
Sebagai seorang dokter yang sudah berpengalaman Soedibyo melihat kearah gelas-gelas mereka.
"Apa itu?? Mengapa gelas Tiara walaupun samar aku seperti melihat cairan kehijauan?? Atau karena pengaruh teh hijau yang dituangkan oleh Mina kedalam gelas kami??" Batin dokter Soedibyo lalu dia melihat kearah gelasnya dan gelas lainnya.
"Tidak...warna itu bukan hanya penglihatan mataku tetapi memang gelas itu berwarna hijau samar." Batin dokter Soedibyo lagi.
"Silahkan diminum nyonya, tuan!!" Kata Mina lalu pamit undur diri.
Mina tidak langsung pergi kebelakang melainkan bersembunyi di balik pilar mengintip keluar. Tetapi dia tidak sadar bahwa Shanum sedari tadi mengawasi gerak geriknya sejak dia dari dapur hingga dia kembali.
Sebenarnya Shanum sama pendapatnya dengan dokter Soedibyo hanya versi mereka yang berbeda. Jika dokter Soedibyo mencurigai Mina tapi dia belum menemukan alasannya, dan versi Shanum, dia tidak menyukai Mina karena jika berhadapan dengan Shanum wajah Mina selalu ketus dan jutek tapi jika dia berhadapan dengan Sandro perilakunya sangat manis seperti gula bahkan terkesan dibuat-buat oleh Mina.
Bahkan tadi dia melihat Mina mengetuk pintu kamar Sandro sekedar untuk menanyakan apa ada yang dibutuhkan pria itu.
"Apa yang menjadi tujuan Mina sebenarnya? Dia tau Sandro itu suamiku walaupun pada saat kami menikah Mina belum masuk ke dalam mansion ini, tetapi dia kan pasti sudah banyak mendengar dari yang lainnya bahwa Sandro.adalah suamiku."
"Dan apa yang Mina lakukan di dapur tadi? Kok sepertinya mencurigakan ya? Dia mengambil sesuatu dari balik kantong bajunya kemudian dengan menggunakan sarung tangan dia lalu mengoleskan sesuatu itu di sekitar gelas tapi aku tidak tau itu gelas diperuntukan bagi siapa, sebaiknya aku chat saja papi Soedibyo untuk tidak meminum teh yang dibawa oleh Mina." Gumam Shanum perlahan.
Dengan cepat dia mengirimkan pesan singkat kepada mertuanya itu. Dan dengan cepat pula dokter Soedibyo merespon pesan singkat dari Shanum dan seperti seolah sedang tidak terjadi apa pun.
Dokter Soedibyo melirik pada gelas yang ada di depan mami Tiara tetapi dia belum menemukan cara untuk mencegah Tiara meminum teh dengan menggunakan gelas itu.
Tiba-tiba terbersit ide di kepalanya untuk melibatkan Rindra cucu Tiara itu.
Sambil bercengkerama dia mengetik sebuah pesan lagi untuk Shanum dan juga mengatakan idenya itu dan Shanum menyetujuinya.
Bergegas Shanum masuk ke kamar anak-anaknya. Kebetulan ibu Karti ibu Shanum sedang bermain dengan Rindra sementara Chika dan Chiro sudah tertidur pulas.
Dengan gembira seperti anak ayam lepas dari kandangnya Rindra langsung berlari keruang tamu menyusul mami Tiara.
"Oma...oma...!!"
Dan dengan alasan mengejar Rindra yang tiba-tiba mau naik ke pangkuan Tiara, Shanum pura-pura mau mengambil putranya itu dan pura-pura tak sengaja menyenggol gelas kaca tersebut hingga jatuh kelantai dan pecah.
"Aduh maaf mi, Shanum tak sengaja...biar Shanum bersihkan dulu ya pecahan belingnya!!" Kata Shanum.
__ADS_1
"Jangan, biar bibi atau Mina saja yang membersihkannya!!" Kata mami Tiara.
Dari balik pilar Mina tampak menggeram sambil mengepalkan tangannya dengan marah.
"Sialan perempuan itu, merusak rencanaku saja bisanya!!" Gumam Mina.
Tanpa sepengetahuan siapapun dokter Soedibyo mengambil pecahan kaca yang terdapat noda hijau transparan dengan tisu lalu menyimpan di saku celananya.
