Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 85 Kematian Pingkan


__ADS_3

"Asyik...Anna lagi datang bulan dan aku nggak bisa minta jatah, tapi aku dapat jatah dari Sri yang lebih muuaahh...!!" kata Hansen tersenyum senang.


"Aku mau mandi dulu ah biar wangi biar seger...jadi Sri selalu terkesan jika berhubungan dengan aku, percuma punya wajah ganteng, nuklir besar dan panjang kalau bau!!" kata Hansen tersenyum-senyum lagi.


Sambil menunggu kedatangan Sri, Hansen membersihkan diri dan membersihkan tempat tidur yang nanti bakal dia pakai untuk bertempur dengan Sri.


"Asyik....kalau bisa nanti siang aja kamu pulangnya beib!!" kata Hansen sambil bermonolog seorang diri.


Semenjak tadi perasaan Anna terasa tidak enak. Entah mengapa dia ingin cepat-cepat pulang kerumah.


"Ada apa ya ini?? mengapa perasaanku tiba-tiba jadi tidak menentu seperti ini??" gumam Anna.


Selesai berbelanja dengan cepat dia langsung pergi kepangkalan angkot. Tetapi tetap saja harus menunggu angkot yang akan kembali desa menunggu satu angkot penuh dulu dengan penumpang.


Sementara di kamar Anna dan Hansen. Kedua insan berlainan jenis itu menggelepar-gelepar di atas ranjang hingga satu jam berlalu peluh sudah membanjiri dua insan yang sama-sama berselingkuh itu.


AARRGGHH....


Keduanya sama-sama mengerang panjang saat mereka berdua sama-sama melakukan pelepasan.


"Cukup untuk hari ini ya Sri...ini uang untukmu!!" kata Hansen memberikan beberapa lembar uang ratusan di sela-sela kedua belah lipatan pa*ha Sri yang basah.


"Terima kasih ya mas Hansen...mas baik banget kata Sri lalu mengecup pipi Hansen kemudian mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai.


Tak lama sehabis kepergian Sri, Anna memasuki rumah dengan tergopoh-gopoh.


Player seperti Hansen memang pintar bersandiwara berpura-pura baru bangun tidur dengan penampilannya yang7 acak-acakan.


"Sudah pulang beib??" tanyanya pada Anna.


"Iya...aku tidak berani lama-lama di pasar, takut ada yang mengenali aku!!" kata Anna.


Hansen hanya tersenyum simpul saat dia telah berhasil mengelabui Anna.


*************


"Alhamdulillah...ibu Shanum kondisinya sudah semakin membaik pak Indra!!" kata dokter yang menangani Shanum.


"Syukurlah dokter, saya bahagia sekali nendengarnya!!" kata Indra.


"Maasss!!"


Indra menoleh kearah bed dan dia amat senang melihat istrinya sudah sadar kembali.

__ADS_1


"Alhamdulillah...kamu sudah sadar sayang??" kata Indra menggenggam tangan istrinya.


"Anak-anak bagaimana mas??" tanya Shanum.


"Anak-anak kita baik, kamu nggak usah berpikiran yang berat-berat dulu, yank...agar kesehatanmu cepat pulih kita bisa segera pulang kumpul lagi sama anak-anak!!" kata Indra.


"Sakit mas...!!" kata Shanum meringis menahan sakit di perutnya saat bergerak.


"Jangan bergerak dulu sayang, kamu mau minta apa??" tanya Indra membantu istrinya.


"Mas, kenapa mbak Pingkan benci banget sama Shanum??" kata Shanum sedih.


"Ini semua salah mas Indra sudah tau Pingkan licik masih aja mas Indra biarkan dia mendekati kamu...atas nama Pingkan mas minta maaf sayang!!" kata Indra semakin erat menggenggam tangan istrinya.


*************


Terdengar jeritan histeris dari dalam ruangan.


"Maafkan kami bapak-bapak...ibu-ibu...kami tim dokter sudah berusaha tapi Allah jua lah yang punya kuasa!!"


"Pingkan...jangan tinggalkan mami!!" jerit mami Prianka dalam pelukan suami dan Prita kakaknya.


Operasi pengeluaran peluru dari perut Pingkan berhasil tetapi nyawa Pingkan tak dapat terselamatkan karena banyaknya darah yang keluar.


Pandangan mata mami Prianka terlihat kosong tetapi di dalam hatinya ada dua buah nama yang sangat dibencinya, Indra dan Shanum!!


