Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 43 Mulai Terkuak


__ADS_3

"Sejak lama sebenarnya aku mencurigai bahwa Sheilla ini sama seperti Pingkan, sama-sama telah berselingkuh di belakangku dan Indra.


"Kamu telah berani bermain-main api dengan Elang, Sheilla...kelak aku akan membalas semua perbuatanmu bahkan tepat di depan matamu!!" seringai maut bermain di wajah tampan yang dingin itu.


"Sebenarnya jika bukan permintaan kedua orang tuaku, enggan aku untuk menikahimu saat itu!!" gumam Elang.


"Kamu tunggulah sampai aku bisa membongkar keterlibatanmu dalam kasus penggelapan uang ini, jika terbukti bersalah dan juga perselingkuhanmu itu akan menjadi bumerangku untuk menceraikanmu, Sheilla!!" gumam Elang menyeringai.


*************


"Kamu sudah lebih baikan??" tanya Bandiah saat melihat Shanum sudah terbangun dari tidurnya.


"Alhamdulillah...perutku juga sudah nggak sakit lagi!!" kata Shanum.


"Alhamdulillah juga kandunganmu juga sudah nggak apa-apa!!" jawab Bandiah.


"Mana ibu sama anak-anakku??" tanya Shanum.


"Mereka pulang diantar oleh Rafli, kasihan jika anak-anak ikut menginap di rumah sakit!!" kata Bandiah.


"Assalamualaikum....!!"


"Waalaikum Salam....!!"


"Bagaimana keadaanmu mbak Shanum??" tanya Rafli begitu dia masuk dan melihat Shanum sudah bangun dari tidurnya.


"Baik...terima kasih ya Rafli...terima kasih juga, Di!!" ucapku tulus.


"Aku mau kemushola sebentar ya...!!" kata Bandiah.


"Titip Shanum sebentar ya Rafli!!" ucap Bandiah.


Sepeninggal Bandiah, Shanum dan Rafli sama-sama terdiam. Rafli tampak banyak diam tak seperti biasanya.


"Mbak...!!" kata Rafli setelah sekian lamanya berdiam diri.


"Iya, ada apa Rafli??" tanya Shanum pada Rafli.


"Seandainya mbak Shanum tidak bertemu lagi dengan ayah dari bayi yang mbak kandung, apakah aku boleh menjadi pengganti ayah bayi itu??" tanya Rafli.


Shanum terdiam mendengar perkataan Rafli.


"Rafli, jangan mengorbankan dirimu untuk sesuatu di luar kemampuanmu, Rafli!!" ucap Shanum.


"Aku tau kamu bukan pria sembarangan, kamu hanya menyamar saja menjadi office boy kan??" tanya Shanum.


Rafli terdiam mendengar perkataan Shanum.

__ADS_1


"Siapa kamu sebenarnya Rafli??" tanya Shanum lagi.


"Aku...!!"


Ucapan Rafli terputus, dia tidak tau bagaimana cara menjelaskannya pada Shanum.


"Jika aku mengatakan yang sebenarnya pada mbak Shanum, apakah mbak Shanum masih mau bersama denganku??" tanya Rafli khawatir.


"Justru jika kamu terus menerus berbohong dan menutupi siapa dirimu sebenarnya, maka aku akan sangat membencimu Rafli." Kata Shanum.


"Baiklah mbak Shanum, mungkin sudah waktunya mbak tau siapa aku!!" jawab Rafli.


"Namaku Rafli Andarian...aku adalah cucu dari pemilik rumah sakit tempat kita bekerja."


"Aku sebelumnya mengawasi pembangunan rumah sakit di Jakarta lalu kakek menelponku untuk kembali ke kota ini karena pembangunan rumah sakit di sini banyak menemui hambatan."


"Dana anggaran yang sudah dianggarkan untuk pembangunan rumah sakit tidak pernah mencukupi selalu saja ada kekurangannya, oleh karena itu kakek memanggilku agar aku menyamar menjadi orang biasa supaya aku bisa diam-diam mengawasi semua pembukuan yang ada di rumah sakit ini."


"Bukan hanya itu, kakek sudah banyak mendengar keluhan dari konsumen tentang pelayanan yang kurang ramah dari para pekerjanya juga menjadi bahan masukan kakek untuk mengutusku juga agar melakukan survey langsung ke lapangan."


"Pak Elang juga sudah mengetahui tentang identitasku, entahlah kalau ibu Sheilla." Kata Rafli mengakhiri ceritanya.


"Sekarang aku sudah jujur sama mbak Shanum, lalu apakah mbak Shanum akan menerimaku??" tanya Rafli lagi.


Shanum terdiam. Jangankan orang sangat berpengaruh seperti seorang Rafli Andarian, mencintai orang seperti Indra saja sudah hatinya patah jadi dua.


"Baik akan aku pikirkan, tetapi aku mohon terima aku jika keputusanku sudah bulat." Kata Rafli.


