
Di dalam kamar tampak Sandro duduk bersandar di tempat tidur sambil meringis menahan sakit tetapi matanya menatap kearah pintu pada ketiga orang yang baru masuk itu!!"
Datar...!!
Itulah kesan pertama yang didapat oleh Jonas dan dokter Soedibyo saat bertatapan dengan Sandro.
"Maaf, ada apa ya kalian beramai-ramai datang ke kamar saya??" Tanya Sandro.
Kedua lelaki tua itu saling pandang.
"Sandro, ini papi dan yang ini papi mertuamu, wanita yang berdiri di sebelahmu itu adalah istrimu!!" Jelas dokter Soedibyo.
"Papi? Mertua? Kalau wanita itu tadi memang sudah mengaku istri saya tapi maaf saya tidak mengenali kalian semua!" Kata Sandro.
Semakin dia mencoba mengingat, semakin dia merasakan sakit yang hebat di kepalanya.
AUUWWWHH....
Sekali lagi Sandro merintih kesakitan.
"Sudah cukup pi, mas Sandro sangat kesakitan...Shanum tak tega melihat mas Sandro menderita seperti itu!!" Kata Shanum dengan mata berkaca-kaca.
"Mengapa bisa jadi seperti ini dokter??" Tanya papi Jonas.
"Kemungkinan Sandro sebelum pingsan mengalami cedera di bagian otaknya atau kemungkinan ada peradangan di otaknya!!" Jelas dokter Sandro.
"Apa ada kemungkinan Sandro bisa ingat kita kembali, pi??" Tanya Shanum.
"Insya Allah bisa Num, walaupun mungkin sulit!! Tetapi tak ada yang tidak mungkin di dunia ini thoh?? Selama Allah berkehendak??" Kata dokter Soedibyo.
Sebaiknya kalian berdua keluar dulu biar papi cek dahulu keadaannya!!" Kata dokter Soedibyo lagi.
Setelah Shanum dan papi Jonas keluar, dokter Soedibyo mendekati Sandro.
"Sandro Soedibyo!!! Kamu bisa membohongi istri dan mertuamu, tetapi jangan harap kamu bisa membohongi papi kamu ini!! Papi tau kamu hanya berpura-pura hilang ingatan, apa sebenarnya yang menjadi tujuanmu??" Tanya dokter Soedibyo.
Sandro menatap papinya sesaat.
"Semua demi Shanum dan keluarga ini!!" Jawab Sandro datar.
__ADS_1
"Apa maksud kamu Sandro??" Tanya papi nya seraya mengerutkan dahinya.
"Jika Sandro tidak melakukan ini berpura-pura lupa semuanya, papi pikir Shanum dan yang lainnya akan selamat??" Kata Sandro semakin membuat dokter Soedibyo tidak mengerti.
"Pi, di mansion ini sudah disusupi oleh seseorang yang berniat untuk menghabisi Shanum maupun Sandro."
"Dengan berpura-pura hilang ingatan begini Sandro bisa mengamati satu persatu mereka yang berinteraksi dengan kita, karena sesungguhnya Sandro juga belum tau siapa dia!!" Kata Sandro.
"Bagaimana kamu bisa tau??" Tanya papi nya lagi.
"Dua malam lalu, sebenarnya Sandro sudah sadar dari dua hari yang lalu!!" Kata Sandro.
***Flash back on***
"Aduh, kepalaku sakit banget sih??" Gumam Sandro perlahan.
"Aku di mana ini?? Oh iya, aku ingat aku tertembak di bahuku!!" Gumam Sandro lagi.
"Mana Shanum istriku ya?? Kok aku ditinggal sendirian sih?? Apa Shanum ada di kamar mandi ya?? Seperti ada suara gemericik air di kamar mandi!!" Gumam Sandro perlahan.
Dia hendak bangun dari pembaringannya saat sudut matanya menangkap sesuatu yang bergerak di luar balkon.
"Siapa itu?? Manusia kah??" Bisik Sandro perlahan.
Saat si bayangan hitam berhasil masuk melalui jendela yang terbuka, Sandro berpura-pura kembali memejamkan matanya seolah dia masih pingsan.
"Ohhh baguslah kamu bayi besar, kalau bisa kamu tidak usah sadar aja selamanya, jika kamu sampai sadar dan berhasil mengungkap semua maka istri cantik kamu yang berada di kamar mandi itu beserta anak-anaknya lah yang akan menjadi korban!!" Desis si baju hitam perlahan.
