Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 26 Gagal


__ADS_3

Sheila yang akan memberi kejutan pada Elang tentang kehamilannya malah mendapatkan kejutan yang tak kalah mengagetkan lagi, Indra akan menikahi wanita lain di belakang Pingkan sepupunya.


"Keterlaluan kamu Indra, sebesar apapun kesalahan Pingkan padamu, kamu tak boleh memperlakukan Pingkan seperti itu, aku harus mengabari hal ini pada Pingkan." Gumam Sheila.


Sheila perlahan keluar dan mengambil ponselnya untuk menelpon Pingkan.


DDRRRTTT...DDRRTTTT


Pingkan yang sedang melamun melihat gedung-gedung tinggi pencakar langit dari lantai dua mansion Indra kaget.


📱"Halo kamu di mana beb??"


📱"Aku di Inggris lah, memang kenapa Shel??"


📱"Kok kamu tenang-tenang aja sih melepas laki loe pulang ke Indonesia seorang diri??"


📱"Terus aku harus bagaimana, Shell??"


📱"Kamu ini kan istrinya, masalah kamu menyelingkuhi dia atau tidak, tapi kamu tetap istrinya!!"


📱"Kamu nggak takut suami kamu kepincut kembali sama mantannya??"


📱"Mantannya?? Indra punya msntan??"


📱"Ya mana aku tau, Pingkan...kan kamu pacarnya...kok tanya saya!!"


📱"Kamu susul ke Indonesia gih...nanti laki kamu nikah di sini kamu nggak tau!!"


Telepon terputus, Pingkan yang memutuskannya karena dadanya terasa sesak mendengar perkataan Sheilla tentang Indra di Indonesia.


"Haruskah aku mempertahankan hubungan ini sementara aku telah mengkhianatinya?? syukur-syukur dia sudah mau menikahi aku!!" ujar Pingkan.


Sementara itu jauh di Indonesia...


"Assalamualaikum!!"


"Waalaikum Sakam!!"


"Mas Indra?? tumben mampir kemari nggak nelpon??" kata Shanum.


"Memang mau ketempat calon bini sendiri itu harus nelpon dulu, ya??" tanya Indra tersenyum.


"Ya nggak juga sih!!" jawab Shanum tersipu.


"Mas nggak dipersilakan masuk, Num??" tanya Indra.


"I...iya...masuk mas!!" jawab Shanum gugup."


Kedekatannya kembali dengan Indra dalam beberapa hari ini membuatnya dag...dig...dug.

__ADS_1


Rasa yang hampir hilang saat Indra pergi hampir setahun baru kembali, membuat cintanya kembali bersemi.


Indra membantu Shanum menata makanan yang dia bawa tadi di meja makan.


"Num, aku akan melamarmu dalam beberapa hari ini, kamu mau kan menikah denganku??" tanya Indra membuat Shanum langsung membisu.


"Kamu tak perlu menjawabnya karena aku sudah tau jawabannya!!" kata Indra.


"Aku akan menemui ibumu untuk memintamu pada orang tuamu untuk menjadi istriku!!" kata Indra.


"Mas serius mau menikahi aku?? tapi mengapa harus menikah secara siri dahulu??" tanya Shanum.


"Mas masih kuliah, Num...begitu S2 mas Indra sudah selesai kita akan meresmikan pernikahan kita!!" alasan Indra membuat Shanum yang lugu percaya saja.


*************


Pagi itu saat kedua anaknya pergi sekolah, Indra dan Shanum pergi kerumah orang tua Shanum untuk meminta restu pernikahan mereka.


Awalnya kedua orang tua Shanum tidak setuju dengan permintaan Indra tapi setelah diberi pengertian akhirnya kedua orang tua Shanum setuju.


Sore itu Shanum memakai kebaya putih dan jilbab putih di padu jarik dari batik. Begitu juga dengan Indra tanpa didampingi oleh kedua orang tuanya hanya Elang dan beberapa orang saksi yang dibawa Elang.


Mereka semua duduk. Di depan Shanum dan Indra tampak seorang penghulu. Elang juga bertindak sebagai saksi pernikahan mereka walaupun hatinya pedih.


Jujur menikah karena perjodohan baginya sangatlah menyakitkan.


"Sah....!!!" teriak para saksi.


"Hentikan..." teriak mami Tiara lantang.


'Pernikahan ini tidak bisa dilanjutkan karena Indra sudah menikah dengan Pingkan, dan istrinya ini tengah mengandung 6 bulan!!" teriak mami Tiara dengan wajah merah padam.


"Dan kamu siapa?? beraninya kamu menikah dengan anak saya tanpa ijin??" teriaknya lagi berang hendak menjambak Shanum namun ditahan oleh Indra dengan memeluk Shanum erat-erat.


Hati Pingkan teramat sakit melihat Indra memeluk Shanum dengan penuh perasaan seperti ingin melindungi wanita itu dari apapun.


