Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 60 Janji Indra


__ADS_3

"Ayo naik!!" kata Rahman saat dia melihat Pingkan bingung untuk naik karena dia menggunakan rok lebar di atas lututnya.


"Apakah rok aku tidak tersangkut nantinya??" tanya Pingkan masih ragu.


"Tidak Pingkan, kamu kan duduk laki-laki saja seperti aku ini, lho!!" kata Rahman.


Akhirnya Pingkan mencoba naik perlahan dan duduk menempel erat di belakang Rahman.


"Nah, nggak jatuh kan??" kamu terlalu takut sih!!" tawa Rahman begitu renyah di telinga Pingkan.


"Siap untuk berjalan-jalan tuan putri?? pangeranmu ini siap mengantarkan yang mulia kemana saja." Lalu mereka berdua pergi bersama.


************


"Elang...dari awal daddy tidak setuju kamu menikah dengan wanita seperti Sheilla tapi dasar mommy kamu juga keras kepala, hanya karena dia berteman baik dengan Prita maka kamu lah yang jadi korbannya dijodohkan dengan anak si Prita dan Wily itu."


Malam itu karena sudah pusing dan tak tau harus bagaimana, akhirnya Elang pulang ke mansion daddynya kebetulan besok juga hari libur.


Di mansion ini yang satu pikiran dengannya hanya daddynya saja sedangkan mommynya cenderung suka memaksakan kehendaknya pada Elang, itulah yang membuat Elang lebih memilih tinggal di apartemen yang dibelinya ketimbang harus pulang ke mansion.


Daddynya mendukung semua keputusan putra semata wayangnya itu.


"Ingat pulang kamu?? kalau sudah punya masalah baru ingat sama mommy dan daddy di mansion ini!!" kata mommynya saat tadi berselisihan di ruang tamu.


"Mom...kamu ini serba salah!! Elang pulang salah...nggak pulang juga salah...gimana maunya sih??"tanya suaminya.


Mommy Elang hanua melengos mendengar perkataan suaminya itu.


"Elang, temani daddy memancing yuk!! itu hobi kita dulu kan?? Sudah lama kita tidak melakukannya, hitung-hitung menghilangkan stress, kamu dengan Sheilla yang sebentar lagi akan menjadi mantanmu dan daddy dengan mommy kamu yang sudah terikat dengan tali pernikahan seumur hidup!!" kata daddynya dan disambut tawa oleh Elang.


"Bagaimana kabarnya dengan Indra??" tanya daddy nya.


"Indra sekarang sudah bahagia, dad...dia sudah menemukan wanita yang benar-benar dicintai dan mencintainya!!" kata Elang.


"Syukurlah!!" karena yang daddy tau nasibnya juga tidak lebih baik dari pada nasib percintaanmu!!" kata daddy Elang tertawa sambil mengacak rambut putranya.


"Nah kan, pulang ke mansion hanya untuk pergi memancing lagi dengan daddy kamu dasar anak payah!!" kata mommy Elang menggerutu di teras melihat suami dan putranya akan bersiap untuk pergi ke pemancingan.


"Sudah mommy diam aja, doakan kita banyak dapat ikan, supaya kita bisa bakar ikan di taman belakang!!" kata suaminya sambil mencium pipi istrinya dan membuat sang istri langsung terdiam.


"Jangan lama ya...mommy kangen sama putramu itu, jangan dibawa dia sampai sore!!" kata istrinya lagi dan dijawab dengan acungan jempol dari suaminya.


"Elang, mengapa saat kamu tau bahwa di malam pertama kamu Sheilla sudah tidak perawan lagi kamu tidak menceraikan dia?? kan namanya terbukti jika dia telsh menipumu selama kalian berpacaran dan bertunangan." Kata daddy nya.


Melihat putra semata wayangnya hanya terdiam, dia tau bahwa Elang tak bisa menyakiti hati mommy nya.


"Sekarang tak ada alasan lagi bagimu untuk mempertahankan rumah tangga kalian, Sheilla pun sudah tak diketahui di mana keberadaannya sekarang ini!!" kata daddy lagi.


"Elang memang berniat mengurus surat perceraian dengan Sheilla daddy makanya Elang datang ke mansion juga untuk meminta pendapat dari daddy bagaimana baiknya." Kata Elang.


"Sesuatu jika sudah tak bisa dipertahankan dan hanya akan melukai hati, mending lepaskan saja, jangan kamu paksa untuk menggenggam bara api jika tanganmu akan terkelupas semuanya!! paham kamu apa yang daddy maksud, Elang??" tanya daddy nya.


