Kata bawahan setianya.


"Aku hanya ingin dia menangis di dalam liat lahatnya sana melihat apa yang akan aku lakukan sebentar lagi!! Bersiaplahlah kamu menangis menyaksikan orang tercintamu yang akan kubuat menderita." Walau dalam keadaan mabuk berat tetapi rupanya orang itu masih mampu mengendalikan diri.


"Carikan wanita untukku, bawa keapartemenku, aku ingin bercinta malam ini sebelum aku melepaskan kesendirian ini!!" Lalu dia berdiri sempoyongan dengan dibantu oleh asisten pribadinya.


Terdengar suara sang asisten pada orang kepercayaannya untuk membawakan gadis cantik keapartemen bos mereka malam ini!!


Sementara itu dia dan asistennya melaju keapartemen dengan mengendarai Ferrari merah miliknya.


**************


"Ya Allah, aku hanya bisa memohon dan meminta petunjukmu!! Aku tak ingin lagi berada pada hati yang salah seperti Rahman dulu!!"


"Aku ingin meminta jika bisa dan boleh, suami soleh seperti mas Indra dulu yang bisa menyayangiku dan keluargaku dengan setulus hatinya menjadi imam bagi keluarganya, membuatku menjadikannya tempat ternyaman di sisa hidupku."


"Aku tidak ingin mengecewakan siapapun, tetapi aku pun juga tidak ingin hatiku terluka dan hidupku tersiksa lagi, berikanlah petunjukmu, ya Allah!!" Desis Shanum mengakhiri doanya.


*


*

__ADS_1


***Bersambung...


Ikuti terus kisah mereka selanjutnya dan jangan lupa selalu dukungannya ya reader tercinta๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2