
"Hujan, apakah dia juga sedang memikirkan aku seperti aku yang selalu memikirkan dia??"
"Tak adakah sedikit saja tempat di hatinya untuk aku??"
"Rasanya aku ingin kembali menjadi cleaning service lagi agar bisa tetap dengan dia seperti dulu!!" Rafli Andarian terus bergumam di dalam kesendiriannya.
"Mbak Shanum...aku merindukanmu, aku ingin kembali bisa bekerja di sana lagi supaya bisa bertemu setiap hari denganmu!!" gumam Rafli seraya menatap tetesan air hujan.
"Rafli....kamu kenapa??? opa lihat semenjak pulang dari kota B, wajahmu terlihat selalu saja murung, ada apa??? coba cerita sama opa!!" kata Opa Yansen.
"Tidak ada apa-apa opa...Rafli baik-baik saja kok!!" elak Rafli.
"Waktu itu saja saat opa nenugaskanmu pergi kerumah sakit di kota B, kamu menolaknya mati-matian...tapi sekarang nampaknya kamu yang tidak ingin pulang dari sana!! apakah kamu menemukan permata yang berharga di rumah sakit itu??" tanya opa Yansen sambil tersenyum.
"Lebih dari sekedar permata opa...dia tak bisa dinilai dengan permata semahal apapun!!" tegas Rafli.
"Wah...nampaknya cucu opa ini sedang jatuh cinta rupanya, wanita mana gerangan yang mampu membuat si gunung es yang bawel ini jatuh cinta??" kata opa sambil tersenyum menggoda Rafli.
Dia wanita biasa saja, opa...dia tidak kaya, tidak memiliki jabatan, dia tidak cantik tapi dia begitu mempesona dengan segala kelembutan dan kesabarannya...itulah yang membuat Rafli jatuh cinta kepadanya!!" kata Rafli Andarian.
Opa Yansen hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. Semenjak kedua orang tua Rafli meninggal dalam kecelakaan pesawat dua puluh tahun lalu, opa dan oma Yansen lah yang merawat Rafli tetapi oma telah berpulang di saat usia Rafli genap dua puluh tahun berarti sekitar lima tahun yang lalu!! maka hanya opa Yansen lah kini yang Rafli punya.
Rafli tal lagi bicara, dan opa Yansen pun meninggalkan Rafli tak ingin mengganggu keasyikan lamunan Rafli.
************
"Mbak Anni jangan sering keluar malam lho...nggak dengar berita di televisikah??" tanya ibu tetangga rumah sewaan Sheilla.
"Berita apa bu??" tanya Sheilla.
"Mendengar desas desus kabar berita, buronan polisi yang bernama Sheilla itu melarikan diri dan bersembunyi di kampung kita ini...tapi entah di mana tak ada yang tau." Kata ibi tersebut sambil menyapu halaman.
"Oh iya?? bagai mana sih ciri-ciri buronan itu bu??" tanya Sheilla pura-pura tidak tau.
"Orangnya tinggi seperti seorang model, cantik dengan rambut kepirangan dan berkulit putih seperti susu." Kata ibu itu menerangkan.
__ADS_1
"Apakah dia berbahaya bu?? sebenarnya dia salah apa sih sampai menjadi buronan polisi begitu??" tanya Sheilla lagi.
"Terlepas dia berbahaya ataupun tidak, ibu tidak tau mbak Anni, tapi setau ibu yang namanya buronan polisi itu wanita ataupun pria ya tetaplah berbahaya, mereka sanggup membunuh siapapun untuk bisa mencapai apa yang dia inginkan!!" kata ibu tersebut.
"Wihhh...bahaya juga ya bu!!" kata Sheilla.
"Makanya mbak Anni jangan suka pulang malam hari!!" kata ibu itu lagi.
"Ya mau bagaimana lagi bu, saya kan harus bekerja...jika tidak bekerja saya mau makan apa, dan bayar sewa rumah pakai apa??" kata Sheilla.
"iya juga sih mbak tapi tadi ibu melihat juga berita di televisi komplotan Sheilla yang bernama Hansen itu berhasil meloloskan diri bersama kekasihnya kalau tidak salah namanya Anna!!" keterangan ibu tersebut sontak membuat Sheilla kaget, untung Sheilla memakai topeng tipis yang senada dengan kulit wajahnya sehingga perubahan wajah aslinya saat mendengar berita yang di sampaikan ibu tersebut tidak kentara.
