Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 36 Karma Bicara


__ADS_3

"Dasar istri menyusahkan saja!!" gerutu Rahman.


"Shanum aja dulu mengurus anak dua nggak pernah seheboh kamu!!" ucap Rahman yang secara tak langsung masih mengingat mantan istrinya itu.


Yanti bukan tidak mendengar tapi berpura-pura menulikan telinganya agar hatinya tidak terlampau sakit mendengar perkataan suaminya itu.


Sambil mandi dia menangis tanpa suara. Sungguh sekarang Rahman telah banyak berubah.


Sementara Rahman masih asyik berbalas pesan sama Emiana.


Terkadang percakapan mereka menjurus kearah yang sensitif bahkan dengan beraninya Rahman meminta Emiana untuk menunjukan pose yang berpakaian terbuka.


Gayungpun bersambut, Emiana dengan senang hati melayani permintaan Rahman.


************


Elang bersama Sheilla, papi dan mami Tiara...mereka berempat pergi ke bandara untuk menjemput Pingkan dan Indra.


"Tujuh bulan nggak liat Indra kayak tujuh tahun ya pi...mami kangen banget sama anak dan menantu mami." Kata mami Tiara.


"Lihat itu mereka!!" teriak Sheilla saat melihat Indra dan Pingkan berjalan mendekat.


"Wah, perut Pingkan semakin membuncit saja!!" teriak Sheilla sangat gembira melihat sepupunya.


Sementara Elang hanya mencibir saja karena dia tau persis yang ada di dalam kandungan Pingkan itu bukanlah anak Indra melainkan anak James sepupu Elang.


Indra memeluk kedua orang tuanya lalu memeluk Elang.


"Kamu tampak lebih kurusan sekarang??" tanya Elang pada sahabat karibnya.


"Iya, karena badanku ada di Inggris tetapi hatiku ada di sini, sebagian diriku tertinggal di sini!!" kata Indra tersenyum.


Elang geleng-geleng kepala sambil tersenyum.


"Salut akan cintamu, semoga kalian bisa dipersatukan kembali!!" kata Elang lagi.


"Ayo sekarang kita pulang!!" ajak Elang.


"Indra, mengapa wajahmu pucat, kamu sakit??" tanya mami Tiara yang memperhatikan wajah putranya sebelum naik mobil tadi.


Elang juga memperhatikan kondisi fisik sahabatnya itu.


Belum sempat Indra ataupun Elang menjawab, Pingkan sudah nyeletuk dan membuat Indra agak kesal.


"Indra itu lagi ngidam mi...!!" ujar Pingkan.


"Ngidam?? bukannya Indra dan kamu belum bisa berhubungan dulu ya sebelum kamu melahirkam??" tanya papinya Indra.


"Maksudnya, Indra kan punya istri lain selain Pingkan tuh...bisa saja istrinya itu yang saat ini sedang hamil muda, secara nggak mungkinlah karena kehamilan Pingkan, karena bukan Indra yang berbuat mana mungkin Indra yang merasakan serangan sakitnya??" sindir Elang pada Pingkan yang selalu bersifat manja pada Indra.


"Beb!!!" kata Sheilla memperingatkan Elang dengan mencubit pinggang suaminya itu.


"Apaan sih beb. Ya jadi anak Indra jugalah anak itu lahir nanti." Kata Sheilla menyemangati Pingkan.

__ADS_1


Elang mencibir sambil membuang pandangannya kearah lain.


Sementara kedua orang tua Indra memandang pada putra tunggal mereka dengan pandangan yang sulit diartikan.


Mereka menggunakan satu mobil dengan Indra dan Elang yang duduk di depan.


Sepanjang perjalanan Indra melihat Elang sangat gelisah sambil menyetir, dia bingung harus bagaimana mengatakan pada Indra tentang apa yang telah dialami Shanum.


"Kamu kenapa, Lang??" tanya Indra pada sahabatnya itu.


"Ada yang ingin kuceritakan padamu, tapi nanti tidak di sini!!" ucap Elang.


Indra hanya mengangguk karena dia tau benar watak sahabatnya, jika sampai Elang bicara begitu pasti ada sesuatu yang sangat penting dan dia tak ingin siapapun mencampuri pembicaraan mereka berdua.


Tiba-tiba hati Indra kebat kebit entah mengapa dia merasa apa yang akan disampaikan Elang adalah tentang istrinya Shanum, ada sesuatu yang terjadi padanya kah??


