
"Sandro tidak bisa menunggu sampai tiba di mana hari pernikahan Elang dan Shanum akan digelar pi, Sandro tidak mau membuat keluarga Shanum mendapat malu lagi di hari resepsi pernikahan mereka pi!!" Jawab Sandro.
"Pernikahan harus tetap dilaksanakan walaupun harus berganti mempelai pria nya, pi??" Kata Sandro.
Terserah kamu sajalah, papi akan mendukung semua keputusan yang akan kamu ambil!!" Jawab dokter Soedibyo.
"Malam ini kita akan langsung pergi kerumah keluarga Shanum!! Sekalian papi akan melamarkan Shanum untukmu dan juga sekalian membuka tentang kisah hidupmu dan Indra." Kata pak Soedibyo.
"Sepertinya ada yang berbunga-bunga hatinya setelah pulang dari pemakaman nih!!" Goda mami Tiara pada menantunya itu.
Tentu saja pak Soedibyo sudah menelpon papi Jonas untuk datang ke mansion nanti malam. Dan tentu saja kedua mertua Shanum itu menyambutnya dengan senang hati sekalian mengundang calon besannya itu untuk makan malam bersama mereka.
"Ah papi dan mami bisa aja!!" Kata Shanum dengan wajah yang memerah.
"Sekarang kamu mandi dan berhias agar tampak cantik, supaya calon suami kamu terkesan!!" Kata ibu Karti.
Tepat pukul tujuh malam sebuah mobil berhenti di depan gerbang mansion. Dengan sigap Wahid yang dapat giliran tugas jaga membukakan pintu gerbangnya.
"Wah mas Sandro tampan sekali ya?? Siapa sangka orang idiot bisa setampan itu??" Kata salah seorang satpam yang berjaga di sana.
"Mas Sandro itu tidak idiot, dia sebenarnya laki-laki normal saja seperti kita dia hanya menyembunyikan identitas dia yang sebenarnya!!" Kata Wahid.
Kedatangan mereka disambut di ruang tamu oleh keluarga Fahreza.
"Selamat datang kembali calon besan dan calon menantu!!" Kata Papi Jonas.
"Mana calon istri Sandro, pi??" Tanya Sandro dengan matanya yang celingukan mencari.
"Ayah??" Kata Chika dan Chiro, kok ayah baru pulang?? Kerjaan ayah baru selesai ya??" Kata Chiro.
"Iya sayang, sini duduk sama Ayah!!" Kata Sandro.
Chika dan Chiro langsung duduk dipangkuan Sandro yang menganggap itu Indra ayah mereka.
Tak lama Shanum keluar bersama bu Karti sambil menggendong Rindra.
PAPAPAPAH
Shanum berusaha menahan tangisnya saat melihat Rindra ikut sibuk hendak turun menyambut Sandro.
__ADS_1
"Adek duduk dulu ya!! Ayah mau menggendong adik kecil dulu!!" Kata Sandro dengan lembutnya sambil menurunkan Chika dan Chiro dari pangkuannya.
"Ayah curang, hanya adik Rindra yang disayang!!" Kata Chiro sambil cemberut.
"Siapa bilang ayah nggak sayang sama kalian?? Ayah sayang kok!! Buktinya ini ayah bawakan hadiah buat kalian berdua." Kata Sandro.
Setelah dia memangku Rindra, air mata Sandro tak terasa menetes melihat putra dari saudara kembarnya itu.
"Kasihan kamu nak?? Sungguh tega dia yang telah memisahkanmu dan dua saudaramu serta ibumu dari ayah kalian, tapi jangan khawatir ayah Sandro tidak akan tinggal diam, dia juga harus mendapatkan ganjarannya!! " Batin Sandro
"Ayo sini Sandro ikut sama nenek dulu ya!!" Kata bu Karti lagi.
Mereka makan malam bersama setelah itu barulah mereka memulai pembicaraan mereka.
"Mi, pi, selama ini Sandro minta maaf telah berpura-pura menjadi orang yang mengalami keterbelakangan mental untuk mengelabui mata semua orang agar mereka yang telah bertanggung jawab pada kematian saudaraku tidak curiga!!" Kata Sandro pada mereka semua.
"Maksud kamu apa Sandro, saudaramu??" tanya mami Tiara.