"Keparat kamu Hansen...ternyata kamu ada main dengan Anna selama ini di belakangku!! bodohnya aku ikut menjadi koruptor demi kamu dan berselingkuh dari suamiku juga demi kamu, tetapi apa balasanmu Hansen jaha*nam??" rutuk Sheilla dalam hati.
"Pantas jika aku telepon ingin bertemu, ada saja alasanmu untuk menghindar dari aku, rupanya inilah sudah yang jadi penyebabnya." batin Sheilla terasa pedih.
"Inilah karmaku karena aku nempermainkan cinta Elang suamiku, sekarang aku sudah menanggung akibatnya!!" gumam Sheilla.
*************
"Kita mau kemana Hansen??" tanya Anna saat mereka berhasil meloloskan diri dengan memperdaya polisi dan supir mobil yang mau membawa mereka kepenjara.
"Aku sudah menyiapkan segalanya di rumah itu termasuk ada ruang bawah tanah tempat aku menyimpan uangku!!" kata Hansen lagi.
"Kupikir kamu menyimpan semua uang dan aset berhargamu di bank??" kata Anna.
"Kamu pikir aku ini bodoh Anna, kalau aku menyimpannya di bank sudah tentu kita tak memiliki apapun setelah kita kabur begini!!"
"Dan aku juga tau bahwa nyonya tua ku Sheilla yang cantik itu juga sama, tak menyimpan uangnya sepeserpun di bank." Jawab Hansen.
"Hansen, bagaimana cara kita bisa meloloskan diri dan pergi menuju rumah tersembunyi milikmu??" tanya Anna.
Mereka masih berjalan menyusuri pinggiran hutan menghindari kejaran polisi. Suara sirine polisi terdengar ramai di kejauhan.
"Sssttt...kamu lihat motor itu??" tunjuk Hansen pada Anna.
__ADS_1
"Orangnya kemana ya??" tanya Anna ikut berbisik.
"Kalau nggak salah lihat kunci motor itu tergantung di motornya sepertinya yang punya sedang buang air kecil...ayo!!" dengan mengendap-endap Hansen mendekati seorang lelaki yang sedang berdiri menghadap kesebuah pohon.
Dengan hati-hati dan tanpa suara Hansen mendekati laki-laki itu. Hansen yang menguasai ilmu bela diri yang lumayan memukul tengkuk laki-laki itu dan membuatnya seketika roboh pingsan ketanah tanpa tau siapa yang telah menyerangnya.
"Ayo cepat sini!!" Hansen memberi kode pada Anna untuk mendekat.
"Kamu apakan orang itu Hansen?? tidak kamu bunuh kan??" tanya Anna khawatir.
"Tenang Anna, satu jam lagi dia akan sadar...ayo kita pakai motornya dan segera pergi dari tempat ini sebelum polisi mencium keberadaan kita." Kata Hansen.
Si pemilik motor itu ternyata hendak pergi memancing, semua peralatan memancingnya dibuang oleh Hansen.
"Lumayan...kita bisa melewati jalan hutan dengan motor trail ini...pegangan yang kuat Anna kita harus secepatnya bisa sampai ke rumahku!!" kata Hansen.
*************
"Kenapa Chika dan Chiko berhenti bernyanyi??" tanya oma Tiara.
"Sepertinya mereka lelah dan mengantuk!!" kekeh Indra melihat kelakuan anak sambungnya itu.
"Nggak usah anaknya, noh emaknya juga tidur!!" kata bu Karti menunjuk Shanum yang tertidur sambil menggendong Rindra.
Mereka tertawa geli melihat kelakuan anak beranak itu.
"Gemesinnya istriku itu!!" batin Indra sambil tersenyum.
Mereka kembali ke kota dengan tidak membawa banyak barang, hanya beberapa helai baju saja.
"Pada ngorok mereka semua!!" kata opa Jonas tertawa geli.
*
*
__ADS_1
***Bersambung...
Ikuti terus kisah mereka selanjutnya ya reader dan jangan lupa like, komen.vote, favorite dan rate nya🙏🙏