Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 49 Lupa Diri


__ADS_3

Sheilla hanya tersenyum senang karena sesungguhnya dia ingin bersenang-senang dengan Hansen malam ini.


Dia tidak menyadari bahwa Elang suaminya sudah memberi instruksi pada Sandi untuk mengikuti kegiatan Sheilla karena Elang sudah mengantongi beberapa bukti keterlibatan Sheilla, Hansen dan komplotannya.


"Sheilla...Sheilla...aku sudah memberikanmu kesempatan berkali-kali, sungguh hatiku sebenarnya sudah mati rasa jarena kelakuanmu!!" lirih Elang.


Tak lama setelah Sheilla pergi...


๐Ÿ“ฑ"Ikuti mereka berdua Sandi dan ambil bukti perselingkuhan Sheilla dan Hansen.


๐Ÿ“ฑ"Baik bos...jangan khawatir!!"


Orang suruhan Elang mulai bergerak mengikuti mobil yang dikendarai oleh Sheilla.


Mobil Sheilla berhenti di sebuah restoran mewah di pinggiran kota yang letaknya bersebelahan dengan sebuah motel.


Sheilla berdiri celingukan di depan pintu masuk restoran dan dia tersenyum sumringah saat Hansen melambaikan tangannya dari tempat dia duduk.


"Sudah lama menunggu??" tanya Sheilla.


"Walau seberapa lamapun akan tetap aku tunggu demi bidadariku!!" goda Hansen.


"Gombal...pasti ada maunya!!" kata Sheilla.


"Pasti ada maunya lah...di sebelah restoran ini ada motel, kita chek in di situ aja ya, nggak usah jauh-jauh...sudah kebelet nih pengen pipis di dalam!!" jawab Hansen menoel dagu Sheilla.


"Kamu sudah pesan makanan dan minuman??" tanya Sheilla.


"Belum, aku menunggumu lebih dulu!!" jawab Hansen.


"Aku mau makan banyak malam ini supaya kuat goyang sampai pagi!!" gurau Hansen tapi tetap membuat bulu badan Sheilla meremang.


Sambil makan Hansen tak hentinya melirik buah melon milik Sheilla yang seperti mau melompat keluar dari tempatnya karena bagian depan pakaian yang dia kenakan terbuka dan lebih rendah.


Bukannya berusaha menutupi malah Sheilla berusaha semakin menggoda Hansen.


*************


"Assalamualaikum!!"


"Waalaikum Salam!!"


Bergegas Indra membukakan pintu depan untuk melihat siapa yang datang.


"Elang?? tumben mau main kemari??" kata Indra sambil melebarkan pintu agar Elang bisa masuk.


"Aku bosan berada di apartemen sendirian!!" kata Elang lalu menghempaskan bokongnya di sofa yang tadi siang baru dibeli oleh Indra.


"Wah ternyata nyaman juga tinggal di daerah pinggiran gini ya??" kata Elang.


"Iya...tadi sore aku baru selesai merenovasi dapur...biar sedikit demi sedikit supaya ada sensasinya!!" ujar Indra sambil terkekeh.


"Kamu mau minum apa, Lang?? teh atau kopi??" tanya Indra.

__ADS_1


"Kopi aja kalau ada, Ndra!!" jawab Elang.


"Ada...tenang aja...aku menyediakan kopi sachet kok!!" jawab Indra.


"Sejak kapan kamu bisa masak sendiri dan menyeduh minum sendiri??" tanya Elang pada Indra.


"Semenjak aku bersama Shanum!!" jawab Indra.


"Hebat ya Ndra arti seorang Shanum mampu merubah dirimu sekarang ini!!" kata Elang.


"Iya...dia mampu merubahku menjadi lebih baik!!" kata Indra sambil menyeduh kopi untuk mereka berdua.


Setelah membawakan kopi dan cemilan, Indra duduk di dekat Elang yang sedang melamun sambil mengisap rokoknya.


"Sebenarnya kamu ada masalah apa, Lang??" tanya Indra.


Indra dan Elang bersahabat sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, mereka sudah saling mengenal watak yang satu dan lainnya.


"Sheilla, Ndra!!" jawab Elang dengan pandangan menerawang.


"Ada apa lagi dengan istri kamu itu??" tanya Indra sambil menyeruput kopinya.


"Aku sudah mengantongi bukti-bukti keterlibatan Sheilla, tinggal bukti tentang perselingkuhannya lagi, mungkin malam ini aku sudah mendapatkan titik terang tentang siapa dan bagaimana kelakuan istriku itu yang sebenarnya." Kata Elang.


