
"Kamu menelpon siapa?? tadi katanya mau keluar menemui teman-temanmu, cepat banget!!" kata Indra sambil mengucek kedua matanya.
Istirahat selama beberapa jam membuatnya sedikit lebih baik dan merasa jauh lebih sehat dan segar.
"Aku baru saja pulang, honey...aku sedang menelpon Sheilla mengatakan jika kita sudah ada di Jakarta." Kata Pingkan tersenyum manis pada Indra.
Indra bangun dari duduknya menuju keruangan pantry.
"Pingkan, bisakah tolong buatkan aku teh hangat?? badanku terasa meriang??" pinta Indra.
"Aduh honey...aku sedang sibuk menelpon teman-temanku, bisa nanti aja kah minum teh hangatnya??" kata Pingkan.
Hati Indra mencelos sedih. Dengan sisa tenaganya dia melangkah menuju pantry mengambil air hangat dari dispenser dan membuat secangkir teh untuknya.
Dua orang pembantu yang bersih-bersih di apartemen pulang pada sore hari dan kembali esok paginya.
"Mas merindukanmu, Num!! sewaktu kita masih bersama sesibuk apapun, selelah apapun kamu tak pernah membantah, selalu menyiapkan apa yang mas pinta!!" ada kerinduan yang begitu menyiksa hatinya.
Untung masih ada makanan di lemari yang tadi sore telah disiapkan oleh pembantunya sebelum mereka pulang.
Indra makan sendirian sementara Pingkan sibuk dengan teman-teman sosialitanya.
***************
"Bagaimana penyelidikanmu selama dua bulan ini kamu terjun langsung kelapangan, Rafli Andarian?? tanya Alexander kakek Rafli Andarian.
"Sungguh manajemen yang sangat buruk, kek!!" jawab Andarian.
"Baru yang Rian nggak suka adalah kesemena-menaan!!" kata Andarian.
"Maksudmu bagaimana??" tanya Alexander tak mengerti.
"Rian ditempatkan di gedung lama pada bagian rawat inap di lantai 3 bersama seorang wanita yang bernama Shanum.
"Shanum adalah partner Rian di lantai 3...saat Sheilla istri dari kepala rawat inap dirawat di salah satu ruangan di lantai 3 bersama ibunya, mereka mengaku kehilangan sebuah cincin bersamaan dengan keluarnya Shanum dari ruangan itu sehabis membersihkan ruangan mereka." Terang Andarian.
"Bukan hanya itu saja kek, masih banyak kecurangan lain yang Rian temui, terutama dengan kucuran dana pembangunan gedung itu kek, dan Rian sudah mengantongi beberapa nama yang terlibat dalam masalah ini termasuk istri dari kepala perawat rawat inap yang bernama Elang itu!!" kata Rian.
"Lalu bagaimana dengan wanita itu??" tanya Alexander.
"Rian sudah memprovokasi banyak orang sehingga membuat Sheilla tersudut."
"Rian memaksanya untuk meminta maaf langsung pada Shanum dihadapan semua orang dan harus mengklarifikasi tentang tuduhan tak berdasarkan yang Sheilla dan ibunya tuduhkan pada Shanum."
__ADS_1
"Hanya sayangnya wanita itu kini telah pindah entah kemana, tetapi Rian terus menuntut Sheilla untuk menemukannya!!" kata Rian.
Terbayang oleh Rian betapa baiknya seorang Shanum. Dia mengajari Rian dari nol, tak jarang dia pulang telat demi membantu mengajari Rian selama dua pekan kemarin.
***POV RIAN***
Aku bertemu dengannya saat aku ditugaskan oleh kakek untuk menyamar sebagai cleaning service di sebuah rumah sakit ternama di kota ini.
Sumpah, malas banget aku...aku seorang detektif kepolisian kenapa harus disusupkan untuk mencari tau masalah korupsi sih?? biasanya aku menangani kasus orang hilang, pembunuhan dan banyak kasus menantang lainnya, lha ini?? kasus korupsi?? hadeuh...kakek Alex ada-ada aja!!
Aku sama sekali buta tentang bersih-bersih, apalagi di gedung yang luasnya seperti lapangan sepak bola?? bisa dalam beberapa hari saja bisa encok aku!!
Tapi pandangan memohon kakek Alexander?? mana tega aku?? apalagi aku adalah cucu laki-laki kakek satu-satunya, mau tak mau aku akhirnya menuruti permintaan kakek.
Jadilah hari ini dengan dibantu beberapa orang kepercayaan kakek yang ada di rumah sakit ini aku akhirnya keterima bekerja di sini tanpa ada yang tau statusku yang sebenarnya.
