Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 114 Sandro Soedibyo


__ADS_3

"Ternyata kamu sudah ada yang memiliki, Di !!" batin Thoriq sedih.


"Aku sejak dulu menunggu saat seperti ini, ternyata aku kalah cepat lagi." Gumam Thoriq.


"Riq, maafkan aku ya!! Aku tau sejak kita SMA kamu sudah suka sama aku, tapi aku cukup tau diri, Riq!! Kamu anak pak Kades, sedangkan aku apa??" Batin Bandiah sambil menatap wajah sahabatnya itu.


"Kamu jangan menatapku seperti itu, nanti kamu naksir lagi sama aku, terus kalau kamu naksir aku bagaimana dengan suamimu?" Kata Thoriq berkelakar walaupun hatinya terasa sedih.


************


"Bagaimana Tiara?? Sebaiknya cepat kita tentukan tanggal pernikahan mereka karena kami tak bisa lama di Indonesia!" Kata kedua orang tua Elang.


"Bagaimana jika bulan depan?" Tanya mami Tiara.


"Bagaimana Elang?? Kan kalian berdua yang akan menjalaninya!!" kata para orang tua.


"Bagaimana Num?? Kamu setuju jika bulan depan kita menikah?" Tanya Elang pada Shanum yang masih termenung.


"Apakah aku berhak menolak? Aku tak punya kuasa apapun di sini!!" Batin Shanum.


"Num!!" Bisik Elang di telinga Shanum.


"Shanum terserah kalian semua saja!!" Akhirnya Shanum bersuara.


"Ya sudah kita tentukan tanggalnya bulan depan, biarpun sederhana yang penting sah!!" Kata pihak keluarga.


Sore itu Shanum pergi sendiri kepemakaman Indra.


Seperti biasa dia bercerita panjang lebar sendiri di sana.


"Mas, aku lelah menunggumu!! Di mimpiku kamu selalu bilang agar aku bahagia tetapi mas tau bahwa kebahagiaanku ada bersama mas Indra!!" Kata Shanum sambil membelai batu nisan itu.


"Sudah hampir lima bulan aku menunggu mas, seakan penantianku menjadi suatu kesia-siaan belaka." Kata Shanum.


"Batu nisan kok diajak ngobrol ya mana menyahut!!" Kata seseorang dari arah belakang Shanum.


Shanum terpaku...


"Suara itu?? Itu suara mas Indra tapi mengapa logatnya berbeda dan agak sedikit ketus dan judes.


Dengan cepat Shanum menoleh ke arah sumber suara tersebut.


"Kamu?? Siapa kamu??" Tanya Shanum tegang.


"Aku?? Siapa aku??" Orang itu balik bertanya.


Tiba-tiba...

__ADS_1


"Sandro!! Kamu mengganggu orang yang lagi berziarah ya!!" Kata suara lain lalu mendekat pada mereka berdua.


"Apa sih pi?? Siapa yang mengganggu??" Jawabnya kesal sambil menghentak-hentakan kakinya.


"Sandro Soedibyo!!" Kata lelaki tua itu menyebut nama lengkap pria tersebut.


"Iya...iya papi!! Mari kita pulang!! Dadah wanita aneh yang bicara sendiri sama batu nisan!! Kata pria yang dipanggil Sandro Soedibyo itu.


"Maafkan putra saya ya nak!!" Kata pria tua itu pada Shanum.


"Dia mengalami kecelakaan hebat saat masih kecil sehingga menyebabkan kerusakan fungsi otaknya!!" Jelas orang tua itu.


"Ayo papi...kok malah memberikan ceramah padanya memangnya papi seorang ustadz?? Katanya kurang ajar.


Shanum ingin marah tetapi mau tertawa juga ada, lelaki yang sangat mirip dengan Indra itu bisa dikatakan mengalami keterbelakangan mental.


"Ayo papi!! Sandro malu, kakak itu mau tertawa melihat Sandro!!" Kata pria itu menutup wajahnya.


"Ya sudah kami duluan ya nak!! Kata pria tua itu.


"Iya pak silakan!!" Jawab Shanum.


"Dadah kakak cantik tapi cengeng, yang bicara sendiri sama batu nisan!! Teriak Sandro dari dalam mobil yang mereka tumpangi.


Kesal ada, lucu pun juga ada di hati Shanum melihat pemuda yang mengalami keterbelakangan mental itu.


