Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 69 Bingung


__ADS_3

"Mbak Pingkan itu kok jahat banget sih mas sama Shanum!!" kata Shanum.


"Biarkan saja, dia sebentar lagi akan mendapat ganjarannya!!" jawab Indra.


"Yang penting sekarang kamu perbanyak istirahat agar cepat sembuh dan kita bisa pulang dan berkumpul kembali di mansion." kata Indra tetap memegang lembut jemari tangan istrinya.


"Iya mas...terima kasih mas Indra selalu ada untuk Shanum." Kata Shanum.


"Memang harus begitu, Num...kita sudah berjanji untuk selalu bersama sampai maut memisahkan." Kata Indra memeluk istrinya.


"Dalam berumah tangga jangan mau di saat senangnya saja sudah di saat susah ditinggalkan, kita itu harus bersama di saat susah dan senang, dalam suka dan duka!!" kata Indra tersenyum.


"Bagaimana luka di kepalamu masih terasa nyeri??" katanya mengusap perban di kepala Shanum.


"Akan mas Indra pastikan dia akan bertanggung jawab pada apa yang telah dia perbuat padamu!!" kata Indra.


"Mas, Shanum tak pernah mengajarkan anak-anak dendam pada bapaknya dan Shanum harap mas Indra juga jangan mendendam pada mbak Pingkan, biarlah yang Maha Kuasa yang akan membalas perbuatan jahatnya!!" kata Shanum.


**************


"Waduh bagaimana caranya aku melewati keramaian para polisi itu?? semua orang diperiksa termasuk pejalan kaki juga kendaraan yang mau melintasi jalan ini, ada razia apa lagi sih??" rutuk Sheila.


Sheila menoleh kekiri dan kekanan berusaha mencari jalan pintas.


"Apakah aku menyelam saja melewati sungai di bawah sana untuk sampai keseberang atau kah aku menunggu waktu malam agar perjalananku tidak terlihat oleh para polisi itu?? tapi sampai kapan?? dasar keparat semuanya...semoga saja sebentar lagi turun hujan badai sekalian untuk mempermudah perjalananku." Gerutu Sheilla.


Lain halnya dengan Sheilla, Hansen dan Anna sudah berhasil sampai di rumah milik Hansen yang letaknya cukup jauh dari pemukiman warga.


Motor yang mereka gunakan mereka tinggalkan begitu saja di pinggir jalan agar polisi tidak bisa melacak jejak mereka.


"Kita nanti di tempat yang baru akan melakukan apa, Hansen??" tanya Anna.


"Kita akan memulai hidup baru di sana dengan mengubah semua identitas kita tanpa seorang pun tau tentang kita!!" kata Hansen.


Lalu bagaimana dengan kedua orang tua kita??" tanya Anna.


"Jika kita merindukan mereka, kita bisa menelpon mereka tapi tidak di sini nanti keberadaan kita bisa tercium oleh pihak berwajib." Kata Hansen.


"Bagaimana dengan kabarmu sekarang nyonya cantikku?? semoga kamu juga tidak tertangkap!!" batin Hansen.


"Maafkan aku nyonya Sheilla, gara-gara aku maka nyonya juga terlibat dalam kasus penggelapan dana ini bahkan sekarang ikut menjadi buronan polisi pula, semoga kamu bisa menjaga dirimu di sana, seorang diri pula!!" batin Hansen lagi.

__ADS_1


"Pi...bagaimana nasib dan kabarnya putri kita, Sheilla ya?? mami sangat khawatir sekali!!" isak seorang wanita setengah baya pada suaminya.


Papi juga nggak tau mi, papi sudah mengerahkan irang-orang kita untuk mencari Sheilla tapi tidak pernah bisa menemukan tempat persembunyian Sheilla, anak itu benar-benar licin seperti belut." Kata suaminya.


Tiba-tiba.....


DDDRRTTTTTT


"Siapa mih??" tanya papi Sheilla.


"Dari Prianka, tumben kenapa dia menelponku sudah malam begini!!"


📱"Iya halo Prianka ada apa menelpon kakak sudah selarut ini??"


📱"Pingkan ditahan di kantor polisi dengan kasus penganiayaan, kak!!"


📱"Apa??? siapa lagi yang dianiaya oleh putrimu itu?? perasaan Pingkan sudah sering berurusan dengan hukum hanya karena dia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri."


📱"Menantunya Tiara dan Jonas!!"


📱"Apa?? bukannya menantu Tiara dan Jonas itu putrimu sendiri?? bagaimana sih??"


📱"Aahhh kau ini kurang up date sama berita, Indra sedang mengurus surat perceraiannya dengan Pingkan, dan Indra sekarang kembali lagi pada istri keduanya, itulah yang membuat Pingkan tidak bisa terima."


📱"Bisakah kamu menolong membebaskan Pingkan??"


📱"Memangnya di mana kejadian penganiayaan itu??"


📱"Di kantin rumah sakit!!"


