
"Sudah berkali-kali malahan Hid, tapi ponsel Shanum tampaknya tidak aktif selalu saja panggilannya di luar jangkauan.
"Jangan-jangan Shanum diculik saat dia mau menjemput tadi, Hid??" Kata bu Karti juga panik.
"Diculik?? Satu-satunya musuh mbak Shanum setelah kematian Pingkan adalah Sheilla!!" Kata Wahid.
"Tapi Sheilla pun sudah meninggal dunia." Kata Wahid.
"Lalu siapa?? Apakah ada hubungannya dengan Elang??" Gumam Wahid lagi.
"Bu, Jika ini ada hubungannya dengan Elang berarti mbak Shanum dalam bahaya!!" Kata Wahid.
"Saya harus segera keluar mencarinya bu!!" Kata Wahid lagi.
Belum sampai pintu Wahid keluar, dia sudah dipanggil lagi oleh bu Karti.
"Wahid, kemarilah...ada chat dari Shanum nih!!" Kata bu Karti.
Wahid segera kembali menghampiri bu Karti dan melihat pesan yang masuk dari Shanum.
"Bu, Shanum ada bersama Bandiah, mungkin dalam dua hari ini Shanum nggak pulang tapi nggak apa-apa ibu nggak usah khawatir, Shanum ada di dalam keadaan yang sangat baik-baik saja!!"
"Bu, sekarang Shanum sedang dalam keadaan bahaya, tulisan terakhirnya itu merupakan pernyataan yang berbanding terbalik dari keadaan yang sesungguhnya, bisa jadi dia menulis ini karena berada di bawah tekanan si penculik." Kata Wahid.
"Bu? Wahid harus susul mbak Shanum semoga belum terlambat!!" Lalu Wahid lari cepat menuju halaman depan.
"Run, kamu ikut aku kita naik motor saja, kita mau mencari mbak Shanum!!" Ajak Wahid pada Kirun.
Mereka menelusuri sepanjang jalan yang mereka lewati siapa tau bertemu dengan Shanum.
"Mas Wahid lihatlah!!" Tunjuk Kirun pada sesuatu di depan mereka.
"Lho itu kan motor matik milik mbak Shanum, kok bisa ada di sini?? Terus mbak Shanum nya mana??" Tanya Wahid pelan.
"Mas lihatllah semak belukar di sebelah kirimu seperti habis dilewati orang!!" Kata Kirun.
Wahid dan Kirun kembali melakukan pemeriksaan tempat itu dan mengikuti arah rebahnya semak-semak itu.
"Fix..seseorang menculik mbak Shanum dan berat dugaanku itu Elang!!" Kata Wahid
Mereka berdua terus mengikuti hingga kejalan raya di sebelah semak belukar itu agak jauh dari motor Shanum terparkir tadi.
"Apa ini??" Kata Kirun sambil melihat sesuatu yang berkilau di tanah.
"Jam tangan??" Gumam Wahid.
Tampak sebuah jam tangan bersinar terkena cahaya bulan tergeletak di tanah berumput itu.
__ADS_1
"Ini jam tangan Rolex, jam tangan ini seperti yang sering dipakai oleh mas Elang!!" Jawab Kirun.
"Kamu benar Run, sekarang kita harus berpikir kemana mas Elang membawa Shanum pergi??" Tanya Kirun.
"Dua hari lagi pernikahan akan segera berlangsung dan kita masih punya waktu sampai besok!!" Kata Wahid.
"Sebaiknya kita cepat pulang dan melaporkan hal ini pada nyonya dan tuan Fahreza dan kita harus segera menghubungi mas Sandro." Kata Wahid pada Kirun.
Dengan cepat keduanya kembali ke tempat mereka menemukan motor Shanum tadi dan membawanya pulang.
***************
"Apa Shanum diculik??" Tanya Sandro saat dia mendengar kabar yang disampaikan Wahid.
Seluruh keluarga Fahreza sudah berkumpul begitu pun dengan dokter Soedibyo dan Sandro.
"Bagaimana ceritanya mi kok Shanum bisa sampai diculik??" Tanya Sandro.
Lalu Wahid yang dipamiti oleh Shanum sore tadi bercerita tentang kronologi kejadian awalnya.
"Siapa itu Bandiah??" Tanya Sandro pada mereka semua.
