Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 56 Kepergian Rafli Andarian


__ADS_3

"Mas sudah berulang kali mencoba menelpon kamu tetapi ponselmu sepertinya tidak kamu aktifkan lagi!!"


"Apakah kamu tidak kangen sama mas Rahman di sini??" kata Rahman.


Lalu Rahman beranjak masuk ke dalam rumah jika dia sudah puas merenung di teras rumah. Dia sekarang mempersiapkan semua keperluannya sendiri tanpa bantuan dari istrinya lagi.


*************


Siang itu di saat Elang dan Indra sedang bersiap untuk makan siang di kantin rumah sakit, tiba-tiba orang tua Sheilla datang dan langsung tanpa di komando, papi Sheilla menghadiahkan bogem mentah di wajah Elang.


Elang yang mendapat serangan tiba-tiba itu jatuh terduduk. Saat akan memukul untuk yang kedua kalinya dengan cepat Indra menghalangi papi Willy papinya Sheilla untuk memukul Elang lagi.


"Sabar om, semua bisa dibicarakan dengan baik-baik dengan keoala dingin bukan dengan keributan dan kekerasan seperti ini!!" kata Indra mencoba menenangkan.


Prita dan Willy adalah orang tua Sheilla yang menetap di Singapura, saat mereka melihat siaran televisi yang menyatakan bahwa Sheilla Willy Pramono menjadi seorang buronan polisi atas penggelapan dana yang dia dan komplotannya lakukan, Prita dan Willy langsung minta konfirmasi pada Prianka adiknya yang ada di Indonesia untuk menanyakan kebenaran berita itu, setelah mendapatkan kepastian, mereka berdua langsung terbang dari Singapura setelah sebelumnya memberikan ancaman pada Elang untuk turut bertanggung jawab atas menghilangnya sang putri.


"Sebaiknya om dan tante duduk dahulu tenangkan dahulu pikiran kalian nanti setelah pikiran kalian tenang baru kita membahas masalah ini, lebih baik membahasnya di ruangan kami saja agar tidak mengundang banyak perhatian mereka yang ada di sini." Kata Indra berkata dengan lemah lembut.


Karena kelembutan tutur kata Indra, akhirnya kedua orang tua Sheilla lukuh juga dan menurut.


Mereka tidak jadi makan, mereka langsung kembali keruangan kerja mereka.


"Silakan masuk dan silakan duduk tante dan om!! kalian mau minum apa??" tanya Indra.


"Sembarang saja!!" jawab papi Sheilla pendek.


Sementara menunggu minuman datang, Elang mengobati pinggiran bibirnya yang terluka akibat tonjokan papi Willy waktu di kantin rumah sakit tadi.


"Diminum dulu tante...biar suasana hati bisa adem terlebih dahulu!!" kata Indra.


Setelah mereka berdua tenang, barulah Indra mempersilakan salah satu dari keduanya untul bicara.


"Silakan om atau tante bicara...kami berdua akan mendengarkan dahulu sampai kalian selesai bicara!!" kata Indra.


"Elang...coba jelaskan duduk awal permasalahannya sampai Shiella bisa jadi koruptor seperti itu, apakah kamu tidak memberinya cukuo nafkah lahir sehingga anak saya harus mencari tambahan dana di luar dari penghasilan dia??" tanya papi Willy dengan suara bergetar berusaha menekan kemarahan di dadanya.

__ADS_1


Lalu dengan gamblang Elang menceritakan awal mula masalah terjadi hingga perselingkuhan Sheilla, tak ada yang dia lebihkan maupun dia kurangi, bahkan dia tak tau kemana Shiella menyalurkan dana miliknya itu dan untuk keperluan apa!!


Wajah mami Prita dan papi Willy mengelam mendengar cerita Elang tentang putrinya hingga bukti-bukti yang disodorkan Elang tak luput dari perhatian mereka.


"Jadi saat papi dan mami memintaku untuk mencari Sheilla sampai dapat, saya juga bingung harus mencari dia kemana ditambah lagi tekanan dari kepolisian, awak media bahkan teman-teman di rumah sakit semua menyudutkan saya, padahal sepeserpun saya tidak memakai uang itu, semua uang itu mutlak digunakan oleh Sheilla.


"Maafkan kami Elang!!" kata mami Prita.


"Ini semua memang kesalahan putri kami dan tidak ada hubungannya denganmu, kami berdua pasrah seandainya kamu akan menceraikan Sheilla sekali pun kami ikhlas.


"Kita memang menyayangi Sheilla mi, pi...tapi jika kita melindungi Sheilla sama saja kita melindungi kejahatannya." Kata Elang.


Akhirnya masalah dengan orang tua Sheilla bisa selesai. Mereka berdua berjanji untuk membantu menyerahkan Sheilla ke polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.


"Terima kasih pak Elang...pak Indra...tugas saya di sini sudah selesai, saya harus kembali ke Jakarta lagi..." kata Rafli Andarian.


