
Ada apa dengan kalian, mengapa wajah kalian tegang semuanya??" tanya mami Tiara yang sedang bermain dengan Rindra di ruang tengah.
"Tadi om Dodi dihadang preman, oma...dan lengan om Dodi terluka cukup parah!!" Chiro menjelaskan tanpa diminta lagi.
"Masya Allah....siapa sih sebenarnya dalang dibalik semua penyerangan ini??" kata mami Tiara sangat geram.
"Kita sekarang harus lebih hati-hati, kau Num jika tidak perlu-perlu amat, nggak usah keluar kemana-mana apalagi sampai membawa anak-anak!!" kata mami Tiara lagi.
"Baik mi!!" kata Shanum.
**********
"Kamu kenapa lagi Man?? tadi pagi waktu berangkat kesekolah kedua anakmu wajahmu terlihat lumayan sekarang pulang dari sana jadi lumanyun!!" seloroh ibunya.
"Ah ibu ini ada-ada aja!!" kata Rahman.
"Shanum dan anak-anak bu!!" lapor Rahman.
"Kenapa lagi dengan mereka Rahman??" kata bapak yang baru muncul dari dapur ikut nimbrung ngobrol dengan mereka.
"Ini memang karma untuk Rahman pak, anak-anak sekarang membenci Rahman...!!" kata Rahman sedih.
"Kok bisa??" apa lagi yang telah kamu perbuat pada mereka??" tanya ibunya Rahman.
"Dulu sewaktu Chika masih berumur lima tahun, Chika pernah Rahman katakan sebagai anak pembawa sial...dan rupanya ingatan itu hingga kini masih terukir jelas di kepalanya, pak!!" kata Rahman.
"Kamu memang bapak yang durhaka, Rahman...tega sekali kamu mengatai darah dagingmu sendiri sebagai anak pembawa sial."
"Dan sampai sejauh itu perbuatan kamu pada anak dan istrimu, tetapi Shanum sama sekali tak pernah melaporkan perbuatanmu pada ibu ataupun bapak!!"
"Seandainya dulu Shanum mengatakan hal itu kepada ibu dan bapak, detik itu juga bapak akan menampar mulut kamu yang suka keterlaluan kalau bicara!!" kata bapak Rahman panjang kali lebar kali tinggi.
"Iya bu, Rahman sungguh menyesal!!" kata Rahman.
"Penyesalan yang sudah tak ada artinya Rahman!!" kata ibu menimpali sambil terus menarik napas panjang.
**************
"Bagaimana sih mi?? kenapa orang suruhannya mami bisa gagal sih??" tanya Pingkan kesal.
__ADS_1
"Lho kamu juga bagaimana ceritanya sampai itu peluru bisa raib dari kamarmu??" tanya mami Prianka tak kalah kesal dari Pingkan.
"Ini...!!" mami menyodorkan amplop besar pada Pingkan.
"Apa ini mi?? kok dari pengadilan agama??" kata Pingkan membelalakan matanya.
"Itu karena kamu gila jadi alasan Indra semakin kuat untuk menceraikan kamu!!" kata mami Prianka.
"Nggak mi...Pingkan nggak mau bercerai dari Indra mi...Pingkan cinta sama Indra!!" isak Pingkan.
"Sudahlah Pingkan, nggak usah kamu persulit hidupmu sendiri seperti itu!! carilah kebahagiaanmu sendiri, kamu tau Indra sudah tidak mencintaimu dia sudah bahagia dengan wanita pilihan hatinya sendiri!!" kata mami Prianka kepada Pingkan.
"Sadarlah nak...cinta Indra terkikis sedikit demi sedikit itu semua karena ulahmu juga, seandainya kamu sebagai seorang wanita mampu bertahan dan tidak mudah tergoda pada laki-laki lain bahkan sampai hamil pula, bagaimana Indra nggak sakit hati?? kalau mami di posisi Indra mami mungkin akan membunuhmu dan selingkuhan kamu!!" kata mami Prianka.
"Sudahlah Pingkan, berdamailah dengan hatimu dan dengan keadaan, kamu cantik nak...kamu pintar...bukalah lembaran barumu, raihlah mimpimu walau bukan bersama Indra lagi, karena Indra sudah meraih mimpi bersama yang lain!!" kata mami Prianka memandang Pingkan dengan mata yang berkaca-kaca.
