Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 142 Hati Yang Kacau


__ADS_3

"Terakhir saya bertemu ayah dan ibu saat saya hendak pergi sekolah tanpa pesan dan kesan apa pun tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal sekalipun!!" Isak Surya.


Rafli hanya bisa merangkul pundak anak buahnya itu untuk memberikannya kekuatan sementara Bandiah juga terpaku dan tak habis pikir pada kejadian yang telah dialaminya bersama Radhian selama semingguan ini.


Dia mencoba kembali mengingat pada kedua orang tua yang baik hati itu.


Rumah mereka sangat sederhana. Tak ada penerangan listrik hanya lampu tembok kuno yang jadi penerangnya. Tak ada barang elektronik apapun di sana, memasakpun mereka hanya menggunakan tungku api.


Hawa di sekitar jurang yang dingin dan lembab membuat Bandiah tak sempat memperhatikan bahwa memang saat siang hari hampir tak ada sinar matahari yang menyentuh tempat mereka berada.


Tiba-tiba Bandiah ingat satu hal bahwa sepasang suami istri itu tak pernah dia lihat makan, alasannya selalu nanti


dan kamu saja duluan nanti kami menyusul belakangan!!


"Mereka hanya pernah bertanya pada saya, tentang bagaimana kehidupan di luar jurang sana setelah itu saya melihat mereka berdua tampak sedih mendengarnya.


"Saya pikir mereka juga merindukan mas Surya!!" Kata Bandiah.


"Oh iya satu lagi yang saya lupa untuk memberi tahu mas, sebentar ya!! Bi, titip gendong Radhian dulu!!" Kata Bandiah mengangsurkan putranya pada Rafli.


Bandiah masuk ke kamar dan tak lama dia keluar lagi dengan membawa sebuah kotak berukuran kecil.


"Ibu Maria memberikan ini pada saya, beliau hanya berpesan jika tiba saatnya kelak maka si pemilik kotak akan datang untuk mengambilnya!! Saat saya bertanya siapa orang itu, beliau hanya tersenyum dan menjawab bahwa nanti saya akan tau sendiri siapa orang itu!!" Kata Bandiah.


"Saat mendengar cerita mas Surya saya jadi yakin bahwa mas Surya lah orang yang di maksud oleh ibu Maria itu!! Kata Bandiah sambil menyodorkan kotak yang ada di tangannya pada Surya.


Dengan tangan gemetar Surya menyambut kotak dari tangan Bandiah.


"Apa benar kotak ini adalah titipan dari ibuku?" Tanya Surya ragu.


"Bukalah!!" Kata Rafli.


Masih dengan tangan yang gemetar Surya membuka kotak itu.


Ternyata di dalamnya ada dua buah kalung berbentuk sama persis.


"Kalung ini???" Ucap Surya terkesiap.

__ADS_1


"Ini adalah kalung keluarga kami!! Aku dan kakakku mencarinya berkeliling karena kalung itu hilang dengan perginya ayah dan ibu!!" Kata Surya lagi.


"Mungkin kedua orang tuamu tidak bisa pergi dengan tenang karena kalung ini belum diberikan kepada kalian anak-anaknya!!" Kata Rafli.


"Terima kasih ya mbak, buat saya kalung ini adalah benda yang sangat berharga dan tak bisa dinilai oleh apapun di atas bumi ini!!" Kata Surya lagi.


***********


"Bagaimana keadan suami saya ya, pi??" Tanya Shanum pada papi Sandro yang menangani pengobatan Sandro.


"Insya Allah sudah tidak apa-apa nak!!" Kata dokter Soedibyo.


Mereka sengaja merawat Sandro hanya di mansion karena mereka takut kejadian yang menimpa Indra akan terulang kembali jika Sandro dirawat di rumah sakit.


Walaupun hanya dirawat di mansion tetapi fasilitasnya sama dengan kamar VVIP di rumah sakit ternama, apalagi dokter Soedibyo adalah salah satu dokter terbaik di kota ini.


"Cepat sembuh ya mas!!" Kata Shanum yang selalu setia duduk menunggu Sandro di samping pembaringannya sejak dia jatuh pingsan dua hari yang lalu.


