
Elang dan Indra saling berpandangan dengan wajah cemas.
"Apakah yang ada dipikiranku sama seperti yang ada dipikiran kamu, Ndra??" tanya Elang.
Indra mengangguk. Jika kita berpikiran sama maka keluargamu ada dalam bahaya, Ndra!!" kata Elang kemudian.
"Ya Allah...jika itu benar, sampai segitunya Pingkan menghalalkan segala cara." Kata Indra gelisah.
"Awasi terus dia Ndra...jika dia terus berpura-pura gila maka akan menghambat proses perceraian kalian.
"Dampaknya juga pada keluargamu, Pingkan akan bebas dari jeratan hukum karena dia terkena gangguan jiwa, tekanan mental alias gila!!" kata Elang.
Sementara itu Pingkan sudah dipindahkan perawatannya kerumah sakit jiwa.
Pingkan sudah mulai tenang, dia duduk di tepi ranjangnya menatap keluar jendela kamarnya,
Seulas senyum tersungging dibibir tipisnya.
"Tidak sia-sia mami mengatur semua sandiwara ini!!" gumam Pingkan.
Dia ingat akan kedatangan maminya kemarin menemuinya.
***Flashback on***
"Bagaimana keadaanmu putri mami yang cantik??" sapa mami Prianka menyapa Pingkan.
"Buruk mi, gimana....apa papi dan mami mas Indra mau membujuk mas Indra untuk mencabut tuntutannya??" tanya Pingkan.
"Boro-boro mencabut tuntutannya malah mami diberi wejangan di sana!!" ujar mami Prianka dengan kesal.
"Tapi kamu jangan khawatir Pingkan, mami sudah punya cara yang bisa membuatmu bebas dari semua tuntutan ini yaitu berpura-pura lah kamu menjadi gila, mami sudah membayar seorang dokter gadungan untuk membantu melancarkan aksimu!!" kata mami Prianka pelan agar suara tak didengar oleh siapapun.
"Apa mi??" suara Pingkan naik satu oktaf.
"Kecilkan suara kamu Pingkan, jangan sampai ada yang ikut mengetahui rencana kita ini karena papi kamu aja nggak tau tentang rencana mami!!" ujar mami Prianka.
Pingkan cepat menutup mulutnya sendiri.
"Tapi haruskah dengan pura-pura gila mi?? apa Pingkan bisa berakting seperti orang gila??" tanya Pingkan lagi.
"Ya terserah kamu aja anak nakal, jika kamu mau terbebas dari jeratan hukum maka lakukan apa yang mami perintahkan!!" titah mami Prianka tak terbantahkan.
Pingkan manggut-manggut sesaat kemudian tersenyum manis!!
__ADS_1
"Oke mi!!" katanya.
***Flashback off***
"Mamiku memang mami paling the best sedunia!!" gumam Pingkan sambil tersenyum.
"Shanum...oh Shanum!! jangan mimpi ketinggian perempuan rendahan sepertimu mau mengambil Indra dariku, takdir Indra untukku dan bukan untuk wanita bodoh seperti kamu!!" gumam Pingkan tersenyum lagi.
"Kita lihat saja nanti, bisakah kamu menjadi nyonya Indra untuk mengambil posisiku??" gumamnya.
"Mungkin cintaku pada Indra datangnya terlambat, tetapi setelah Indra lebih memilih Shanum dari pada aku, hatiku rasanya sakit sekali!!" lirih Pingkan.
Tak terasa butiran bening mengalir dari kelopak matanya. Sakit memang sesuatu yang datangnya terlambat untuk disadari, setelah dia pergi barulah kita sadar bahwa kita mencintainya dan itu teramat sakit, apalagi dia memilih yang lain untuk sandaran hatinya sekarang, rasanya sakit sekali!! itulah yang tengah dirasakan Pingkan sekarang.
Dulu di saat Indra mencintainya, memujanya bagai seorang dewi, berkali-kali dia menyakiti hati Indra. Menyakiti dengan berbagai pengkhianatan, dia terlalu percaya diri beranggapan Indra akan tetap bersamanya walau apapun yang terjadi, ternyata dia salah...hati seorang Indra bisa lelah dan bisa menyerah dan dia benar-benar menyerah setelah kedatangan seorang perempuan lembut dan baik hati seperti Shanum hadir di dalam.kehidupannya.
Mungkin Shanum tidak secantik Pingkan dan tidak setenar Pingkan, tetapi Pingkan juga tidak bisa mempuyai hati seputih hati Shanum yang bisa menerima keadaan Indra apa adanya.
Dengan kesabaran dan kelembutannya akhirnya dia bisa meluluhkan hati mami Tiara yang keras seperti batu.
"Tidak...tidak Shanum...aku harus merebut suamiku kembali!!" lirih Pingkan.
***********
Mami tau betul Pingkan itu perempuan yang tidak mungkin tertekan hanya karena masalah seperti ini, kecuali dia mempunyai rencana tersembunyi!!" kata mami Tiara.
"Sebaiknya sore ini juga kita pulang ke mansion!!" ujar papi Jonas.
