
"Permisi....bu saya temannya Rahman, apa Rahmannya sudah bisa dijenguk??" kata Pingkan saat bertemu dengan keluarga Rahman.
Ibu Rahman menatap Pingkan dari ujung kaki hingga ujung rambutnya.
"Siapa wanita ini??" batin ibu Rahman.
"Ini bukan Yanti istri keduanya Rahman, siapa dia?? benarkah hanya teman saja??" sambil terus menelisik, ibu Rahman terus membatin.
"Kamu siapanya Rahman??" tanya ibunya Rahman pada Pingkan.
"Saya temannya bu!!" jawab Pingkan.
"Rahman masih sakit tapi jika kamu ingin menjenguknya silakan!!" kata ibu Rahman.
Pingkan masuk keruangan. Tampak Rahman dengan wajah yang pucat pasi termenung di tempat tidurnya menatap keluar jendela.
"Sayang...!!" sapa Pingkan.
Rahman menoleh kearah sumber suara itu.
"Pingkan!!" katanya datar.
"Aku sudah tidak berguna lagi sebagai laki-laki, Pingkan...keperkasaanku telah hilang...aku sekarang hanya bagai seekor ulat bulu." Kata Rahman.
Pingkan melihat kesedihan yang memancar begitu dalam di mata laki-laki yang selama seminggu ini telah memberi arti banyak dalam hidup dan hari-harinya.
Rahman selalu menemani hari-harinya, menjaga seperti seorang tuan putri, kini pangerannya itu tengah sakit dan menghadapi masalah besar, masa dia akan ikut meninggalkannya??
"Man!!!" bisik Pingkan seraya duduk disebelah Rahman.
"Kita berdua akan melewati masalah ini bersama-sama ya??" katanya seraya menggenggam tangan Rahman mencoba memberi kekuatan kepada lelaki itu.
"Sungguh??" kata Rahman menatap manik mata coklat milik Pingkan.
Pingkan menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
"Terima kasih sayang...denganmu kurasakan arti cinta yang sesungguhnya!!" bisik Rahman sambil memeluk Pingkan.
"Kita sambil mencari pengobatan alternatif, siapa tau impoten yang kamu derita bisa sembuh!!" kata Pingkan seraya mendekap Rahman.
************
"Boleh kamu keluar mansion??" tanya Bandiah saat dia dan Shanum sedang duduk berdua di tempat mereka nongkrong dulu di kantin rumah sakit saat masih jadi cleaning service.
"Boleh tapi jangan lama-lama, begitu pesan orang rumah dan mas Indra.
"Di, gimana ceritanya si Rahman bisa digigit oleh ular??" tanya Shanum.
"Paling itu ulah salah satu dari selingkuhan dia, Rahman kan gatal...makanya perlu digaruk pakai giginya ular!!" ujar Bandiah kesal campur gemas.
"Bagaimana kabarnya anak-anakmu??" terus si bayi itu siapa namanya??' tanya Bandiah.
__ADS_1
"Kabar anak-anak baik, bayi kami itu diberi nama Sharindra oleh ayahnya." kata Shanum.
"Oh iya...apakah Rafli Andarian ada menelponmu??" tanya Shanum.
"Terkadang seminggu sekali jika dia tidak sibuk bertugas!!" jawab Bandiah.
"Rafli curang ihhh.....masa kamu aja yang ditelepon dan aku kagak!!" sungut Shanum.
"Mungkin dia nggak enak Num, secara kan kamu sekarang sudah menikah dengan mas Indra...salah-salah dia di cap sebagai pebinor nantinya!!" kata Bandiah.
"Tapi setiap kali dia menelpon dia selalu menanyakanmu, keadaanmu apakah kamu baik-baik saja!!" jawab Bandiah.
"Kasihan anak itu, rupanya dia sudah jatuh cinta pada kamu, Num...!!" kata Bandiah lagi.
"Ya lalu aku harus bagaimana, Di??' tanya Shanum.
"Tapi dia sekarang sedang bertugas di luar Jakarta, dia sedang menyelidiki sebuah kasus tapi aku nggak tau kasusnya apa." Kata Bandiah.
"Sampaikan aja salamku nanti untuk dia jika dia menelpon nanti!!" kata Shanum.
Tak lama....
DDRRRTTTTTT
"Pasti itu yang menelpon adalah suami tercinta!!" kata Bandiah.
📱"Assalamualaikum...iya mas Indra??
📱"Iya mas Indra ini juga mau pulang kok, orang aku ketemuan sama Bandiah di kantin rumah sakit!!"
