Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 95 Mimpi


__ADS_3

Kelompok kecil itu sudah terkantuk-kantuk menunggu saat ada sesosok tubuh muncul dari jalan besar tapi bukan menggunakan motor melainkan memakai roller blade di kedua kakinya dan tampaknya dia adalah seorang perempuan.


"Tirta...bangun Tirta, kamu lihat siapa itu dari arah kejauhan??" kata Sandi membangunkan partnernya itu yang hampir hilang kesadaran karena rasa kantuk yang sangat menderanya.


"Kamu lihat itu yang muncul dari arah kegelapan??" kata Sandi menunjuk lurus kedepan.


"Ada yang mendekat kemari sepertinya perempuan!!" kata Tirta.


"Bersiaplah kita akan mencegatnya." Jawab Sandi.


"Maaf...mbak tinggal di mana??" tanya Tirta tiba-tiba mencegat jalan wanita di depannya itu.


Wanita yang dicegat tampak gugup sesaat, tapi cepat menguasai dirinya.


"Bapak-bapak ini bikin kaget saja, saya baru datang dari desa mau melamar pekerjaan di mansion itu, ini saya sedang ditunggu oleh nyonya Prianka!!" kata wanita yang menyamar menjadi pembantu itu.


Mata Sandi menelisik dengan jeli sosok yang berdiri di hadapannya.


"Tingginya, bentuk tubuhnya, mirip dengan nyonya Stella, tetapi suara dan wajahnya sama sekali berbeda ya??" gumam Sandi.


"Mbak tadi naik apa kemari??" kata Tirta.


"Tadi saya naik angkot tapi hanya diturunkan sampai di depan jalan sana selebihnya saya jalan kaki kemari!!" kata wanita itu.


"Maaf bapak-bapak ini sebenarnya siapa ya?? dan juga jika sudah selesai saya pamit sebab saya sudah di tunggu oleh nyonya besar semenjak tadi!!" jawabnya hendak berlalu.


"Maaf mbak, saya dan beberapa anak buah saya semenjak tadi berada di sekitar tempat ini tapi tak melihat adanya angkot berhenti!! kata Sandi.


Wanita itu terdiam sesaat lalu dia malah berpura-pura marah pada Sandi dan Tirta.


"Bapak-bapak ini sebenarnya siapa sih?? kok kepo banget sama urusannya orang??" katanya marah.


"Kami dari kepolisian mbak, kami bertugas mencari tiga orang buronan yang telah hilang beberapa bulan yang lalu." Kata Sandi lagi.


"Lalu apa hubungannya dengan saya, bapak-bapak semuanya??" sentak wanita tersebut.


"Maaf mbak terus terang kami meragukan keterangan anda tadi, kami tau anda berbohong, pertama kami tak ada melihat angkot berhenti di depan jalanan sana tadi karena ini sudah larut malam, kedua saya melihat fisik anda mirip dengan buronan kami.


Sedang asyiknya mereka berdebat, nyonya Prianka dan suaminya di dampingi oleh beberapa body quard nya keluar pintu gerbang mansionnya.


"Asih...saya sudah menunggu kedatanganmu sejak sore, kok baru datang sekarang??" tanya nyonya Prianka.

__ADS_1


"Maaf nyonya saya dihadang bapak-bapak ini padahal saya mau masuk tapi mereka menuduh saya sebagai seorang buronan!!" kata wanita tersebut.


"Maaf, bapak-bapak semuanya, wanita ini memang adalah pembantu saya. Tadi pagi sudah telepon mau datang untuk bekerja di mansion kami, tetapi entah mengapa baru malam ini dia tiba di sini!!" kata nyonya Prianka membela.


"Pak nggak bisa sembarangan lho menangkap orang, apakah bapak-bapak ini dari kepolisian??" kata nyonya Prianka.


"Iya nyonya kami memang dari kepolisian dan kami juga membawa surat tugas kami untuk penggeledahan dan penangkapan siapapun yang mencurigakan." Kata Sandi.


"Tapi kan bapak-bapak semua melihat dia hanya seorang pembantu yang akan bekerja di mansion kami kan??" kata nyonya Prianka tetap pada pendiriannya.


"Baiklah nyonya, tetapi kami akan tetap mengawasi tempat ini!!" kata Sandi mengalah karena mereka memang tak mempunyai cukup bukti.


"Ayo Asih masuk!!" kata mami Prianka.


Setelah mereka masuk Sandi bertanya pada Tirta.


"Menurutmu wanita tadi apa ada potongan untuk menjadi seorang pembantu??" tanya Sandi.


