
Tanpa menghiraukan Rahman lagi, Yanti memejamkan matanya yang memang nampak sangat lelah.
"Yan...mas mau pulang mandi dan ganti baju, setelah itu mas kemari lagi!!" kata Rahman tetapi tak ada satu patah katapun yang keluar dari mulut Yanti.
Tanpa menunggu jawaban dari istrinya, Rahman berdiri dan meninggalkan rumah sakit.
Sepeninggal suaminya, Yanti yang sebenarnya belum tertidur menangis terisak.
"Mungkin ini lah karma untuk aku?? begini rasa sakit yang dirasakan oleh mbak Shanum dulu, dan sekarang aku sudah menerima bayaran berikut bunganya!!" isak Yanti.
"Maafkan atas semua kesalahanku padamu mbak Shanum, aku kini sudah memetik buah dari pohon yang aku tanam dahulu." Kata Yanti.
Penyesalan memang selalu datang belakangan, di saat semua sudah terjadi barulah biasanya kita menyadari di mana letak kesalahan kita.
************
"Kenapa kamu diam saja??" tanya Bandiah pada Rafli saat mereka berada dalam perjalanan menuju pulang.
"Aku...!!"
Rafli tak bisa melanjutkan kata-katanya.
"Kamu kenapa Rafli??" tanya Bandiah lagi.
Rafli menepikan motornya kepinggir jalan lalu dia berpaling dan bertanya pada Bandiah.
"Mbak, salahkah aku jika jatuh cinta pada seseorang??" tanya Rafli.
Bandiah menatap Rafli sesaat, "nggak sih!!" jawab Bandiah.
Aku bisa menebaknya, yang kamu maksud adalah Shanum kan?? kamu jatuh cinta padanya sampai-sampai kamu rela pergi sejauh ini untuk berjumpa dengan cintamu!!" tebak Bandiah.
Rafli hanya mengangguk saja tanpa menjawabnya.
"Tapi tampaknya mbak Shanum tidak peduli padaku, mbak Di!!" kata Rafli.
"Rafli, Shanum itu sebenarnya trauma...bagaimana dia tidak trauma, kisah cintanya dengan Indah sudah menjadi sebuah tragedi dan dia tak ingin itu terulang kembali!!"
"Dia sadar, kamu siapa sebenarnya dan dia tak ingin terluka lagi dengan mengulang kisah cinta yang sama!!" ucap Bandiah.
"Mbak...kalau boleh memilih, Rafli ingin menjadi Rafli si cleaning service seperti dulu bukan lah Rafli Andarian sebagai cucu si pemilik rumah sakit!!" ucap Rafli.
"Nggak tega rasanya melihat mbak Shanum seperti sekarang ini, seandainya kita bisa menambah libur, aku enggan pulang meninggalkan mbak Shanum!!" Rafli mendesah gusar.
"Sudah...minggu depan, kita bisa main kemari lagi!!" kata Bandiah memberi semangat pada Rafli.
Keduanya lalu melanjutkan perjalanannya menuju ke kota.
__ADS_1
**************
"Selamat datang kembali pak Indra...!!" kata beberapa perawat yang bertugas di lantai tiga ini.
"Terima kasih, teman-teman semua!!" kata Indra.
"Semoga kamu senang, bro...bisa kembali bertugas di rumah sakit ini lagi!!" kata Elang sambil memeluk Indra sahabatnya.
Indra memandang berkeliling, semua bayangan tentang Shanum berkelebat di depan matanya.
"Shanum...kamu di mana sayang??" lirih Indra.
Tak lama seorang cleaning service laki-laki masuk, dia adalah Rafli Andarian.
"Rafli, pak Indra ini dulu juga bekerja di sini lalu pak Indra resign karena sedang sakit." Tutur Elang.
Rafli menatap Indra. Entah mengapa ada rasa tak suka dalam hati pemuda itu pada Indra. Dia sendiripun tidak tau apa sebabnya karena perasaan itu muncul sendiri dari dalam hatinya.
"Mas Indra??" Bandiah menyapanya seakan tidak percaya.
"Mas Indra balik kerja di sini lagi??" tanya Bandiah seraya menyalami lelaki tampan itu.
"Mbak Di...apa kabar??" tanya Indra.
"Baik mas, mas Indra kurusan sekarang??" kata Bandiah.
Dia lalu menatap Bandiah yang juga nampak akrab pada lelaki itu.
Bandiah kembali bertugas di lantai tiga sementara Rafli diturunkan di lantai dua.
