
"Bangun pak, pak Elang sudah menjemput dan menunggu pak Indra di depan!!" ucap Shanum.
"Num, terima kasih telah hadir di dalam hati dan kehidupan saya walaupun hanya sesaat, dan maafkan saya yang telah membawamu masuk terlalu jauh ke dalam hidup saya." Ucap Indra pelan lalu Shanum membantunya untuk bangun dari tidurnya.
"Bagaimana sakit kepala pak Indra sudah agak mendingan??" tanya Shanum.
"Berada di dekatmu membuat sakit saya jauh lebih berkurang, Num...kamu obat paling mujarab dari sekedar obat dari dokter terbaik manapu!!" ucap Indra tulus.
"Kamu sudah bangun?? ayo kita pulang!! tante Tiara sudah menunggu sejak tadi!!" ujar Elang di teras depan.
Shanum mengantarkan mereka berdua sampai halaman. Mobil Indra ditinggal besok akan ada yang mengambilnya. Jadi Indra ikut mobil Elang karena Elang dan Shanum khawatir jika Indra membawa mobil sendiri.
"Hati-hati di jalan, titip pak Indra ya pak Elang!!" ucap Shanum saat mereka sudah ada di dalam mobil.
Ada perasaan getir di hati Elang melihat kekhawatiran Shanum pada Indra.
"Kamu mencintainya??" tanya Elang pada Indra yang tengah duduk bersandar sambil memejamkan matanya.
"Sangat...!!" jawab Indra lirih.
Sekali lagi Elang merasakan sesak di dadanya.
"Aku tidak mau mati, Lang...aku mau memperjuangkan cintaku!!" ucap Indra.
"Kamu tidak akan mati selama kamu masih punya semangat untuk hidup, jika kamu mencintainya...maka semangatlah sembuh untuk hidup dan meraih mimpi bersamanya." Ujar Elang memberi semangat pada sahabatnya sejak kecil itu.
"Kanker otak yang kamu alami belum mencapai stadium akhir, berjuanglah saudaraku!!" kata Elang menepuk bahu Indra.
"Tolong rahasiakan hal ini, aku tak ingin mami dan papi serta Pingkan dan keluarganya tau tentang penyakitku apalagi Shanumku!!" kata Indra berpaling menghadap Elang.
*************
"Kenapa cepat sekali mami???" tanya Indra saat mami Tiara menentukan tanggal pernikahannya seminggu dari sekarang.
"Apa lagi yang kamu tunggu Indra?? dari segi usia dan finansial kalian sudah matang." Ucap mami Tiara.
"Baiklah mi, jadi Indra dan Pingkan akan menikah di rumah eyang di luar negeri??" tanya Indra lagi.
"Baguslah...setidaknya aku tak mau melihat Shanum terluka!!" batin Indra.
Pagi itu Shanum pergi bekerja dengan tubuh lelah karena semalam Rahman berulah kembali datang kerumah Shanum dan membawa istri sirinya dengan membuat keributan.
***Flashback on***
DOK...DOK...DOK
Shanum yang tengah tidur bersama Chika dan Chiro terbangun karena mendengar suara gedoran di pintu luar.
__ADS_1
"Siapa sih tengah malam gini membuat keributan, bu??" tanya Chika dan Chiro bersamaan.
Mereka bertiga melangkah keluar agak sempoyongan dan membuka pintu.
"Enak ya kalian tidur...sementara aku dan Yanti berteriak-teriak sejak tadi!!" kata Rahman berkacak pinggang sementara Yanti berdiri meringis di sampingnya.
"Lha salahmu??? ngapain gedor rumah orang tengah malam?? seperti saya punya hutang aja sama kamu??" sentak Shanum kesal saat melihat siapa yang datang membuat keributan tengah malam di rumahnya.
"Yanti ingin makan nasi goreng buatanmu, aku sudah membujuknya untuk membeli di warung saja tapi dia keukeuh nggak mau!!" ujar Rahman.
"Kalian ini pasangan selingkuh penuh drama menyusahkan dan merepotkan saja!!" jawab Shanum kesal.
"Baiklah saya akan membuatkannya, hitung-hitung saya berbakti pada suami sampai menjelang perceraian kita nanti, tapi tentu tidak gratis...pertama karena saya yang menyiapkan bahannya tentu itu pakai uang...jadi harga sebungkus nasi goreng seharga 10 kali lipat harga warung, kalau di warung harga nasi goreng lima belas ribu rupiah, di sini jadi seratus lima puluh ribu rupiah, gimana?? mau??" tanya Shanum.
