Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 64 Kabur Lagi


__ADS_3

Bu Karti membantu Chika dan Chiro turun, oma Tiara menggendong Sharindra, setelah membantu istrinya turun, Indra bersama papinya mengangkat bawaan mereka dari kampung!!


"Selamat datang Shanum...selamat datang anak-anak...dan selamat datang besan, semoga kalian betah di sini!!" kata mami Tiara.


"Bagus banget, bu!!" kata Chika dan Chiro berdecak kagum.


"Iya...semoga kalian betah tinggal di sini!!" kata opa Jonas.


************


Emiana mengendarai mobilnya seperti orang kesetanan.


"Rahman....aku sangat membencimu!!" teriaknya.


"Aku pikir dulu kamu jatuh cinta padaku, aku sangat bahagia saat melihatmu berpisah dengan Yanti...aku bahagia akhirnya bisa memiliki kamu seutuhnya, apalagi mendengar Yanti sudah pulang kembali ke Malaysia, aku itu begitu bahagia...tetapi ternyata kamu itu seorang bajingan...!!" teriak Emiana lalu berhenti di pinggir jalan.


Lama dia termenung merenungi nasibnya.


"Kenapa aku percaya aja sama mulut manisnya Rahman ya??? padahal dari masih sekokah dulu aku tau mulutnya seperti racun!!" gumam Emiana.


"Jika kamu mengira aku akan diam saja setelah kamu perlakukan seperti ini, kamu salah besar Rahman...aku akan berusaha membuatmu menderita bahkan lebih dari penderitaan yang telah kamu buat untuk hidupku.


"Dasar laki-laki tak punya hati!!" kata Emiana.


************


"Kabar apa yang telah kamu dapatkan Sandi??" tanya Elang pada bawahannya itu.


"Belum begitu berarti bos, tampaknya bu Sheilla ini orang yang licik...dari pihak kepolisian maupun pihak kita berusaha untuk mengecek keberadaannya dari atm tempat dia melaksanakan transaksi tapi hasilnya nol...bu Sheilla tak pernah melakukan tarik tunai di atm manapun." Kata Sandi.


"Kalau tidak menarik tunai di atm, dari mana Sheilla mendapatkan uang untuk kebutuhannya sehari-hari selama hampir sebulan ini??" tanya Elang.


"Bisa jadi bu Sheilla mempunyai uang tabungan sendiri jadi dia tidak perlu ke atm lagi." Kata Sandi.


"Terus bagaimana dengan wajahnya?? masa tidak bisa dikenali oleh polisi sama sekali??" tanya Elang.


"Sepertinya bapak lupa ya, bu Sheilla itu seorang programer juga memiliki kemampuan menyamar yang handal!!" kata Sandi dan dibenarkan oleh Elang.


"Iya benar, hanya sayangnya keahliannya itu dia gunakan untuk kejahatan!!" kata Elang.


"Apa bos sudah mendengar kabar bahwa selingkuhan bu Sheilla yang bernama Hansen itu beserta kekasihnya yang bernama Anna juga berhasil meloloskan diri dari polisi!!" kata Sandi.


"Para buronan itu kok bisa semua melarikan diri sih?? Tanya Elang.

__ADS_1


"Seperti sudah janjian aja, mereka!!" kata Elang.


"Tapi biarkan saja, supaya Sheilla tau rasa bagaimana rasanya hidup sebagai seorang buronan, emang enak??" kekeh Elang.


"Oh iya Sandi, bagaimana proses perceraian saya dan Sheilla apakah berjalan lancar??" tanya Elang pada Sandi.


"Alhamdulillah lancar pak!!" kata Sandi.


DDDRRRTTTT....


"Sebentar Sandi, ada telepon masuk!!" kata Elang lalu mengangakat teleponnya.


📱"Assalamualaikum, iya Ndra ada apa??"


📱"Waalaikum Salam, gimana kabarmu Lang??"


📱"Alhamdulillah diberi kesehatan oleh Allah!!"


📱"Kamu menelponku pasti ada sesuatu yang sangat penting??"


📱"Lang...kemarin aku, mami dan papi pergi menjemput Shanum dan keluarganya, di tengah jalan mami mabuk darat dan aku turun beli obat terus pas aku kembali mami mengaku melihat seorang wanita yang perawakan nya mirip dengan Sheilla, hanya wajahnya saja yang berbeda...


kamu tau mami itu kan punya daya ingat yang bagus serta pengamatan yang bagus juga, dia bersikukuh wanita yang dia lihat itu adalah Sheilla...


