Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 154 Rencana Jahat


__ADS_3

Seandainya Anina juga tau betapa hidup Zoe hancur-hancuran setelah dia tinggal pergi dan mencarinya sampai ke pelosok mana pun tapi tidak bisa ditemukan lagi. Seandainya tuan Arnold dan Chintia tidak bersikap egois kala itu tentu dendam salah sasaran ini tidak akan terjadi.


Amina meninggikan kepalanya untuk menyatakan bahwa dirinya kuat dan siap untuk menghadapi apa pun termasuk ibu tiri dan ayah kandungnya tersebut.


"Bagaimana nona Amina?? Apa kah nona bersedia bekerja di rumah kami?? Gaji yang akan kamu dapat kan juga sama dengan karyawan di sini!! Bagaimana nona??" Tanya mami Tiara.


"Baik nyonya, akan saya laksanakan dengan baik!!" Kata Mina membungkukan badannya lagi.


"Bagaimana?? Berhasil kamu masuk ke lingkungan Zonas??" Tanya Mini di halaman belakang rumah mereka habis berlatih ilmu bela diri.


Mini memang tomboi sejak masih kecil sehingga kini dia memilih bekerja sebagai seorang body quard.


"Berhasil, tinggal kita jalankan rencana kita saja aku yang menyelidiki dan kamu lah yang bertugas sebagai eksekutornya!!" Kata Mina sambil memeluk saudaranya.


***********


"Sejak kemarin dia dibentak oleh Sandro, Shanum tidak mau lagi banyak bicara pada Sandro.


Dia hanya sekedar menyiapkan sarapan dan pakaian Sandro setelah itu dia keluar kamar mengurus Chika dan Chiro yang akan pergi ke sekolah juga mengurus Rindra.


Sandro bukannya tidak tau tentang perubahan istrinya tetapi ini adalah bagian dari rencananya maka dengan berat hati dia terpaksa mengacuhkan Shanum.


Sandro hanya melirik dengan sudut matanya sesaat setelah mengantarkan sarapan pagi Shanum keluar lagi dan tak lama Mina masuk kedalam kamar Sandro yang menyebabkan pria muda itu terkejut.


"Kok kamu?? Istri saya mana??" Tanya Sandro pada Mina.


"Saya kemari justru diminta oleh ibu Shanum untuk membantu segala keperluan yang dibutuhkan oleh pak Sandro!!" Kata Mina tersenyum.


"Kok Shanum membiarkan aku berduaan dengan wanita mesum ini ya?? Apa dia nggak takut jika suaminya digoda oleh wanita ini??" Batin Sandro.


Tepat dugaan Sandro.


"Sehabis sarapan, saya diminta oleh ibu untuk mengganti perban di bahu bapak sekalian menyeka tubuh bapak dengan handuk basah!!" Kata Mina.

__ADS_1


Wajah Sandro jadi memerah. Selama ini jangankan wanita lain, Shanun yang sudah sah menjadi istrinya pun tidak menggantikan baju dan menyekanya, biasanya Wahid atau Dodi yang melakukannya.


"Tidak...tidak...kamu tidak usah menyeka saya biar nanti mas Wahid atau mas Dodi yang akan melakukannya seperti biasa!!" Kata Sandro sangat keberatan.


"Tapi kata ibu...!!" Ucap Mina.


"Mbak Mina!! Dengar, saya tidak mau tubuh saya disentuh oleh wanita lain kecuali istri saya sendiri, jadi saya minta tolong sehabis menyuapi dan saya, mbak Mina keluar saja bawa kembali nampam piring aaya dan tolong panggilkan mas Wahid kemari untuk membantu saya!!" Ucap Sandro.


Mina kesal bukan main pada pria tampan di depannya ini.


"Apa sih cantiknya Shanum itu?? Anak nya juga sudah tiga apa enak nya dibandingkan dengan aku yang masih single ini??" Batin Mina kesal.


Saat dia keluar dari kamar Sandro keadaan mansion tampak lengang karena semua orang sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing.


Jonas dan asisten nya sudah berangkat mulai pagi buta tadi bersama Kirun pacarnya. Sebelumnya pagi-pagi sekali Kirun sudah minta jatah menggaulinya terlebih dahulu dengan alasan istrinya lagi datang bulan jadi sudah seminggu nggak dapat jatah.