Indra mengerti bagaimana kegalauan dan kegundahan sahabatnya itu. Dia menepuk bahu Elang berusaha memberikan semangat untuknya.


"Apapun yang terjadi malam ini, hadapilah...ingat aku sahabatmu selalu ada untukmu di saat suka maupun duka!!" kata Indra menguatkannya.


***************


"Lha, kamu sendiri perjaka kok kelayapan sudah malam begini??" tanya Shanum pada Adrian.


Adrian jadi tertawa mendengar kata-kata balasan dari Shanum.


"Aku kesini mau antarkan martabak manis dan martabak telur untuk ibu hamil!!" jawab Adrian sambil tertawa.


"Mbak Shanum sendiri kok belum tidur??" tanya Adrian.


"Kan aku menunggu kamu membawakan martabak telur dan martabak manis untulku!!" kata Shanum.


"Kok saling berdebat di muka pintu sih??" tanya bu Karti keluar karena mendengar suara ribut di luar.


"Oalah nak Adrian tho...Shanum, tamunya kok nggak disuruh masuk sih?? masa ngobrolnya hanya berdiri di muka pintu??" kata bi Karti.


"Ayo Adrian masuklah...sekali-kali kamu ngapelin ibu hamil nggak apa-apakan??" kata Shanum pada Adrian.


"Nggak apa-apa kok mbak!!" kata Adrian sambil tersenyum simpul menanggapi ucapan Shanum.


Mereka berdua masuk dan duduk di kursi.


"Kamu nggak dicariin oleh ibumu, Ian??" tanya Shanum.


"Ian kan bukan anak kecil lagi, mbak!!" kata Adrian.

__ADS_1


Ibu menaruh kedua martabak di dalam piring dan menyajikanya di meja dengan teh hangat.


"Chika sama Chiro kemana mbak??" tanya Adrian celingukan.


"Mereka berdua sudah pada tidur sejak tadi, mungkin kecapean." Jawab Shanum.


"Kamu kapan balik ke kota, Ian??" tanya Shanum.


"Hari senin mbak...mbak Shanum mau menitip sesuatu??" tamya Adrian.


"Ah, ngga Ian...mbak cuma bertanya doang!!" jawab Adrian.


Setelah dirasa cukup malam, Adrian pamit pulang.


"Adrian itu baik ya, Num...!!" kata ibu pada Shanum.


"Iya bu...sudah malam gini, ada aja yang diantarnya kemari, tau aja dia kalau mulutnya Shanum ini pengennya mengunyah...saja." Kata Shanum.


***********


"Sebenarnya kamu ada masalah apa dengan suami kamu Yanti?? sehingga dadakan sekali mau pulang ke Malaysia ??" tanya paman dan bibi Yanti di Jakarta.


"Nggak ada masalah apa-apa bi, Yanti hanya kangen pada ayah dan ibu di Malaysia." Kata Yanti menutupi masalah yang sebenarnya.


"Ya sudah, kamu dan bayimu istirahat saja dulu ya!!" kata Bibinya Yanti.


"Aku menyerah kalah mas Rahman, dia mampu menenangkan hatimu...semoga kamu bahagia!!" lirih Yanti.


"Aku mau balik ke Malaysia bersama Atika putriku, biarlah dia tumbuh tanpa ayah...aku akan membesarkannya seorang diri." Gumam.Yanti pada dirinya sendiri.


Sementara Rahman rupanya kehilangan Yanti dan Atika tidak begitu berpengaruh pada hari-harinya...dia kembali bergelut dengan Emiana yang mampu membuat hari-harinya bahagia.


Memang sungguh hebat sosok Emiana, dia mampu memporak porandakan hati Rahman hingga bisa mengabaikan dan melupakan bahwa istri dan anaknya sekarang sudah tidak bersamanya lagi!!


Seperti malam itu kembali mereka saling menggempur habis-habisan, seolah dunia hanya milik mereka berdua.


AAGGHHH


Rahman menggulingkan dirinya dari atas tubuh Emiana setelah melakukan pelepasan.


"Kamu benar-benar perkasa, Man!!" kata Emiana disela-sela nafasnya yang terengah-engah.


"Kamu yang membuatku jadi seperti ini Emi!!" kata Rahman sambil membelai wajah cantik wanita itu.


"Malam ini menginaplah di sini ya!!" kata Emiana.


"Rasanya tak cukup puas jika pertarungan kita hanya berakhir di sini!!" kata Emiana dan tentu saja diiyakan dengan senang hati oleh Rahman.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Terkadang nafsu sesaat mampu membuat kita lupa pada apa yang telah lama kita miliki.


Ikuti terus lanjutan kisah mereka ya reader๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2