
"Ayah, kita tidak punya banyak waktu lagi, ayo cepat kita mendatangi mansion om Jonas sebelum terjadi sesuatu pada mereka, karena saya sudah beberapa hari tidak mengunjungi Mina di mansion om Jonas dan mami Tiara, ayo cepat ayah...kita harus bergegas kesana!!" Kata Mini lalu menarik tangan Zoe untuk mengikuti dia.
"Mi, hari ini papi akan membawa Wahid dan Kirun ke perusahaan kita di kota C ada sesuatu yang harus papi urus karena tadi pagi mami nggak bisa ikut rapat para pemegang saham itu kan? Mungkin besok siang pagi bertiga baru bisa pulang, mami perbanyak istirahat di kamar ya, agar cedera di kaki mami bisa cepat sembuh.
"Pi, sebenarnya ada yang mau mami bicarakan dengan papi, tapi nanti aja deh tunggu papi pulang besok siang!!" Kata mami Tiara.
"Iya kalau soal keamanan mami nggak usah khawatir sebab Dodi papi tinggalkan di rumah lalu ada orang bayaran Soedibyo yang mengawasi mansion ini secara diam-diam, jadi kalian nggak usah khawatir ya!!" Kata papi Jonas mencium kening istrinya.
Tanpa mereka berdua ketahui, Mina dari luar mendengarkan percakapan mereka berdua.
"Oh jadi ayah akan menginap di perusahaan di kota C dan akan meninggalkan istri tercinta malam ini, oke!! Show time!!" Gumam Mina.
Shanum masih mengurusi keperluan Sandro saat Chika berlari mendatangi kamar ayah mereka.
"Bu...ayah...Rindra nggak ada sama kami dan nenek, apa ada sama ibukah atau ada di kamar oma?" Tanya Chika.
"Lho tadi kan sewaktu ibu mau menyeka ayah kalian, Rindra ada sama kakak dan nenek di kamar!! Kok sekarang bisa nggak ada??" Tanya Shanum juga ikutan panik.
"Ada apa Num??" Tanya Sandro bangkit dari tempat tidurnya.
"Rindra nggak ada di kamar mas!!" Kata Shanum cemas.
"Tenang dulu Num, apa Rindra nggak naik ke lantai dua ke kamar mami kah?" Tanya Sandro lagi.
"Rindra nggak pernah berani naik ke sana sendiri mas, Rindra kan takut kecoak jadi dia kapok nggak berani lagi naik ke lantai dua sendirian." Kata Shanum.
"Tenang Num, coba hubungi mami dulu siapa tau aja Rindra ada di kamar mami!!" Kata Sandro coba memberi solusi.
Tanpa menunggu persetujuan istrinya yang sedang bingung, Sandro mengambil ponsel dan menelpon mami di kamarnya.
Berkali-kali Sandro menelpon tetapi tak ada jawaban dari mami.
"Sepertinya mami sudah tidur, Num!!" Kata Sandro.
"Tidur?? Ini baru jam 8 malam mas, walaupun mami sedang sakit tetapi mami nggak pernah jam segitu sudah tidur, apalagi sampai tidak mengaktifkan ponselnya." Kata Shanum.
"Kita ke kamar mami dulu Num, baru kita mencari Rindra!!" Kata Sandro lalu perlahan turun dari tempat tidurnya.
"Chika, kamu kembali ke kamar kumpul sama nenek sama Chiro...kunci pintu kamar ya nak!! Jangan dibuka kecuali ayah atau ibu yang datang mengetuk!!" Kata Sandro.
Awalnya Shanum tidak mengerti apa maksud perkataan suaminya itu, tetapi dia tidak mau bertanya apa pun dulu.
__ADS_1
"Iya ayah, Chika akan kembali ke kamar dulu!!" Kata Chika lalu dengan cepat berlalu ke kamarnya.
Sandro tampak menelpon Dodi dan beberapa pekerja di mansion lainnya.
"Ayo Num, kita lihat ke kamar mami dulu siapa tau Rindra ada di sana!!" Kata Sandro lalu menggandeng tangan istrinya.
Mereka tiba di depan pintu kamar mami Tiara yang tampak sudah sepi.
TOK...TOK...TOK
"Mi, mami...apa mami sudah tidur??" Kata Sandro.
"Mas, kok pintunya mami dikunci sih??" Tampak Shanum semakin cemas.
Tak lama Dodi dan beberapa orang pekerja datang dengan tergopoh-gopoh ke lantai atas.
"Ada apa mas?? Tanya Dodi.