📱"Waduh....kepinteran banget tuh Pingkan ngumbar emosinya, memukuli orang di kantin dengan banyak pasang mata sebagai saksi juga ada cctv di sana lalu ada suaminya juga...tambah memberatkan tuduhan Pingkan!!"


📱"Nantilah kucoba katakan pada papinya Sheilla semoga bisa meringankan hukuman putrimu yang arogan itu, karena terlalu banyak saksi dan bukti yang memberatkannya."


📱"Oya bagaimana Sheilla sufah ditemukan??"


📱"Kalau dia sudah ditemukan, maka aku nggak akan secemas ini, Prianka!!"


📱"Kenapa anak-anak kita membuat masalah saja taunya!!!"


📱"Ya sudah akan aku coba untuk membantu keponakanku itu tapi aku tidak janji bisa atau tidaknya, karena bukti terlalu memberatkan Pingkan, tapi setidaknya hukumannya bisa lebih ringan lagi!!"

__ADS_1


"Ada apa mi??" tanya suami Prita setelah sambungan telepon terputus


"Pingkan terlibat penganiayan dan papi tau siapa yang dianiaya oleh Pingkan?? madunya sendiri di dalam kantin rumah sakit lagi." Kata mami Prita.


"Waduh...berurusan dengan Tiara dan Jonas?? haeduh...duo beo bermulut sambalado itu?? kenapa juga Pingkan ini bertindak tidak berpikir dahulu?? selalu saja mengutamakan emosi lalu menyesal dan merengek kemudian??" keluh papi Sheilla.


"Tiara dan Jonas itu tipe orang yang berpegang teguh pada prinsip, jika salah ya salah...jangankan Pingkan yang sebentar lagi hanya akan jadi mantan menantu, Indra pun jika salah pasti akan mereka hukum, kok...apalagi hanya sekedar msntan menantu!!" tegas papi Sheilla.


"Itu sudah pi yang mami bingungkan, masalah anak kita yang jadi buronan polisi aja belum kelar, sekarang datang lagi masalah dari Pingkan!! mami sampai malu sekarang untuk kumpul bareng teman sosialitanya mami gegara masalah Sheilla." Kata mami Prita.


"Aahhh...teman-teman sosialitamu yang nggak berguna itu?? taunya pamer kekayaan suami, nyeritain orang buntut-buntutnya membongkar aib teman sendiri." Kata papi Sheilla jengkel.


Mami Prita hanya diam tak menanggapi ucapan suaminya karena apa yang di katakan suaminya itu benar, semenjak Sheilla putri mereka terlibat dalam penggelapan dana, masuk penjara sampai jadi buronan polisipun teman-temannya gencar menceritakan aibnya.


"Nek...bagaimana kabarnya ibu?? kapan ibu pulang??" kata Chika dan Chiro pada neneknya.


"Sabar ya nak...doakan ibu cepat sembuh!!" kata bu Karti sedih.


Seingatnya, Shanum itu tak pernah bahagia. Hidup dalam lingkup kemiskinan, bisa sekolah sampai SMA karena dia berjuang sendiri mencari biaya untuk sekolah di tengah bapaknya yang sakit-sakitan dan butuh biaya berobat hingga akhirnya Shanum dinikahkan dengan Rahman karena mereka memiliki hutang yang tidak sedikit pada keluarga Rahman. Lalu Rahman mengkhianati Shanum dan berselingkuh dengan Yanti dan akhirnya menikahi Yanti dan menceraikan Shanum.


Bu karti memeluk Chika dan Chiro dengan penuh kasih sayang.


"Kalian banyak berdoa ya...semoga ibu cepat sembuh dan cepat berkumpul lagi dengan kita lagi...kasihan juga adik Rindra kelamaan berpisah dengan ibu kalian!!" kata bu Karti.


"Kenapa?? kalian ingin mengunjungi ibu kalian??" tanya oma Tiara yang baru turun dari kamarnya di lantai dua lalu ikut bergabung dengan mereka.


"Iya oma...kami kangen sama ibu!!" kats Chiro.


"Itulah sebenarnya mengapa oma melarang ibu kalian dan juga kalian berdua keluar sendiri, nih ibu kalian sudah contohnya...oma sudah bilang kalau mau keluar tunggu ayah kalian tapi ibu kalian ngeyel mau pergi sendiri, akhirnya beginikan kejadiannya!! coba siapa yang rugi jika sudah begini, kan diri sendiri!!" kata oma Tiara.


"Iya oma!!" kata Chika dan Chiro bersamaan.


"Nanti sore aja kita besuk ibu kalian sekalian bawa Rindra bertemu ibu kalian, sudah dua hari Rindra hanya minum susu formula, kasihan!!" kata papi Jonas.


*


*


****Bersambung....


Bisakah Pingkan bebas dari segala tuduhan atau malah sebaliknya dia akan menghuni hotel prodeo itu??

__ADS_1


Ikuti terus kusah mereka selanjutnya dan mohon selalu dukungannya.


__ADS_2