Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 147 Topeng Hitam


__ADS_3

BRETTT...


Lengan jaket sandro terkena sabetan belati di tangan orang itu membuat Sandro melompat mundur.


"Sial...ini manusia bertopeng nampaknya tidak main-main!! Dia memang berniat untuk menghabisi aku!!" Geram Sandro sambil menahan perih karena kulit lengannya ikut tergores oleh belati si penyerang misterius.


"Apa mau kamu hei topeng hitam?? Apa salah saya sama kamu sehingga kamu mati-matian mau menyerang saya?" Tanya Sandro pada si topeng hitam.


Lagi-lagi orang itu hanya mendengus tanpa menyahut sepatah kata pun.


Seperti kerbau aja kamu ini mendengus terus kerja yang kamu bisa!!" Kata Sandro.


BUGH...


Karena Sandro memang baru saja sembuh dari sakitnya mengakibatkan gerakan Sandro sedikit lambat sehingga bahunya yang habis dijahit akibat terkena peluru tempo hari jadi terluka dan mengucurkan darah segar kembali akibat tendangan orang misterius tersebut.


Sandro tampak meringis kesakitan. Kaos putihnya tampak basah oleh darahnya sendiri, sakitnya bukan main tetapi Sandro berusaha mati-matian untuk menahannya.


"Ya Allah sekali lagi hamba memohon tolong lah hamba ya Allah, kirimkanlah pertolongan untuk hambamu ini!!" lirih Sandro di sela-sela gerakannya yang berkali-kali menangkis dan menghindari serangan lawannya.


Tiba-tiba...


"Masya Allah mas Sandro!!" Kenapa bisa sampai di sini??" Terdengar suara teriakan Wahid yang datang bersama papi Jonas menghampiri Sandro yang mati-matian tengah berusaha bertahan dari serangan orang misterius itu.


BUGH...


Sandro baru saja hendak menjawab saat satu tendangan lagi bersarang di perutnya.


Orang itu sepertinya benar-benar hapal di mana titik luka yang diderita oleh Sandro maka titik-titik itu lah yang digempurnya secara terus menerus.


Sandro terpental kebelakang sementara darah semakin banyak mengucur dari luka di bahunya.


Tak lama Wahid masuk ke arena pertarungan, sementara papi Jonas membantu menantunya itu untuk berdiri.


"Alhamdulillah papi dan mas Wahid datang tepat waktu jika tidak, saya tidak tau lagi bagaimana nasib saya!!" Kata Sandro sambil meringis.


"Lagian kamu bandel sih...kamu tadi dipesan Wahid jangan terlalu jauh masuk kearea taman, eh malah masuk sejauh ini untung kami bisa menemukan kamu segera kalau tidak apa yang akan papi katakan pada mami, istri dan papi kamu??" Kata papi Jonas.


"Iya pi, Sandro minta maaf ya!!" Kata Sandro cepat.


Pertarungan antara si topeng hitam dan Wahid berlangsung seru sementara Sandro sudah tampak sangat lemah. Hingga saat jurus ke lima puluh Wahid berhasil menyarangkan tendangannya ke dada orang tersebut.

__ADS_1


Terdengar suara pekikannya dan itu tertangkap oleh telinga Wahid dan juga Sandro jika orang tersebut adalah seorang wanita.


"Seorang wanita?? Berarti dia juga yang waktu itu masuk kedalam kamarku lewat jendela Balkon!!" Batin Sandro.


"Bukan main jika dia seorang wanita saja kekuatannya sama dengan pria berarti dia nggak bisa dianggap remeh." Gumam Sandro lagi.


Tak lama Wahid tampak menguasai keadaan, berkali-kali dia hampir menyarangkan pukulan-pukulan mematikan miliknya.


Entah karena terdesak tiba-tiba...


WUUTTTT...


Dia melemparkan belati yang ada di tangannya kearah Sandro dan papi Jonas yang sedang berdiri tak jauh dari sana.


"Papi awas...!!" Teriak Sandro lalu menarik tubuh mertuanya.


Papi Jonas selamat tetapi Sandro kembali terluka di bahu sebelahnya terkena goresan belati tajam itu.


Saat konsentrasi Wahid terpecah pada papi Jonas dan Sandro, si orang bertopeng menendang Wahid hingga membuat Wahid terguling, saat Wahid sudah bangun kembali, orang itu sudah hilang melarikan diri.


"Tidak usah dikejar Wahid, tolong Sandro dulu banyak luka di tubuhnya dan terus mengeluarkan darah!!" Kata papi Jonas berteriak pada Wahid yang hendak mengejar orang itu.


Akhirnya Wahid kembali dan membantu menolong Sandro.


