
"Ouh konglomerat itu??" Kata Soedibyo.
"Kebetulan setiap dua minggu sekali Indra diantar oleh orang tua asuhnya kontrol di rumah sakit aku bekerja sekarang!! Kamu tau siapa yang mengadopsinya?? Dia keluarga Jonas Fahreza.
"Salah satu orang yang memegang saham paling banyak di beberapa rumah sakit di kota ini!!" Kata dokter Tian.
"Jadi bagaimana?? Apakah kita akan mempertemukan Sandro dan Indra??" Tanya dokter Tian.
"Tidak sekarang, saat ini kondisi fisik Sandro juga belum begitu membaik!!" Kata dokter Soedibyo.
Sayangnya keluarga Jonas keburu pindah keluar negeri untuk beberapa waktu sambil mengobati penyakit Indra.
Dan saat mereka kembali Sandro baru tau jika saudara kembarnya itu telah meninggal dunia.
Dari situ lah Sandro tetap meneruskan sandiwaranya untuk tetap menjadi pemuda yang idiot agar tidak menarik perhatian sehingga dia bisa menyelidiki tentang kematian saudaranya itu.
****Flashback off****
Sandro mengambil pecahan batu giok yang dulu dijadikan kalung oleh mamanya, kata mama nya sambil bercanda "Jika kalian suatu terpisah, batu giok ini yang akan menyatukan kembali!!"
"Ma...pa...maafkan Sandro yang terlambat menemukan Indra tetapi Sandro berjanji untuk menyeret orang yang bertanggung jawab atas kematian Indra itu!!"
************
"Bi, maksudnya bagaimana sih?? Bukannya Indra memang meninggal akibat luka tembak dari pistol yang ditembakan oleh Sheilla??" Tanya Bandiah sambil duduk di samping suaminya.
"Nyatanya tim di lapangan menemukan bukti yang lain, mi!!" Kata Rafli.
Lalu dia menarik tubuh istri mungilnya itu kedalam pelukannya.
"Kangen abi nggak??" Tanya Rafli pada istrinya.
"Nggak!!" Jawab Bandiah.
"Maksudnya nggak salah lagi??" Jawab Rafli sambil mencubit hidung istrinya.
Lagi asyiknya mereka bermesraan...
DDRRTTTTT
"Siapa lagi sih??" Kata Rafli lalu meraih ponselnya.
"Nomor tak dikenal??" Gumam Rafli.
"Angkat aja bi!!" Kata Bandiah sambil mengangkat kepala dari bahu suaminya.
"Sebentar ya sayang!!" Kata Rafli sambil berdiri dan mengangkat teleponnya.
Tak lama....
DDRRTTTT
"Kok ponselku bunyi juga??" Kata Bandiah.
"Thoriq!!" Desis Bandiah.
Lalu dia pun berdiri dan menggeser dial ponselnya.
📱"Selamat malam sayang??"
📱"Siapa ini??"
__ADS_1
📱"Masa kamu sudah melupakan suaraku Rafli sayang!!"
Rafli langsung bungkam mendengar suara yang tak asing lagi di telinganya.
📱"Dari mana kamu tau no teleponku??"
📱"Tak sulit bagiku untuk mengetahuinya, Rafli?? Kamu tau siapa aku kan??"
📱"Apa maumu Tania??"
Rafli tampak menekan suaranya menahan geram dan kesal bercampur menjadi satu.
📱"Mauku?? Jika kamu tanya apa mauku yang jelas mau aku itu ingin selalu bersama denganmu, Rafli!!"
📱"Kamu sudah gila, Tania!! Kamu tau aku sudah beristri, masih juga kamu mengejarku, kamu cantik maka carilah orang yang sesuai denganmu bukan orang tak berpunya seperti aku, Tania!!"
📱"Apakah aku salah jika meminta kesempatan kedua padamu, Rafli??"
📱"Tak ada istilah kesempatan kedua, Tania!! Bagiku kesempatan hanya datang satu kali dan kamu sudah menyia-nyiakan kesempatan itu dan memilih pergi maka aku hormati keputusanmu, pergilah dan tidak usah lagi kembali!!"
📱"Jahat kamu Rafli, kamu tau? Aku sudah tiba di kotamu sekarang ini dan sewaktu-waktu aku bisa datang mengunjungimu, aku ingin lebih mengenal dan dekat dengan istrimu.
📱"Jangan kamu coba-coba untuk mengganggu istriku Tania, ingat itu!!"
TUUUUUTTTTT
"Rafli....Rafli!!!
"Shitttt....Sialan kamu Rafli!!" Teriak Tania sambil membanting ponselnya di atas kasurnya di dalam hotel itu.
"Ternyata tidak semudah yang aku bayangkan untuk mendekati Rafli yang sekarang!!" Umpat Tania.
"Umi menelpon siapa sih?? Kok kayaknya serius banget sambil tertawa-tawa begitu lagi!!" Gumam Rafli.
Saat melihat suaminya telah selesai menerima telepon, Bandiah juga memutuskan untuk menutup sambungan teleponnya.
"Waduh asyik banget cerita via teleponnya, dengan siapa mi?? Dengan mantan pacar ya??" Goda Rafli pada istrinya.
"Dengan teman SMA dulu, bi!!" Kata Bandiah.
"Ouhh!! Cowok atau cewek??" Tanya Rafli lagi.
"Cowok bi, tetangga waktu di desa juga teman sekolah sejak SD!!" Kata Bandiah.
"Dia pasti suka sama kamu!!" Kata Rafli sambil menggoda istrinya juga sambil terselip rasa cemburu.
