
"Di mananya kamu Di??" Teriak Shanum lagi sambil matanya berusaha mencari ke sekitar semak-semak di depannya itu.
"Aku di sini Num, aku berada tepat di belakangmu!!" Suara itu berubah dan bukan lagi suara Bandiah tapi sebuah suara yang tak asing di telinga Shanum.
DEG...
Shanum tak berani menoleh dia benar-benar sangat takut, sosok itu adalah sosok yang dia hindari untuk tidak lagi bertemu.
"Mas Elang!!"
Suara Shanum nampak bergetar kala menyebut nama itu.
Dengan cepat Shanum berbalik dan tepat di belakangnya seorang pria dengan wajah yang sudah ditumbuhi jenggot kasar menatapnya tajam seperti dulu.
"Di mana...di mana kamu menyembunyikan Bandiah??" Teriak Shanum frustasi.
"Oh no...kasar sekali kamu memanggil calon suamimu dengan sebutan kamu?? Dan Bandiah?? Tak ada Bandiah di sini, di sini hanya ada kita berdua yaitu kamu dan aku!!" Elang menyeringai membuat Shanum semakin ketakutan.
"Calon suami apa?? Mas Elang jangan gila, pernikahan kita batal karena mas Elang suka main perempuan!!" Teriak Shanum.
"Shanum, aku tidur dengan perempuan lain sebelum menikahimu aku rasa wajar karena aku berusaha untuk tidak menodaimu sebelum kamu resmi menjadi istriku jadi aku melampiaskan semua hasratku pada wanita lain, memang kamu mau melayaniku sebelum kita menikah??" Tanya Elang menyeringai.
"Kamu laki-laki gila mesum menjijikan!!" Teriak Shanum kesal sekali.
"Iya, aku memang mesum dan menjijikan aku bukan Indra yang punya komitmen setia pada satu wanita yaitu kamu, aku tidak tahan terhadap godaan ranjang dan wanita, itu sebabnya aku selalu mencari pelampiasan pada setiap wanita, awalnya aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa setelah dengan Tania aku akan menjadikanmu pelabuhanku yang terakhir tetapi kamu keburu mengetahuinya."
"Kamu tahu aku sudah kehilangan segalanya?? Aku kehilangan pekerjaanku, karierku terutama aku sudah kehilangan kamu dalam hidupku."
"Akibat video mesumku dan Tania yang diedarkan oleh Dodi bawahan keparatmu itu kini aku jadi kehilangan segalanya!!" Kata Elang.
"Aku memang sengaja menyamar menjadi Bandiah sahabatmu supaya kamu terpancing keluar seorang diri dari mansion karena aku tahu sejak dulu kamu menyayangi Bandiah, apalagi kini Bandiah sedang hamil jadi tak mungkin kamu akan membiarkannya keluyuran di luar sendirian!!" Kata Elang mengekeh.
"Kalau begitu lebih baik aku pulang saja!!" Kata Shanum sambil buru-buru berbalik badan hendak melarikan diri dari Elang.
__ADS_1
"Hohoho tidak semudah itu kamu mau lari dari pelukanku sekarang Shanum sayang!! Aku tak akan pernah melepaskan kamu lagi sekarang!!" Kata Elang sambil dengan cepat mencengkeram bahu Shanum.
"Lepaskan aku mas Elang!!" Kata Shanum sambil mengibaskan tangan Elang dari bahunya.
Dengan cepat Shanum hendak melarikan diri tetapi gerakannya kalah cepat dengan gerakan Elang.
"Jangan coba-coba lari lagi dariku Shanum sayang, jika kamu masih berkeras dan melawan maka aku akan memper*kosamu di sini seperti niatku saat aku melihatmu seorang diri saat di makam Indra tempo hari." Ancam Elang.
"Aku meminta kamu baik-baik untuk menjadi istriku, kita akan memulai hidup baru jauh dari semua orang, hanua kita berdua Shanum." Kata Elang.
"Kurasa otakmu sekarang sudah gesrek, mas Elang mungkin karena di dalam otakmu itu hanya dipenuhi hawa naf*su semata!!" Maki Shanum.
"Aku tak mau tau sekarang Shanum, kamu lah yang membuatku jadi seperti ini!! Gagalnya rencana pernikahan kita membuat aku seperti mau gila!!" Teriak Elang.
