Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 42 Sama-Sama Selingkuh


__ADS_3

"Makanya cepat nikah sana!!" kata Shanum tertawa.


"Belum ada yang cocok, mbak!!" kata Rafli.


"Di kampung gini udaranya masih asri ya mbak!!" kata Rafli saat mereka melewati persawahan.


Bersama Bandiah dan Rafli, sesaat membuat Shanum merasa senang dan terhibur. Pikirannya yang melulu ke Indra bisa teralihkan.


Tekad Shanum sudah bulat. Mungkin kesalahan terbesarnya adalah mencintai seseorang yang telah lebih dahulu dicintai oleh orang lain, biarlah semua akan menjadi sejuta kenangan, tetapi sang kenangan itu kini telah hadir di dalam rahimnya. Tugasnya kini adalah menjaga sang kenangan itu agar tetap menjadi kenangan terindah sepanjang hayatnya.


Mereka bertiga menyusuri jalan sambil sesekali bercanda, tiba-tiba ada ibu-ibu julid menyapa...


"Wah...mas nya ini hebat ya!!" Shanum, Bandiah dan Rafli mendadak berhenti.


"Masih muda tapi istrinya sudah dua, hamil lagi satunya, benar-benar tokcer!!" kata si ibu.


HUFT...HA...HA...HA


Shanum dan Bandiah tak dapat lagi menahan tawanya apalagi melihat wajah Rafli yang mengeras.


"Maaf bu, ini teman dan bukan suami kita!!" kata Bandiah.


"Oalah...maaf ya mas!!" kata si ibu tersipu malu.


Rafli diam saja mungkin dia masih mencerna perkataan si ibu tadi.


"Kita pulang aja yuk...nggak mood aku kalau sudah begini!!" kata Rafli.


Mereka berbalik arah tapi malang bagi Shanum, kakinya tersandung kayu dan jatuh terduduk.


Auwhhh....


Shanum meringis kesakitan. Benturan keras jatuhnya ke tanah membuat dia menahan sakit.


"Aduh hati-hati, mbak!!" kata Rafli meraih tangan Shanum, tetapi...


"Shanum...Rafli liat!!" teriak Bandiah menunjuk darah yang merembes sampai ke mata kaki Shanum.


"Mbak Shanum...!!" teriak Rafli panik.


"Aduh akibat benturan keras tadi kamu pendarahan, Num!!" kata Bandiah.


"Apa puskesmas jauh dari sini, mbak??" tanya Rafli berusaha tenang.


"Sepuluh menit naik motor!!" lirih Shanum.


Tanpa pikir panjang Rafli lari ke sebuah rumah lalu bicara sebentar pada pemiliknya sambil menunjuk kearah Shanum dan Bandiah.


Tak lama pemiliknya mengeluarkan mobil dari garasi lalu mereka melaju kearah Shanum dan Bandiah yang berdiri.


"Tak lama Bandiah dan Rafli memapah Shanum masuk kedalam mobil.

__ADS_1


"Kita ke puskesmas yang buka 24 jam ya mas!!" kata Rafli.


Shanum terus meringis menahan sakit. Keringat dingin mengucur deras dari dahinya.


"Mbak Shanum tahan ya!!" kata Rafli yang duduk bersebelahan dengan si empunya mobil yang sedang memgendarai mobil.


Sementara Bandiah terus menggenggam tangan Shanum yang terasa dingin seperti es.


Sementara itu Indra juga merasakan sakit yang luar biasa di perutnya.


"Kamu kenapa nak?? kamu sakit lagikah...!!" tanya mami Tiara pada putranya.


'


"Entahlah mi...perut Indra sakit sekali, Shanu...!!" lirih Indra yang tiba-tiba teringat pada istri itu.


Sementara di puskesmas....


"Untung ibunya cepat di bawa ke puskesmas, kalau tidak bayi yang dikandungnya bisa mengalami keguguran." Ucap dokter yang menangani Shanum.


"Memangnya tadi ibunya ada mengalami benturan keras kah??" tanya dokter itu lagi.


"Teman saya tadi jatuh terduduk, dokter!!" jelas Bandiah.


"Tapi teman kami tidak apa-apa kan dokter??" tanya Rafli sambil menatap Shanum yang masih tertidur karena pengaruh obat bius untuk menghilangkan rasa nyeri dan untuk menguatkan kandungannya.


"Alhamdulillah...tetapi teman kalian harus bed rest dulu, apa suami dan keluarganya sudah diberi kabar??" kata dokter itu.


***********


Pingkan menangis histeris saat tau bahwa bayinya telah meninggal saat dilahirkan.


