Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 91 Nikah Dadakan


__ADS_3

"Kami ini semua satu perguruan mas, paling tingkat ilmu bela diri kami hanya selisih setingkat demi setingkat saja!!" kata Wahid.


"Dan Kirun lah yang paling muda di antara kami!!" kata Wahid.


Lalu mereka juga melaju di jalan raya meninggalkan kantor polisi itu.


***********


EEEEEEEE.....EEEEEEE


"Kamu kenapa sih dari tadi aaa...eeee aja??" tanya Bandiah saat Rafli mampir ke kost-kostnya dengan wajah agak pucat.


"Aduuhhh aku nggak tau mbak Di...mungkin aku masuk angin nih!!" kata Rafli Andarian.


"Tapi kamu nggak sedang ngidamkan?? siapa tau pacarmu di Jakarta sana sedang hamil terus kamu ikut ngidam juga!!" kata Bandiah lalu bangkit untuk mengambil minyak gosok untuk Rafli.


"Astaghfirullah mbak Di, gini...gini aku masih punya amin, eh iman!!" kata Rafli.


"Coba kamu tengkurap nanti aku kerok pakai minyak gosok!!" kata Bandiah.


"Buka baju mbak Di??" tanya Rafli agak ragu.


"ya iya lah Rafli...bagaimana aku mau ngerokin kamu jika baju kaosmu tidak dilepas!!" kata Bandiah lagi.


"Nanti mbak Di terang*sang melihat tubuhku!!" gurau Rafli.


"Ancrit...aku juga nggak naf*su kali, aku cuma kasihan sama kamu, tapi yah...terserah kamu aja sih??" kata Bandiah.


"Iya...iya...gitu aja ngambek!!" kata Rafli.


Lalu tanpa ragu dia membuka kaosnya dan menengkurapkan diri di atas kasur tipis milik Bandiah.


Sedang asyiknya Bandiah mengeroki punggung Rafli tiba-tiba pintu diketuk keras mungkin oleh beberapa orang.


"Assalamualaikum!!" teriak mereka dari luar.


"Siapa itu Rafli??" tanya Bandiah agak takut.


"Sudah buka saja...toh kita juga tidak sedang berzinah kok!!" kata Rafli.


Dengan sedikit gemetar Bandiah membukakan pintu luar.


"Maaf mbak, kami mau tanya...apakah ada laki-laki di kamar kostnya mbak??" tanya orang itu yang tak lain adalah pak RT.


"I..iya pak RT tapi kami tidak berbuat apa-apa hanya saya sekedar mengerok punggung Rafli karena dia lagi masuk angin." Kata Bandiah gemetar.


Sumpah dia trauma dengan keadaan seperti ini karena pernikahannya dulu dengan suaminya juga karena sebuah kesalah pahaman seperti sekarang ini.


Tak lama Rafli keluar dengan bertelanjang dada menampilkan perut sixpack miliknya.


"Nah itu kalian sedang apa berduaan?? pakai buka baju segala??" kata seorang laki-laki di samping pak RT tampak garang.

__ADS_1


"Wah nggak bisa dibiarkan ini pak...bisa tercemar dan kena sial nanti kampung kita kalau begini!!" kata bapak yang lainnya.


Wajah Bandiah bertambah pucat pasi mendengarnya dan anehnya Rafli juga diam saja kicep seperti kucing kecebur got.


Biasanya mulutnya ribut seperti ribuan tawon mengerumuni madu sekarang tak ada suaranya malah bengong macam orang bego!!


"Kita nikahkan saja mereka pak, supaya kampung kita nggak kena sial...!!" kata mereka memprovokasi pak RT.


"Masya Allah pak...tapi kami tidak berbuat apapun, sumpah pak!!" kata Bandiah hampir menangis.


"Rafli....ayo bilang dong sama mereka, kita lho tidak berbuat apapun!!" rengek Bandiah mengguncang lengan Rafli.


"Baiklah pak saya bersedia menikahi dia dan menjadikannya istri saya!!" jawab Rafli akhirnya.


"Apaaa!!" kata Bandiah membelalakan mata sangking terkejutnya.


"Gila kamu ya Raf...kamu pikir kita ini kucing yang bisa kawin di mana aja??" umpat Bandiah kesal.


Rafli menggenggam tangan Bandiah berusaha menenangkannya.


Bandiah tampak syok berat mendengar semua. Dia tampak terhuyung hampir jatuh jika tidak dirangkul oleh Rafli.


"Ayo sekarang mas Rafli dan mbak Di ikut kami kerumah pak RT, pakai baju terbagus kalian dan kami akan menikahkan kalian malam ini juga!!" kata bapak yang tadi suaranya paling garang.


Dengan baju sederhana, koko berwarna putih, celana hitam dan songko hitam.


