
"Biarkan saja mi, jangan dikejar!! Dia sudah tau bahwa abi sudah menikah masih saja mengejar-ngejar abi!!" Kata Rafli.
Bandiah hanya geleng kepala melihat kelakuan suaminya tetapi dia juga bangga pada Rafli yang tetap membelanya seperti janjinya waktu itu.
"Abi tidak akan pernah membiarkan orang ketiga hadir dan merusak rumah tangga kita, mi!!" Kata Rafli dengan tegas.
Tania berlari membawa tasnya menerobos hujan. Hatinya sungguh sakit mendapatkan perlakuan Rafli yang seperti itu.
CIIIITTTTTT
"Hati-hati mbak....kalau mau mati jangan di sini, nanti saya yang masuk penjara." Sebuah suara mengagetkan Tania.
Tania yang tadinya sudah memejamkan mata saat badan mobil itu hampir menghantam tubuhnya perlahan membuka matanya mendengar suara bentakan itu.
Di depannya sudah berdiri seorang laki-laki bermata tajam memandang menyorot padanya.
"Maafkan saya!!" Hanya itu yang mampu Tania ucapkan. Nyawanya seperti terbang karena tadi dia yakin sekali bahwa mobil itu pasti akan menghantamnya dengan telak.
"Wau, cantik sekali wanita yang berdiri di depanku ini!!" Batin Elang.
Laki-laki muda yang ternyata Elang itu tak berkedip memandang Tania.
"Maafkan saya!!" Sekali lagi Tania meminta maaf dan itu mengejutkan Elang.
"Tak apa, kamu tidak apa-apa kan??" Tanya balik Elang bertanya tetapi matanya tak berkedip menatap wajah cantik dan tubuh sexy Tania.
"Aku tidak apa-apa, hanya sedikit syok saja!!" Jawab Tania.
"Ouh iya, sebagai permintaan maafku karena tadi hampir menabrakmu, bolehkah aku mengantarmu?? Tidak baik wanita secantik bidadari sepertimu keluyuran di tengah hujan seperti ini!!" Ucap Elang sambil tersenyum.
"Aku tidak tau harus pergi kemana, dari kota Jakarta aku datang kemari hendak mencari kekasihku tetapi ternyata di sini dia sudah menikah dengan wanita lain, aku diusir oleh mereka berdua makanya aku sampai ke jalan ini dan hampir tertabrak oleh mobilmu." Jelas Tania.
Elang nampak mengusap dagunya.
"Sudahlah kita bicara di dalam mobilku saja, hujan turun semakin deras!!" Kata Elang sambil matanya tak lepas menatap tubuh indah Tania yang tercetak nyata karena seluruh pakaian tipisnya telah basah terkena air hujan.
"Tetapi bajuku basah semua nanti jok mobilmu juga ikutan basah!!" Kata Tania pelan.
"Tidak apa-apa, nanti terlalu lama di sini kamu malah bisa sakit!!" Kata Elang lalu menarik tangan Tania agar cepat memasuki mobilnya.
"Bagaimana jika malam ini kamu menginap saja di apartemenku, sudah terlalu malam untuk mencari penginapan di tengah hujan begini!!" Saran Elang yang akhirnya diterima oleh Tania.
"Apakah aku tidak merepotkanmu?? Aku tidak mau kamu repot karena kehadiran aku di apartemen kamu!!" Kata Tania.
__ADS_1
"Sama sekali tidak merepotkan cantik, aku malah senang bisa menolong wanita secantik dirimu!!" Elang mulai mengeluarkan rayuan mautnya.
"Siapa namamu?? Kita belum berkenalan!!" Kata Elang sambil mengulurkan tangannya pada Tania.
"Tania!!" Ucap Tania menyambut uluran tangan lelaki muda yang sepertinya lebih muda beberapa tahun darinya itu.
"Elang!!" Sahut Elang tersenyum lalu melajukan mobilnya kembali ke apartemen.
"Bi, tidak apakah jika kita membiarkan Tania pergi di tengah hujan begini??" Tanya Bandiah cemas.
"Sayang, dengarkan abi!! Abi tau jenis wanita seperti apa Tania itu!! Kamu terlalu lugu sayang, ingat tidak selamanya hal yang terlihat baik oleh mata kita itu sama seperti di hati Tania!! Ingat itu." Kata Rafli.
**************
"Bagaimana hasil penyelidikan kamu, Sandro??" Tanya pak Soedibyo.
"Video tentang kebejatan Elang sudah Sandro dapatkan!! Yang belum adalah bukti tentang kematian Indra, Sandro harus lebih bekerja keras lagi dalam waktu semingguan ini!!" Kata Sandro.
"Bagus Sandro, bergeraklah cepat!! Tunjukan semua bukti sebelum acara pernikahan istri almarhum saudaramu itu terjadi!!" Pak Soedibyo menepuk bahu putra angkatnya itu.