"Mbak Di!!" panggil Indra.
"Iya mas?? ada yang bisa saya bantu??" tanya Bandiah.
"Apa mbak Di pernah bertemu dengan istri saya selama ini??" tanya Indra lirih.
Bandiah bergeming. Tapi dia juga sudah terlanjur berjanji pada Shanum untuk tidak menceritakan keberadaan dia dan keluarganya kepada siapapun karena dia takut keselamatan keluarganya akan terancam.
"Jika istri saya masih ada tentu usia kehamilannya sudah menginjak enam bulan!!" kata Indra menatap kejauhan sambil tersenyum.
Bandiah kembali bergeming. Ada rasa iba di hatinya melihat penderitaan lelaki itu, dia tau Indra begitu mencintai Shanum sahabatnya tetapi dia juga tak berani menentang keluarganya sendiri.
"Saya nggak tau mas Indra, Shanum bersama ibu dan anak-anaknya pindah secara diam-diam!!" kata Bandiah terpaksa berbohong pada Indra.
"Maafkan saya jika sudah berbohong pada mas Indra!!" batin Bandiah.
Indra tertunduk lesu. Cincin kawinnya saat dia menikahi Shanum saat itu masih melingkar di jari manis tangan kanannya.
__ADS_1
Ingin rasanya Bandiah mengingkari janjinya sendiri pada Shanum saat melihat kondisi Indra tapi dia harus memastikan dahulu ketulusan Indra pada sahabatnya itu.
"Sabarlah mas Indra, jika kalian berdua memang berjodoh maka sejauh apapun kalian berpisah pasti suatu saat akan bertemu lagi." batin Bandiah.
Siang itu saat Bandiah sedang beristirahat untuk makan siang sebelum sholat Dzuhur, Rafli terlihat datang menghampirinya.
"Oooh Rafli, ada apa??" tanya Bandiah.
"Mbak Di...sepertinya semua orang di gedung ini senang saat melihat kehadiran pak Indra kembali, siapa sih dia, mbak Di??" tanya Rafli Andarian.
"Mas Indra itu dulu sebelum jabatannya naik sebagai wakil mas Elang adalah perawat paling favorit di gedung ini!!" terang Bandiah.
"Bahkan setelah dia naik jabatan dan sudah jarang masuk keruangan-ruangan pasien pun, pasien setia mas Indra yang sudah terlanjur mengidolakan mas Indra masih terus mencari dan menanyakannya!!" kata Bandiah.
"Ooouugghh....!!" kata Rafli pendek.
"Mengapa kamu tiba-tiba menanyakan soal mas Indra, Rafli??" tanya Bandiah tiba-tiba membuat Rafli menjadi gugup.
"Ooohhh nggak apa-apa kok mbak Di...hanya sekedar bertanya saja!!" jawab Rafli menutupi kegugupannya.
Bandiah hanya tersenyum samar melihat kegugupan Rafli.
"Kamu sepertinya cemburu pada mas Indra ya Rafli??" tanya Bandiah dengan nada bercanda tapi tak disangka olehnya Rafli menanggapinya.
"Iya...aku cemburu padanya walaupun aku tidak tau mengapa, tetapi hatiku merasa ada rasa takut kehilangan seseorang saat aku melihatnya!!" jawab Rafli.
Bandiah terdiam mendengar perkataan Rafli dan dia juga tidak mungkin untuk mengatakan pada Rafli kalau bayi yang sedang dikandung oleh Shanum itu adalah anak hasil pernikahan sirinya dengan Indra.
Pasti Rafli akan lebih sakit hati lagi, tapi sampai kapan semua itu akan dia rahasiakan?? dia harus pandai bersandiwara untuk menutupi dari Indra dan Rafli.
Sebenarnya dia tidak sampai hati pada keduanya, tapi biarlah untuk sementara ini semua akan menjadi rahasia terlebih dahulu.
*****************
"Mi, mana Indra suami Pingkan??" tanya Pingkan saat siang itu dia tersadar dari pengaruh obat bius yang disuntikan padanya.
"Suami kamu kembali bekerja di rumah sakit tempat dia bekerja dulu." Jawab mami Prianka pada putrinya.
"Mi...Pingkan juga ingin kembali bekerja!! Pingkan nggak mau kehilangan mas Indra, mi!!" jawab Pingkan.
*
*
***Bersambung...
Berapa lama Bandiah mampu menyimpan semua rahasia pada Indra dan Rafli??
__ADS_1
Ikuti terus kisah mereka selanjutnya dan jangan lupa dukungannya!!