
"Bi...cepat telepon kan dokter keluarga biar nyonya saya angkat ke atas kembali!!" Teriak Wahid memberi perintah dengan cepat.
Dari balik pintu kamarnya yang letaknya tak jauh dari tangga turun, Mina tampak mengepalkan tangannya.
"Sial...kok bisa sampai gagal sih?? Padahal sudah kuperhitungkan dengan tepat!! Ini semua gara-gara Wahid kerempeng sialan itu!!" Maki Mina lalu pura-pura keluar dari kamarnya seolah tidak terjadi apapun.
"Ada apa bi?? Apa yang terjadi?" Tanya Mina berpura-pura.
"Kamu mestinya selalu ada bersama mami, tadi kamu pergi kemana saja sampai tidak tau jika mami jatuh dari tangga??" Tanya Sandro sambil menatap tajam pada Mina.
"Saya tadi ijin untuk mandi mas, kan saya juga akan mengantar nyonya besar pergi keperusahaan." Alasan Mina memang terdengar masuk akal tetapi entah mengapa Sandro tetap saja merasa curiga padanya.
Sandro tetap menatap pada Mina, membuat wanita cantik yang ada di depannya itu salah tingkah dan juga takut ketahuan.
DDRRTTTTTT
Papi Jonas yang sedang sibuk berkutat dengan pekerjaannya melirik pada ponselnya di atas meja yang terus bergetar semenjak tadi.
"Telepon dari mansion, ada apa ya??" Gumam papi Jonas.
π±"Assalamualaikum, ada apa bi??"
π±"Mohon maaf tuan, nyonya kecelakaan sewaktu mau pergi tadi pagi, nyonya jatuh dari tangga atas ke bawah untung ada mas Wahid yang dengan cepat menangkap tubuh nyonya jika tidak mungkin bisa fatal alibatmya.
π±"Lalu sekarang istri saya bagaimana, bi??"
π±"Sudah agak mendingan tuan hanya kaki kanan nyonya saja yang harus di gips karena cedera pada kaki kanan beliau."
π±"Oh ya sudah, saya akan segera pulang bi, saya akan telepon Kirun dahulu!!"
"Terima kasih ya Wahid, jika tidak ada pertolongan darimu mungkin saya bisa lumpuh total!!" Kata mami Tiara.
"Saya juga minta maaf bu, seandainya tadi saya tidak meninggalkan ibu sendiri!!" Kata Mina penuh penyesalan.
"Tidak apa-apa Mina, lagian tadi kamu juga ijin mau mandi dulu kan??" Kata mami Tiara.
************
"Mini ini uang upahmu, kami sangat puas dengan hasil pekerjaanmu!!" Jawab seorang pria yang memakai jas itu.
"Terima kasih tuan Danu, senang bekerja sama dengan anda!!" Kata Mini sambil mencium amplop uang di tangannya.
"Mengapa kamu tidak menjadi pengawalku saja Mini!!" Kata Danu.
__ADS_1
"Maaf tuan, saya tidak bisa karena saya mempunyai tugas khusus yang tidak bisa saya abaikan!! Senang berbisnis dengan anda Tuan, telepon saya lain kali jika tuan memerlukan bantuan saya." Lalu Mini pergi dengan motor besarnya.
"Gadis itu sebenarnya sangat hebat bos, ilmu bela dirinya juga sangat tangguh!! Dulu dia bekerja sebagai body quard sekarang entah mengapa dia berhenti dari pekerjaannya." Kata Sanu adik dari Danu.
"Sepertinya gadis itu banyak menyimpan penderitaan di matanya, entah masalah apa yang tengah menimpanya tetapi hebatnya dia tetap fokus pada semua pekerjaan yang dia lakukan!!" Kata Danu lagi.
Mini duduk di sebuah taman sambil makan pop corn ketika datang seorang yang tidak lebih tua dari Jonas ayahnya tetapi entah mungkin karena banyak melewati kesulitan hidup pria itu menjadi sangat tua ditambah lagi jambang dan brewok di wajahnya yang tidak terurus.
"Saya boleh duduk di sini nak??" Tanya orang tua itu pada Mini.
"Oh silakan pak, ini juga tempat kok... Siapapun bebas duduk di sini!!" Jawab Mini mempersilakan.
Orang tua itu nampak duduk termenung. Mini menoleh pada orang tua itu.
"Ini pak...tadi saya membeli beberapa potong roti, ambilah!!" Kata Mini sambil mengangsurkan dua potong roti dan sebotol air mineral pada orang tua itu.