Sementara di tempat persembunyiannya....


Tampak dari bibirnya menceracau karena dia sudah mabuk berat.


"Shanum...kembalilah Num, teganya kamu tinggalkan aku seperti ini??" Dia terus merintih kadang menangis kadang tertawa sendiri.


"Lagi-lagi aku harus mengalah pada Indra. Dulu pada Indra sekarang pada kembarannya Indra si idiot itu!! Sebenarnya kekuranganku di mana Num, aku ingin berusaha menjadi pria yang lebih baik dan bertanggung jawab jika aku menikah denganmu tetapi kamu tak pernah memberikan kesempatan kepadaku!!" Ucap Elang sambil sesekali diselingi oleh sendawa.


"Apakah aku harus menculik kamu kembali Num lalu langsung menidurimu supaya kamu bisa takluk padaku?" Kembali ceracauannya memenuhi ruangan itu.


Tiba-tiba...


Bruak...


Pintu depan dibuka paksa, tampaklah kedua orang tua Elang berdiri dengan wajah gusar di depan pintu memandang kedalam.


"keterlaluan kamu Elang, begini rupanya kelakuan kamu semenjak dipecat dari pekerjaanmu, benar-benar tidak terkontrol dan tidak terkendali!!" Kata papi nya lalu melangkah masuk ke dalam rumah dengan geram.


"Sabar pi!!" Tahan istrinya sambil memegangi lengan suaminya.

__ADS_1


"Ini semua juga kesalahan kita sebagai orang tua pi, kita terlalu sibuk dengan pekerjaan kita di luar negeri sampai lupa putra semata wayang kita di sini!!" Ujar istrinya.


Plak...


Tangan besar papi nya mendarat mulus di pipi Elang hingga pria itu melintir kesamping.


"Dasar anaknya saja yang kurang ajar seperti anak tidak dididik saja layaknya!!" Kata pria yang sudah mendekati usia lima puluh tahun tetapi masih tampak jauh lebih muda dari usianya itu.


"Papi!!" Kata istrinya menahan tangan suaminya agar tidak melayang untuk kedua kalinya ke pipi Elang.


Dengan wajah memerah pria itu berusaha menahan napasnya yang tersengal-sengal karena emosi melihat kelakuan Elang.


Kemarin dia dan istrinya terbang kembali ke Indonesia saat orang suruhannya yang memata-matai putranya itu menyampaikan informasi bahwa Elang terlibat dalam penculikan Shanum juga terlibat baku tembak dengan Sandro.


Elang hanya meringis sambil tertawa memandang pada kedua orang tuanya.


"Eh ada mami dan papi, selamat datang di istanaku ini wahai mami dan papiku tercinta, mari kita minum untuk merayakan kumpulnya satu keluarga yang malang di rumah ini!!" Hahahaha....tawa Elang menggema di ruangan itu.


Walaupun mulutnya tertawa dan menceracau tapi dari matanya tak henti mengalirkan air mata.


Dengan geram pria tua itu hendak mengayunkan tangannya kembali ke wajah putranya tetapi sekali ini cepat ditahan oleh istrinya.


"Papi sebaliknya bersyukur Shanum tidak jadi menikah dengan pria brengsek seperti kamu Elang!!" Gumam pria tua itu sambil menahan kemarahannya.


"Wanita sebaik Shanum tidak pantas mendapatkan lelaki tukang mabuk dan tukang main perempuan sepertimu, waktu itu kamu menghamili seorang wanita, belum kelar dengan wanita itu kamu malah berulah lagi dengan menculik Shanum!! Memang dasar kamu pria brengsek!!" Kata papinya.


"Sudah pi...sudah!! Sebaiknya kita bawa Elang masuk ke dalam kamarnya, lihatlah dia sudah sangat mabuk, percuma bicara dengannya dalam keadaan seperti itu, kita bisa jadi ikutan gila juga!!" Kata istrinya.


Lalu kedua orang tua itu membawa Elang yang sudah mabuk berat masuk kedalam kamar tidurnya.


*


*


***Bersambung...


Lanjut ke episode selanjutnya ya reader dan jangan lupa dukungannya🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2