"Nggak ada yang suka sama perempuan miskin dan bodoh sepertiku, bi!! Sudah gitu jelek lagi!!" Kata Bandiah.
"Siapa yang berani bilang istriku jelek?? Aku akan menghajarnya??" Gurau Rafli sambil mengacak rambut hitam istrinya yang tidak tertutup hijab.
Bandiah tertawa saja.
"Bagaimana jika yang mengatakan aku jelek adalah mantanmu?? Apakah abi masih tega untuk menghajarnya?? Apa sampai hati??" Tanya Bandiah.
Rafli terdiam sesaat.
"Abi tak peduli siapapun dia, jika berani mengganggu milik abi yang paling berharga, maka abi akan menghajarnya!!" Kata Rafli.
"Yakin?? Nanti kata-katanya berubah lagi." Goda Bandiah pada sang suami.
Sebenarnya Rafli juga sedang dilanda kegelisahan, apalagi dia mendengar bahwa Tania telah tiba di kota ini walaupun dia tidak tau dari mana Tania mendapatkan informasi ini, tetapi dia hapal betul bagaimana dan wanita macam apa Tania itu. Dia seorang yang pengambisi, cara apa pun akan dia tempuh demi tercapai niat dan tujuannya.
__ADS_1
Yang dia khawatirkan adalah Bandiah, tak mungkin dia mengajak istrinya itu 1 x 24 jam untuk bersamanya.
"Apa yang harus aku lakukan ya??" Gumam Rafli.
Bandiah bukan tidak tahu dan tidak merasa akan kegundahan sang suami tetapi dia sengaja menunggu Rafli untuk bercerita langsung kepadanya, sebenarnya hal apa yang mengganjal hati dan pikirannya sekarang ini.
****************
"Sudah cukup bos, ayo kita pulang!!" Kata Darma.
Dia sama sekali tak habis pikir apa sebenarnya yang diinginkan oleh bos nya itu.
Apakah keputusannya menikahi istri sahabatnya itu hanya untuk melampiaskan dendamnya semata atau memang karena dia cinta??
Jika memang dia ingin menikah karena dendam, wanita itu sama sekali tidak bersalah!! Tetapi mengapa dia harus ikut menanggung sasaran dendam dan kebenciannya??
"Aku membencimu, Indra!! Kamu telah merebut semua apa yang telah aku miliki!!"
"Sejak masih SMP, kamu selalu mengalahkan aku dalam segala hal!! Kecerdasan, ketenaran, bahkan dalam merebut perhatian wanitapun selalu kamu lebih andal dari aku!! Sebenarnya apa sih kelebihanmu dibandingkan dengan aku??"
"Aku juga kaya, aku juga tampan, dan aku juga pintar, tetapi apa yang dilihat oleh para wanita darimu??"
"Terakhir kamu merebut wanita yang juga aku cintai!! Dan lagi-lagi aku harus mengalah darimu!!"
"Kenapa Indra...Kenapa???" Elang mulai menceracau dibawah pengaruh minuman beralkohol itu.
"Ayo bos, mari kita pulang!! Bos sudah mabuk berat!!" Kata Darma lalu merangkul bahu Elang dan mengajaknya masuk ke dalam mobil.
"Elang, aku akan terus memata-matai kegiatanmu!! Jangan kamu berpikir kamu lebih pintar dari aku!! Biarlah kamu menganggapku bodoh, idiot dan keterbelakangan mental sekalipun, tetapi dengan kekurangan aku ini aku bisa menyembunyikan identitasku yang sebenarnya." Bisik Sandro yang malam itu turun langsung untuk ikut mata-matai Elang.
"Darma....aku butuh wanita menemani aku malam ini!!" Ceracau Elang.
"Lagi bos?? Tetapi bos kan akan segera menikah?? Mengapa masih bermain wanita di belakang mbak Shanum??" Tanya Darma.
"Pernikahanku masih tinggal tiga minggu lagi, Darma!! Setelah aku menikah maka aku tidak bisa melakukan kesenangan aku lagi, mengerti kamu Darma??" Kata Elang.
"Ayo cepat Darma, bawa ke apartemenku seperti biasanya aku butuh pelampiasan!!" Kata Elang.
"Ouhhh, begini rupanya kelakuan kamu di belakang ya Elang?? Di depan kelakuan kamu sangat manis seperti malaikat tetapi di belakang kamu seperti iblis, dasar mesum bejat!!" Rutuk Sandro.
"Tunggu saja, aku akan memvideokan semua kelakuan bejatmu itu dan akan kusimpan sebagai bukti kalau kamu itu hanyalah seorang lelaki jaha*nam!!" Gumam Sandro sambil tersenyum dan diam-diam mengikuti mobil Elang.
"Dasar laki-laki bejat tak bermoral dan tak punya malu!!" umpat Sandro saat melihat Elang bercumbu dengan seorang wanita yang tadi dibawa oleh Darma untuk dia bawa ke apartemen.
"Apakah urat malu nya Elang itu sudah benar-benar putus?? Bisa-bisa nya mereka melakukan itu di jok belakang sementara di jok depan ada supirnya!!"
Cuihhhh....
"Dasar manusia sampah menjijikan!! Seandainya tidak demi Indra dan Shamum, aku tidak akan mau memata-matai Elang seperti sekarang ini, bikin sial hidupku aja!!" Umpat Sandro.
Mobil yang membawa Elang terus melaju menuju apartemen dan tanpa mereka sadari mobil Sandro juga mengikuti mobil mereka.
*
*
***Bersambung...
Apakah yang akan dilakukan Sandro selanjutnya??
Mohon dukungannya dong reader agar authornya tetap semangat berkarya!!😊😊🙏🙏
__ADS_1