"Atau bagaimana jika aku membantu kamu untuk menghilang selamanya dari muka bumi ini, ganteng?? Salah kamu sendiri punya mata setajam elang dan punya lidah setajam silet, kamu sangat berbahaya jika aku biarkan hidup!!" Kata si baju hitam sambil perlahan hendak mengambil bantal di atas kepala Sandro hendak menutupkannya kewajah Sandro yang tergeletak tak berdaya.
"Shanum, please...cepat keluar dari kamar mandi!!" Batin Sandro dengan perasaan berdebar.
Dia belum bisa menggerakan anggota tubuhnya dengan sempurna, ditambah dia baru saja sadar dari pingsannya, kondisinya masih sangat lemah.
CEKLEK....
"Sial...dasar wanita sialan!! Desis si baju hitam lalu dengan cepat melompat keluar jendela dan dengan sigap setelah beberapa kali berjumpalitan dari lantai dua kebawah yang cukup tinggi dia lalu menghilang dalam pekatnya malam.
"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah...Engkau telah menyelamatkan nyawaku!!" Batin Sandro dengan perasaan lega saat dia melirik dari ekor matanya Shanum istrinya membuka pintu kamar mandi, sepertinya dia habis wudhu mau melaksanakan sholat tengah malam seperti biasa yang dia lakukan.
__ADS_1
"Lho...kok jendelanya terbuka lagi? Perasaan tadi sudah aku rapatkan hanya belum aku kunci, apa angin di luar bertiup sangat kencang ya!!" Gumam Shanum sambil berjalan kearah jendela dan menutup kembali jendela itu, sekali ini dia mengunci rapat agar tidak terbuka lagi dihembus oleh angin.
Sebelum mengenakan mukenanya Shanum memandang lagi pada Sandro.
Dia melihat ada yang sedikit aneh pada kamar mereka.
"Perasaan bantal itu tadi tidak di sana posisinya, masa angin juga mampu menggeser posisi bantal ya? Atau mungkin aku aja yang tudak begitu ingat tadi, tapi seingatku itu bantal ada tepat di atas kepala mas Sandro tetapi mengapa sekarang posisinya jadi bergeser ya?" Gumam Shanum.
Lalu dia membenarkan posisi bantal tersebut lalu kembali mengecek keadaan suaminya sebelum dia memulai sholat malamnya.
Sandro tampak menarik napas lega.
"Alhamdulillah, sekali ini aku masih diberi keselamatan!! Tampaknya aku harus berpura-pura hilang ingatan agar aku bisa mengetahui siapa orang yang akan membunuhku itu sebenarnya juga untuk menyelamatkan istri dan anak-anakku juga orang tua dan mertuaku!!" Batin Sandro.
***Flashback off***
"Begitu kira-kira ceritanya pi, dan Sandro meyakini orang itu ada di antara keluarga ini tapi Sandro belum bisa menebak siapa dia!!" Jawab Sandro.
Belum selesai mereka bercakap-cakap tiba-tiba...
CEKLEK..
"Sandro...mami dengar kamu sudah sadar, bagaimana keadaanmu??" Tiba-tiba mami Tiara masuk kedalam kamar.
Untuk sesaat Sandro dan papi nya saling pandang, lalu...
"Maaf ibu ini siapa ya??" Tanya Sandro lalu mengarahkan pandangan matanya kearah belakang dokter Soedibyo.
Mami Tiara terkesiap. Berarti benar apa yang dikatakan oleh Shanum dan suaminya bahwa Sandro telah kehilangan ingatannya.
Keterkejutan mami Tiara juga dialami oleh seorang maid bertubuh tinggi semampai yang berdiri di belakang mami Tiara.
Sandro pernah beberapa kali bertemu dengan maid yang satu itu, dia memang jarang terlihat karena dia khusus melayani keperluan Jonas dan Tiara karena Mina nama maid tersebut sebenarnya lulusan S1 dan sempat bekerja di perusahaan Jonas tetapi karena Jonas menyukainya cara kerja Mina yang sangat bagus maka Jonas meminta Mina langsung untuk menjadi asisten Tiara dan bekerja langsung di mansion mereka.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya?
Ikuti terus kisah mereka dalam episode selanjutnya ya reader dan jangan lupa dukungannya๐๐๐๐