Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 143 Hilang Ingatan


__ADS_3

"Sudah pi...sudah!! Sebaiknya kita bawa Elang masuk ke dalam kamarnya, lihatlah dia sudah sangat mabuk, percuma bicara dengannya dalam keadaan seperti itu, kita bisa jadi ikutan gila juga!!" Kata istrinya.


Lalu kedua orang tua itu membawa Elang yang sudah mabuk berat masuk kedalam kamar tidurnya.


"Ini salah kita juga pi, kita terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga kita mengabaikan putra semata wayang kita!!" Jawab istrinya.


Sementara itu....


"Lepaskan ikatanku, aku mau ketemu Rafli, mana dia??" Teriak Tania.


Beberapa hari ini tangan Tania memang diikat karena berkali-kali hendak menyakiti dirinya sendiri.


"Maaf bu, tetapi pak Rafli sudah tidak ada di sini!!" Jawab salah seorang perawat di sana.


"Tega kamu Rafli...aku sangat membencimu, jika aku tidak bisa memiliki kamu maka wanita kampungan itu juga tidak akan kubiarkan untuk mendapatkanmu!! Lepaskan...lepaskan aku!!" Teriak Tania.


"Waduh tidak bisa begini terus dokter, kita beri suntikan penenang saja pada ibu ini, jika dia sadar dia selalu histeris tak karuan!!" Kata salah seorang suster yang berjaga di sana.


"Coba kita tanya pada kapten Rafli, tampaknya kapten tampan itu cukup mengenal siapa wanita stres ini!!" Kata dokter muda itu.


"Mungkin kapten Raflin tau siapa dan di mana keluarga ibu Tania ini biar mereka menjemput pasien ini dan membawanya pulang!!" Kata Dokter itu lagi.


"Tapi tampaknya wanita ini terlibat suatu kasus dokter!!" Kata perawat di sebelahnya.


"Wanita ini pun juga tidak bisa di interogasi dalam keadaan stres begini, baiknya kita beritahukan saja pada keluarganya!!" Kata dokter itu sambil mengamati Tania yang kini sudah mulai tertidur kembali.


"Apa yang menyebabkan wanita cantik ini jadi stres begini? Saat pertama dia dibawa ke rumah sakit ini, si pasien telah mengalami pendarahan hebat seperti habis keguguran!!" Jawab suster di sebelahnya.


"Nanti saya akan menghubungi kapten Rafli untuk menanyakan masalah ini lebih lanjut karena hal yang sempat saya dengar bahwa kapten Rafli kehilangan istrinya dan sampai kini belum ketemu dan ini semua ulah dari ibu Tania ini!!" Jawab sang dokter.


"Wuidih...berarti ibu Tania ini jahat dong dokter, kita mesti hati-hati ini menjaganya, bukan tidak mungkin ibu Tania ini adalah seorang pembunuh!!" Kata suster satunya sambil menatap ngeri pada wajah cantik Tania yang sedang terlelap karena pengaruh obat bius yang disuntikan beberapa saat tadi padanya.


"Awasi dengan ekstra pasien ini, agar tidak menimbulkan masalah lagi!!" Kata si dokter lalu melangkah keluar dari ruangan itu.


*************


"Bi, lalu bagaimana keadaan Tania?? Apakah dia baik-baik saja??" Tanya Bandiah sambil menyiapkan makan siang untuk suaminya.


"Abi tidak tau mi, lagi pula abi sangat marah pada perbuatan Tania yang hampir saja menghilangkan nyawamu dan bayi kita!!" Jawab Rafli sambil bermain bersama Radhian.


"Mi, kota ini sudah tidak aman lagi untukmu dan Radhian, abi ingin mengajakmu dan bayi kita pulang ke Jakarta, di sana setidaknya umi dan Radhian tidak sendiri...ada kakek, ada saudara-saudara yang lain juga, kalau di kota ini kita hanya bertiga mi, abi sangat khawatir meninggalkan umi dan Radhian hanya berduaan saja saat abi bekerja!!" Kata Rafli.


"Terserah abi sajalah, umi takut membantah lagi, nanti dapat masalah lagi seperti tempo hari!!" Kata Bandiah.


"Baiklah jika begitu, abi akan segera mengurus kepindahan kita untuk kembali ke Jakarta lagi!!" Kata Rafli yang hanya diikuti anggukan oleh istrinya.


Tiba-tiba

__ADS_1


DDDRRRTTTTT


"Ponsel abi berdering tuh!!" Kata Bandiah dari dalam kamar.