Entah mengapa Mini menjadi kasihan melihat bapak itu, bajunya yang compang camping, tubuhnya yang kurus tak terawat.
"Terima kasih nak, bapak sudah makan kok!!" Kata bapak tua itu.
KREEKKKK...
Mini tersenyum mendengar suara perut bapak itu yang berbunyi cukup keras.
Sambil membuka kaca mata hitamnya dia memberikan plastik isi roti dan air mineral itu.
DEG...
Ada perasaan berdesir di hati bapak tua itu saat dia beradu pandang dengan Mini.
"Anina??" Desisnya pelan.
"Maaf nak bapak tidak bisa lama-lama di sini, bapak pergi dulu ya...terima kasih atas roti dan air mineralnya!!" Kata pak tua itu lalu segera pergi.
Mini masih tercengang di tempat dia duduk.
"Apa aku salah dengar ya?? Anina?? Bapak tua tadi menyebut satu kata Anina?? Itu kan nama ibu??" Gumam Mini dalam bingungnya.
Sementara dia sedang didera kebingungan, orang tua itu sudah hilang di kelokan jalan.
Mini lalu berdiri dan bergegas mengejar menyusul orang tua itu sampai dia di dekat pembuangan sampah melihat dua orang preman memukuli bapak tua itu.
"Hai si tua Zoe...sungguh tak berguna!! Mana setoran untuk kami?? Hanya segini mana cukup!! Kemarikan roti dan air mineral itu, kami lapar...enak betul hidupmu makan roti segala!!" Kata salah seorang di antara mereka.
__ADS_1
Sedetik lagi tonjokan preman itu mampir kewajah orang tua itu, satu tangan kuat menahan pukulannya dari belakang.
Dua preman itu kaget terlebih lagi yang menahan pukulannya adalah seorang wanita cantik berpenampilan tomboi.
"Kalian tidak malu menyiksa orang tua itu, jangankan untuk memberi uang pada kalian...roti dan air mineral itu saja dari saya!! Mestinya kalian itu tau malu sedikit napa?? Masa mau memalak orang yang sudah tua tidak berdaya? Coba kalau kalian punya nyali palak saya sini??" Tantang Mini pada kedua preman itu.
"Wanita gila...kalau sama wanita cantik sepertimu mana tega kami memalak?? Begini saja neng, kami akan memaafkan kesalahanmu karena sudah ikut campur masalah kami tetapi ehem...bagaimana jika kamu membayar dengan tubuh molekmu itu??" Kata salah satu dari mereka.
"Ouh...boleh!! Tapi syaratnya kalian harus bisa menyentuh saya dulu!! Bagaimana??? Sanggup?" Tantang Mini lagi.
"Sombong banget kamu neng, baiklah jika itu mau kamu tapi apa kamu mampu melayani kami sekaligus berdua??" Tanya preman itu sambil tersenyum mesum.
"Jangan nak, biar tidak apa-apa bapak dihajar oleh mereka...bapak sudah terbiasa kamu pergi saja lari lah yang jauh!!" Kata orang tua itu pada Mini.
"Bapak nggak usah khawatir, saya jamin mereka tidak akan mampu menyentuh saya!!" Kata Mini lagi.
"Sombongnya!!" Teriak salah satu dari mereka lalu berniat kurang ajar ingin menyentuh da*da Mini yang sedikit terbuka.
Mini sama sekali tidak bergerak dari tempat dia berdiri, sedikit lagi tangan kurang ajar itu akan menyentuhnya tiba-tiba....
KRAK...
ADUUUHHHH
Teriak orang itu dengan sangat kesakitan. Karena tidak tahu entah kapan Mini menggerakan tangannya memukul patah sambungan siku orang tersebut sehingga dia berteriak hampir pingsan karena kesakitan.
"Jaha*nam, kamu apa kan siku adikku?" ,Teriak preman yang satunya dan ternyata kakak dari laki-laki mesum itu.
"Kamu kan lihat sendiri saya telah mematahkan sambungan sikunya kenapa masih bertanya lagi?? Kamu tidak buta kan??" Tanya Mini datar.
"Dasar perempuan an*jing kamu!! Biar sekalian aku bunuh kamu!!" Kata preman itu sangat marah.
"Saya manusia, kalian an*jingnya!! Muka kalian saja yang manusia tapi hati kalian seperti hewan...benar nggak??" Tanya Mini dengan santainya.
*
*
***Bersambung...
Langsung kena mental itu preman karena memilih lawan yang salahππ
Jangan lupa untuk selalu mengikuti kisah mereka di episode selanjutnya ya readerππ
__ADS_1