"Kalau menurut aku ya bos, kecuali kalau dia kepepet baru jadi seorang pembantu tapi kalau dilihat dari bentuk tubuhnya cocoknya sih jadi seorang model!!" kata Tirta.


"Tepat sekali Tirta, apa yang kamu pikirkan sama seperti yang aku pikirkan!!" kata Sandi.


"Awasi terus wanita itu, aku justru curiga dia adalah Sheilla yang sedang menyamar." Kata Sandi.


"Iissshhh apa sih yang gerayangi badanku ini?? apa nyamuk ya??" gumam Bandiah yang sudah sangat mengantuk.


"Umi...abi pengen!!" kata Rafli yang sontak membuat mata Bandiah terang benderang dibuatnya.


"Iisshhh abi, tadi kan sudah!!" kata Bandiah berusaha menghindar.


"Sekali nggak cukuplah mi, masa pengantin baru jatahnya cuma sekali semalam??" kata Rafli.


"Yang tadi aja sakitnya belum hilang bi, masa mau lagi??" tanya Bandiah.


"Pelan-pelan aja mi, abi janji umi nggak akan merasakan sakit kok!!" kata Rafli.


"Janji ya...awas kalau abi bohong!!" gerutu Bandiah.


"Iya abi janji deh!!" kata Rafli senang bukan main.


Tak bedanya dengan keadaan Rafli yang sedang bertempur, jauh dari tempat mereka berada sepasang selingkuhan sedang asyik berpacu dalam asmara. Dia adalah Hansen dan Sri.

__ADS_1


Malam itu Hansen beralasan ingin pergi kerumah seorang kenalan lamanya untuk membantu mengubah semua identitasnya dan Anna agar mereka bisa hidup normal di masyarakat.


"Jam berapa mas akan balik?? Anna takut mas, apalagi seperti di luar akan turun hujan deras!!" kata Anna pada Hansen.


"Nggak lama kok Na...lamanya cuma di perjalanan doang!! palingan kurang lebih empat jam aja!! kalau mas pergi, kamu kunci aja pintunya dari dalam, mas bawa kunci serep kok!!" kata Hansen.


"Ya sudah, hati-hati ya mas dijalan!!" kata Anna.


Sore tadi Hansen mendapat pesan dari Sri bahwa suaminya kerja siang, pulangnya nanti jam sebelas malam, Sri minta disuntik oleh Hansen malam ini!!


Mendapat tawaran yang menggiurkan, kucing mana sih yang menolak ikan asin?? meneteslah air liur Hansen apalagi sudah dua minggu dia tidak lagi merasakan liang kenikmatan milik Sri.


Kembali dua pasangan selingkuh itu berpacu menuntaskan hasrat mereka.


Di satu sisi Anna sedang menunggu dalam kecemasan di sisi lain Darto suami Sri sedang banting tulang memeras keringat untuk istri tercinta sementara Sri dan Hansen dengan tak tau dirinya menyalurkan hasrat satu dengan yang lain di rumah kediaman Sri yang lokasinya agak jauh dari tetangga.


Sementara itu....


"Jangan...jangan tembak suamiku...jangaaannnn!!" teriak Shanum ketakutan.


"Sayang...sayang, ada apa??" tanya Indra yang terbangun oleh teriakan Shanum istrinya.


"Shanum bermimpi buruk mas!! Shanum bermimpi mas Indra tertembak karena melindungi Shanum!!" kata wanita ayu itu sambil menangis terisak.


Sangat nyata di dalam mimpinya dia melihat punggung Indra tertembak karena berusaha untuk melindunginya.


Peluru yang semestinya bersarang di dadanya, malah bersarang di punggung suaminya.


"Sstttt...sayang, itu kan hanya mimpi buruk karena mungkin pikiranmu sedang kacau ya!!" tanya Indra lagi sambil membelai rambut istrinya berusaha menenangkannya.


"Entahlah mas, semenjak penganiayaan yang kualami saat itu, aku terus diganggu oleh mimpi buruk!!" kata Shanum.


"Seseorang selalu berusaha mengincar nyawaku, mas...dan kita tidak tau siapa orang misterius tersebut." Kata Shanum demgan wajah pucat pasi.


"Mas Indra tak akan pernah lagi membiarkan siapapun menyakitimu, sayangku!!" kata Indra.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Akankah mimpi Shanum akan menjadi kenyataan??


Mohon dukungannya like, komen, vote, favorite, dan rate nya🙏🙏


__ADS_2