📱"Ooh ya sudah tunggu mas dulu sebentar, nanti mas dan Elang juga akan turun makan siang!!"
📱"Ya sudah Assalamualaikum...
📱"Waalaikum Salam, mas Indraku sayang."
Perkataan Shanum barusan sontak membuat wajah Indra memerah dadu.
"Halah....seperti orang baru pacaran aja!!" celetuk Elang di samping telinga Indra membuat laki-laki berwajah manis itu terkejut.
"Ayo kita turun makan di kantin, ada istriku di bawah!!" kata Indra.
Lalu keduanya bergegas menuju kearah kantin rumah sakit.
Bersamaan dengan itu, Pingkan juga sedang berjalan menuju ke kantin mau membelikan makanan untuk Rahman.
Saat dia masuk ke kantin, orang pertama yang dia lihat adalah Shanum yang kebetulan duduknya menghadap pintu.
Seketika darahnya jadi mendidih melihat wanita yang telah dinikahi oleh suaminya itu.
Tanpa ba bi bu lagi Pingkan datang dan langsung menarik kerudung Shanum membuat wanita itu terjerembab dari kursinya dan jatuh kelantai.
__ADS_1
Bandiah yang melihat sahabatnya diperlakukan seperti itu jadi emosi.
"Apa-apaan ibu Pingkan ini...ibu gila ya main serang teman saya aja!!" teriaknya.
Mendengar teriakan Bandiah, Pingkan bukannya melepaskan cengkeramannya pada kerudung dan rambut Shanum, malah semakin mengeratkan dan menyeret Shanum.
"Dasar wanita pelakor tidak tau malu...masih berani kamu muncul di sini...kamu mau menggoda suamiku lagi??" teriak Pingkan.
Orang mulai berdatangan ke kantin termasuk Indra dan Elang.
"Ada keributan apa itu??' tanya Elang.
"Masya Allah...istriku!!" teriak Indra lalu lari kearah Pingkan yang tengah menjambak kepala Shanum.
BRAAKKK...
Secara tak sengaja Pingkan mendorong kepala Shanum hingga membentur ujung lancip dari meja kayu yang ada di kantin.
Seketika itu darah mengucur deras dari luka di kepala Shanum. Bukannya kasihan Pingkan menginjak perut Shanum dengan sepatu kets miliknya.
"Gila kamu Pingkan....kamu apakan istriku...!!" teriak Indra lalu mendorong Pingkan dengan keras membuat wanita jahat itu jatuh terduduk di lantai.
"Jahat kamu sayang....kamu bela pelakor ini, kamu dorong istrimu sendiri!!" teriak Pingkan sangat marah.
Sementara Elang dan Bandiah menolong membawa Shanum ke pinggir.
Tubuh Shanum sudah terkulai lemas karena darah yang mengucur dari luka di kepalanya akibat benturan tadi, di tambah perutnya yang diinjak oleh Pingkan, membuat wanita yang baru saja sebulan melahirkan itu merasakan sakit yang luar biasa pada area perutnya.
"Maass Indra....!!" ucap Shanum lirih sebelum dia jatuh pingsan.
"Lang...cepat telepon polisi, tangkap wanita itu!!" bentak Indra menunjuk lurus kearah Pingkan dengan kemarahan yang luar biasa.
Lalu dia mengangkat dan menggendong istrinya dan melarikannya ke unit gawat darurat yang tak jauh dari kantin tersebut.
"Tidakkk...jahat kamu Indra...jaaahhaattt...!!" teriak Pingkan berusaha hendak melarikan diri tetapi telah dipegang oleh beberapa sekuriti rumah sakit dan pengunjung kantin tersebut.
"Keterlaluan kamu, Pingkan!!" umpat Elang.
"Aku pastikan kamu akan mendekam di penjara dengan tuduhan penganiayaan pada seseorang!!" kata Elang lagi dengan mata berapi-api.
Dia juga tidak rela melihat wanita yang pernah dia cintai bahkan hingga kini rasa cinta itu dia simpan di lubuk hatinya yang terdalam, terluka dan banyak mengeluarkan darah serta mengerang kesakitan.
"Seandainya kamu laki-laki...sudah kuhajar kamu habis-habisan!!" bentak Elang pada Pingkan yang masih meronta-ronta minta dilepaskan.
*
*
***Bersambung...
Bagaimanakah nasib Shanum selanjutnya??
__ADS_1
Ikuti kelanjutan kisah mereka di next episode dan jangan lupa dukungannya🙏🙏