
"Kamu itu bisa nggak sih kalau mau masuk ruangan itu ketuk pintu dahulu apalagi ruangan itu bukan ruangan kerja pribadi kamu!!" ucap Elang tegas.
Wajah Sheilla menjadi sangat merah menahan kesal dan malu melihat perlakuan Elang padanya terlebih di sana ada pemuda menjengkelkan yang membela Shanum dihadapan banyak orang kemarin dan berusaha untuk menjatuhkan dia.
"Apa sih beb?? aku kan istrimu??masa harus mengetuk pintu juga??" kata Sheilla dengan gusar.
"Di sini kita sama, sama-sama karyawan walaupun di rumah kita suami istri jadi hargailah sopan santun!!" ucap Elang.
"Jika tidak ada lagi yang harus bapak sampaikan pada saya kalau begitu saya permisi dulu ya pak, !!" kata Rafli lalu pamit mundur diri.
"Mau apa itu cleaning service datang kemari?? mau minta maaf padamu kalau dia sudah mempermalukan aku??" tanya Sheilla.
"Minta maaf untuk apa?? dia kan nggak salah apa-apa?? untuk apa dia harus minta maaf?? lagi pula apa yang dia lakukan sudah benar kok, jangan sampai fitnah terjadi pada karyawan lain yang tidak bersalah seperti Shanum lagi!!" ucap Elang.
"Dan ingat, kamu masih punya hutang janji lho di depan karyawan lain mau minta maaf pada Shanum!!" kata Elang.
**************
Indra sudah bersiap untuk pergi menuju bandara bersama Pingkan. Semalam mami Tiara dan suaminya sudah berjanji untuk menjemput keduanya di bandara begitu pula Elang dan Sheilla.
Sampai detik ini Indra belum tau bahwa Shanum tidak bekerja lagi dan sudah tidak menempati rumah yang dulu lagi.
Semangatnya begitu membara untuk bertemu dengan wanita yang dia cintai dan bayi yang ada di dalam kandungan Shanum.
Dia yakin sekali jika sekarang Shanum sedang mengandung anak mereka karena dia pernah memeriksakan diri ke dokter untuk konsultasi tentang penyakit yang dia derita sekarang, ternyata dia tidak mengidap penyakit apa pun.
Dari situlah keyakinannya tumbuh bahwa sebenarnya sakitnya ini karena kehamilan Shanum yang juga berdampak padanya.
Pingkan tampak meringis merasakan sedikit kram pada perutnya.
"Kamu kenapa??" tanya Indra pada Pingkan.
"Perutku sedikit kram, mungkin aku kecapean!!" kata Pingkan.
"Kan aku sudah katakan padamu semalam bahwa kamu sedang hamil tua tidak usah ikut-ikutan hangout dengan teman-temanmu, beginikan jadinya!!" celoteh Indra.
Pingkan hanya diam saja tidak berusaha menanggapi perkataan Indra.
Saat duduk di taxi mau ke bandara Pingkan yang dudukbdi sebelah Indra menatap suaminya itu.
"Aku tak akan pernah melepaskanmu, baby...karena kamu adalah tambang emasku!! aku tak menyangka sebegitu besar kekayaan keluargamu!!" batin Pingkan.
"Akan aku usahakan kamu tak akan pernah bertemu lagi dengan wanita pelakor itu karena dia sendiri yang akan berusaha untuk menjauhimu!!" batin Pingkan lagi.
*************
__ADS_1
TTTIIIIIITTTTT...
"Kalau nyeberang jalan itu liat-liat kiri dan kanan, asal aja!!" umpat Rahman kesal.
Si pejalan kaki itu awalnya tampak melotot marah pada Rahman tetapi tak lama dia mengerenyitkan dahinya lalu dia berucap, "Rahman kan??"
"Siapa ya??" tanya Rahman balik bertanya.
"Kamu lupa sama aku?? aku Emiana teman sekelasmu sewaktu kelas 12 dulu!!" kata wanita yang bernama Emiana itu.
Rahman tampak berusaha mengingat. Dipandangnya wajah manis dan tubuh sintal yang berdiri tepat ada di depannya itu.
"Emiana??? kamu yang sehabis lulus-lulusan terus menikah itu kan??" tanya Rahman akhirnya bisa mengingat juga.
"Iya...!!" jawab Emiana.
"Ini kamu mau kemana??" tanya Rahman.
