
"Habis kamu itu orangnya rada-rada sih!!" kata Bandiah.
"Rada-rada apa mbak Di??" tanya Rafli lagi.
"Rada-rada o...o....n !!" eja Bandiah santai.
Agak lama Rafli berpikir.
"Oon??" katanya lagi.
"Iya...!!" kata Bandiah sambil tertawa geli.
"Ooo awas ya, berani mengatakan calon suami sendiri oon...!!" kata Rafli sambil mencubit pipi Bandiah gemas.
"Gombalmu itu lho...belum pernah sikat gigi pakai sikat toiletkah atau belum pernah makan kolak sepatukah??" tanya Bandiah balik jadi gemas dengan ucapan Rafli yang menurutnya terlalu banyak bercanda.
"Asalkan bersamamu jangankan sikat toilet, sikat besi aja aku rela...jangankan hanya kolak sepatu, kolak sepatu bot juga aku ikhlas!!' kata Rafli membuat Bandiah giliran menggemasi pipinya.
"Nah gitu dong, nggak asyik tau kalau mbak Di itu cemberut terus, biasanya cerewet kayak radio rusak, ini malah seperti radio mati total!!" kata Rafli.
"Dasar aneh!!" kata Bandiah.
"Kamu tau?? bersama denganmu membuatku bahagia!! " batin Rafli sambil menatap Bandiah yang sedang makan dengan lahapnya.
***********
"Num!!" kata Indra mendekati Shanum yang sedang berbaring.
"Jika mas mengatakan sesuatu hal, kamu jangan kaget ya!!"
"Apa itu mas??' tanya Shanum.
"Pingkan sudah meninggal dunia!!" kata Indra pelan.
Mata Shanum melotot menatap Indra.
"Kalau bercanda jangan kelewatan, mas!! itu masalah hidup dan mati lho!!" kata Shanum.
"Siapa yang bercanda, yank??" kata Indra terlihat sangat serius.
"Kenapa Pingkan bisa meninggal, mas?? bukankah dia yang malah menggebu-gebu ingin membunuhku??" tanya Shanum.
"Tampaknya dia tertekan, Num!! itu yang menyebabkan dia frustasi dan lantas mengakhiri hidupnya!!" kata Indra.
Shanum hanya geleng-geleng kepala.
"Mengapa orang sekarang ini cara berpikirnya pendek sekali?? apakah dengan bunuh diri masalah akan selesai?? mungkin masalahmu di dunia sudah selesai tapi bagaimana dengan pertanggung jawabanmu kepada Yang Kuasa??" kata Shanum.
"Terus mengapa kita baru tau mas?? kapan sih kejadiannya??" tanya Shanum lagi.
"Beberapa hari yang lalu, Num!!" kata Indra.
__ADS_1
"Mereka sengaja tidak memberitahukan mas Indra agar fokus mas Indra untuk menjaga dan merawatmu di rumah sakit tidak terpecah." Kata Indra.
***************
"Mi, apa yang menyebabkan Pingkan untuk mengakhiri hidupnya seperti ini?? yang Sheilla tau Pingkan itu orang yang kuat dan tidak mudah menyerah!!" tanya Sheilla.
Lalu mami Prianka menceritakan semua kejadian yang menyebabkan Pingkan sampai nekad untuk menembak dirinya sendiri.
"Berarti ada tiga orang yang harus bertanggung jawab atas kematian Pingkan, ya mi...pertama Indra dan Shanum dan yang kedua polisi yang bernama Rafli itu!!" kata Sheilla lagi dengan geram.
"Aku akan membuat perhitungan dengan mereka bertiga, mami tenang aja!!" kata Sheilla.
Tak lama terdengar suara Sheilla seperti menelpon seseorang.
"Siapa yang kamu telepon, Sheilla??" tanya mami.
"Mami nggak usah khawatir, yang jelas aku akan mencari orang yang bisa membantu misi kita." jawab Sheilla tersenyum.
**************
"Man, kamu sudah mencoba menghubungi Yanti dan Atika di Malaysia??' tanya ibunya Rahman.
"Sudah berkali-kali bu, tapi nomornya sudah nggak aktif lagi!!" kata Rahman sambil mereguk kopinya.
"Man, jika ibu menanyakan dan mengatakan sesuatu, nggak apa-apakan??" tanya ibunya sedikit lebih berhati-hati.
"Ibu mau menanyakan dan mengatakan apa pada Rahman??" tanya Rahman memandang wajah ibunya.
"Nggak bu, kami masih menikah secara siri karena banyak masalah waktu itu yang menyebabkan kami terlambat meresmikan pernikahan kami sekarang malah jadinya seperti ini!!" kata Rahman.