📱"Jadi menurutmu itu Sheilla yang menyamar begitu??"


📱"Bisa jadi Lang...istrimu itu orang yang sangat licik!! makanya aku memboyong seluruh keluargaku pindah ke mansion agar keselamatan mereka terjamin.


📱"Menurutmu apa Sheilla sekarang ada di kampung Shanum??"


📱"Bisa jadi Lang, intinya sekarang kita harus berhati-hati.


Setelah percakapan mereka terputus Elang berpaling pada Sandi, kamu dengar apa yang di katakan Indra tadi kan??" kata Elang.


"Selidiki di kampung tempat istrinya Indra, informasi sekecil apapun bisa berguna buat penyelidikanmu!!" kata Elang pada Sandi.


**************


Di ruangan 3×3 meter di rumah kos-kosan Sheilla.


"Aku bosan makan tidur begini terus, siang hari pun aku tidak terlalu berani tinggal di kos-kosan begitupun malam hari aku tak berani tidur nyenyak takut tiba-tiba tempat ini digerebek sama polisi." Jawab Sheilla.


"Mami...papi...Sheilla kangen sama kalian...Pingkan aku juga kangen pengen curhat sama kamu, tapi aku takut polisi akan melacak keberadaanku.

__ADS_1


Sheilla berbaring di kasur tipisnya memangku kepala dengan kedua tangannya sambil memandang langit-langit kamar yang sudah hampir sebulan ini dia tempati.


"Kenapa perasaanku kok tiba-tiba nggak enak ya??" Sheilla bangkit lalu mengintip keluar dari sela-sela korden kamarnya.


Ada beberapa bayangan bersembunyi dalam gelapnya malam. Sheilla beralih mengintip kearah jendela belakang dekat dapur.


"Kosong...berarti bayangan yang kulihat itu hanya bersembunyi di bagian depan, mungkin karena mereka pikir di dapur tidak ada pintu keluar, pintu utama hanya dari pintu depan."


"Jangan panggil namaku Sheilla jika tidak bisa meloloskan diri dari situasi seperti ini." Gumam Sheilla.


Dia masuk ke dapur dan memandang sekeliling.


Di rumah kos-kosannya ini memang tak ada pintu di belakang tetapi ram kawat di atas tempat dia biasa masak ada celah yang bisa memungkinkan keluar dari sana.


Selama pelariannya Sheilla memang tak punya banyak barang, hanya tiga pasang pakaian yang dia beli dari pasar malam di kampung sebelah lalu uang simpanan dan perhiasannya yang selalu dia simpan dalam tas punggungnya dan roller blade yang selalu menemaninya kabur dari siapapun selama ini.


Tak lupa alat penyamarannya berupa beberapa topeng tipis yang terbuat dari usus rusa yang paling halus yang sangking tipis dan halusnya bahkan orang lain tak tau jika si orang tersebut memakai topeng.


"Show time!!" ucap Sheilla.


Dia membuka ram kawat di dapur dengan tang. Tubuhnya yang tinggi dan langsung memudahkan dia memasuki celah yang lumayan sempit itu, dan jarak dari ram yang sudah terbuka ke tanah juga hanya setinggi dua meter saja.


Setelah berhasil keluar Sheilla mengendap melewati parit sambil menjinjing roller bladenya. Tepat seperti dugaannya, para pengintip itu hanya mengintai dari depan karena mereka berpikir Sheilla hanya bisa keluar lewat pintu depan.


"Selamat tinggal rumah keduaku...semoga aku masih dapat kemari lagi!!" ucap Sheilla dan saat tiba di jalan besar, dengan cepat Sheilla memakai roller bladenya dan melaju di jalan raya.


Sementara itu di luar...


"Nggak ada nampak pergerakan apapun dari dalam bos?? yakin di dalam ada orang yang kita cari??" tanya orang yang memakai jaket hitam.


"Saya yakin sekali Tian!!" kata lelaki muda di sebelahnya.


"Saya sudah mendapat informasi dari teman bos besar, katanya mantan istrinya itu ada di kampung ini sedang menyamar dan bersembunyi di sini!!"


*


*


***Bersambung....


Akan kemana lagi Shiella melanjutkan perjalanan pelariannya??


Ikuti terus lanjutan kisahnya di episode selanjutnya.🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2