Karena menurut mami Prianka, karena kedua orang itulah yang menyebabkan kematian putri tunggalnya.


"Aku tidak akan terima dan tak akan tinggal diam dengan semua ini Tiara...kamu juga harus merasakan seperti sakit yang hari ini aku rasakan!!" batin mami Prianka.


Kain putih sudah ditutup di sekujur tubuh Pingkan. Jenazahnya akan dibawa pulang ke rumah duka hari ini untuk di kebumikan.


"Mi, Pingkan meninggal dunia tadi sore di rumah sakit!!" kata papi Jonas.


"Innalillahi wa innalillahi rojiun!!" kata mami Tiara saat dia mendengar kabar ysng dibawa oleh suaminya.


"Sebaiknya Indra jangan diberi tahu, entah mengapa kepercayaan mami terhadap keluarga Prianka sudah hilang semenjak seringnya percobaan pembunuhan yang sering putri mereka lakukan pada menantu kita!!" kata mami Prianka.


"Iya biar Indra fokus merawat istrinya saja, sebaiknya kita pergi minta di temani Dodi dan beberapa yang lain untuk berjaga-jaga!!" kata papi Jonas.


"Sebenarnya mami masih kesal sama Pingkan, tapi ya sudahlah...toh orangnya juga sudah meninggal." Jawab mami Tiara.


Sementara di tempat persembunyian Sheilla.

__ADS_1


"Hiks...hiks...Pingkan, kamu terlalu nekad...untuk apa kamu melakukan semua itu?? seperti laki-laki nggak ada yang lain di muka bumi ini selain Indra!!" kata Sheilla sedih.


"Kalau kamu nggak ada, aku tidak punya teman curhat lagi!! bodoh kamu ini...kamu membuatku kesal!!" kata Sheilla tapi sambil menangis.


Aku mau datang kepemakaman Pingkan, aku ingin melihat sepupuku itu untuk yang terakhir kalinya!!" kata Sheilla lagi.


Merasa kondisi kesehatannya sudah mulai membaik, akhirnya Sheilla memutuskan pergi kembali ke kota asalnya yang terletak puluhan mil jauhnya dari tempat dia berada sekarang.


"Lagi pula penjagaan polisi di perjalanan tidak seketat seperti empat bulan yang lalu." Gumam Sheilla.


Akhirnya Sheilla bersiap-siap pergi. Menurut perkiraannya jika tidak ada aral melintang, perjalanannya kembali pulang ke kotanya memakan waktu sekitar 5 sampai 6 jam, biarlah dia datang kepemakaman di saat semua orang sudah pulang, dia benar-benar merasa kangen pada sepupunya itu.


************


"Ini dalaman siapa ya?? seingatku aku tak punya dalaman renda-renda berwarna hitam begini??" gumam Anna saat hendak mengumpulkan pakaian kotor dan mencucinya.


"Mas...mas Hansen...mas pernah belikan aku dalaman warna hitam renda-renda beginikah??" teriak Anna dari kamar mandi.


Hansen yang sedang sarapan di meja makan tiba-tiba tersedak.


UHUK...UHUK....UHUK


Seketika dia terdiam karena saat kemarin pagi dia main jungkat jungkit di tempat tidur sama Sri, dalaman mereka tertukar...dalaman Sri dipakai oleh Hansen dan dalaman Hansen dipakai oleh Sri.


"Mas...dengar nggak sih?? kok malah diam aja??" kata Anna mengulang pertanyaannya dari dalam kamar mandi.


"Iya...iya...sayang, aku keselek nih!!" kata Hansen lalu berdiri dan menuju kamar mandi.


"Masa kamu lupa, aku pernah membelikannya untukmu waktu itu, kemarin kumasukan kedalam keranjang kotor karena kulihat dalaman itu sudah lama ada di lemari dari pada nanti kamu gatal saat memakainya, jadi kumasukan kedalam keranjang kotor supaya bisa kamu cuci!!" alasan Hansen memang terdengar masuk di akal hingga Anna tidak bertanya lagi.


HUFT...


"Hampir saja..."desis Hansen lalu kembali ke meja makan untuk meneruskan sarapannya yang tertunda hanya karena perkara dalaman.


*


*


***Bersambung...


Apakah perselingkuhan Hansen akan tercium juga?? bagaimana perjalanan Sheilla untuk kembali pulang??


Ikuti terus lanjutan kisah mereka di episode selanjutnya🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2