Jujur dia juga sedih pada nasib putri tunggalnya itu...semestinya di usianya yang sudah memasuki kepala tiga ini dia sudah mempunyai anak dan mami Prianka bisa menimang cucu, tetapi sekarang semuanya hanya tinggal mimpi sejak Pingkan mengalami keguguran dan di vonis sudah tidak bisa memiliki anak lagi.
"Mami lelah Pingkan...di usia mami yang sekarang ini mami ingin tenang dan tidak lagi terlibat dengan urusan seperti ini!!"
"Terkadang mami iri dengan kehidupan Tiara yang kini telah dikelilingi anak-anak...tentunya dia dan Jonas tidak akan merasa kesepian lagi seperti mami!!"
Pingkan menangis mendengar perkataan mami nya. Mungkin yang dikatakan mami nya itu ada benarnya.
Dan Pingkan membuktikan janjinya. Dia mulai menunjukan gejala yang lebih baik sekarang.
************
"Mi...Shanum mau ikut kesidang perceraian mas Indra ya...bukankah hari merupakan final bagi mbak Pingkan dan mas Indra??" kata Shanum pagi ini.
"Kamu yakin nggak apa-apa??" tanya mami Tiara.
"Insya Allah mi..!!"kata Shanum.
Jadi pagi itu keluarga Indra dan keluarga Pingkan menghadiri sidang perceraian yang kedua ini.
Pingkan dan Indra saling berpandangan sejenak saat ketuk palu hakim sudah memutuskan bahwa mereka telah resmi bercerai hari ini.
Indra dan Pingkan saling mendekat.
__ADS_1
"Selamat ya mas...semoga mas bahagia!! aku sudah ikhlas dengan perceraian kita ini!! semoga kamu dan Shanum bahagia!!" kata Pingkan dengan tegar.
"Terima kasih ya Pingkan sudah bersamaku selama ini, aku juga turut mendoakan yang terbaik untukmu!!" kata Indra memeluk mantan istrinya itu.
"Apakah aku boleh bertemu dengan Shanum sebentar?? aku ingin meminta padanya untuk menjagamu baik-baik!! aku tidak akan berbuat yang tidak-tidak kok!!" kata Pingkan pada Indra.
Pingkan mendatangi Shanum dan tersenyum dengan tulus.
"Selamat ya Shanum...kamulah pemenang hatinya Indra, aku minta jagalah dia baik-baik untukku!!" kata Pingkan.
"Aku mau pulang, bisakah kita saling berpelukan sesaat!!" kata Pingkan.
"Boleh Pingkan!!" kata Shanum juga tersenyum penuh haru pada Pingkan.
"Apa yang akan dilakukan oleh mbak Shanum??" tanya Rafli yang datang bersama Bandiah kepersidangan perceraian Pingkan dan Indra.
Pingkan dan Shanum saling berpelukan erat. Tapi siapa menyangka tanpa terlihat oleh siapapun pulpen yang sejak tadi dipegang oleh Pingkan terbuka tutupnya dan ternyata pulpen itu adalah sebilah pisau cuter yang sangat tajam.
Tanpa terlihat oleh siapapun pisau itu menghujam tepat di ulu hati Shanum.
Sepintas mereka melihat Shanum dan Pingkan berpelukan terharu sampai memejamkan mata segala!!
Saat pelukan terlepas maka tubuh Shanum merosot ke lantai bersimbah darah.
Semua orang yang melihat kejadian yang begitu cepat sesaat terpana, lalu terdengar teriakan Indra menjerit histeris melihat keadaan istrinya yang terkapar entah hidup atau mati!!
"Shanum....!!!" teriakan Indra seolah menyadarkan semua orang yang ada di situ.
Pingkan tampak tersenyum puas di pojok seolah tanpa dosa!!
Dengan cepat Rafli Andarian menangkap Pingkan yang tampak tersenyum-senyum saja seolah tak peduli dia akan di penjarakan ataupun tidak.
Dengan cepat tubuh Shanum dilarikan kerumah sakit terdekat. Mami Tiara dan Bandiah berusaha menenangkan Chika dan Chiro yang terus menangis melihat keadaan ibunya.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Bagaimanakah nasib Pingkan selanjutnya dan bagaimana juga keadaan Shanum di rumah sakit...
Ikuti kisah mereka selanjutnya di next episode🙏🙏