Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 113 Kenangan Mantan


__ADS_3

"Kamu terima saja, apa yang telah terjadi padamu ini adalah karma atas perbuatan masa lalu kamu terhadap anak dan istrimu." Kata kakaknya seolah menampar kedua pipi Rahman.


"Di, jujur ceritakan pada kakek apakah saat ini kamu sedang hamil?? Lalu di mana suami kamu nak??" Tanya kakek Tomo saat hanya mereka berdua saja di teras rumah kakek Tomo.


Sejenak Bandiah terdiam antara memutuskan berkata jujur atau kah tidak.


"Bandiah memang sudah menikah kek, walaupun kami menikah atas dasar kesalah pahaman warga." Lalu Bandiah bercerita tentang semuanya hingga selesai.


"Jadi suami kamu seorang polisi?? Apakah dia serius dengan kamu Di?? Secara kita ini dari keluarga sangat sederhana!!" Kata kakek Tomo.


"Bandiah tidak tau kek, Bandiah tidak berani menanyakan tentang keseriusannya pada Bandiah." Kata Bandiah lagi.


"Semestinya kamu harus berani bertanya, Di!! Ini untuk kebaikan kamu juga!!" Kata kakek Tomo.


Sementara Bandiah kebimbangan dan keresahan di kampung, di kota Jakarta Rafli seolah kembali menemukan dunianya.


Berkumpul kembali dengan para sahabatnya dan keluarganya.


Hingga saat dia membuka ponsel baru dia sadar sudah hampir seminggu dia dan Bandiah tak ada berbagi kabar lagi.


"Apakah kamu pulang ke kampung hanya sekedar untuk menghindari abi, umi??" monolog Rafli.


Sampai sekarang kabar umi tak ada lagi abi dengar, pesan yang abi kirim sampai kini masih contreng satu.


"Bang Rafli, Zeta, Zoya dan Kanza mau nonton bioskop, ikut kita yuk!!" Kata si kembar itu.


"Iya ayolah bang gabung sama kita-kita mumpung abang ada di Jakarta, masa abang tega liat kita-kita yang cantik ini digoda cowok-cowok?" Kata Kanza.


Akhirnya mereka berempat pergi bersama.


"Abang sudah seperti bodyquard kalian dong jadinya!!" Kata Rafli.


Brakkk!!!


"Maaf...maaf ya!!" Seorang wanita bertubuh tinggi semampai berwajah cantik menabrak Rafli.


"Tidak apa-apa!!" Kata Rafli lalu menoleh kearah wanita cantik itu.


Lama mereka saling bertatapan saling mengenali satu dengan yang lain.


"Tania??"


"Rafli?? Tak menyangka deh bisa bertemu kamu di sini, apa kabarmu sekarang?" Tanya Tania.

__ADS_1


Wajah Rafli sedikit berubah melihat Tania, dia sama sekali tak menyangka bertemu dengan wanita dewasa itu di tempat ini.


Si kembar Zeta dan Zoya yang melihat perubahan mimik wajah Rafli jadi mengerti.


Mereka ingat sekarang siapa wanita dewasa itu. Delapan tahun lalu saat mereka masih duduk di kelas 5 bangku sekolah dasar dan Rafli masih duduk di bangku SMA kelas akhir, Rafli pernah jatuh cinta pada seorang guru bahasa inggris yang cantik bernama miss Tania.


Rafli benar-benar jatuh cinta yang sejatuh-jatuhnya pada wanita blasteran Indo Jerman itu.


Tania tahu Rafli jatuh cinta padanya. Dia pula yang mengajarkan dan mencuri ciuman pertama Rafli tetapi dia pula yang meninggalkan Rafli kembali ke Jerman pada saat hari kelulusan yang semestinya menjadi hari kebahagiaan untuk Rafli karena telah meraih gelar siswa terbaik dengan nilai yang tertinggi.


Tetapi kebahagiaan Rafli menjadi sebuah malapetaka karena Tania meninggalkannya dan menikah dengan laki-laki lain di Jerman sana.


Dengan memendam rasa kecewa semenjak saat itu Rafli berjanji untuk tidak mau mencintai mahluk yang bernama wanita lagi.


Tetapi saat melihat kelembutan Shanum pertama kalinya, dia merasakan jatuh cinta kembali, lalu bagaimana dengan Bandiah?? Apakah Rafli mencintainya??


"Apa kabar Rafli?? Sekali lagi Tania menyapanya.


"Bang!! Si kembar Zeta dan Zoya mengguncang lengannya.