"Ingat sayang...mulai sekarang jangan pergi kemanapun sendirian karena keadaan sedang genting seperti ini' kata Indra pada istrinya.
"Iya mas...maafkan Shanum ya!!" kata Shanum yang tau bahwa dia bersalah.
Semestinya Shanum belum diperbolehkan pulang oleh dokter, tetapi mami Tiara beralasan bayinya Shanum kasihan jika ibunya terlalu lama di rumah sakit.
Akhirnya sore itu juga mereka pulang kembali mansion dan tepat seperti dugaan mami Tiara yang memang mempunyai insting yang kuat, malam itu sebuah bayangan berkelebat menuju keruangan vvip tempat Shanum di rawat.
Orang itu tampak mengumpat melihat kamar itu sudah kosong. Karena tak puas dengan penglihatannya sendiri, dia berpura-pura bertanya pada perawat jaga seolah dia adalah tamu yang ingin membesuk pasien.
"Sialan...padahal menurut perkiraanku Shanum belum boleh di pulangkan dulu, ternyata beruntung juga nasib pelakor itu!!" umpatnya pelan.
"Sepertinya aku dan mami harus menyusun strategi baru untuk memusnahkan Shanum selamannya dari muka bumi ini." Kata orang bermasker tersebut.
Shanum beristirahat di kamar. Dia tadi mendengar ucapan mami Tiara bahwa Pingkan terkena serangan mental yang tidak labil.
__ADS_1
"Apakah perpisahannya dengan mas Indra yang membuat mbak Pingkan sampai jadi seperti itu??" gumam Shanum.
Dia merasa tertekan juga dengan semua ini, bagaimana dia tidak tertekan...hidupnya dan keluarganya juga menjadi taruhannya.
"Ya Allah...apakah hamba salah jika mencintai Indra?? sehingga begitu rumit dan berliku jalan yang harus hamba lalui untuk menemukan kebahagiaan bersamanya??" lirih Shanum dengan sedih.
"Sayang...kamu kenapa, hemmm!!" bisikan Indra di telinganya membuat Shanum tersadar.
"Aku hanya berpikir mas, sudah benarkah jalan yang aku tempuh untuk mencintaimu??" kata Shanum menatap suaminya.
"Maksudmu?? kita salah jika saling jatuh cinta dan memutuskan untuk hidup bersama??" tanya Indra lagi lalu duduk di samping Shanum.
"Sini...!!" Indra meraih bahu Shanum dan menarik kepala istrinya itu untuk bersandar di dadanya.
"Num, mas mencintaimu pada saat hubungan mas dan Pingkan sudah diambang keretakan...karena mas sudah mencium adanya bibit-bibit perselingkuhan Pingkan tetapi saat itu mas belum tau dengan siapa Pingkan berselingkuh."
"Saat jatuh cinta padamu pun mas belum mengatakan apa pun hanya mas simpan di dalam.hati saja rasa suka itu tidak utarakan kepada siapapun."
"Sampai akhirnya tau Pingkan berselingkuh dengan James sepupu Elang, barulah mas memutuskan Pingkan dengan berdasarkan bukti-bukti yang ada, karena menjelaskan pada Pingkan itu harus berdasarkan bukti-bukti, dia perempuan yang keras kepala dan ngotot walaupun sudah tau dia bersalah tapi tetap saja dia tidak mau di salahkan!!" jelas Indra panjang lebar.
"Lalu letak salah kita di mana?? mas mengatakan mas mencintaimu pada saat mas sudah mengakhiri hubungan dengan Pingkan setelah tau dia berselingkuh walaupun pada akhirnya mami memaksaku untuk menikahi Pingkan saat tau dia sedang hamil dan laki-laki yang menghamilinya meninggal karena kecelakaan untuk mendapatkan status bagi bayi yang di kandung Pingkan."
"Kita juga melakukan hubungan suami istri secara sah saat mas sudah menikahimu, bayi yang kamu kandung juga anak mas Indra dan bukan anak laki-laki lain!!" jawab Indra.
"Kita akan berjuang bersama menghadapi Pingkan dan keluarganya, oke??" kata Indra lalu mengecup lembut rambut hitam Shanum istrinya.
"Kamu berdoa saja semoga masalahku dan Pingkan cepat selesai, agar hubungan kita bisa segera kita resmikan sah secara hukum negara....berdoa juga mohon pada yang Kuasa agar keluarga kita dijauhkan dari semua malapetaka dan marabahaya!!" kata Indra lagi menghibur istrinya yang sedang resah berbalut juga dalam ketakutan.
"Iya mas, Shanum selalu berdoa kok agar keluarga kita selalu dalam lindunganNya." Bisik Shanum.
Baginya tempat ternyaman untuk bersandar saat ini adalah bahu dan pundak suaminya.
Kesabaran dan kelembutan Indra membuatnya semakin lama semakin jatuh hati pada lelaki mantan atasannya di kantor dulu itu.
*
*
****Bersambung....
Mampukah Shanum dan Indra melewati tekanan demi tekanan yang terus dilancarkan Pingkan dan keluarganya??
Ikuti terus kisah mereka di episode selanjutnya ya reader dan jangan lupa dukungannya...terima kasih🙏🙏
__ADS_1