Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 47 Akhir Kesabaran


__ADS_3

Mau tidak mau itu urusan dia, bukankah kami mempunyai perjanjian saat pra nikah dulu, akan berpisah saat anak itu lahir." kata Indra.


"Apalagi sekarang bayi yang dikandungnya sudah meninggal, kami akan segera berpisah, Lang...terus terang aku lelah dengan semua kebohongannya padaku selama ini!!" ucap Indra.


Elang terdiam mendengar perkataan Indra. Dia juga merasakan sakitnya sebuah pengkhianatan yang dilakukan oleh orang terdekatnya.


"Ndra, sebenarnya aku juga sama sepertimu!!" kata Elang.


"Rumah tanggaku dengan Sheilla tak semulus seperti yang sedang dilihat oleh orang banyak."


"Rumah tangga kami seperti bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak dan hancur berkeping-keping...aku dan Sheilla selama ini hanya sekedar menunda perpisahan." Ucap Elang.


"Apa Sheilla juga telah berselingkuh darimu??" tanya Indra dengan hati-hati melihat raut wajah Elang yang nampak sedang tidak baik-baik saja."


Elang tidak menjawab tetapi diamnya Elang sudah menjadi jawaban betapa dia juga menyimpan masalah hidupnya sendiri.


"Katakan sebenarnya apa yang terjadi antara kamu dan Sheilla, Lang??" tanya Indra.


"Jangan katakan kalau Sheilla ada main di belakangmu, Lang!!" tanya Indra.


"Sheilla bukan hanya menciptakan satu masalah, tetapi juga sudah menelurkan beraneka ragam masalah dan aku tidak tau sanggupkah aku menghadapi semua masalah yang diciptakan oleh Sheilla!!" jawab Elang.


"Dengan siapa Sheilla telah berselingkuh, Lang??" tanya Indra dengan hati-hati.


"Dengan bawahannya sendiri!!" jawab Elang menatap jauh kedepan.


"Serius??" tanya Indra.


"Apa aku pernah berbohong padamu selama ini??" jawab Elang lagi.


"Apa kamu pernah melihat dengan mata kepalamu sendiri atau kah hanya mendengar cerita dari orang lain??" tanya Indra.


"Aku menyaksikan sendiri mereka berdua bergulat tumpang tindih di atas tempat tidur kami!!" kata Elang dengan suara bergetar menahan amarahnya.


"Keterlaluan istri kamu itu, Lang...tapi apa bedanya kelakuan antara Sheilla dan Pinkan?? mereka berdua bersepupu tetapi kelakuan keduanya sama-sama terjerumus dalam kemaksiatan." kata Indra.


"Mengapa kamu tidak menceraikannya saja??" tanya Indra lagi ikut-ikutan gemas.


"Tidak semudah itu, Ndra...aku bukan hanya harus membongkar tentang perselingkuhan Sheilla tetapi juga tentang keterlibatan Sheilla dalam penggelapan dana pembangunan rumah sakit ini!!" ucap Elang.


"Ternyata tugasmu berat amat bro...dan selama ini kamu sanggup hidup dan harus menggunakan dua wajah dalam menjalankan perananmu!!" kata Indra.


Elang tersenyum getir.


"Aku juga harus sanggup berperan untuk pura-pura tak peduli saat kita mencintai satu orang wanita yang sama dan saat aku harus melihatmu menikahinya, berpura-pura untuk ikhlas walaupun hatiku terasa hancur." batin Elang.


"Ayo kita kembali ke ruangan!!" ajak Indra menyudahi acara makan siang mereka.

__ADS_1


*************


"Kok ponselnya nggak aktif sih sayang??? sudah nggak sayang sama Emi lagi kah??" rengek Emiana saat malam itu Rahman datang mengunjungi rumah kekasih gelapnya itu.


"Maafkan aku sayang, anakku sedang sakit dan di rawat di rumah sakit!!" kata Rahman.


"Kan ada ibunya yang menjaga, masa kamu untuk menerima telepon dariku aja nggak bisa!!" Emiana masih merajuk.


SSSTTTTT...


"Sudah...sudah...ini aku belikan hadiah supaya kamu tidak merajuk lagi!!" kata Rahman sambil memberikan sebuah kotak kecil berwarna merah maroon.


"Apa ini sayang??" tanya Emiana tak jadi merajuk.


"Bukalah...kamu pasti suka menerimanya, tapi habis itu bawahnya dibuka juga ya, aku kangen...sudah dua hari kita tidak olah raga bareng!!" bisik Rahman ketelinga Emiana.


Memang semenjak Atika bayi Rahman dan Yanti dirawat di rumah sakit, Rahman tak punya waktu untuk mengunjungi Emiana.


Mata Emiana membulat saat melihat cincin bermatakan berlian ada di dalamnya.


"Ya ampun Man, ini pasti sangat mahal...kamu nggak salah memberiku hadiah cincin ini??" tanya Emiana.


"Apa sih yang nggak untukmu selama kamu bisa menyenangkan ku, Emi??" kata Rahman lalu mengambil cincin itu dari tsngan Emiana lalu memakaikannya di jari manis tangan kirinya.


"Wah...kamu cantik sekali memakai ini Emi??" bisik Rahman membuat Emiana bergetar.