"Aku mau pulang kerja tapi motorku masuk bengkel diseberang itu, sekarang aku mau mencari angkot untuk pulang!!" jawab Emiana lagi.
Rahman memandang lagi pada Emiana.
Emiana yang sekarang jauh beda dengan Emiana yang dulu. Emiana yang dulu bentuk badannya lurus seperti triplek, rata depan belakang tetapi beda dengan Emiana yang sekarang.
Emiana kini sudah berubah menjadi wanita dewasa yang cantik berbadan sintal, membuat mata pria manapun pasti akan menoleh padanya dengan rambut berombak sebahunya.
"Apakah tidak merepotkanmu??" tanya Emiana.
"Ah tidak kok, kan kita searah!!" kata Rahman.
Lalu Rahman membonceng Emiana menuju kerumahnya.
"Suami kamu kerja di mana?? nggak jemput kamu pulang kerja??" tanya Rahman sambil membawa motor dengan agak pelan agar suaranya bisa terdengar oleh Emiana yang duduk digoncengannya.
"Suamiku sudah meninggal, Man...dua tahun kami menikah, suamiku meninggal karena kecelakaan." Jawab Emiana sedih.
"Maaf!!" kata Rahman.
"Nggak apa-apa, Man!! sekarang aku sudah terbiasa kok!!" jawab Emiana lagi.
"Anak kamu sekarang berapa, Man??" tanya Emiana.
"Anak sama istri pertama dua sama istri yang kedua ada satu!!" jawab Rahman.
"Wah hebat kamu Man, tokcer juga ya!!" tawa Emiana dan Rahman pecah bersamaan.
__ADS_1
"Ya iya lah...kamu mau ngerasain juga bagaimana tokcernya punyaku??" canda Rahman.
"Jangan dong...gawat nanti kalau aku sampai tekdung nggak ada suami, bisa gempar satu kampung!!" kata Emiana.
"Ya jangan sampai tekdung dong, Emi...minum pil kek...pakai pengaman kek...!!" goda Rahman mulai menjurus kearah yang sensitif.
Emiana hanya tersipu malu sambil mencubit pinggang Rahman.
"Nanti kalau sampai ketauan istrimu, bisa digorok leherku!!" kata Emiana lagi.
"Ya jangan sampai ketauan dong, Mi...main cantik aja pura-pura jadi orang lugu biar nggak dicurigai." Kata Rahman tersenyum merasa umpan yang dia lempar disambut oleh Emiana.
"Nah itu rumahku, Man...!! mampir dulu yuk!!" kata Emiana.
"Lain kali aja Mi, lagian hari sudah sore banget nanti kapan-kapan aku mampir deh...sediakan susu aja ya!!" kata Rahman tertawa sambil mengedipkan sebelah matanya membuat Emiana tersipu malu.
Mereka berpisah setelah bertukar nomor WA, Rahman kembali pulang kerumah.
"Baru pulang jam segini, mas??" tampak Yanti sedang sibuk menggendong Atika.
"Iya...!!" jawab Rahman singkat lalu masuk dan duduk di sofa sambil mengutak atik ponselnya.
Yanti mendekat sambil menggendong Atika.
Rahman menoleh sambil mendelik pada Yanti.
"Kamu ini Yanti...dari pagi hingga sore begini, masih aja bau apek, bau pesing, kucel kayak baju belum disetrika...nggak ada enak-enaknya untuk dipandang." Kata Rahman kesal.
Yanti tertegun mendengar perkataan suaminya itu.
"Mas, aku mengurus rumah dan mengurus Atika yang selalu rewel, ini aku mau minta tolong sama mas untuk menggendong Atika sebentar, aku mau mandi dan buatkan teh hangat untuk mas Rahman!!" kata Yanti sambil menyodorkan Atika pada Rahman.
Dengan wajah cemberut Rahman menerima Atika dan menggendongnya.
"Dasar istri menyusahkan saja!!" gerutu Rahman.
"Shanum aja dulu mengurus anak dua nggak pernah seheboh kamu!!" ucap Rahman yang secara tak langsung masih mengingat mantan istrinya itu.
Yanti bukan tidak mendengar tapi berpura-pura menulikan telinganya agar hatinya tidak terlampau sakit mendengar perkataan suaminya itu.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Apakah Rahman berniat menduakan Yanti seperti dia menduakan Shanum dahulu??
Mohon dukungannya selalu ya...like, komen, vote, favorit dan rate nya🙏🙏