"Stop mi...jangan sakiti istri Indra!! bagaimanapun mami dan papi tak setuju tetapi kami tetap sudah menjadi sepasang suami istri yang sah!!" ujar Indra memberikan punggungnya untuk dipukuli oleh maminya agar Shanum tidak terkena pukulan itu.


"Shanum dan keluarganya yang syok sudah tidak bisa berkata apapun lagi.


"Para yang hadirpun bingung tak tau harus berbuat apa karena jujur mereka juga sama syoknya dengan keluarga Shanum.


"Pingkan, mami, papi...kalian semua tau bahwa Pingkan telah hamil terlebih dahulu dengan lekaki lain sebelum menikah dengan Indra?? mi, pi, Indra mencintai Shanum, Indra terpaksa menikahi Pingkan untuk menutup kehamilan yang sama sekali bukan Indra yang berbuat."


Papi Indra angkat bicara.


"Oke Ndra kalau itu mau kamu kami tak bisa memaksa, tapi pada intinya Pingkan tetap istri kamu yang sah, kalian berdua tetap tinggal bersama hanya sesekali saja kamu boleh mengunjungi istri siri kamu ini selebihnya kamu harus bersama Pingkan, apalagi sekarang dia tengah mengandung, bagaimana??" tanya papi Indra.


"Mami ngga setuju pi!! istri Indra tetap hanya satu yaitu Pingkan, dan lepaskan istri siri kamu ini!!"

__ADS_1


"Dan kamu!!" tunjuk mami Tiara tepat pada Shanum.


"Apakah kamu membutuhkan uang?? berapa kamu butuh akan saya beri atau kamu isi sendiri di cek ini, asal kamu lepaskan dan tinggalkan Indra!! kamu tak pantas untuknya!!" lalu...


PLUK...


Mami Tiara melempar cek kosong tepat mengenai wajah Shanum.


Alangkah hancur dan terlukanya Shanum mendapatkan perlakuan seperti itu, dia memang miskin tapi dia bukan pengemis.


"Mami....mami keterlaluan!!" teriak Indra.


"Kamu sudah berani berteriak pada mami demi wanita murahan ini??" tanya mami Tiara dengan mata berkaca-kaca lalu memegang dadanya yang tiba-tiba sakit.


"Indra...kita bawa mami kamu ke rumah sakit!!" teriak papinya lalu mengangkat istrinya.


"Sayang...masalah kita belum selesai!! mas harap kita berdua akan menghadapi bersama masalah ini, jangan goyah oleh cobaan apapun...dengar Shanum?? sekarang mas mau kerumah sakit dulu, tunggu suasana tenang nanti kita bicara lagi!!" Kata Indra lalu menciumi kepala Shanum dan melepaskannya untuk segera menyusul papinya dan Pingkan kerumah sakit.


Sheila datang mendekati Shanum dengan tatapan sinis.


"Bukannya kamu cleaning service tempat Elang bertugas kan?? wah...hebat juga mimpimu untuk bisa bersanding dengan Indra dan bersaing dengan sepupuku yang cantik, Pingkan!!" Sheilla memutari tubuh Shanum sambil memberi penilaian.


"Jangan sampai juga kudengar kamu menggoda Elang suamiku, ya???" ancam Sheilla.


"Sheilla...apa-apaan sih kamu??" sentak Elang kesal.


"Ini pasti semua gara-gara kamu yang memberi laporan pada Pingkan tentang pernikahan Indra dan Shanum, kamu juga yang membawa istri dan orang tua Indra kemari, ya kan??" teriak Elang dan hanya ditanggapi oleh Sheilla dengan mengangkat bahunya.


Semua orang sudah bubar. Tinggal keluarga Shanum saja yang masih duduk di ruang tamu.


"Kami juga nggak tau mesti bilang apa Shanum!! kalau begini ceritanya kamu saja dengan pelakor, sama saja kamu dengan Yanti!!" kata ibu Shanum.


"Shanum sungguh nggak tau bu!! mas Indra bilang bahwa hubungannya dengan mbak Pingkan sudah lama berakhir!!" ucap Shanum tersendat-sendat.


Sementara itu di rumah sakit...


"Indra...mami mohon sama kamu, pulang kembali ke Inggris, bawa Pingkan bersamamu...biarkan dia melahirkan di sana, semoga dengan hadirnya seorang bayi akan membuka lembaran baru antara kamu dan Pingkan." Ucap mami Tiara.


"Tapi mi, Shanum juga sekarang istri Indra juga mi!!" ucap Indra sedih.


"Oke, mami ijinkan kamu malam ini bersama istri murahan kamu itu tetapi besok kamu sudah harus meninggalkannya!!" titah mami Tiara tak terbantah.


Hancur sudah hati Indra. Harapan untuk bisa hidup bersama dengan orang yang dia cintai juga ikut musnah.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Apa yang akan terjadi dengan pasangan Shanum dan Indra selanjutnya??


Ikuti selalu kisah mereka ya reader dan jangan lupa dukungannya.🙏🙏


__ADS_2