Untung sudah dua hari ini Mini sedang menjalankan pekerjaannya jadi dua hari ini juga Mini tidak ada di kamarnya.


Tiara dia tau masih ada di dalam kamarnya sedang mempersiapkan diri hendak berangkat keperusahaan mereka yang letaknya cukup jauh dari kota B karena ada rapat pemegang saham.


"Kesempatan emas ini, aku akan menuangkan minyak dari lantai atas agar wanita tua perebut suami ibuku itu jatuh, bagus-bagus langsung modar sekalian." Senyuman jahat terpancar dari bibir Mina.


Dia tau di sekitar tangga itu diawasi oleh cctv tetapi wanita itu tidak kehilangan akal. Dia naik ke kamarnya mengganti celana kulotnya menjadi lebih lebar di bagian bawahnya sehingga dari cctv tak akan kelihatan jika dia mengikatkan sesuatu di pergelangan kakinya karena tertutup celana kulotnya yang lebar.


Dia membawa tusuk konde kecil yang dia diselempitkan di jarinya, lalu saat mendekati tangga marmer menuju ke bawah, dia pura-pura menggaruk kakinya padahal dia melubangi plastik kecil berisi minyak makan yang dia ikat di pergelangan kakinya.


Sepanjang tangga marmer itu minyak makan menetes perlahan, begitu sampai di bawah tangga maka minyak itu telah habis lalu dengan cepat dia melipir lewat samping menuju tempat sampah di taman belakang.


"Ouh...maaf ya nyonya Tiara yang cantik?? Tapi kamu mulai sekarang harus merasakan kesakitan kami sebagai anak-anak terbuang yang tak pernah diakui keberadaannya oleh keluarga dan oleh ayah kandung kami sendiri." Gumam Mina tersenyum.


Tepat di saat itu mami Tiara keluar dari kamarnya berjalan dengan anggun hendak menuruni tangga marmer berwarna kecoklatan itu.


Tangan sebelah kiri memegang map lalu tangan kanannya dia berpegangan pada pegangan besi di sekitar tangga.

__ADS_1


Tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang licin saat dia menginjak tangga batu marmer itu.


AAGGHHH


Mami Tiara terpeleset dan jatuh terguling bertepatan saat Wahid yang keluar dari kamar Sandro baru saja selesai habis menyeka tubuh Sandro.


Wahid sangat kaget melihat majikannya itu jatuh menggelinding dari tangga atas ke bawah.


Tanpa berpikir panjang lagi Wahid meletakan baskom isi handuk hangat itu dan dengan cepat melesat menaiki tangga menangkap tubuh mami Tiara agar tidak menggelinding sampai ke bawah.


Wahid juga merasakan lantai itu begitu licin untung dia bisa menyeimbangkan dirinya sehingga tidak ikut terjatuh.


Dengan cepat dia menangkap tubuh majikannya itu. Dan karena mendengar suara ribut-ribut di luar, Sandro keluar dari kamarnya dan hampir menabrak baskom isi air dan handuk yang diletakan Wahid di depan kamarnya.


Para maid lain yang sibuk di dapur juga sibuk berlarian keluar untuk melihat apa yang terjadi.


"Ada apa mas Wahid?? Apa yang terjadi??" Teriak Sandro melihat mami Tiara yang sudah pingsan dan sudah diangkat oleh Wahid.


"Nyonya terpeleset dan jatuh dari tangga atas bertepatan saat saya membuka pintu kamar mas Sandro, saya saja tadi hampir jatuh, entah mengapa tangga itu menjadi sangat licin!!" Kata Wahid.


"Bi...cepat teleponkan dokter keluarga biar nyonya saya angkat ke atas kembali!!" Teriak Wahid memberi perintah dengan cepat.


Dari balik pintu kamarnya yang letaknya tak jauh dari tangga turun, Mina tampak mengepalkan tangannya.


"Sial...kok bisa sampai gagal sih?? Padahal sudah kuperhitungkan dengan tepat!! Ini semua gara-gara Wahid kerempeng sialan itu!!" Maki Mina lalu pura-pura keluar dari kamarnya seolah tidak terjadi apapun.


*


*


***Bersambung...


Akankah mami Tiara mengalami cedera akibat jatuh dari ketinggian tersebut?

__ADS_1


Ikuti terus kisah selanjutnya di next episode dan jangan lupa dukungannya ya reader🙏🙏


__ADS_2