"Lho itu karena kesalahan siapa!! Itu kan karena kesalahan kamu juga!!" kata ibunya.
"Sudahlah bu, tolong jangan ungkit itu lagi!!" kata Rahman memohon.
"Terus kenapa ibu menanyakan hai itu kepada Rahman??" tanya Rahman lagi.
"Kamu kenal bu Wanti yang suaminya kerja di Malaysia itukan??" tanya ibu Rahman.
"Bu Wanti istrinya pak Nanang itukah??" tanya Rahman.
"Iya, benar!!" kata ibunya lagi.
"Memangnya ada apa bu??" tanya Rahman.
Ibu Rahman sesaat terdiam bingung mau berkata apa pada anak lelakinya itu.
"Man, kamu kenal Agus kan??" tanya ibunya lagi setelah cukup lama terdiam.
"Kenal lah bu, sebenarnya ada apa sih bu??? sepertinya mutar muter aja pertanyaan ibu, sebenarnya ada apa??" tanya Rahman.
"Kemarin pak Nanang pulang dari Malaysia dan bertemu ibu di tokonya...lalu dia menanyakan tentang kamu dan Yanti, mungkin pak Nanang tau kamu dan Yanti berhubungan sejak di Malaysia dulu." Kata ibunya.
__ADS_1
"Dia bilang kok Yanti sekarang sama Agus, bukannya dulu waktu di Malaysia Yanti itu pacaran sama Rahman?? begitu katanya!!" jelas ibu Rahman.
"Maksudnya pak Nanang, Yanti tuh pacarankah atau sudah menikah sama Agus!!" kata Ibunya Rahman.
"Ya mungkin Yanti menikah sama Agus kali, makanya pak Nanang menanyakan tentang kejelasan hubungan kamu dan Yanti!!" jelas ibunya.
Rahman terdiam. Sebenarnya dia juga tidak mempunyai kekuatan hukum untuk menuntut pernikahan Agus dan Yanti jika itu benar terjadi karena status mereka hanya menikah siri saja.
Dan juga sudah lewat tiga bulan ini Rahman tak lagi memberikan nafkah lahir dan batin pada Yanti dan Atika putrinya. Jadi wajarlah jika Yanti menikah lagi dengan orang lain.
"Terus kata pak Nanang bagaimana dengan Atika, bu??" kata Rahman pelan.
"Pak Nanang tak mengatakan soal Atika sih!!" kata bu Rahman lagi.
"Dan ada lagi berita yang mengejutkan, Man!!" kata ibunya.
"Kamu ingat sama wanita yang bernama Pingkan itu kan??" tanya ibu Rahman.
"Ingatlah bu, dia yang hendak mencelakakan Shanum saat itukan??" kata Rahman.
"Memangnya ada apa bu??" tanya Rahman lagi.
"Dia kembali menusuk Shanum saat di sidang perceraiannya dengan Indra kemudian dia ditangkap saat di interogasi di kantor polisi, dia menembak dirinya sendiri. Setelahnya dia meninggal dunia karena kehabisan darah!!" kata ibu Rahman mengakhiri penjelasannya.
Rahman termenung, dia bertemu dengan Pingkan saat terakhir dia mengunjungi wanita itu di kantor polisi dan dengan berakhirnya wanita itu di rumah sakit jiwa.
"Kapan Pingkan meninggalnya bu??" tanya Rahman.
"Sepertinya tiga hari yang lalu!!" kata ibunya lagi.
Rahman kembali terdiam, terbayang kembali sejuta kenangan bersama Pingkan saat mereka melangsungkan kencan rahasia mereka di belakang Emiana.
Siapa menduga kini wanita itu telah berpulang menghadap yang Kuasa setelah banyak membuat kontroversi di dalam hidupnya.
"Terus keadaan Shanum setelah menerima donor darah dari Rahman itu gimana bu??" tanya Rahman.
"Kalau Shanum alhamdulillah sekarang sudah pulang dan berkumpul bersama anak-anak." Kata ibunya.
"Syukurlah bu!! jika Shanum sudah pulang dan baik-baik saja palingan hanya butuh pemulihan kesehatannya saja!!" kata Rahman.
**************
"Num, kamu tau siapa orang yang telah mendonorkan darahnya untukmu saat kami semua saat itu kebingungan mencarikan darah yang cocok untukmu??" tanya Indra pada istrinya.
*
*
***Bersambung...
Halo reader...jangan lupa dukungannya ya agar othor lebih semangat lagi untuk menulisnya.😊😊🙏🙏
__ADS_1