"Sekarang mbak tidurlah...aku akan menjaga mbak Shanum di sini." Kata Rafli lagi.


**************


Sheilla terlihat mondar mandir di koridor seperti tak tenang.


"Sudah hampir tiga jam berlalu tapi Hansen tak kunjung menelpon juga, sebenarnya kemana sih ni orang??" gerutu Sheilla.


"Kamu kenapa Shell??" tanya sebuah suara dari arah belakangnya.


"Eh, kamu beb??" dia menoleh kearah suara yang menyapanya tadi.


Tampak Elang berjalan kearahnya seorang diri.


"Bagaimana keadaannya Pingjan??" tanya Elang.


"Sudah agak baikan sih, cuma masih sedikit syok aja!!" ujar Sheilla.


"Apa Indra di sini?? sebab sejak semalam aku mencoba menghubunginya sejak dia dibawa pulang oleh mami dan papinya, ponselnya nggak aktif." Kata Elang

__ADS_1


"Nggak ada...kupikir Indra itu suami yang keterlaluan, masa istri sakit bukannya dijaga kok malah ditinggal pulang!!" kata Sheilla mengoceh.


"Lho, Indra itu kan juga sedang sakit...lagian kudengar kemarin mami Prianka selalu menyalahkan Indra atas meninggalnya bayi Pingkan, padahal itu semua mutlak karena kesalahan dari Pingkan sendiri, dia kan orang berpendidikan tinggi sudah tau saat kehamilan tidak boleh minum-minuman yang beralkohol, masih saja dilakukan."


"Tampaknya jika sudah menjadi kebiasaan itu susah sekali rupanya untuk dihilangkan termasuk kebiasaan suka menyelingkuhi pasangannya!!" kata Elang sambil menyindir Sheilla.


"Kok kamu bicaranya begitu sih, beb??" tanya Sheilla antara tidak suka dan juga tersindir pada ucapan Elang.


"Lha kan memang fakta?? aku bicara berdasarkan fakta, bukan sekedar omong doang belaka." Kata Elang tersenyum.


Sheilla mendengus mendengar perkataan suaminya yang secara tak langsung juga menyindirnya.


"Aku mau menjenguknya sebentar, kamu mau ke dalam??" tanya Elang.


"Nanti dulu...aku sedang menunggu Hansen, sejak pagi tak ada kelihatan batang hidungnya, aku mau minta laporan bulanan hari ini!!" kata Sheilla.


"Shell kalau aku jadi kamu, karyawan kurang produktif seperti Anna dan Hansen itu lebih baik di paketkan aja terus dimutasikan ke kutub utara sana!! apa perlu aku yang turun tangan untuk memindahkannya??" kata Elang sambil mencibir.


Dia ingin melihat bagaimana perubahan wajah istrinya itu saat selingkuhannya mau dimutasikan jauh dari dia.


Tepat sekali dugaan Elang. Wajah Sheilla berubah drastis saat mendengar Hansen mau dimutasikan.


"Apa sih beb...Hansen itu bukan tidak produktif tetapi memang sedikit lambat pekerjaannya." Bela Sheilla.


Elang tersenyum samar mendengar perkataan istrinya itu.


"Jangan kamu pikir aku lelaki bodoh yang tidak tau bagaimana kelakuan istrinya di luaran sana, Sheilla!!" batin Elang.


"Aku tau kamu ada main di belakangku dengan si Hansen karyawanmu yang hanya menang tampang tapi otaknya kosong itu, sama seperti si Anna!!"


"Seandainya kamu tau Sheilla...kamu berselingkuh di belakangku dengan Hansen, sementara Hansen balik lagi berselingkuh di belakangmu dengan Anna...kamu tunggu saja tanggal mainnya Sheill...kamu dan para grup selingkuhanmu akan aku depak dari rumah sakit ini, supaya jangan ada lagi koruptor-koruptor macam kalian!!" bisik hati Elang.


Elang menelisik wajah istrinya dengan intens. Jika menurutkan kemarahannya, ingin rasanya pada detik dia tau bahwa istrinya ikut terlibat dalam penggelapan dana pembangunan rumah sakit itu dan ternyata dia bekerja sama dengan seorang akuntan bawahannya yang ternyata adalah selingkuhannya, dia ingin menceraikan wanita itu dan menjebloskannya kedalam penjara.


Tetapi dia belum punya cukup bukti, oleh sebab itu dia mengutus Sandi orang kepercayaannya untuk menyelidiki kasus ini sekaligus mencari bukti perselingkuhan istrinya.


Setidaknya dia bisa membantu Rafli Andarian cucu si pemilik rumah sakit ini untuk menggulung komplotan Sheilla.


*


*


***Bersambung...


Semangat Elang....semoga hatimu juga terselamatkan dari tikungan tajam😁😁


Ikuti terus kisah mereka di next episode dan jangan lupa dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2