"ketelaluan kamu Num?? kamu memerasku??" tanya Rahman marah.
"Terserah...kalau mau saya buatkan kalau tidak mau ya sudah pergi sana saya mau melanjutkan tidur lagi, karena kehadiran kalian berdua ini sungguh mengganggu kami!!" ucap Shanum.
"Mas...!!" rengek Yanti manja membuat Shanum malah merasa jijik.
"Baiklah Num, ini uangnya...!" kata Rahman menyodorkan uang seratusan dan lima puluhan pada Shanum.
Tak lama Shanum berkutat di dapur tak sampai lima belas menit masakannya sudah jadi dan di bawa keluar oleh Shanum.
Untung tadi siang dia mendapat rejeki jadi dia bisa berbelanja kepasar sore harinya.
Sesendok demi sesendok hingga tandas isi piringnya dimakan oleh Yanti.
"Enak banget mas, kapan-kapan minta buatkan lagi ya mas!!" kata Yanti.
"Boleh!!" kata Shanum.
"Tapi ada rasa ada harga!!" kata Shanum nenyeringai pada keduanya.
***Flashback off***
Indra dan Elang tampak fingerprint di gedung baru tempat Shanum bertugas sekarang. Fingerprint adalah mesin sidik jari untuk absen. Biasanya para karyawan penting memang finger di gedung ini.
"Selamat pagi pak Elang...pak Indra..." sapa Shanum sopan.
"Pagi Num!!" kata Indra tersenyum berbeda dengan Elang yang selalu memandang datar pada Shanum.
Saat Shanum akan berbalik untuk meloby lantai yang lain, Indra memanggilnya.
"Num??" panggilnya.
Shanum berhenti dan memandang wajah Indra yang agak pucat.
__ADS_1
"Iya...ada apa pak Indra memanggil saya??" tanya Shanum sementara Elang sudah berbalik dan berjalan keluar gedung.
"Temani saya nanti sore ya, Num??" ajak Indra.
"Nanti seperti tempo hari, pak!! saya menunggu sampai bego celingukan kesana kemari sekalinya bapak malah pergi dengan mbak Pingkan!!" jawab Shanum.
"Tidak, Num...saya ingin selama beberapa hari ini kamu menemani saya sebelum saya pergi!!" kata Indra menatap Shanum sedih.
Shanum bukan tipe wanita yang terlalu banyak bertanya yang tidak pada tempatnya dia hanya mengangguk saja.
Indra tampak sangat senang. Wajah pucatnya tampak sedikit kemerahan.
Shanum pun bahagia melihat kekasih bayangannya itu bahagia apalagi sesaat di depan pintu Indra berbalik lalu memberikan sun jauh padanya membuat Shanum tersipu.
"Kamu tampak bahagia sekali??" kata Elang menyapa Indra.
"Tentu!! kamu kan tau bahwa sumber kebahagiaanku adalah Shanum." Jawab Indra.
*************
Indra sudah menunggu dengan mobilnya di tempat Shanum saat itu menunggunya.
Dia tau Pingkan tak akan mengganggunya selama seminggu ini karena tunangannya itu pun tengah merampungkan pekerjaannya sebelum kepergiannya dan Indra untuk melanjutkan program S2 mereka ke Inggris juga melangsungkan pernikahan mereka di sana.
Shanum melangkah tergesa-gesa takut Indra lama menunggunya.
Indra pun tersenyum melihat sang pujaan hati tergopoh-gopoh menghampiri mobilnya.
Segera dibukakan nya pintu depan agar Shanum duduk bersamanya.
"Bapak sudah lama menunggu??" tanya Shanum.
Indra menggeleng sambil tersenyum.
"Selama apa pun jika demi menunggumu akan saya lakukan, Num!!" ujarnya.
Mobil mereka perlahan melaju membelah jalan menyisakan sepasang mata yang menatap kedekatan mereka penuh luka karena sejak tadi pun tanpa diketahui oleh Indra, dia sudah berada di sana.
*
*
***Bersambung...
Cinta itu rumit...cinta itu pahit...apalagi datangnya di saat yang tidak tepat!!
Jangan lupa selalu dukungannya ya reader🙏🙏
__ADS_1