
Bertahun-tahun kemudian walaupun harus home schooling karena tak ingin putra angkatnya yang mengalami keterbelakangan mental itu diejek oleh teman-temannya, Sandro tumbuh menjadi seorang pemuda tampan tak bedanya dengan Indra.
Tetapi karena dia memang mengalami cacat mental terkadang bicaranya sering ngawur dan sering mengolok orang di sekitarnya jika tidak sesuai dengan kata hatinya.
****************
"Macam siluman saja mereka berempat itu tadi, sudah lebih dari lima belas menit aku menunggu di sini berdiri seperti patung pancoran tetapi keempatnya belum lewat juga, padahal film di bioskop sudah berakhir sejak tadi!!" Gerutu Tania.
Ternyata Zoya tidak bodoh. Dia tau pasti Tania yang di sebut sebagai wanita ular oleh Zoya dan Zeta pasti akan menunggu di depan pintu keluar, dan mereka berempat sengaja lewat jalan memutar untuk menghindari Tania.
"Untung tadi kita ambil jalan memutar, kalau tidak bang Rafli pasti akan ditangkap dan dibelit oleh wanita ular itu!!" Kata Zoya.
"Sebenarnya tante tadi siapa sih??" Tanya Kanza yang memang tidak tau duduk persoalannya.
"Dia pacar bang Rafli dulu sewaktu duduk di bangku SMA!!" Kata Zoya.
"Hah?? Bang Rafli pacaran sama tante-tante??" Kata Kanza tak percaya.
"Gitu deh!!" Kata Zeta menggoda abang sepupunya itu.
Lalu dengan cepat mereka menuju ke parkiran mobil tanpa mereka berempat tau jika orang yang sedang mereka ceritakan ada di sekitar parkiran sedang mengawasi mereka.
"Rafli sayangku, aku tidak akan lagi melepaskan kamu seperti dulu, aku tidak akan mengulangi kebodohan yang sama." Ucap Tania tersenyum.
"Kek, besok pagi Bandiah akan pulang ke kota!! Sudah seminggu Bandiah di sini, kasihan suami Bandiah di sana, apalagi di sini sinyal telepon sangat sulit." Kata Bandiah.
"Iya, pulanglah!! Lagi pula nenek kamu sudah mulai membaik kesehatannya!!" Jawab kakek Tomo.
"Di...di??" Teriak Thoriq dari halaman rumah.
"Iya riq ada apa??" Tanya Bandiah lalu keluar rumah.
"Aku besok akan pergi ke kota dengan truk pick up, sebaiknya kamu ikut denganku saja dan motormu bisa kamu naikan di bagian belakang dan kamu duduk di depan bersamaku, kasihan ibu hamil sepertimu harus naik motor menempuh perjalanan berjam-jam lamanya seorang diri!!" Kata Thoriq.
"Kamu ke kota ada yang mau di beli??" Tanya Bandiah.
"Aku berbelanja untuk kebutuhan toko ibuku!!" Kata Thoriq.
"Kutunggu besok ya!!" Kata Thoriq lalu naik kembali kemotornya.
"Di, bukannya kakek mau menggurui kamu nak, tetapi kakek lihat bahwa nak Thoriq itu suka sama kamu!! Ingatlah, sekarang kamu sudah bersuami!!" Kata kakek Tomo.
"Iya kek, Bandiah ingat kok!!" Kata Bandiah.
__ADS_1
**************
"Den Rafli, ada yang mencari aden!!" Kata bibi saat sedang bersantai di taman belakang menikmati kopinya.
"Kakek Andarian sedang pergi keluar kota mengurus bisnisnya di sana, si kembar Zeta dan Zoya sudah pulang kerumah mereka bersama Kanza.
"Siapa yang mencari Rafli, bi??" Kata Rafli.
Belum selesai Rafli bicara tiba-tiba dari belakang seseorang memeluknya.
Jantung Rafli berdetak lebih cepat. Bau wangi khas seperti ini adalah bau wangi parfum dari Tania.
Rafli hanya bisa memejamkan matanya sesaat menikmati dekapan yang telah lama tidak dia rasakan lagi.
Tetapi kesadarannya kembali membuatnya membuka mata.
"Lepas Tania...apa-apaan ini??" Kata Rafli sambil melepaskan tangan Tania yang merangkulnya dari belakang.
"Kok kamu bisa tau itu aku??" Tanya Tania tersenyum.