"Mas Dodi saya minta tolong, kerahkan sebagian pekerja yang masih belum pulang malam ini, sebagian tolong dobrak pintu kamar mami dan sebagian lagi tolong carikan Rindra, sebab Rindra menghilang entah kemana...tapi sepertinya masih berada di sekitar mansion ini!!" Kata Sandro dengan cepat memberi perintah.
Sebagian dari mereka berpencar membagi tugas yang diperintahkan oleh Sandro. Sementara Dodi ikut membantu mendobrak pintu mami karena sudah diketuk bahkan digedorpun pintu kamar mami tidak dibuka dari dari dalam.
Setelah sekian menit mencoba akhirnya pintu kamar mami Tiara terbuka.
Sandro dan beberapa yang lain mendekati pembaringan mami Tiara.
"Mami bukan tidur Num, sepertinya mami pingsan!!" Kata Sandro lalu dia mengecek sekitaran kamar dan mengecek kondisi mami lagi.
"Astagfirullah, mas Dodi tolong hubungi dokter...mami sepertinya kelebihan dosis mengkonsumsi obat tidur!!" Kata Sandro cepat.
Dia memang bukan seorang dokter tetapi sejak kecil dia sudah belajar banyak dari ayah angkatnya dokter Soedibyo.
Mereka semua tampak panik mendengar perkataan Sandro, tetapi Dodi dengan cepat menguasai keadaan dan segera menelpon dokter keluarga.
"Ya Allah, apa sebenarnya yang terjadi dengan keluarga ini?? Apakah kecurigaanku ini benar terbukti??" Kata Shanum bertambah panik dan cemas apalagi melihat kondisi mami Tiara yang tertidur seperti orang mati dan mengingat lagi Rindra yang belum juga ditemukan.
"Tolong kamu jaga mami ditemani beberapa yang lain sementara aku akan membantu mas Dodi dan lainnya untuk mencari Rindra." Kata Sandro.
Dia memeluk istrinya yang sudah menangis karena panik.
"Tenang sayang, mas akan selalu menjaga keluarga kita!!" Bisik Sandro untuk menenangkan istrinya.
__ADS_1
"Kamu tetap di sini Num, mas ke bawah dulu membantu mencari anak kita!!" Kata Sandro lalu berlari mengikuti Dodi.
Shanum terharu menatap suaminya. Keadaan luka di bahunya belum sembuh benar dan Sandro masih amnesia tetapi dia sudah banyak membantu keluarganya.
"Mas Dodi, Mina di mana?? Mengapa kok nggak nampak batang hidungnya?" Tanya Sandro.
Sementara yang lain sibuk mencari tetapi Sandro sama sekali tidak melihat Mina bersama dengan mereka.
Keadaan bertambah kacau saat seluruh akses penerangan di mansion mati total.
"Cepat hidupkan genset paling tidak bisa menerangi sampai kesekitar mansion!!" Perintah Dodi cepat.
"Apa lampu memang mati atau ada yang sengaja menyabotase listriknya??" Tanya Sandro.
Tak lama seorang sekuriti mansion datang dan menyampaikan pesan jika dokter keluarga yang ditelepon tadi mengalami kendala, karena mobilnya nggak bisa masuk ke arah mansion, ada pohon besar tumbang menghalangi jalan jadi butuh waktu cukup lama untuk sampai ke mansion!!" Kata sekuriti itu.
"Mas, aku akan memanggil Shanum untuk mencari Rindra, sementara aku akan kembali keatas jika tidak ditangani dulu maka mami Tiara bisa tidak akan tertolong!!" Kata Sandro.
Shanum dan Dodi dibantu oleh yang lain terus mencari Rindra.
Pencarian dibagi. Ada yang mencari di luar dan ada yang mencari di dalam mansion.
Sebenarnya tadi aku mau menyampaikan sesuatu ke mas Sandro tetapi karena keadaan semua orang panik aku jadi mengurungkan dulu niatku.
"Mbak, coba diingat biasanya den kecil sukanya main kemana saja di mansion ini??" Tanya Dodi.
Aku mencoba mengingat kembali mengingat kesukaan Rindra.
"Masya Allah...aku ingat mas Dodi, jika di luar begini Rindra selalu senang jika bermain di sekitaran kolam renang, tapi kan jika malam begini pagar kolam renang dikunci agar aman!!!" Kata Dodi.
Tapi Shanum tidak lagi menunggu persetujuan Dodi, dia langsung lari kearah kolam renang.
Mas Dodi lihat!! Ada yang membuka pagar kolam renang??" Teriak Shanum menangis karena sudah membayangkan hal buruk akan terjadi pada putranya.
*
*
***Bersambung...
Di mana menghilangnya Rindra??
__ADS_1
Ikuti terus kisah mereka selanjutnya di next episode ya reader😊😊