"Bandiah adalah sahabat karib Shanum, dia sedang hamil dan rencananya ingin menghadiri acara pernikahan Shanum dua hari lagi makanya dia berinisiatif untuk menginap di sini!!" Kata bu Karti.
"Berikan nomor teleponnya padaku!!" Kata Sandro.
"Coba kamu telepon nomor suaminya!!" Kata papi Jonas memberikan nomor ponsel Rafli.
DDDRRRRRTTTTT
π±"Assalamualaikum, bisa bicara dengan Rafli??"
π±"Iya saya sendiri, ini siapa??"
π±"Ini calon suami Shanum, Shanum hilang saat hendak menjemput istri anda!!
π±"Istri saya malah hilang mulai siang katanya mau ke mansion keluarga Fahreza tetapi Shanum sempat menelpon bahwa istri saya tak pernah sampai kesana!!"
π±"Apakah yang membawa istrimu adalah orang yang sama dengan yang menculik Shanum??"
π±"Bukan, yang menculik istri saya seorang wanita yang bernama Tania dan hingga kini istri saya belum ditemukan.
Terdengar nada putus asa dari Rafli di seberang sana!!"
Lalu Rafli memutuskan sambungan teleponnya. Dia benar-benar tengah putua asa sekarang.
"Bandiah malah hilang dalam perjalanan menuju kemari!!" Jawab Sandro resah.
__ADS_1
"Tetapi saya yakin mas bahwa yang menculik Shanum itu adalah Elang." Kata Wahid sangat yakin.
Dia pun menunjukan jam tangan Rolex yang dia temukan di lokasi hilangnya Shanum tadi.
"Jika memang Elang yang menculik Shanum benar-benar dia mencari mati!!" Kata Sandro geram.
***************
"Bagaimana nak, semoga nyenyak tidurmu semalam!!" Kata ibu Maria yang telah menolong Bandiah melahirkan semalam dan juga telah memberinya dan putranya tempat tinggal.
"Bu, saya ingin pulang ke rumah tapi bagaimana ya bu...saya khawatir suami saya saat ini sedang mencari-cari saya!!" Ujar Bandiah.
"Sabar ya nak, kami tidak mempunyai kendaraan lain selain sepeda tua ini, tapi kamu jangan khawatir biasanya setiap seminggu sekali ada truk pick up yang akan mengambil hasil kebun dari penduduk di sekitar sini nanti kita akan turun ke kampung sekalian bapak biasanya membawa lombok dan sayuran ke kota!!" Kata ibu Maria.
Akhirnya Bandiah hanya bisa menurut saja sambil menunggu angkutan yang di tunggu datang minggu depan.
************
"Mi, abi yakin umi masih hidup!! Sudah seharian ini abi mencari bersama tim tapi belum ketemu juga!!" Kata Rafli nyaris putus asa.
"Umi, abi hanya bisa berdoa di manapun umi berada semoga selalu dalam lindunganNya.
"Kapten...coba lihat kemari!!" Teriak sersan Surya dari tempat dia berdiri.
Dengan cepat Rafli menghampiri Surya yang sedang memegang sesuatu.
"Saya menemukan ini di semak-semak kapten!!" Katanya sambil memberikan sesuatu.
"Cincin?? Ini cincin kawin saya dan istri saya sersan!!" Kata Rafli menggenggam cincin yang ditemukan Surya itu dengan mata berkaca-kaca.
"Sayang kamu di mana?? Mengapa cincin ini sampai terlepas dari jari tanganmu, pasti kamu terjatuh hingga cincin ini bisa terlepas, tapi kamu terjatuh di mana? Sudah seharian kami mengelilingi jurang ini tetapi kamu belum bisa ditemukan juga!!" Kata Rafli.
Sementara itu Tania yang telah ditolong dan sekarang sedang dirawat di rumah sakit akibat pendarahan hebat yang dia alami sewaktu menjatuhkan dirinya dari dalam mobil.
Perlahan Tania mulai sadarkan diri.
"Di mana aku ini??" Lirih Tania perlahan sambil menoleh kekanan dan kekiri.
"Rumah sakit??" Desis Tania.
Perlahan dia mengumpulkan kembali ingatannya pada saat dia dan Bandiah saling baku jambak rambut sebelum dia meninggalkan wanita yang hamil besar itu sendirian di dalam mobil yang siap terjungkal ke dalam jurang!!
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Lanjut ke episode berikutnya ya readerππ