"Pingkan tidak mau diceraikan oleh Indra karena anak Pingkan sudah nggak ada, mi!!" jeritnya.


Hingga beberapa perawat menenangkan Pingkan yang mengamuk.


"Tenanglah nak...mami akan pastikan bahwa Indra tidak akan menceraikanmu!!" ucap mami Prianka menenangkan putri tunggalnya.


"Benar beb, yang penting kamu sembuh dulu!!" ucap Sheilla memberi semangat pada sepupunya.


"Aku takut Shell, karena aku tau bahwa Indra mau menikahiku semata karena bayi yang aku kandung ini." Kata Pingkan.


"Mami dan aku akan membantumu agar tidak diceraikan oleh Indra...percayalah!!" kata Sheilla.


DDDRRRTTT...DDDRRRTTT


LOVE CALLING...


Dengan cepat Sheilla keluar ruangan yang penuh drama yang telah diciptakan oleh Pingkan itu.


📱"Hallo ada apa kamu menelponku, cinta??"

__ADS_1


Sheilla tolah toleh dulu sebelum berbicara.


📱"Aku kangen, baby...kangen goyanganmu yang hot...juga uang yang kamu berikan itu sudah habis!!"


Jawab suara manja seorang pria dari seberang sana.


📱"Lho...hasil uang pembangunan gedung itu kita semua sama rata lho...masa habis??"


📱"Akukan juga mau belanja dan memanjakan diriku, cinta!!"


Suara dari seberang sana terdengar berat dan sedikit terputus-putus.


📱"Kamu kenapa cinta, kok suaramu terputus-putus??? dan nafasmu seperti terengah-engah??"


Sheilla menajamkan pendengarannya agar tidak salah dengar.


📱"Aku sedang olahraga turun naik tangga, cinta...makanya nafasku terengah-engah!! kalau begitu setengah jam lagi selesai olah raga aku telepon kamu lagi ya Sheilla sayang...muachh!!"


📱"Oke Hansen...aku juga sekarang ada di rumah sakit dan suamiku ada di sini!! muach juga...!!"


Sheilla mengakhiri teleponnya tanpa dia menyadari seseorang sejak tadi selalu memantau gerak geriknya, orang itu adalah Sandi, orang kepercayaan Elang yang ditugaskan untuk memata-matai istrinya itu.


"Gila kamu yank...kalau tadi Sheilla curiga gimana?? aku lagi serius menelpon kok kamu main jongkok di atasku dan main masukin aja, sekarang tanggung jawab...selesaikan permainanmu, aku sudah sangat on ini!!" geram Hansen menahan tubuh ramping yang bergerak lincah turun naik di atas rudalnya.


"Bu Sheilla nggak akan curiga, Sen..karena bu Sheilla begitu tergila-gila padamu!!" kata wanita cantik itu dengan mata merem melek keenakan.


"Jangan bahas wanita tua itu dulu Anna...fokus pada goyanganmu!!" lirih Hansen yang terbaring di bawahnya.


Kedua insan itu terus berpacu hingga hampir satu jam olah raga pagi mereka baru berakhir dengan keduanya sama-sama KO.


Sheilla nampak gelisah menunggu Hansen sang kekasih gelap menelpon kembali.


"Katanya setengah jam lagi mau menelpon, lho ini sudah lewat sejam belum juga menelponku, apa dia lupa ya??" gumam Sheilla gelisah sambil berjalan mondar mandir.


Sebuah notifikasi masuk keponsel Elang yang sedang berada di meja kerjanya.


"Bos, istrimu tadi sepertinya sedang berteleponan dengan seseorang tampaknya mesra sekali, tetapi sepertinya mereka sedang membicarakan soal uang pembangunan gedung itu...saya masih berusaha untuk terus menyelidiki tentang keterlibatan ibu Sheilla dalam masalah ini!!"


"Bagus Sandi...selidiki terus!!" gumam Elang sambil mengulum senyum...tak ada sama sekali raut kecemburuan di wajahnya.


"Sejak lama sebenarnya aku mencurigai bahwa Sheilla ini sama seperti Pingkan, sama-sama telah berselingkuh di belakangku dan Indra.


"Kamu telah berani bermain-main api dengan Elang, Sheilla...kelak aku akan membalas semua perbuatanmu bahkan tepat di depan matamu!!" seringai maut bermain di wajah tampan yang dingin itu.


*


*


***Bersambung...


Ketika suatu masalah rumah tangga sudah tak bisa lagi menemukan jalan keluarnya, maka selingkuhlah yang menjadi jalan utamanya.

__ADS_1


Jangan lewatkan kelanjutan kisah mereka dan meminta selalu dukunganya.🙏🙏


__ADS_2