Bandiah dengan baju gamis juga putih dan kerudung putih didandani ala kadarnya oleh bu RT sudah siap untuk menikah malam ini.


Wajah Bandiah tampak manis dan semakin mungil dengan riasannya walaupun hanya riasan sederhana.


Rafli juga sudah menyiapkan cincin pernikahannya sementara wajah Bandiah nampak tegang.


Tak ada lagi candaan yang selalu dia lontarkan seperti biasanya karena semua berubah menyeramkan baginya.


Bandiah duduk bersanding dengan Rafli di rumah pak RT.


"Saya terima nikahnya Siti Bandariah binti Kardi dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai!!" jawab Rafli Andarian dengan sekali tarikan napas.


Awalnya dia terkejut mendengar nama asli wanita yang selalu disapa mbak Di atau Bandiah itu masih mempunyai nama panjang lagi yang masih asing di telinganya.


"Sah?? sah...." kata mereka yang hadir di situ memberi selamat kepada sepasang pengantin dadakan itu.


Bandiah mencium tangan Rafli yang kini sudah sah menjadi suaminya dengan canggung.


Rafli mengecup kening dan kepala istrinya membacakan beberapa doa dan meniup kepala istrinya.


Mengapa Rafli bisa setenang itu saat pak RT menggerebek mereka berdua di kamar kost-kostan Bandiah??


****Flashback on****


"Pak RT saya bisa minta tolongkah, tolong gerebek saya dan mbak Di nanti malam di kamar kostnya saat kami kedapatan berdua supaya kami berdua bisa dinikahkan!!" kata Rafli siang itu yang sengaja bertamu kerumah pak RT juga selaku yang punya rumah kost-kostan.

__ADS_1


"Hah?? kok bisa gitu?? kenapa nggak bilang sama dia secara terus terang aja??" tanya pak RT.


"Saya nggak bisa pak, saya juga takut dia pasti akan menolak saya karena kami itu memang berteman!!" kata Rafli Andarian lagi.


Setelah pak RT menerima usul rencana gila Rafli maka Rafli memberikan sejumlah uang pada pak RT untuk syukuran nanti malam, menitipkan sepasang cincin kawin, peralatan sholat juga tak lupa baju koko dan baju muslim berupa gamis yang nanti malam akan dipakai oleh mereka berdua.


Memang terlihat kurang ajar ide gilanya Rafli dan jika Bandiah sampai tau pasti Rafli akan digantung oleh wanita itu. Tetapi dia tidak punya pilihan lain lagi untuk memenangkan hati wanita yang secara tidak dia sadari telah cukup lama mengisi hatinya.


Lalu selepas maghrib itu Rafli berkunjung ketempat Bandiah berpura-pura masuk angin agar bisa membuka bajunya dan mempunyai alasan jika warga menggerebek mereka.


Makanya Rafli hanya diam saja saat pak RT dan rombongannya berbicara panjang kali lebar pada Rafli dan Bandiah.


****Flashback off****


Mendapat perlakuan Rafli yang mendadak jadi romantis membuat Bandiah ingin sekali menampar suami dadakannya yang kurang ajar itu.


Dia merasa kesal bukan main melihat Rafli mau-mau saja saat mereka dinikahkan secara paksa.


Dia memang suka sama Rafli tapi tidak harus dinikahkan paksa gini juga kali!!


Mereka berdua pulang ke kost-kostan setelah mendapat wejangan panjang sepanjang jalan kenangan dari pak RT dan pak ustadz.


sepasang pengantin dadakan itu sama-sama diam dan canggung. Sesekali Rafli melirik wanita yang selalu memanjakannya itu dan kini telah resmi menjadi istrinya.


Tapi Bandiah diam membisu. Bibirnya terkunci tak berbicara sepatah katapun.


"Di....!!" kata Rafli Andarian.


Mata Bandiah melotot kesal padanya.


"Sejak kapan kamu berani memanggil namaku langsung?" tanyanya melotot pada Rafli.


"Sayang!!" kata Rafli mengubah lagi panggilannya.


Sehingga Bandiah bertambah kesal dibuatnya.


"Eits...nggak boleh marah!!" kata Rafli memperingatkan.


"Aku sudah sah menjadi suami kamu sekarang, dosa seorang istri marah-marah nggak jelas pada suaminya." Kata Rafli membuat Bandiah hanya mendengus kesal.


"Tapi kita kan menikah dadakan dan kita sama sekali tak menginginkan pernikahan ini!!' kata Bandiah ketus.


"Terlepas ini nikah paksa atau tidak, tapi secara agama kita sudah sah sebagai sepasang suami istri!!" kata Rafli membuat Bandiah semakin cemberut dibuatnya.


*


*


***Bersambung...


Akhirnya dua pasangan yang selalu ribut itu menikah juga😊😊 ikuti terus ya reader kusah mereka di episode selanjutnya.🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2