*************


Hansen tiba di rumah tempat dia dan Anna dulu hidup bersama. Tak ada yang berubah dari rumah besar itu.


Garis polisi masih terpasang di sana dan rumah itupun terlihat sangat gelap dan menyeramkan.


Perlahan Hansen masuk lewat pintu rahasia di samping tembok.


Dia sudah berhasil sampai di dalam bagian dapur dan membuka sebuah pintu besi di bawah meja ruang makan.


Ada semacam lorong rahasia di bawah sana. Setelah menutup kembali penutup pintu besi lalu Hansen menyalakan lampu tembok di ruang bawah tanah itu. Sungguh suatu tempat persembunyian teraman bagi Hansen.


Sementara itu dengan orang tua Darto.


"Siapa cah ayu ini, Darto? Pengganti Sri si istri pengkhianat itulah??" Tanya kedua orang tua Darto.


"Ibu sama bapak ada-ada wae, neng geulis ini mau kerja jadi asisten koki di camp tempat Darto bekerja bu!!" Jawab Darto tersipu malu.


"Mas Darto ini ditinggal oleh istrinya toh!!" Kata Anna yang berganti nama jadi Anni.


"Iya neng, istrinya selingkuh dengan laki-laki lain di dalam kamar mereka di saat Darto anak ibu bekerja!!" Kata ibu Darto dengan sedih pada nadib putra semata wayangnya.

__ADS_1


Anna juga menerawangkan pandangannya jauh kedepan. Dia juga teringat akan pengkhianatan yang telah dilakukan oleh Hansen setelah semua yang telah dia lakukan dan korbankan untuk lelaki brengsek itu.


Tiba-tiba Anna menangis mengingat kisah pilu hidupnya yang sama persis seperti Darto.


"Kenapa menangis neng Anni!!" Kata ibunya Darto.


"Saya hanya merasa sedih bu, karena nasib mas Darto ini sama persis seperti yang Anni alami sekarang!!" Tangisan Anna semakin kencang.


Selama ini dia selalu menanggung beban perasaannya seorang diri, tetapi saat dia menemukan orang lain yang bernasib sama dengan dia, maka kesedihan yang selama ini dia tahan, pecahlah sudah.


"Nasib kalian ini sama!! Sama-sama telah dikhianati pasangan kalian masing-masing, kenapa kalian tidak menikah saja??" Tanya bapaknya Darto.


Anni dan Darto terdiam mendengar perkataan orang tua Darto itu.


"Bapak!!" Kata Darto memperingatkan ayahnya.


"Mana mungkin wanita secantik neng Anni ini mau sama Darto yang dekil dan lusuh ini, jangan kan secantik neng Anni, potongan wajah seperti Sri aja mampu mengkhianati Darto!!" Lirih Darto pelan bercampur dengan kesedihan.


"Sri...!!" Ulang Anna perlahan.


Aku seperti pernah mendengar nama itu disebutkan, tapi di mana ya?? Apakah dia juga orang yang sama?" Pikir Anna.


"Mas, bisakah Anni melihat bagaimana sih rupa mantan istri mas Darto itu??" Kembali Anni bertanya.


Darto mengambil ponselnya, membuka galeri foto dan memperlihatkannya pada Anna.


"Dia?? Jadi dia yang bernama Sri??" Kata Anna kaget.


"Jadi wanita ini mantan istri mas Darto??" Tanya Anna dan dibalas oleh anggukan kepala Darto.


"Dia wanita yang sama yamg telah merebut suamiku, mas lalu malam itu datang kerumah lalu menusuk perut Hansen dengan belati yang rupanya telah dia siapkan sebelumnya.


"Hansen??" Ulang Darto. Kini giliran Darto yang syok mendengar pernyataan dari Anna.


Ternyata lelaki keparat itu adalah suami non Anni??" Tanya Darto.


"Wah ternyata nasiblah yang telah mempertemukan dan menyatukan Anni dan Darto ya bu??" Kata ayah Darto.


"Kami berdua merestui hubungan Darto dan Anni." Ucap bapaknya Darto.


Darto dan Anni saling pandang dan terdiam.


*


*.


Siapakah Sandro Soedibyo itu?? Mengapa wajahnya bisa mirip dengan Indra??

__ADS_1


Nantikan kisah selanjutnya dan jangan lupa dukungannya๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2