"Sekarang kamu sudah ada di depan mataku kamu pikir aku akan melepaskanmu dan membiarkan kamu kembali pada pria bodoh dan idiot itu?? Tidak Shanum, apapun yang sudah menjadi milikku tak akan pernah aku biarkan diambil oleh orang lain!!" Kata Elang.
"Apa mau kamu mas Elang??" Teriak Shanum gusar dan juga takut.
"Ya Allah, tolong hamba...selamatkan hamba dari laki-laki gila ini, apa yang harus hamba lakukan sekatang??" batin Shanum dengan sekujur tubuh bergetar ketakutan.
"Ayo sayang, kita pulang!! Kita akan meneruskan pernikahan kita yang tertunda!! Jika mereka semua tidak ada yang menyetujui pernikahan kita, sebaiknya kita menikah saja duluan, hanya kita berdua!! Nanti setelah kamu hamil siapa coba yang bisa menghalangi kita, kamu setuju kan sayang??" Kata Elang sambil menggenggam tangan Shanum.
Bergetar seluruh tubuh Shanum mendengar perkataan Elang barusan.
Otaknya cepat berpikir, jika dia bersikeras untuk menolaknya, bisa jadi Elang akan berbuat lebih padanya, tetapi jika dia menuruti perkataan pria gila ini dan mengikuti permainannya sambil mencari cara untuk melarikan diri dia pasti akan selamat.
"Oke, aku akan menikah denganmu jika mereka semua merestui hubungan kita!!" Kata Shanum.
"Baiklah, kita akan menghadap mereka semua terutama pemuda bodoh dan idiot itu!!" Kata Elang.
"Tetapi untuk dua hari kedepan ini kamu harus tinggal bersamaku, aku tidak mau kamu membodohi aku dengan mengatakan setuju lalu pulang ke mansion dan di sana kamu berubah pikiran lagi!!" Kata Elang tersenyum sinis.
"Ayo kita pulang sayang!!" Ajak Elang.
__ADS_1
"Tapi bagaimana jika nanti mereka semua mencariku?? Aku punya anak dan masih punya balita yang masih menyusui!!" Jawab Shanum.
"Gampang, kita berkirim pesan saja pada orang di mansion yang mengatakan bahwa kamu baik-baik saja dan kamu ingin kembali bersamaku dan menikahiku!!" Jawab Elang enteng.
"Baik, lalu apa jaminannya untuk aku jika kamu membawaku bersamamu, kamu tidak akan berlaku yang tidak senonoh padaku??" Tanya Shanum lagi.
"Aku tidak akan menyakiti orang yang aku cintai, Shanum!! Buktinya aku lebih memilih meniduri wanita lain ketimbang aku harus menyentuhmu sebelum kamu resmi menjadi istriku!!" Kata Elang sungguh-sungguh.
Dengan berat hati Shanum akhirnya mengikuti Elang sambil berusaha untuk mencari cara agar lepas dari penjahat kela*min itu.
"Hid...Wahid!! Kamu ada lihat Shanum kah??" Tanya ibu Karti.
"Astaghfirullah, iya bu tadi sore mbak Shanum pamit mau menjemput temannya terus mbak Shanum naik motor matiknya sendiri untuk pergi menjemput temannya yang katanya kecopetan!! Iya, ya...kok sampai sekarang mereka berdua belum juga kembali ya?? Ini kan sudah lewat maghrib!" Kata Wahid.
"Wah sepertinya ada yang nggak beres nih!!" Kata Wahid.
"Ibu sudah mencoba menelpon mbak Shanum kah??" Tanya Wahid.
"Sudah berkali-kali malahan Hid, tapi ponsel Shanum tampaknya tidak aktif selalu saja panggilannya di luar jangkauan.
"Jangan-jangan Shanum diculik saat dia mau menjemput tadi, Hid??" Kata bu Karti juga panik.
"Diculik?? Satu-satunya musuh mbak Shanum setelah kematian Pingkan adalah Sheilla!!" Kata Wahid.
*
*
***Bersambung...
Bagaimana Wahid membuktikan perkiraannya??
Ayo guys mohon dukungannya, like, komen, vote, favorit dan rate nya ya...terima kasih❤❤
__ADS_1