"Angkat saja mi, siapa tau penting!!" Kata Rafli dari luar.


"Bi, ada telepon dari dokter Rudi!!" Kata Bandiah sambil menyodorkan ponsel milik suaminya itu.


πŸ“±"Assalamualaikum, ya dokter ada yang bisa saya bantu?"


πŸ“±"Waalaikum Salam, maaf mengganggu waktunya pak Rafli...saya mau minta tolong tentang data-data pasien yang bernama Tania, karena sejak tadi pasien selalu berteriak memanggil nama anda jadi kami pikir mungkin anda kenal dengan pasien tersebut."


πŸ“±"Apa yang bisa saya bantu dokter??"


πŸ“±"Begini pak, kami mau menanyakan tentang keluarga pasien, apa ibu Tania ini punya keluarga?? Jika ada kami bisa meminta data keluarganya untuk kami hubungi terkait keseriusan kondisi fisik ibu Tania!!


πŸ“±"Memangnya ada apa dengan keadaan ibu Tania, dokter?"


πŸ“±"Ibu Tania selalu histeris dan selalu menyebut nama anda!!"


Rafli tampak menghela napas panjang. Bandiah yang berdiri tak jauh dari belakang suaminya juga ikut terpaku mendengar penuturan dokter tadi.


πŸ“±"Baik nanti saya akan datang ke rumah sakit karena terlalu rumit jika bicara lewat ponsel!!"


πŸ“±"Baiklah pak Rafli maaf jika kami mengganggu istirahat anda, Assalamualaikum selamat siang!!"


"Bi!!" Kata Bandiah tetapi tidak melanjutkan kalimatnya.


"Tidak usah khawatir mi, abi tak akan terpengaruh pada wanita iblis itu...umi boleh ikut jika abi kesana nanti!!" Kata Rafli.


Bandiah tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak bi, umi percaya sepenuhnya pada abi!!" Kata Bandiah.


Rafli memeluk istrinya.


"Umi tak usah khawatir, hanya umi dan Radhian yang ada di hati abi sekarang dan sampai kapanpun." Rafli mengecup kepala istrinya penuh kasih sayang.


**************


AARRRGGHHHH


Sandro tampak menggeliat di tempat tidur sambil meringis menahan sakit.


Shanum yang sedang sholat Ashar di samping pembaringannya setelah menutup dengan salam langsung cepat berdiri menghampiri Sandro suaminya.


"Mas sudah sadar??" Kata Shanum tersenyum bahagia walaupun terpancar lelah di wajahnya.

__ADS_1


"Di mana aku??" Desah Sandro berusaha bangun sambil memijit keningnya yang terasa sangat sakit.


"Mas ada di kamar kita!!" Kata Shanum sambil berusaha membantu Sandro untuk duduk.


"Terima kasih!!" Lirih Sandro.


Lalu dia memutar kepalanya menatap Shanum.


"Kamu siapa?? Mengapa bisa ada di kamar bersama denganku??" Tanya Sandro tiba-tiba.


DEG...


Perasaan Shanum mendadak tidak enak mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Sandro.


"Apa maksud mas Sandro?? Aku Shanum istri mas Sandro!!" Kata Shanum terperangah.


"Istri?? Kamu bilang istri?? Mengapa aku tidak bisa mengingat apapun??" Tanya Sandro seperti berusaha mengingat sesuatu.


AARRGGHHHH..


Kembali Sandro mengerang menahan rasa sakit yang seakan menusuk kepalanya dengan hebat.


"Pi...papi???" Teriak Shanum sambil berlari keluar memanggil Jonas dan dokter Soedibyo.


Kedua lelaki tua yang sedang berbincang di ruang keluarga itu segera bergegas mendatangi Shanum.


"Ada apa Num??" Kata mereka kompak.


"Mas Sandro sudah sadar, tetapi ada yang aneh pi...mas Sandro sama sekali tidak bisa mengingat siapa Shanum!!" Kata Shanum tegang.


Ketiganya kembali masuk keruangan tempat Sandro dirawat.


Di dalam kamar tampak Sandro duduk bersandar di tempat tidur sambil meringis menahan sakit tetapi matanya menatap kearah pintu pada ketiga orang yang baru masuk itu!!"


Datar...!!


Itulah kesan pertama yang didapat oleh Jonas dan dokter Soedibyo saat bertatapan dengan Sandro.


*


*


***Bersambung...


Apa yang sudah terjadi pada Sandro?


Ikuti terus kisah mereka dalam episode selanjutnya ya readerπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2