"Ya, sudah nanti saja kita membahas soal wanita itu, sebaiknya kita membahas bagaimana jika kita berlomba untuk menangkap ikan paling banyak dialah yang keluar sebagai pemenangnya!!" kata daddy nya memberi semangat pada Elang.


"Oke...siapa takut?? ayo!!" kata Elang bersemangat.


Kedua anak beranak itu tertawa gembira dan saling berlomba seperti dulu saat mereka masih tinggal bersama di mansion.


************

__ADS_1


"Nak, sebaiknya kamu dan keluargamu balik saja lagi ke kota, mami dan papi sangat mengkhawatirkan keadaan kalian di sini!!" kata mami Tiara.


"Jarak tempuh kota kemari hampir memakan waktu kurang lebih tiga jam, jika terjadi sesuatu dengan kalian di sini kami tidak bisa segera nemberikan pertolongan pada kalian." Sahut papi Jonas.


Shanum tampak berpikir lalu dia memandang pada ibunya untuk meminta pendapat.


"Kedua mertua kamu benar, Shanum...memang jika kita tinggal di sini terlalu berbahaya apalagi tadi di televisi sudah di siarkan bahwa Sheilla menjadi seorang buronan polisi, bukan tidak mungkin dia akan mengincar nyawa kita di sini!!" kata bu Karti.


"Nah...itu tadi sslah satunya yang ingin mami bahas pada kalian!!" kata mami Tiara.


"Tadi di saat menempuh perjalanan kemari, mami seperti melihat sosok Sheilla tapi sepertinya dia menyamar menjadi orang lain!!"


"Mami takut, dia akan nekad menyerang kalian di sini!!" kata mami Tiara lagi.


"Baiklah mi...pi...bisakah kepulangan kalian ditunda sampai.senin sebab Shanum mau mengurus surat pindah sekolah untuk Chika dan Chiro!!" kata Shanum.


"Kami sama sekali tak keberatan nak, lakukan saja apa yang menurut kamu baik!!" kata papi Jonas.


"Sebaiknya kita makan malam dulu yuk...!!" kata bu Karti.


"Tapi maaf besan, namanya juga di kampung menu kami di sini menu yang sederhana tidak seperti di mansion kalian yang serba mewah!!" kata bu Karti.


"Nggak apa-apa bu...kemarin kan Indra sudah bilang pada Shanum untuk menumis kangkung dan membeli ikan segar di pasar terus buat sambal terasi!! mami dan papi sudah sangat senang!!" kata Indra.


Ternyata kehadiran Sharindra di tengah mereka, mampu menyatukan keluarga yang sudah terpecah belah menjadi utuh kembali.


Pesona bayi mungil itu mampu meluluhkan keangkuhan mami Tiara yang berkeinginan mempunyai menantu sangat sempurna seperti Pingkan yang justru malah menghancurkan dan mempermalukan keluarga mereka.


"Terima kasih sayang...berkatmu maka keangkuhan oma cantikmu itu luluh juga."


"Jika tidak karena kehadiranmu di tengah kita maka ibu dan ayahmu tak akan mungkin bisa bersatu!!" lalu Indra menciumi pipi merah gembul putranya itu dengan gemas.


OEK....OEK...OEK


Dengan suaranya yang lantang Sharindra menangis keras.


Tapi dasar Indra juga. Bukannya merasa bersalah, dia malah merasa senang bermain bersama putranya membuat mereka yang ada di sana menjadi gemas karena kelakuan papa muda yang satu itu.


"Kak Chika...apa dulu bapak Rahman juga sesenang itu saat kita berdua lahir ya??" tanya Chiro menyeletuk di antara kebahagiaan mereka.


Shanum terdiam. Betapa dulu kelahiran Chiro tidak diinginkan oleh Rahman karena dia menganggap ada satu Chika saja sudah merepotkan apalagi ditambah ada Chiro?? pasti hanya akan memperbanyak pengeluaran di saat perekonomian mereka sedang sulit-sulitnya saat itu.


"Chiro...sini!!" kata Indra.


Dia memberikan Sharindra pada oma cantiknya dan memeluk Chika dan Chiro bersamaan.


"Mungkin bapak kalian tidak menginginkan kalian, tetapi ayah Indra akan tetap menyayangi kalian seperti ayah menyayangi Rindra adik kalian!! oke?? jadi jangan bersedih lagi ya anak-anakku!!" kata Indra menciumi kepala Chika dan Chiro.


