Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 106 Pulang Kampung


__ADS_3

"Coba kalau bicara langsung pada intinya pi, jangan terpelilit seperti kaset rusak!!" Kata mami Tiara juga jadi kesal dengan perkataan suaminya yang membuat dia bertambah pusing!!


Papi Jonas tertawa melihat istrinya pagi-pagi sudah terpancing emosi. Dia sebenarnya juga tahu bahwa istrinya pun merindukan sosok putra mereka itu, tetapi mami Tiara tampak berusaha tegar dan terutama ikhlas.


"Mi, hanya Elang yang mampu membuat kesadaran Shanum kembali!! Pertama Elang adalah sahabat Indra dan yang kedua yang mungkin kalian semua tidak tahu, dulu almarhum pernah bercerita bahwa Elang itu sesungguhnya menyukai Shanum, tetapi karena Shanum lebih memilih Indra apalagi Elang dan Sheilla saat itu sudah bertunangan membuat Elang mundur perlahan."


"Dia membiarkan Indra mendekati Shanum karena dia tahu hubungan Indra dan Pingkan semakin hambar, dan semenjak Indra bersama dengan Shanum membuat hidup Indra jauh lebih berwarna!!" Kata papi Jonas.


"Jadi papi rasa tak ada salahnya kita membiarkan Elang untuk mendekati Shanum kembali, siapa tau mereka berdua jodoh, lagian papi juga sudah menganggap Elang sebagai anak papi sendiri!!" Terang papi Jonas oada istrinya.


Mami Tiara sejenak terdiam mendengar penjelasan suaminya.


"Baiklah pi, demi Shanum agar bisa ceria lagi seperti dulu, mami ikhlas jika Elang mau mendekatinya!! Lagian menikah dengan Elang juga tidak membuat Indra terlupakan thoh??? Sejuta kenangan di antara mereka yang pernah dijalani bersama tak akan pernah hilang, tetap ada cinta di antara mereka walaupun tidak bisa saling memiliki lagi tapi Rindra akan menjadi pengikat cinta mereka selamanya!!" Kata mami Tiara pelan.


Papi Jonas tersenyum melihat istrinya bisa bersikap lebih bijaksana.


**************


"Bandiah terbangun dari tidurnya pagi itu.


Sejenak dia duduk berpikir mengumpulkan kepingan ingatannya.


"Perasaan tadi malam aku tidur di ruang tamu, kok sekarang ada di kamar?? Pasti Rafli yang mengangkat dan memindahkanku ke kamar." Gumam Bandiah.


"Lalu sekarang kemana dia??" Gumam Bandiah lagi.


"Astaghfirullah!!!" Bandiah menepuk jidatnya.


"Bukankah Rafli berangkat bekerja hari ini?? Mana aku belum menyiapkan sarapan paginya lagi!!" Dengan cepat Bandiah berusaha bangun dari duduknya, tetapi...


Aarrgghhhh!!!


Bandiah merasakan perutnya terasa kram sekali.


Bandiah berusaha untuk duduk di kursi di depan meja riasnya.


"Aku lupa jika sekarang aku sedang hamil, aku memperlakukan diriku sama seperti saat aku belum mengandung dulu!!" Ujar Bandiah.


Dia menggeser laci dan melihat kembali hasil testpacknya beberapa waktu lalu.

__ADS_1


Dia ingin membuat kejutan untuk Rafli tetapi fokus Rafli selalu menanyakan keadaan Shanum dan bukan dirinya membuat Bandiah mengurungkan niatnya untuk memberi tahukan Rafli tentang kehamilannya.


Perlahan setelah rasa kram di perutnya hilang, dia mencoba berdiri dan melangkah kedapur.


Tetapi sudah tidak ada siapapun di rumah, rupanya Rafli berangkat tanpa membangunkan dirinya.


Di atas meja makan, Bandiah menemukan secarik kertas yang diletakan dibawah sepiring nasi goreng dan telur mata sapi yang dibuatkan Rafli untuknya.


Sayangnya abi!! Abi pergi tidak membangunkan umi, sudah abi siapkan sarapan pagi dan secangkir teh untuk istri abi tercinta!! LOVE ABI.


Bandiah jadi tidak enak hati, baru kali ini dia telat bangun gegara dia kesulitan tidur semalam.


Ddrrrttttt


Ponsel Bandiah bergetar. Bandiah melihat siapa yang menelponnya sepagi ini.


"Nenek dan kakek Tomo??" Ada apa dengan mereka ya??" Gumam Bandiah mendadak cemas.


Kakek dan nenek Tomo adalah nenek dan kakek angkat Bandiah yang merawat dia sejak kecil.


