Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 90 Target Sasaran


__ADS_3

"Num, kamu tau siapa orang yang telah mendonorkan darahnya untukmu saat kami semua saat itu kebingungan mencarikan darah yang cocok untukmu??" tanya Indra pada istrinya.


Shanum hanya menggrleng karena dia memang tisK tau siapa pendonornya.


"Rahman...ya, yang mendonorkan itu adalah Rahman karena hanya darah dialah yang cocok untukmu." Kata Indra.


"Iya, aku dan Rahman memang memiliki golongan darah yang sama!! jawab Shanum.


"Aku sudah hampir putus asa sayang, aku takut kehilanganmu. "Jawab Indra.


Sementara itu....


"Bos memanggil kami berempat ada apa?? ada yang bisa kami bantai??" tanya lelaki bercodet yand dipanggil si codet itu.


"Det, kamu, abas, Sukran, dan Bucu....kalian berempat, aku ada tugas untuk kalian." Kata pria bertubuh ramping itu.


"Ini...!!" dia memberikan dua lembar foto pada mereka berempat.


"Dan ini....!!" ini hanya panjarnya saja, setelah tugas kalian selesai aku akan memberikan sisanya!! ingat, jangan membuatku kecewa." Kata orang itu.


"Muah....bos memang baik tiada duanya!!" kata si codet diiringi suara kekehan ketiga temannya.


Setelah pria tinggi ramping itu berlalu ketiga anak buahnya bertanya kepada bos mereka.


"Siapa sasaran kita kali ini bos??" tanya Bucu.


Mereka memandang kedua foto itu.


"Ayu tenan re....sing wedo!!" kata Abas dan di iyakan oleh Sukran.


"Sing lanang juga ganteng tenan!!" kata Bucu.


"Siapa sih mereka bos?? masa wajah polos gini jadi musuhnya bos kita?" tanya Abas.


"Lho kok tanya saya, kamu nanya saya terus saya nanya siapa??" kata si codet.


"Bos nih cewek bisakah sebelum kita habisi kita pakai dulu barang satu malam??" tanya Sukran.


"Nggak usah berpikir yang aneh-aneh, tugas tetap tugas jangan kamu campur adukan tugas dan naf*su!!" kata si codet mendelik.


"Di mana kita akan menemui keduanya bos??" tanya Bucu pada Codet sambil masih memandangi kedua foto di tangan bosnya itu berusaha untuk lebih mempelajari wajah target mereka.


"Nanti bos besar akan memberikan info lebih lanjut pada kita!!" kata Codet.


Si lelaki tinggi langsing tersenyum menyeringai.


"Mampuslah kamu Indra dan Shanum, kamu tunggu pembalasan dari kami yang telah kehilangan orang yang sangat kami cintai karena ulah kalian berdua." Kata si tinggi langsing yang tak lain adalah Sheilla.


Dengan cepat dia memakai kembali masker dan menggulung rambutnya lalu memakai topi dan terakhir memakai kaca matanya.

__ADS_1


Tanpa dia sadari dia telah berselisihan dengan seseorang yang sangat dia kenal, Elang mantan suaminya.


"Wangi ini???" setelah agak jauh mereka berdua saling terpana setelah mencium bau parfum masing-masing.


"Aku seperti mengenal parfum ini, seperti parfum Elang!! apakah tadi aku berselisihan jalan dengannya??" gumam Sheilla.


Begitupun dengan Elang.


"Wangi ini?? ini wangi parfum yang sering digunakan Sheilla." Dengan cepat Elang berbalik dan berusaha mencari di mana asal sumber wangi itu.


Elang berjalan mengelilingi area itu berusaha mencari di mana wangi itu berasal tapi seolah hilang bersamaan dengan angin berhembus.


"Sheilla aku tau itu kamu, di mana pun kamu berada orang-orangku akan menemukanmu, dan kamu harus mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu selama ini." Gumam Elang.


"Elang...Iya itu Elang...syukur dia tidak melihat aku, jika dia melihat aku habislah aku!!" kata Sheilla lalu dengan cepat berlalu dari tempat persembunyiannya.


"Sandi...bagaimana hasil penyelidikanmu, dugaan terbesarku bahwa Sheilla sudah kembali ke kota ini, lebih fokus sebarkan orang-orang kita!!"


"Apa kata pak Elang bos??" tanya Tirta anak buah kepercayaan Sandi.