"Sama-sama pak Rafli...kami lega semuanya bisa terbongkar dengan cepat!!" kata Elang.


Hari itu Rafli memperkenalkan dirinya sebagai cucu dari pemilik rumah sakit ini dan sekalian pamit undur diri untuk pulang ke Jakarta karena di sanalah sebenarnya Rafli bertugas.


"Iya pak Rafli?? ada yang bisa saya bantu??" kata Bandiah.


"Nggak usah terlalu formal begitu juga kali mbak Di...kita tetap bersahabat kan?? Kita kan satu tim di gedung ini!!" kata Rafli Andarian.


"Mbak Di...saya mau minta tong sampaikan salam saya buat mbak Shanum...saya bahagia pernah kenal dengannya, dekat dengannya, bahkan...bahkan...telah jatuh cinta dengannya!!" kata Rafli tergugu.


UHUK...UHUK


Bandiah langsung batuk dan tersedak mendengar penuturan Rafli yang terakhir.


Sejak awal Bandiah sebenarnya mempunyai feeling bahwa Rafli memang suka sama Shanum apalagi dia bela-belain saat itu untuk ikut kerumah Shanum dan Bandiah dengar sendiri Rafli bilang suka sama Shanum, tetapi tetap saja Bandiah kaget dengan pernyataan Rafli yang sungguh-sungguh saat ini.


Ingin rasanya dia mengatakan kepada Rafli bahwa ayah dari bayi yang dikandung oleh Shanum itu adalah Indra Fahreza tetapi Bandiah tak sampai hati untuk mengatakannya kepada Rafli.


"Mbak Di...saya akan kembali bertugas di Jakarta, entah kapan saya bisa balik ke kota ini lagi untuk menjumpai wanita yang saya cintai."

__ADS_1


"Mbak Di nggak usah bersusah payah untuk menyimpan rahasia siapa suami dari mbak Shanum sebenarnya!!"


"Mbak Di ingatkan pekerjaan saya sebagai apa?? saya bekerja di bagian intelijen di kepolisian, tanpa mbak Di katakan pun saya sudah menyelidikinya terlebih dahulu, apalagi saat saya melihat dari pandangan tak biasa dari pak Indra dan saya menyelidiki diam-diam dan akhirnya menemukan bukti bahwa pak Indra lah suami dari mbak Shanum itu!!"


"Awalnya saya ingin marah tetapi saya juga menemukan bukti bahwa pak Indra melakukan itu untuk menyelamatkan mbak Shanum dan keluarganya juga."


"Pak Indra itu orang baik, mbak Shanum juga orang baik...bersyukurlah mereka berdua dipertemukan, memang jodoh orang baik adalah orang yang baik juga!!" kata Rafli Andarian.


Bandiah melihat jauh kedalam mata Rafli jelas terluka, tapi dia mencoba untuk ikhlas menerima kenyataan yang ada.


"Sekali lagi sampaikan salam saya untuk mereka ya mbak Di, untuk ibu, Chika dan Chiro juga mbak Shanum!! katakan saya pasti akan sangat merindukan mereka semua!!" kata Rafli tersenyum tegar.


Polisi tampan itu baru pertama kali datang ke kota ini, tetapi di kota ini pula lah dia menemukan cintanya, di kota ini pula dia melabuhkan hati dan harapannya pada seorang eanita baik hati yang juga menyayanginya walaupun mungkin arti kasih sayang mereka otu berbeda.


Jika Rafli menyayanginya sebagai sayangnya pria kepada wanita, tetapi berbeda dengan Shanum yang nota bene lebih tua darinya, dia menyayangi Rafli sebagai adik sebagai sahabat, berusaha melindunginya dan menutupi semua kesalahan yang sering Rafli lakukan dalam pekerjaannya. Dan itulah yang membuat seorang Rafli Andarian sama sekali tak bisa melupakan wanita berwajah cantik dan berhati lembut itu.


"Akan saya sampaikan pesanmu pada Shanum, dia pasti sangat senang mendengarnya." Jawab Bandiah.


Lalu Rafli pamit kepada semua teman-temannya yang satu divisi dengannya di situ.


Mereka semua mengelu-elukan Rafli.


Memang sejak awal mereka meragukan jika Rafli bekerja sebagai cleaning service karena wajah Rafli terlalu tampan untuk itu. Dan ternyata keraguan mereka terbukti, Rafli hanya datang ke rumah sakit itu untuk menyamar dan membongkar sebuah kasus. Lalu setelah selesai Rafli pergi kembali ke tugasnya awal dan kembali ke kota kelahirannya.


Mereka berdua tidak tau jika semenjak tadi Indra berdiri di samping pintu mendengarkan semua perkataan Rafli dan Bandiah.


Awalnya dia hanya ingin lewat ke pantry tetapi saat mendengar nama istrinya disebutkan dia tertarik dan singgah untuk mendengarkan.


*


*


****Bersambung.....


Lanjut dan ikuti terus kisah mereka ya reader dan tak lupa meminta selalu dukungannya🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2