Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 136 Kabur


__ADS_3

"Di mana aku ini??" Lirih Tania perlahan sambil menoleh kekanan dan kekiri.


"Rumah sakit??" Desis Tania.


Perlahan dia mengumpulkan kembali ingatannya pada saat dia dan Bandiah saling baku jambak rambut sebelum dia meninggalkan wanita yang hamil besar itu sendirian di dalam mobil yang siap terjungkal ke dalam jurang!!


Dia pun meraba perutnya. Ketika ingatannya kembali pulih dia bisa mengingat kembali saat dia mengalami pendarahan karena perutnya terhantam batu saat dia menjatuhkan dirinya saat mobil yang mereka tumpangi mulai meluncur ke dalam jurang.


"Tidaakk!! Bayiku, bagaimana bayi ku dokter!!" Teriak Tania histeris.


"Tenang bu, kondisi ibu masih lemah, tenanglah dahulu!!" Kata seorang dokter menenangkan Tania.


"Bagaimana saya bisa tenang dokter, bagaimana dengan bayi saya??" Teriak Tania lagi.


"Kami minta maaf bu, bayi ibu tak bisa kami selamatkan!!" Kata dokter itu semakin membuat Tania histeris.


Dengan terpaksa dokter itu memberikan suntikan penenang kepada Tania.


"Bagaimana keadaan pasien itu dokter iksan??" Tanya Rafli.


"Dia sepertinya sangat syok kapten, jadi tidak bisa ditanya apalagi untuk dimintai keterangan!!" Kata dokter Iksan yang menangani Tania.


Rafli hanya bisa menarik napas panjang saat menyaksikan keadaan Tania.


Dia sendiri pun tengah dilanda kegalauan karena hingga detik ini Bandiah tidak juga bisa ditemukan.


Sementara itu...


"Sayang, mas mau membeli keperluan pernikahan kita dulu ya ke kota, kamu jangan kemana-mana ya tetap saja di dalam kamar ini, pintunya mas Elang kunci karena mas tidak bisa mempercayai kamu, nanti kamu pasti berniat ingin melarikan diri!!" Jawab Elang menyeringai pada Shanum.


Sejak kemarin ketika menginjakan kaki di rumah ini Shanum hanya tidur-tidur ayam, dia takut Elang akan mengingkari janjinya untuk tidak menyentuhnya.


"Apakah mas belum mempercayai aku??" Tanya Shanum.


"Lagi pula bagaimana aku bisa melarikan diri di tengah perkebunan begini??" Tanya Shanum.


"Oke, kamu tidak mas kurung dalam kamar tetapi akan mas kurung dalam rumah, pintu rumah akan mas kunci dari luar!!" Kata Elang.


Setelah itu Elang meninggalkan Shanum sendirian.


"Mas tidak akan lama perginya sayang!!" Kata Elang.


Setelah mobil Elang hilang di kelokan jalan, Shanum kembali melihat di sekitar ruangan.


Semua tertutup rapat seolah tak ada lagi jalan untuk meloloskan diri.

__ADS_1


Shanum berjalan mondar mandir hingga dia berhenti di kamar mandi.


Dia memandang keatas ada semacam celah terbuka di atasnya.


Dengan cepat Shanum mengambil kursi di dekat meja makan. Dia menaiki kursi tersebut dan memeriksa celah di plafon kamar mandi tersebut.


Perlahan dia mencoba menggesernya dan...


"Berhasil!!" Bisik Shanum.


Dengan cepat dia memeriksa keatas dan sesuai dugaannya itu menuju keluar.


Setelah meyakinkan diri, Shanum turun kembali untuk mengambil sesuatu di kamar Elang yang tidak dikunci.


Dia tidak menemukan ponselnya yang disimpan oleh Elang tetapi dia menemukan beberapa lembar uang ratusan di lipatan baju Elang.


"Maaf ya mas Elang, uangku kuambil beberapa lembar karena aku yakin di jalan nanti aku pasti membutuhkannya!!" Kata Shanum.


Lalu dia mengambil jaket dan dengan cepat mengenakannya. Tak lama Shanum kembali ke tempat semula.


Dengan susah payah Shanum kembali naik keatas setelah itu dia perlahan merayap melewati celah sempit dan melompat ketanah.


Sesaat Shanum bingung mau pergi kearah mana, di saat itu matanya melihat sebuah sepeda tua yang tersandar di samping rumah besar itu.