"Nyonya Sheilla sudah kembali ke kota ini, kita kerahkan seluruh orang kita awasi mansion keluarga Prianka dan keluarga Prita!!" kata Sandi pada Tirta.


"Oke bos...perintah kami laksanakan!!" ucap Tirta.


************


"Entahlah yank, aku itu seolah takut banget kehilangan kamu padahal kamu selalu ada di sisi aku!!" kata Indra.


"Ah, mas Indra ini ada-ada aja...kita kan selalu bersama di mansion ini??" kata Shanum tertawa.


"Entahlah Num, semoga ini bukan suatu pertanda firasat yang buruk!!" jawab Indra.


"Mas, sejak tadi saya perhatikan motor ninja merah itu selalu mondar mandir di depan mansion ini!!" kata Dodi pada Indra.


"Iyakah?? mungkin mereka mencari alamat seseorang kali!!" kata Indra lagi.


"Bisa jadi mas!!" kata Dodi.


"Ya sudah, ayo kita berangkat mas Wahid...biar Dodi di mansion!!" kata Indra.


"Siap mas!!" jawab keduanya.


"Mas, mobil di belakang kita ini mobil mas Elangkah?? Sebabnya sama sih!!" kata Kirun yang sedang mengendarai di depan bersama Wahid.


Indra menoleh kebelakang melihat kearah mobil yang berada tepat di belakang mereka.


"Bukan, itu bukan mobil Elang!!sepintas memang mirip tapi lihat platnya beda!!" kata Indra.


"Kenapa itu mobil tidak mau mendahului kita, padahal saya sudah melambatkan laju kendaraan ini!!" kata Kirun.

__ADS_1


"Coba kita melaju, apakah dia akan ikut melaju juga??" kata Indra.


"Oke...kalian bersiaplah!! pembalap Kirun akan beraksi." Kata Kirun lagi.


Kirun menaikan kecepatan mobilnya membuat mobil yang ada di belakangnya juga ikut melaju cepat.


"Coba kita berhenti di depan kantor polisi itu?? gimana reaksi mereka??" kata Wahid.


Benar saja saat mobil Indra berhenti tepat di depan kantor polisi mobil yang ada di belakang mereka jadi panik dan langsung melewati mobil Indra.


"Gila mereka!!" kata Codet.


"Kok berhenti tepat di depan kantor polisi sih??" kata Codet.


"Kenapa kita tidak ikut berhenti juga, bos??" tanya Abas.


"Mau apa kita ikut berhenti Abas??? mau jual gigi??" tanya Bucu sementara Codet melotot pada Abas.


"Kan kita mau menembak orang yang namanya Indra itu, kenapa ada kesempatan kita sia-siakan??" tanya Abas membuat tiga temannya yang lain jadi meradang dongkol pada Abas.


"Kau sajalah yang turun menembak sendiri, Bas...kami menunggu di mobil dari kejauhan jadi jika kamu ditangkap polisi kami tidak ikutan ditangkap." Kata Bucu.


"Dari mana sih kamu dapat teman seperti ini, Bucu?? langka banget sebabnya!!" kata Codet.


"Tenang aja kata Sukran...sesuatu itu jangan terburu-buru agar hasilnya memuaskan, kita pelajari dahulu kebiasaan mereka setelah kita hapal begitu ada kesempatan, dooorrrr...langsung kita tembak!!" kata Sukran.


"Pinter kamu Sukran!!" puji Codet.


Lalu mobil mereka perlahan melaju meninggalkan jalanan itu.


"Mulai sekarang kita harus lebih berhati-hati, kalau menurut saya target sasaran mereka tidak berubah, mas Indra dan mbak Shanum!!" kata Wahid.


"Mas jangan khawatir, kami akan selalu berusaha untuk melindungi kalian berdua!!" kata Wahid diikuti anggukan kepala oleh Kirun.


"Kami ini semua satu perguruan mas, paling tingkat ilmu bela diri kami hanya selisih setingkat demi setingkat saja!!" kata Wahid.


"Dan Kirun lah yang paling muda di antara kami!!" kata Wahid.


Lalu mereka juga melaju di jalan raya meninggalkan kantor polisi itu.


*


*


***Bersambung...


Sheilla telah hadir menggantikan dendam Pingkan pada Indra dan Shanum.


Ikuti terus kisah mereka di episode berikutnya ya reader🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2