'Sedikit lagi Elang, sekarang kamu bisa bernapas lega tunggu tanggal mainnya semua akan berbalik memukul telak pada dirimu!!" Ucap Sandro.
"Aku tak rela wanita itu menjadi korbanmu, tak akan kubiarkan itu terjadi karena apa?? Karena aku sudah jatuh cinta padanya pada saat pertama aku melihatnya di pemakaman tempo hari!! Kamu tak bisa menjaganya dengan baik, maka akulah yang akan mengambil alih tugasmu untuk menjaganya, lagi pula wanita baik-baik seperti dia tidak pantas untuk lelaki brengsek dan jaha*nam sepertimu!!" Kata Sandro.
"Tenanglah saudaraku, keadilan harus tetap ditegakan, yang salah harus tetap mendapat ganjarannya, aku tidak akan membiarkan orang seperti itu bebas berkeliaran terlalu lama!!" Kata Sandro seraya mengeraskan rahangnya.
***************
Elang
"Apakah kamu berniat keluar hari ini?? Aku akan mengantarkanmu kemanapun kamu akan pergi!!"
Shanum
"Tidak, aku sedang tidak enak badan!! Aku ingin di rumah saja!!"
Elang
"Oh ya sudah, kamu beristirahat saja, hari pernikahan kita sudah dekat jaga kesehatanmu dan jangan sampai sakit!!"
Shanum
"Iya, terima kasih Elang atas segala perhatianmu padaku."
__ADS_1
Elang
"Sudah menjadi kewajibanku untuk menjagamu, aku akan meneruskan amanat almarhum dulu untuk menggantikan tugasnya menjagamu dengan sebaik-baiknya."
Shanum mengakhiri chatingannya denga Elang.
Entah mengapa terasa malas dan tak bersemangat rasanya padahal pernikahan mereka tinggal menghitung hari saja.
Ada rasa yang mengganjal di hati dan pikiran Shanum, dia ingin sekali menolak pernikahan ini, tetapi apa yang bisa dia lakukan??
Jika dia menolak berarti dia akan membuat malu keluarga kedua belah pihak!! Tetapi jika diteruskan apakah dia akan bahagia??
Dulu dia pernah menyukai, hanya sebatas menyukai belum mencintai, tetapi karena kekasaran sifat dan sikap Elang malah membuatnya merasa ilfeel duluan.
Tak disangka lelaki itu kini yang akan menjadi calon suaminya. Lelaki yang tak diharapkannya sama sekali.
"Maafkan aku mas Elang, hingga detik ini aku sama sekali belum bisa mencintaimu, entah mengapa setiap kali aku mulai mencobanya setiap kali itu pula aku merasakan ada yang mengganjal di hatiku wakaupun aku belum tau perasaan apa itu!!" Shanum terus bergumam sendiri.
"Num, apa lagi yang kamu pikirkan??" Tanya ibu Karti yang datang ke kamar Shanum sambil menggendong Rindra.
"Anak ibu, sini sayang!!" Sambut Shanum sambil menggendong Rindra.
PAPAPAPAH
"Ouuh manggil papa sayang?? ayah Rindra lagi kerja ya nak, doakan ayah biar cepat kembali!!" Kata Shanum sambil menciumi putranya itu.
Jauh di dalam hati Shanum dia sadar sesadar-sadarnya bahwa Indra tak mungkin lagi akan kembali, tetapi entah berdasarkan keyakinan apa yang membuat hatinya tetap bersikukuh beranggapan Indra akan kembali walaupun dalam wujud yang lain, mungkin berdasarkan dari mimpi-mimpinya selama ini bahwa suatu hari kelak Indra akan kembali!!
"Shanum, tidak memikirkan apapun bu!!" Kata Shanum.
"Masih ada waktu sedikit lagi untuk berpikir, Num!! Jika kamu tidak setuju dan akan membatalkan pernikahanmu dan Elang, kami para orang tua akan menghormati keputusanmu!!" Kata ibu Karti.
"Tidak bu, lanjutkan saja sesuai dengan rencana, jika Allah tidak menghendaki pernikahan Shanum dan Elang pasti pernikahan itu akan batal juga dengan sendirinya walau dengan cara apapun itu pasti akan ditunjukan oleh yang Maha Kuasa!!" Jawab Shanum.
"Shanum sudah menyerahkan semuanya kepada yang Kuasa bu, jika memang Elang adalah jodoh Shanum pasti kami akan bersama tetapi jika tidak kami akan berpisah juga!!" Kata Shanum berusaha tersenyum walaupun hatinya sendiri tidak akan tau takdir apa yang akan dijalaninya kelak.
*
*
***Bersambung....
Waktu semakin dekat, tinggal menghitung mundur maka pernikahan itu akan terjadi, adakah keajaiban yang bisa menguak semua perbuatan Elang??
__ADS_1
Mohon dukungannya selalu ya reader dan ikuti terus kisah mereka selanjutnya di episode yang akan datang!!🙏🙏😊😊