"Dasar bocah nakal, hampir tadi kaki ibumu terkena pecahan beling!!" Kata mami Tiara sambil memeluk Rindra.
Dengan kesal Mina masuk ke kamarnya yang berukuran 3 X 3 yang berada di belakang mansion.
Ternyata di dalam sudah menunggu seorang wanita yang berperawakan sangat mirip dengan Mina yang membedakan mereka hanya letak tahi lalat di wajah mereka saja, itu pun jika yang melihat mereka dengan jeli.
Mina memiliki tahi lalat di dagu sedangkan Mini mempunyai tahi lalat di pipinya.
"Ada apa lagi Mina, mengapa kamu sepertinya kesal begitu??" Tanya Mini saat dia melihat Mina masuk ke kamar dengan wajah yang ditekuk.
"Wanita itu sangat menjengkelkan!!" Kata Mina geram.
"Maksud kamu ibu tiri kita??" Tanya Mini.
"Siapa sih maksudmu?" Tanya Mini tak mengerti.
"Shanum!!" Kata Mina singkat.
"Ouh....!!" Kata Mini sambil mengulum senyum.
"Wanita yang suaminya kamu taksir itu!!" Kata Mini lagi.
"Ada apa dengan dia?? Sepertinya kamu ini banyak mempunyai masalah dengan wanita yang telah bersuami ya?? Ya Kirun dan sekarang dengan Sandro!!" Cibir Mini.
"Nggak usah mengolok-olok aku!!" Kata Mina lagi.
"Hati-hati Mina, jangan sampai karena perilaku liarmu mengakibatkan kita gagal membalaskan dendam ibu kita, ingat misi awal kita datang ke mansion ini!!" Kata Mini mengingatkan kembali pada saudari kembarnya itu.
__ADS_1
"Iyaahhh aku mengerti Mini, dan sekarang aku juga harus memberikan pelajaran pada saingan cintaku itu!!" Kata Mina lalu masuk dan mengunci kamar mereka dari dalam.
Hebat sekali mereka terkadang keduanya bertukar peran sehingga sudah sebulan mereka di mansion itu bahkan tak ada yang tau bahwa ada dua orang yang tinggal di dalam kamar itu.
Kembali lagi ke ruang tamu...
"Bawalah sudah Rindra ke kamar Num, tampaknya bocah nakal ini sudah sangat mengantuk!!" Kata mami Tiara sambil mencubiti pipi cucunya.
Jadi bagaimana dengan ular kobra yang masuk ke kamar dan berhasil ditangkap itu??" Tanya dokter Sandro.
"Ular itu bukan ular biasa, Dibyo...ular itu sangat berbisa!! Untung ular tersebut belum sempat melukai Tiara dan Rindra!" Kata Jonas.
"Apakah kamu sudah memeriksa cctv di sekitar kamar dan mansion ini??" Tanya Soedibyo.
Kami sudah memeriksanya tetapi tak ada yang mencurigakan pada setiap sudut yang terekam dalam cctv itu!!" Kata Jonas lagi.
"Aneh ya??" Kata dokter Soedibyo sambil berpikir.
"Oh iya Dibyo, ada hal apa yang ingin kamu sampaikan kepadaku seperti dipesanmu tadi??" Kata papi Jonas sambil menurunkan volume suaranya.
"Pokoknya jangan bicara di sini, Jonas...besok saja kamu kalau sempat datang ke rumah sakit, kita bicara si ruanganku saja!!" Kata Soedibyo setengah berbisik.
Jonas mengangguk saja tanpa bicara lagi.
Sementara di kamar Shanum dan Sandro...
Sandro duduk di tepi tempat tidurnya sambil memandang kearah sofa tempat Shanum terbaring dan terlelap.
"Maafkan mas ya Num...sekali lagi maafkan suami kamu ini!! Kita pengantin baru mestinya mereguk indahnya cinta, ini malah tidur masing-masing seperti sekarang ini!! Aku di tempat tidur dan kamu tidur di sofa!!" Kata Sandro sedih.
Aku melakukan ini semata-mata untuk melindungi kamu dan keluarga kita Num, karena aku merasa sejak kedatangan maid yang menjadi asisten mami Tiara itulah awal mula bencana di mansion ini terjadi." Gumam Sandro.
*
*
__ADS_1
***Bersambung....
Jangan lupa ikuti kisah mereka di episode selanjutnya๐๐๐๐