**************


"Num, apa suamimu ada mengirim kabar??" tanya bu Karti pada Shanum yang sedang duduk melamun di teras sore itu.


Shanum menoleh pada ibunya lalu menggelengkan kepalanya.


"Nggak ada bu!!" sahut Shanum pelan.


"Ini sudah hampir tujuh bulan sejak kepergiannya, Num...usia kandunganmu juga hampir menginjak lima bulan!!" kata bu Karti lagi.


"Tapi mas Indra selalu mengirimkan uang bulanan untuk Shanum dan anak-anak bu, tapi mas Indra ngga pernah menghubungi Shanum sama sekali."


"Pernah Shanum coba menghubungi mas Indra duluan, tapi nomornya yang lama sudah tidak aktif lagi." Kata Shanum.


"Makanya Shanum nggak bisa memberikan kabar apapun tentang Shanum saat dipecat dan saat kita pindah kemari, bu!!" kata Shanum.


"Apa uang itu ada kamu gunakan??" tanya bu Karti.


"Ada bu...untuk biaya selama Shanum tak bekerja lagi itupun paling tinggi sejuta nggak berani pake lebih!!" kata Shanum.


"Yah...jika Indra adalah jodohmu, sejauh apapun dia pergi pasti suatu hari kalian akan dipertemukan kembali!!" kata bu Karti memeluk putrinya.


"Adrian sudah kembali ke kota ya bu??" tanya Shanum lagi.


"Iya...nak Ian kan hanya di rumah di hari sabtu dan minggu, senin sampai jumat dia tinggal di kota dekat sama kerjaannya!!" kata ibu Karti lagi.


"Kenapa kok tumben kamu menanyakan Adrian?? biasanya kamu selalu jutek padanya.


"Ya hanya sekedar bertanya nggak apa-apa toh bu!!" kata Shanum cemberut.


*************


"Mas Rahman mau kemana??" tanya Yanti yang sedang sibuk memasak mumpung Atika lagi tidur.


Rahman yang baru keluar dari kamar memakai celana jeans biru dipadu oleh kaos ketatnya menampakan bentuk tubuhnya yang bagus.


"Mas mau kumpul sama teman-teman lama sebentar di kafe, Yan...kalau sampai malam mas belum pulang, makan saja duluan!!" kata Rahman meraih kunci mobil di atas kulkas.

__ADS_1


"Iya mas!!" kata Yanti tak curiga sedikitpun pada kelakuan suaminya.


Sambil bersiul-siul Rahman yang tadi sudah janji ketemuan sama Emiana tampak bersemangat.


Beberapa jam sebelumnya saat Yanti masih tidur bersama Atika....


Rahman


"Mi...ini Rahman, aku boleh main kerumah kamu kah malam ini??"


Emiana


"Boleh Man, jam berapa?? jadi aku bisa masak untuk makan malam!!"


Rahman


"Aku pergi dari rumah sekitar jam 6 lah jadi aku punya alasan ngumpul bareng teman sama istriku!!"


Emiana


😂😂😂


"bisa juga takut sama istri ya?? gitu kok mau main kuda-kudaan, baru masuk sudah keluar lagi!!"


Rahman


"Bukannya takut, tapi berjaga-jaga kan nggak ada salahnya.


Emiana


"Iya...iya cuma canda doang!! ya sudah aku tunggu ya!!"


Setelah berbalas pesan, Rahman langsung menghapus pesan tersebut supaya jangan sampai dibaca oleh Yanti.


"Assalamualaikum!!"


"Waalaikum Salam!!" sahut sebuah suara dari dalam.


"Masuk aja Man, pintunya nggak aku kunci kok!!" kata Emiana dari arah dapur.


Rahman masuk dan langsung menutup pintu. Dia melangkah menuju ke dapur.


Di meja makan tampak tertata rapi masakan Emiana yang segera mengingatkan Rahman pada Shanum yang juga sangat pandai memasak, berbeda dengan Yanti yang hanya tau buat nasi goreng dan mie goreng doang. Terkadang buat telor ceplok juga gosong kekeringan.


"Kok malah melamun sih...duduklah dulu aku mau mandi sebentar!!" kata Emiana.


Rahman duduk sambil memandang Emiana yang masih sibuk menata makanan untuk mereka berdua.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Sekali selingkuh maka akan tetap melakukannya lagi dan lagi...


Jangan lupa dukungannya ya reader dan ikuti terus kisah mereka.


__ADS_2