Biarlah suatu hari nanti bapak kalian itu akan menyesali telah menyia-nyiakan permata seindah kalian dan ibu kalian, dan ayah Indralah yang akan menjadi pemenangnya karena telah mengambil permata yang telah ditenggelamkan oleh bapak kalian itu!! akan ayah Indra asah kembali biar seindah Taj Mahal." Kata Indra membuat mereka yang ada di situ menjadi terharu dibuatnya.


"Opa juga berjanji, akan menyayangi kalian sama seperti opa dan oma menyayangi Rindra!!" kata papi Jonas memeluk kedua anak malang itu.


************


Pingkan dan Rahman saling tertawa gembira melepaskan kepenatan mereka berdua.


Dua orang yang sama-sama gagal dalam rumah tangganya itu tampak menikmati deburan ombak di dermaga.


"Apakah kamu bahagia??" tanya Rahman sambil berpaling menatap wajah cantik Pingkan.

__ADS_1


"Sangat...aku bisa bersenang-senang naik motor bersamamu keliling kota, duduk menikmati deburan ombak sambil memandang bintang yang bertaburan di langit...sesuatu yang sebelumnya tak pernah aku lakukan selama ini!!" kata Pingkan.


Rahman mengacak rambut indah Pingkan dengan gemas.


"Jangan ngacak rambutku coba...nanti rambutku rusak!!" kata Pingkan cemberut membuat Rahman bertambah gemas padanya.


"Pingkan kamu tau??" kata Rahman.


"Nggak!!" jawab Pingkan.


"Kan kamu belum ngasih tau!!" kata Pingkan.


"Oh iya, ya!!" kata Rahman yang sekarang malah membuat Pingkan yang gemas ganti mengacak rambut ikal milik Rahman.


"Pingkan, jika bulan itu bisa tersenyum pasti keindahannya kalah dengan senyumanmu!!" kata Rahman.


"Gombal!!" kata Pingkan mencubit pinggang lelaki itu.


"Pingkan, aku lapar...kita makan yuk!!" kata Rahman.


"Makan apa??" tanya Pingkan.


Rahman tak menjawab, dia menarik tangan Pingkan untuk mengikutinya kearah luar dermaga di mana ada beberapa penjual makanan berjejer di sana.


"Apakah makanan di tempat seperti ini higienis??" tanya Pingkan takut-takut.


"Jangan takut...jika kamu sampai sakit perut dan masuk rumah sakit, maka aku yang akan menunggu dan menemani kamu di rumah sakit sampai sembuh!!" kata Rahman menggodanya.


************


"Iiiisssshhh Rahman ini kemana sih?? tadi pamitnya pergi keluar sebentar kerumah kontrakan temannya, tapi sudah hampir lima jam belum kembali juga!!" Emiana mengomel panjang pendek di muka pintu rumahnya.


Emiana berjalan mondar mandir tak tentu arah sambil berusaha untuk menghubungi ponselnya Rahman tetapi yang ditelepon selalu di luar jangkauan.


"Dasar brengsek!!" umpat Emiana kesal.


"Jangan-jangan dia bukan pergi ketempat kos-kosan temannya tetapi pergi ke bar lagi untuk minum-minum." Kata Emiana.


"Ah biarlah...bodo amat!! ngapain juga aku pikirin, suami bukan...hanya sekedar teman ranjang belaka!!" umpat Emiana.


Lalu wanita cantik itu mengambil kunci mobilnya dan pergi juga mencari hiburan di luar sana.


***********


"Daddy curang ihhh...!!" kata Elang sambil tertawa.


"Mestinya ikan itu tadi makan umpan milik Elang bukan makan umpan milik daddy!!" teriak Elang.


"Umpan kail kamu nggak enak, jadi ikannya enggan mendekat, yee...!!" kata sang daddy tidak mau kalah dari sang putra.


"Ayo kita hitung, ikan siapa paling banyak...jika kalah tugasnya nanti yang bakar semua ikan-ikan itu!!" kata daddy nya Elang.


"Lang...apa saat kamu masih bersama dengan Sheilla, kalian pernah pergi bersama dan bersenang-senang seperti sekarang ini??" tanya daddy nya Elang.


"Pergi bersama?? boro-boro pergi bersama, setiap berdekatan aja yang ada kita selalu bertengkar, apalagi untuk pergi bersama??" jawab Elang mengenang kebersamaannya dan Sheilla yang tak ada romantis-romantisnya.


*


*

__ADS_1


****Bersambung....


__ADS_2