Sementara itu....


Pulang tadi Yanti dan Atika diantar oleh Rahman dengan mobil mereka, setelah itu Rahman pergi lagi dengan alasan ada telepon dari bosnya di kantor.


Sebenarnya Yanti sudah tak peduli tetapi tiba-tiba matanya menangkap ada secarik kertas terselip di saku baju kemeja Rahman yang dia pakai kerumah sakit tadi sore.


"Kertas apa itu??" gumam Yanti.


Mumpung Atika sedang tidur, Yanti menggeledah saku baju suaminya itu.


"Nota??? pembelian sebuah cincin seharga dua puluh juta rupiah??" wah...ternyata mas Rahman baik juga ya, masih mau mengingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami!!" ada setitik tasa bahagia di wajah pucat dan lelah milik Yanti.


"Sebaiknya nanti malam aku tunggu kejutan darinya, sebaiknya aku pesan makanan saja untuk merayakan bertiga dengan anak dan suamiku, karena aku tak sempat memasak!!" dengan penuh rasa bahagia, Yanti memesan beberapa macam lauk dari sebuah restoran dan hanya nasi saja yang dia masak.


Ditatanya rapi meja makan dan berbagai lauk pauk serta kue-kue dan tak lupa sepasang lilin agar suasana makan malam mereka nanti jadi romantis.


"Mumpung Atika tidur, sebaiknya aku mandi dulu ah...dan dandan yang cantik serta memakai baju yang bagus!!" gumam Yanti.


Sementara Yanti sibuk mempercantik diri untuk menyambut suami tercinta dan merayakan ulang tahun pernikahan mereka, Rahman dan Emiana juga asyik bertarung peluh di ranjang king size milik Emiana.


Hingga tak terasa mereka melakukannya sampai pukul satu dini hari.

__ADS_1


Rahman mengeram di atas tubuh telanjang Emiana, tubuh mereka mengejang lalu terkulai lemas setelah berkali-kali melakukan pelepasan bersama-sama.


Rahman meraih ponselnya yang dia non aktifkan sejak pukul tujuh malam tadi.


Saat ponsel telah aktif, puluhan panggilan tak terjawab dan puluhan notifikasi dari Yanti masuk hingga pukul sebelas malam tadi.


"Oalah...aku lupa tadi mau janji pulang cepat dengan Yanti!!" Rahman menepuk dahinya kesal dengan keteledorannya sendiri.


Dia selalu lupa waktu dan lupa diri jika sudah bermain-main dengan tubuh Emiana.


Emiana seolah mampu menghipnotisnya dan membuatnya mabuk kepayang.


Sementara itu....


"Keterlaluan kamu mas Rahman...!!"


PRANGGGG...


Semua makanan yang ada di atas meja makan dihambur oleh Yanti dengan kemarahan, kekecewaan dan kesedihan yang bercampur aduk menjadi satu.


Secara tak sengaja tadi dia menemukan tanda bibir merah di kemeja Rahman. Bukan itu saja, dia menemukan nota lain di kantong celana Rahman. Nota pembelian gaun malam seharga lima juta rupiah atas nama Emiana, bukan tidak mungkin nota pembelian cincin yang dia lihat tadi sore bukan untuknya tapi dibeli oleh Rahman untuk wanita yang bernama Emiana itu.


Terjawab sudah oleh Yanti kenapa sikap Rahman sekarang berubah padanya dan Atika.


Selesai puas menangisi nasibnya juga kebodohannya, Yanti mengambil semua perhiasan dan uang yang dia miliki. Dia memasukan baju-baju miliknya dan Atika kedalam koper tak lupa paspor dan visa nya karena Yanti ingin pulang kembali ketempat orang tuanya di Kuala Lumpur.


Malam itu juga dia dan Atika pergi dari rumah tanpa pesan lagi pada suaminya. Malam ini dia dan Atika menginap di hotel dan besok pagi dia akan terbang ke Jakarta dahulu ke tempat paman dan bibinya lalu melanjutkan perjalanannya terbang ke Malaysia.


Dengan tergesa-gesa Rahman mengendarai mobilnya pulang kerumah.


Sampai di depan rumah, rumah mereka tampak lengang mungkin karena waktu sudah menunjukan pukul dua dini hari.


Dengan tergesa-gesa Rahman membuka pintu dan masuk kedalam rumah.


Alangkah kagetnya dia melihat kondisi di dalam rumah sudah porak poranda, makanan berserakan di mana-mana, piring dan mangkok pecah berhamburan di atas lantai marmer itu.


Di atas meja makan masih tersisa potongan-potongan kue yang masih utuh, lilin yang sudah habis meleleh dan ada sebuah kue tart kecil yang bertuliskan selamat ulang tahun pernikahan yang kedua.


Rahman tersentak dan baru menyadari bahwa semalam Yanti menyiapkan acara spesial untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang kedua.


"Yanti...Atika....!!" teriak Rahman keseluruh penjuru rumah, namun hanya keheningan malam yang terasa dan masih tersisa.


*


*


****Bersambung....

__ADS_1


Apa yang akan terjadi selanjutnya?? nantikan kisah mereka selanjutnya di next episode dan mohon dukungannya selalu reader!!🙏🙏


__ADS_2