"Eh, saya baik!!" Kata Rafli tergagap membuat Tania tertawa.


Rafli seolah seperti mendengar suara dari surga yang menyejukan kegersangan hatinya selama ini.


"Miss!!" Tanya Tania sambil meninggikan alisnya yang tebal bagai semut berbaris dan rapi walau tanpa pahatan alis sedikitpun.


"Biasanya kamu juga memanggil Tania aja, atau karena kita sudah tidak pacaran lagi ya!!" Goda Tania.


"Ayo bang Rafli katanya mau nonton, cepat dong nanti kita telat." Ucap Kanza yang melihat atmosfer di sekitarnya sudah mulai memburuk.


"Iya bang ayo!!" Rengek kedua sepupunya.


"Eh iya ayo!!" Kata Rafli yang merasa mendapat angin segar untuk meninggalkan tempat itu.


"Sudah dulu ya Tania, para sepupuku sudah mengajak pergi!!" Kata Rafli sambil berlalu.


Tania tersenyum sambil menatap Rafli dari kejauhan.


"Berondong manisku kini sudah menjelma menjadi seorang lelaki dewasa yang sangat tampan!!" Kata Tania.


"Seandainya dulu dia se macho sekarang tentu aku akan mempertahankan dia di depan kedua orang tuaku dibanding aku di suruh menikah dengan Noe." Ucap Tania bermonolog pada dirinya sendiri.


"Abang terkenang masa lalu dengan tante tadi ya bang!!" Bisik Zoya supaya tidak terdengar oleh Zeta dan Kanza.

__ADS_1


"Ingat bang, abang Rafli sudah mempunyai istri, dia memang seorang wanita sederhana tetapi dia menerima abang apa adanya!!" Bisik Zoya.


"Dari mana kamu tau soal itu gadis bandel??" Tanya Rafli penasaran.


Semalam Zoya masuk ke kamar bang Rafli tetapi abang sudah tertidur sambil memeluk ponsel, saat aku ambil dan kucoba menggeser layarnya, tampak foto nikah bang Rafli dan dia." Kata Zoya yang membuat Rafli termenung.


"Ingat bang, Tania hanya masa lalu yang menyakitkan sementara wanita yang ada di ponsel itu adalah masa depan abang!! Aku sebagai adik sepupumu hanya bisa mendoakan saja."


"Ingat dulu abang hampir gila karena ditinggalkan oleh wanita cantik tadi!!" Kata Zoya.


"Kalian berdua berbisik-bisik apa sih?? Filmnya sebentar lagi akan di putar duduklah tenang dan jangan berisik!!" Kata Zeta.


****************


"Hai Di, Assalamualaikum!!" teriak Thoriq dari depan halaman rumah kakek Tomo.


Bandiah yang sedang menyapu halaman berhenti dan menoleh pada Thoriq yang baru saja pulang mengajar.


"Bumil itu nggak boleh terlalu capek lho!!" Kata Thoriq membuat Bandiah seketika mendelik padanya.


"Maaf ya Di, kemarin secara tak sengaja aku ikut mendengar percakapanmu dan kakek Tomo di halaman belakang."


"Rencananya aku kemarin mau mengajakmu nonton ke alun-alun tetapi tidak jadi karena aku mendengar sesuatu yang kamu dan kakek Tomo ceritakan.


"Ini aku bawakan rujak buah untukmu!!" celetuk Thoriq sambil menyerahkan dua kantung rujak buah pada Bandiah.


"Terima kasih ya Riq, aku memang kepengen sejak kemarin tetapi aku tidak tau di mana akan membelinya!!" Ucap Bandiah.


"Kamu makanlah, kita kan best friend!! Melihatmu senang membuatku merasa senang juga!!" Kata Thoriq walaupun apa yang dikatakan di mulutnya berbeda dengan yang diucapkan di hatinya.


"Ternyata kamu sudah ada yang memiliki, Di !!" batin Thoriq sedih.


"Aku sejak dulu menunggu saat seperti ini, ternyata aku kalah cepat lagi." Gumam Thoriq.


"Riq, maafkan aku ya!! Aku tau sejak kita SMA kamu sudah suka sama aku, tapi aku cukup tau diri, Riq!! Kamu anak pak Kades, sedangkan aku apa??" Batin Bandiah sambil menatap wajah sahabatnya itu.


*


*


***Bersambung...


Mohon dukungannya selalu ya reader, like, komen, vote, favorit dan rate nya😊😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2