Dengan cepat Shanum mengambil lalu mengayuhnya karena dia ingat jalan masuk dari jalan utama kerumah Elang cukup jauh jika berjalan kaki.


Dia sampai dijalan utama...


"Ya Allah, aku ada di mana ini?? Jalan ini sepi sekali??" Gumam Shanum.


Tanpa pikir panjang lagi kembali Shanum mengayuh sepeda tua itu sekuat tenaganya. Kurang lebih sepuluh menit ada sebuah bus datang dari arah belakangnya.


Shanum berhenti di pinggir jalan.


"Tampaknya seperti bus pariwisata!!" Gum Shanum lagi sambil menyetop bus tersebut.


Benar saja ketika bus berhenti Shanum melihat isi bus tersebut lumayan penuh.


Dia naik ke bus tersebut meninggalkan sepedanya di pinggir jalan lalu duduk di tempat yang masih kosong.


Tidak berselang lama, mobil Elang berselisihan dengan bis tersebut. Hati Shanum berkebat kebit saat dari tempat duduknya dia melihat Elang menyetir, bersama seorang wanita yang duduk di sebelahnya.


Bis melaju cepat meninggalkan tempat itu.


Sementara di dalam mobil...

__ADS_1


"Gila kamu ya...kamu besok sudah mau menikah, calon istrimu ada di rumah kamu sandera sekarang ini, bisa-bisanya kamu membawa aku pulang ke rumahmu!!" Kata wanita yang duduk disebelah Elang.


"Sudahlah Santi, kamu tak usah khawatir soal itu!! Aku juga sudah berjanji dengan Shanum hari ini terakhir aku bermain dengan wanita dan dia menyetujuinya!!" Kekeh Elang.


"Terus kita mau bercinta di mana?? Masak calon istri kamu itu harus menonton kita main kuda-kudaan??" Tanya wanita cantik yang bernama Santi itu.


"Di rumahku ada tiga kamar, kita bisa pakai kamar di belakang dan Shanum tetap tinggal di kamar utama yang ada di depan supaya dia tidak mendengar suara pertempuran kita!!" Kata Elang sambil tersenyum.


"Dasar maniak sek*s!!" Kata Santi sambil menggelengkan kepalanya.


"Sudahlah Santi, intinya kamu kubayar ya sudah kamu jalankan saja tugasmu menyenangkanku hari ini!!" Kata Elang.


Lalu tanpa Elang ketahui jika Shanum sudah tidak ada lagi di rumah itu begitu tiba di rumah tidak langsung mencari Shanum melainkan menuntaskan hasratnya dulu bersama wanita yang dibayarnya itu.


Setengah jam berlalu barulah Elang turun dari tempat tidur. Kamar tempat dia dan Santi bergelut tadi ada di belakang.


"Apa Shanum sedang di kamarnya ya?? Kok sejak tadi nggak ada suaranya??" Gumam Elang.


Bergegas Elang masuk ke kamar yang ditempati Shanum semalam.


"Num, kamu di mana?? Mas sudah pulang??" Kata Elang.


Tetapi kamar itu kosong dan rapi.


Kok tidak ada ya?? Apa dia ada di kamar sebelahnya??" Gumam Elang.


Dengan cepat Elang masuk tetapi tetap sama kamar itupun kosong.


"Shanum??" Teriak Elang.


"Kurang ajar, apa kamu kabur dari mas Elang Shanum??" Teriak Elang lagi.


Elang memeriksa seluruh penjuru rumah dan pandangan matanya terhenti pada kursi makan yang sudah berpindah ke kamar mandi.


Dia mendekati kamar mandi tersebut dan menggeram marah melihat plafon di atas kamar mandi tergeser.


"Dasar perempuan sialan, aku menghormati kamu dan berusaha untuk tidak menyentuhmu, aku lebih rela memuaskan hasratku dengan wanita bayaran tetapi inikah balasanmu, Shanum??? Teriakan Elang yang menggelegar mengagetkan Santi yang sedang beristirahat di kamar belakang.


Dengan cepat wanita itu mengenakan pakaiannya dan bergegas keluar untuk melihat mengapa Elang berteriak histeris seperti itu.


Dan dia mendapati di ruang makan Elang tampak marah besar dan mengamuk hebat. Dia melempari semua perabotan yang ada di situ dan mengamuk sambil meneriakan nama Shanum.


*


*

__ADS_1


***Bersambung...


Mohon dukungannya selalu ya reader, like, komen, vote, favorit dan rate nya🙏🙏🙏


__ADS_2