Ibunya meninggal saat pulang sehabis mengantarkannya dari sekolah, ayahnya yang kecewa bukannya merawat Bandiah kecil tetapi malah meninggalkannya sendirian di rumah dan kini entah ada di mana.


Bandiah kecil ditinggalkan kelaparan di rumah sehingga dia terus menangis menahan rasa haus dan lapar.


Hidup mereka memang serba pas-pasan tetapi dengan senang hati mereka merawat Bandiah kecil.


"Siti Bandariah yang cantik!! Kakek Tomo akan menyingkat nama kamu menjadi Bandiah saja ya!! Nenek dan kakek kan sudah tua, jadi agak susah mengingat namamu!!" Ucap kakek Tomo saat itu.


Bertahun-tahun Bandiah hidup bersama mereka hingga Bandiah mendapatkan pekerjaan di kota. Selama bertahun-tahun itu pula Bandiah tidak tahu di mana ayahnya sekarang berada, ayah yang tega meninggalkan putri kecilnya kelaparan dan kehausan sendirian di rumah.


๐Ÿ“ฑ"Assalamualaikum, kakek ada apa??"


๐Ÿ“ฑ"Waalaikum Salam, nenek sakit, Di!! Nenek sering sekali menanyakan kamu!!"


๐Ÿ“ฑ"Apakah uang yang Bandiah kirim masih ada, kek?? Kalau masih ada pakai aja dulu untuk berobat, hari ini Bandiah coba berangkat dari sini ke kampung!!"


๐Ÿ“ฑ"Iya nak, kamu juga hati-hati di sana ya!! Kalau belum bisa pulang ke desa jangan kamu paksakan, nanti malah kamu dipecat dari pekerjaanmu!!"


๐Ÿ“ฑ"Iya kek, jaga diri juga kakek dan nenek di sana ya!! Semoga kakek dan nenek sehat selalu!! Assalamualaiku!!"

__ADS_1


๐Ÿ“ฑ"Waalaikum Salam!!"


Selama ini kakek Tomo tidak tahu bahwa Bandiah sudah menikah lagi dan juga tidak tau jika Bandiah sudah berhenti bekerja semenjak menikah.


Bandiah memeriksa tabungannya.


Tabunganku sudah hampir sepuluh juta, lumayanlah buat uang peganganku!!" Gumam Bandiah.


Sambil menyiapkan beberapa potong pakaiannya dia mencoba berkali-kali menelpon Rafli mau meminta ijin pada suaminya tetapi nomor yang di tuju selalu di luar jangkauan.


"Bagaimana ini?? Aku tidak bisa menunggu Rafli pulang nanti aku bisa kemalaman di jalan!!" Gumam Bandiah yang memutuskan berangkat dengan motornya agar tidak terjebak kemacetan di jalan raya.


Puluhan kali Bandiah mencoba tapi tidak bisa akhirnya Bandiah memutuskan mengirim chat saja untuk suaminya itu.


Rafli memang mematikan ponselnya karena dia ada meeting pagi ini lalu di lupa mengaktifkan kembali sampai menjelang tengah hari.


"Waduh, aku lupa mengaktifkan ponselku, pasti umi menggerutu panjang pendek nih!!" Gumam Rafli.


Benar saja dia melihat puluhan panggilan tak terjawab di ponselnya dari pagi hingga siang tadi!!


"Ada chat dari umi, apa ya??" Baru saja Rafli hendak membukanya tapi seorang anak buahnya masuk dan memberikan laporan bahwa buronan yang bernama Hansen lolos lagi dari rumah sakit tempat dia dirawat.


Dia berhasil mengecoh semua orang termasuk polisi yang berjaga di depan kamarnya. Mereka tidak terlalu ketat menjaganya karena mereka merasa Hansen belum sadar dari komanya.


"Sungguh licin ular satu ini!!" Geram Rafli lalu menyimpan kembali ponselnya tanpa sempat untuk membaca chat dari istrinya.


Bandiah merasa begitu lelah dan mengantuk padahal dia baru satu jam menempuh perjalanan dengan motornya.


Biasanya dulu saat dia dalam kondsi sehat, perjalanan dari kota kedesa kakeknya bisa dia tempuh dalam waktu tiga setengah jam dengan kecepatan sedang, sekarang baru satu jam perjalanan dia sudah kelelahan.


Dia memutuskan beristirahat di sebuah warung sambil memesan teh hangat dan makanan.


Kembali dia mengecek ponselnya.


"Bahkan pesanku saja belum dibaca olehnya, apalagi mau balas menelpon??" Gumam Bandiah pelan.


*


*

__ADS_1


***Bersambung...


Lanjut ke next episode ya reader dan jangan lupa selalu dukungannya๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2