"Iya mi, pi, Indra Pramudya adalah saudara kembarku!! Kalian pernah kan mendapatkan kalung seperti ini di leher Indra saat dia masih kecil dulu!!" Kata Sandro sambil memperlihatkan kalung berbandul batu giok separuh.
"Nah mi, pi yang separuhnya lagi ada pada Sandro, karena mama dulu memang sengaja memberikan pada kami masing-masing separuh dari batu giok itu agar jika kami berpisah, kami bisa dipertemukan lagi dengan disatukannya potongan batu giok itu." Kata Sandro.
"Ini maksudmu kata Shanum melepaskan kalung itu dari lehernya.
Lalu kedua kalung itu disatukan oleh Shanum dan Sandro.
"Pas!!" Kata mereka semua.
Mata mami Tiara berkaca-kaca melihat kenyataan Indra masih mempunyai saudara kembar.
"Alhamdulillah ya Allah!!! Aku tidak sepenuhnya kehilangan anakku Indra!" Kata mami Tiara sambil menangis.
"Pantas pertama kali mami melihatmu, perasaan mami seperti melihat Indra hidup kembali dan duduk di depan mami!!" Kata mami Tiara.
Shanum pun duduk terpaku menatap lelaki yang juga tengah menatapnya.
"Sekarang katakan Shanum, mau kah kamu menikah denganku??" Tanya Sandro sambil menggenggam tangan Shanum dengan erat.
"Aku...!!" Leher Shanum terasa dicekik tak tahu mesti berkata apa pada Sandro.
__ADS_1
"Apa jawabmu Shanum??" Kata Sandro menatapnya dengan tatapan teduh sama persis seperti tatapan mata Indra saat dulu menatapnya dan mengatakan cinta kepadanya.
"Aku...aku menerimanya!!" Kata Shanum dengan suara bergetar.
"Alhamdulillah!!" Kata semua yang ada di situ.
"Berarti pernikahan tidak kita batalkan tanggalnya tetap yang itu saja, hanya mempelai pria nya saja yang berbeda." Kata papi Jonas.
"Terima kasih sudah mau menerima aku ya Num, aku tau ini tidak mudah, tetapi aku akan berusaha untuk membuatmu mencintaiku seperti tulusnya cintamu dulu pada Indra saudara kembarku." Kata Sandro sambil menggenggam tangan Shanum dengan erat.
"Aku belum pernah menikah sama sekali, jangankan menikah mengenal wanita saja aku belum pernah, kuharap kamu wanita pertama juga yang terakhir di dalam hidupku!!" Kata Sandro dengan mata penuh binar bahagia.
"Amin!!" Kata mereka semua mengaminkan.
Berbeda dengan Shanum yang bahagia, jauh di suatu tempat tampak seorang lelaki muda yang wajahnya di tumbuhi bulu-bulu kasar sedang menenggak minuman keras di tangannya.
"Bang*sat!!"
PRANGGG..
Ini gelas ketiga yang dia lemparkan dan pecah menghantam lantai.
"Kamu mau menikah dengan laki-laki lain, Num?? Oooo tidak bisa, kamu milikku dan hanya akan menjadi milikku, Indra sudah mengamanatkan aku untuk menjagamu, yah walaupun sebelum dia tau bahwa aku menginginkan kematiannya." Kekeh Elang.
"Aku mencintaimu Shanum, aku tidak rela siapapun akan memiliki dirimu selain aku, prinsipku siapapun yang berani memilikimu dia akan mati seperti Indra!!" Pancaran sinar mata Elang seolah berkilat seperti mata seorang pembunuh yang sedang mengintai mangsanya.
Wanita manapun termasuk Tania tak ada yang bisa menandingi dirimu, Num!! Kamu seperti permata yang bersinar di tengah kegelapan hatiku." Kata Elang seraya tertunduk dan kembali lesu.
Semenjak beritanya dan Tania merebak, dia dipecat dari pekerjaannya, dan dikejar-kejar Tania untuk dimintai pertanggung jawabannya, Elang bersembunyi di rumah yang telah dia beli beberapa tahun yang lalu dan jarang dia datangi kecuali dia sedang dalam keadaan kacau seperti sekarang ini!!
DDDRRRTTTTT....
*
*
***Bersambung...
Lanjut ke episode selanjutnya ya reader dan jangan lupa dukungannya🙏🙏
__ADS_1