"Ayo Tuan bergegas kita kembali ke mobil, saya akan menggendong mas Sandro agar bisa cepat sampai ke mobil sebab perjalanan dari area taman ini ke parkiran jaraknya cukup jauh, kasihan mas Sandro tampaknya sudah sangat lemas!!" Kata Wahid lalu membopong tubuh besar Sandro di bahu kecilnya.


Dengan cepat Wahid berjalan diikuti oleh papi Jonas di belakangnya. Hebatnya Wahid berjalan seperti seolah-olah tak membawa beban apa pun di pundaknya padahal jika dilihat dari postur tubuh mungilnya rasanya hampir tak mungkin dia mengangkat beban seberat Sandro yang memiliki tubuh tinggi kekar.


Dengan cepat papi Jonas membukakan pintu belakang supaya dia bisa menjaga Sandro dan Wahid tetap fokus menyetir.


"Sebenarnya siapa orang itu Sandro??" Tanya papi Jonas.


"Saya tidak tahu dan tidak kenal pi!!" Jawab Sandro.


"Sebaiknya aku rahasiakan dulu bahwa tadi di taman aku memergoki Kirun dan Mina yang sedang mesum, dan juga orang bertopeng misterius itu yang pernah datang ke kamarku di lantai dua dan berniat hendak membunuhku!!" Batin Sandro.


"Tetapi ilmu bela dirinya sungguh hebat tuan dan saya perkirakan tadi dia itu seorang wanita." Kata Wahid sambil menyetir mobil.


"Mas Wahid juga hebat bisa menghentikan pendarahan di bahu saya dengan cepat!!" Kata Sandro tersenyum lemah.


"Itu namanya totokan mas Sandro...saya dan Dodi sudah menguasainya tetapi Kirun belum begitu mahir karena Kirun itu nggak pernah serius dalam belajar!!" Kata Wahid.

__ADS_1


"Maksud mas Wahid, kalian bertiga bersaudara??" Tanya Sandro.


"Bukan saudara kandung mas, saya sama Dodi memang kakak adik tetapi Kirun hanya adik seperguruan saja!!" Terang Wahid yang membuat Sandro sedikit lega.


"Oh iya Wahid, saya lupa bertanya tadi, kok kamu yang menjemput saya? Kirun kemana?" Tanya papi Jonas.


"Iya tuan, mestinya saya yang mengantar nyonya Tiara tadi tapi karena Kirun bilang bahwa akan ijin pulang cepat sebab anaknya sakit jadi saya menelpon Dodi untuk masuk bekerja hari ini untuk mengantar nyonya Tiara sementara saya menggantikan tugasnya Kirun untuk menjemput tuan di perusahaan!!" Terang Wahid lagi.


"Kebiasaan lho Kirun ini, sudah sering dia mangkir dari tugasnya sebagai sopir padahal hari ini mestinya Dodi libur malah jadi masuk menggantikan dia!!" Omel papi Jonas di kursi belakang.


"Kamu juga Sandro, bukannya pasca baru sembuh itu istirahat total di rumah ini kok malah kelayapan, akhirnya kena batunya kan??" Kata papi Jonas lagi.


Wahid dan Sandro hanya bisa diam saja.


Papi Jonas dan mami Tiara terkenal sangat cerewet pada bawahannya tetapi mereka berdua juga dikenal sangat baik dan royal.


Itu yang membuat semua bawahannya di mansion atau juga di perusahaan hormat pada sepasang suami istri itu.


"Bagaimana dengan lukamu Sandro?? Hadeuh...papi harus bilang apa lagi nanti pada papimu, nanti papi kamu pikir bahwa keluarga papi tidak menjaga kamu dengan baik selama di mansion ini!!" Gerutu papi Jonas.


DDDRRRTTTTT


"Assalamualaikum, selamat sore?? Iya nyonya ini dengan Wahid, ada tuan ada di belakang bersama mas Sandro!! Apa nyonya??? Baik...kami segera ke mansion!!"


"Ada apa Wahid??" Kata papi Jonas dan Sandro yang melihat wajah Wahid tampak pias.


Wahid tidak segera menjawab dia hanya bilang...


"Kencangkan sabuk pengaman tuan dan mas Sandro, kita harus segera tiba di mansion dengan cepat!!" Kata Wahid.


WUUSSSHHH


Dengan kecepatan penuh Wahid membawa kendaraan itu berkejaran dengan waktu untuk segera sampai ke mansion.


*


*


***Bersambung...


Apakah yang sudah terjadi sehingga Wahid begitu tampak cemas dan tergesa-gesa??

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu mengikuti kisah mereka di episode selanjutnya ya...dan jangan lupa selalu dukungannya reader tercinta😊😊


__ADS_2