"Aku hanya pernah dipeluk oleh dua orang wanita, pertama kamu dan kedua istriku!! Tetapi istriku sekarang ada di kampung kakeknya, jadi pastilah itu kamu!!" Kata Rafli.
"Jadi benar sekarang kamu telah menikah??" Tanya Tania menatap sayu pada Rafli.
"Iya, aku sudah menikah dan istriku sedang mengandung sekarang!!" Kata Rafli sambil memperlihatkan cincin bulat di jari manis tangan kanannya.
"Aku tidak peduli!!" Jawab Tania.
"Bagiku kamu tetap Rafliku, dia tidak mengenalmu sebaik aku mengenalmu, cintanya padamu tidak bisa sedalam cintaku padamu!!" Bisik Tania di telinga Rafli.
"Cinta?? Kamu bilang mencintaiku?? Jika kamu mencintaiku tidak mungkin kamu pergi meninggalkan aku!! Apa karena saat itu aku hanya seorang bocah SMA sehingga kamu seenaknya pergi meninggalkan aku??" Tanya Rafli lalu menyentak tangan Tania agar lepas dari merangkulnya.
Dan satu lagi, kita bukan muhrim!! Jangan peluk-peluk aku seperti ini agar tidak menimbulkan kesalah pahaman!!" Kata Rafli lalu berdiri menjauh dari Tania.
Tania hanya tersenyum saat melihat Rafli menolaknya.
Dia hanya memandangi punggung Rafli yang berlalu pergi meninggalkannya masuk ke dalam rumah besar milik kakeknya.
Hari ini aku akan membiarkanmu kelinci manisku, tetapi asal kamu tau aku tak akan melepaskanmu karena aku yakin bahwa kamu masih mencintaiku seperti aku yang masih sangat mencintaimu!!" Gumam Tania lalu pergi.
"Den Rafli, bukannya bibi bermaksud lancang menggurui den Rafli, sebaiknya den Rafli cepat pulang agar wanita itu tidak lagi mengejar den Rafli, karena bibi hapal betul watak nyonya Tania!!" Kata bi Sumi.
"Sepertinya bibi benar, Rafli memang harus pulang bi!! Rafli tak usah menunggu kakek kembali, Rafli tidak mau ada kesalah pahaman antara Rafli dan istri Rafli." Kata Rafli Andarian.
__ADS_1
"Iya den, kasihan istri aden jika harus bersaing dengan wanita itu pasti kalah, apalagi kalau dia adalah seorang wanita yang lugu." Kata bi Sumi lagi.
Sehingga Rafli akhirnya memilih penerbangan subuh esok harinya untuk pulang kembali ke kota istrinya agar tidak direcoki oleh Tania lagi.
*************
"Anita?? Itu seperti Anita, tetapi mau apa dia di sini?? Apakah dia bekerja di rumah sakit ini??" Kata Elang menyipitkan matanya berusaha meyakinkan pandangannya.
"Anita kan??" Tanya Elang pada wanita cantik yang sedang berdiri mengantri makanan di kantin itu.
Wanita yang dipanggil Anita menoleh.
"Mas Elang?? Mas Elang kan??" Tanya Anita.
Anita adalah adik lichting Elang di fakultas keperawatan dulu. Mereka selisih tiga tahun. Saat Elang sudah duduk di semester lima, Anita masih berstatus mahasiswa baru.
Dulu Anita dan Elang sempat dekat dan sempat digosipkan pacaran. Tetapi isu itu meredup saat Elang mengambil profesi Ners, Elang bertunangan dengan Sheilla, wanita pilihan keluarganya.
Lalu hubungannya dan Anita menjadi renggang. Tampaknya Anita kecewa dengan keputusan Elang.
Anita tersenyum sambil menyambut tangan Elang.
"Mas Elang apa kabar??" Tanya Anita.
"Baik Nit, kamu sendiri gimana?? Kamu bekerja di rumah sakit ini juga ya??" Tanya Elang.
"Iya mas Elang, Anita pindah dinas kemari mengikuti ayah!!" Kata Anita.
"Terus suami kamu perawat juga??" Tanya Elang lagi.
Anita nampak tersipu.
"Anita belum menikah mas, nggak laku nggak ada yang mau sama Anita!!" Kata Anita lagi.
*
*
***Bersambung...
Apakah rasa cinta yang pernah tenggelam sekian lama akan bangkit lagi kepermukaan??
Jangan lewatkan kisah mereka selanjutnya ya readerππππ
__ADS_1