Baru aku sampai di tempat, kepalaku sudah pusing tujuh keliling melihat banyaknya kamar rawat inap dan ruangan perkantoran lainnya yang harus kubersihkan sore ini, dengan siapa?
Eits...itu kah partner shift aku?? wow...cantik juga, wajahnya keibuan banget juga bahasanya lemah lembut.
"Perkenalkan nama saya Shanum Susena...kamu mau panggil Shanum saja, atau mbak atau tante atau ibu, itu terserah kamu!!" katanya sambil tersenyum.
Amboi manis banar senyum itu?? mana lesung pipinya dalam banget lagi!!
"Kalau saya panggil yayang??" kataku menanggapi candaannya.
"Ih....lucu juga nih cewek!!" pikirku.
"Kalau mbak Yayang boleh, nggak??" tanyaku lagi.
"Aisshhh cerewet bener sih kamu jadi cowok?? terserah kamu sajalah adik manis, mau panggil apapun, ayo saya ajarkan sama kamu cara kerja di sini!!" katanya.
"Sumpah...cara pegang sapu aja aku nggak tau tapi si mbak cantik dengan penuh kesabaran mengajari aku.
"Rafli, mas Elang minta kamu untuk keruangannya!! kata salah seorang perawat memberi tahu.
Dengan malas aku menuju keruangan si Elang karena sudah pasti ada si Sel..Sel yang menyebabkan itu.
"Kamu tunggu saja Sel...Sel, aku akan membongkar semua tentangmu sekaligus keterlibatanmu di depan suami kamu tentang penggelapan dana pembangunan gedung baru itu.
TOK...TOK...TOK
Permisi...pak Elang memanggil saya??" kata Rafli.
__ADS_1
"Ooo, masuklah Rafli!!" kata Elang dari mejanya.
Rafli masuk sekilas mata detektifnya memindai ruangan itu ternyata hanya ada Elang, Sheilla tak ada di sana.
"Kamu nggak usah khawatir, istri saya sedang keluar kok...baru saja!!" kata Elang saat melihat Rafli menelisik ruangan itu.
"Rafli...saya sudah tau kamu siapa sebenarnya!!" kata Elang saat Rafli sudah duduk dihadapannya.
"Maksudnya pak Elang??" tanya balik Rafli.
"Saya sudah tau bahwa kamu sebenarnya adalah cucu pemilik rumah sakit ini!!" kata Elang dan sama sekali tak membuat Rafli terkejut, wajahnya masih datar aja.
"Pak Elang salah orang, kali!!" kata Rafli mencoba berdalih.
"Ini rumah sakit...semua dinding dan tembok punya mata dan telinga!!" bisik Elang.
"Sebenarnya apa yang kamu selidiki tuan Rafli Andarian Alexander??" tanya Elang menyapanya pelan.
"Oke...sepertinya tak ada lagi yang harus saya tutupi, tapi bisakah saya mempercayai anda, pak Elang??" tanya Rafli.
"Saya tau ada penggelapan dana yang terjadi saat pembangunan rumah sakit di gedung sebelah tetapi saya juga tau anda tak terlibat sama sekali!!" ucap Rafli.
"Pak Elang, jika suatu hari nanti orang terdekat anda ada yang terbukti ikut terlibat dalam penggelapan dana tersebut, bagaimana tanggapan anda??" Rafli menatap Elang dengan intens.
"Jika orang terdekat saya ikut terlibat, ya silakan saja diproses...karena saya sama sekali tak pernah mengajarkannya berbuat curang apalagi sampai menggelapkan dana yang seyogyanya dialokasikan untuk orang banyak!!" jawab Elang mantap.
Rafli tersenyum mendengar perkataan Elang.
"Saya salut dengan anda pak, tapi mulai sekarang bersikaplah biasa saja walaupun pak Elang sudah tau siapa saya sebenarnya!! karena sesungguhnya saya di sini juga menjalankan tugas dari kakek saya." Jawab Elang.
Saat mereka sedang berbasa basi pintu dibuka tanpa diketuk terlebih dahulu.
Sheilla masuk dengan memasang tampang jutek saat di dalam dia melihat keberadaan Rafli berdua dengan Elang.
"Kamu itu bisa nggak sih kalau mau masuk ruangan itu ketuk pintu dahulu apalagi ruangan itu bukan ruangan kerja pribadi kamu!!" ucap Elang tegas.
Wajah Sheilla menjadi sangat merah menahan kesal dan malu melihat perlakuan Elang padanya terlebih di sana ada pemuda menjengkelkan yang membela Shanum dihadapan banyak orang kemarin dan berusaha untuk menjatuhkan dia.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Apakah memang benar jika Sheilla ikut terlibat??
Nantikan kelanjutan kisah mereka di next episode dan jangan lupa dukungannya!!