
"Waktu itu aku memang lumpuh tapi tak seorangpun tau jika aku telah sembuh dari kelumpuhanku termasuk Indra, aku memang ingin menarik simpatinya dengan berpura-pura cacat biar aku bisa terus menekannya agar tidak meninggalkan aku, tapi aku mulai bosan dengan permainan ini jadi aku mulai lagi dengan karakter yang baru." Kata Pingkan santai.
"Maksudmu karakter baru gimana??" tanya Sheilla bingung.
"Aku mau mengikuti Indra kemanapun dia pergi, aku tak akan membiarkan dia bertemu dengan wanita pelakor itu, aku tidak mau anak yang dikandung wanita itu menjadi pewarls kekayaan keluarga Indra!!" desis Pingkan.
"Bagus beb, walaupun anakmu bukan anak kandung Indra, tetapi tetaplah berusaha untuk menjadi ahli warisnya." Kata Sheilla.
"Pastinya begitu dan akan kubuat anak yang dikandung oleh wanita itu tak akan pernah bertemu dengan ayah kandungnya." Kata Pingkan.
Mereka berdua asyik terlibat obrolan sehingga sama sekali tak mengetahui ada seseorang yang duduk membelakangi mereka dan mendengarkan semua percakapan mereka berdua.
Bahkan dia dengan diam-diam merekam kegiatan Pingkan dan Sheilla.
Tak lama dia keluar kafe dan masuk kedalam mobilnya sambil menelpon seseorang.
DDDRRRRTTTT...DDDRRTTTT
Elang baru saja selesai fitness di ruangan gym pribadinya saat ponselnya berdering.
"Sandi Calling...!!" desis Elang.
📱"Iya San, ada info apa??"
📱"Benar dugaanmu bos, tampaknya istri bos dan bu Pingkan sepupunya saling bekerja sama untuk membuat pak Indra semakin jauh dari istri keduanya.
📱"Oh ya?? apa yang mereka bicarakan??"
📱"Nanti saya kirim rekaman videonya, sekarang saya mau mengikuti mereka lagi, tampaknya mereka akan pergi kesuatu tempat!!"
📱"Lanjutkan pekerjaanmu untuk menyelidiki mereka, San!!"
Lalu sambungan ponsel terputus dan menyisakan Elang sendirian di ruangan fitnessnya.
"Sudah kuduga kamu memang terlibat Sheilla, jangan salahkan aku jika suatu hari kita berpisah karena sifat burukmu itu!!" kata Elang.
Sandi orang suruhan Elang untuk memata-matai Pingkan malah justru menemukan Sheilla yang bersekongkol dengan Pingkan untuk memisahkan Shanum dan Indra.
Sementara Pingkan dan Sheilla kembali melanjutkan kegiatannya untuk kumpul dengan teman-teman sosialitanya.
************
"Assalamualaikum!!"
"Waalaikum Salam!!"
Shanum yang sedang duduk di teras sangat terkejut melihat kedatangan Bandiah kerumahnya, lebih terkejut lagi saat melihat bahwa Bandiah tidak datang sendiri melainkan bersama seseorang, siapa itu??
__ADS_1
"Rafli Andarian??" pekik Shanum.
"Mbak Shanum...!!" teriak Rafli.
"Hai apa kabarmu??" tanya Shanum sambil mengacak rambut lelaki muda yang ada di depannya itu.
Sejak Rafli masuk dan menjadi lawan shiftnya di kerjaan, Shanum walaupun terkadang sambil mengomel saat mengajari Rafli, tetapi dia juga yang melindungi dan menutupi pekerjaan pemuda itu pada atasannya jika ada pekerjaan Rafli yang belum beres.
Itu sebabnya Rafli begitu kehilangan Shanum saat dia tau Shanum dipecat saat dia sedang libur.
"Aku baik mbak...mbak Shanum sendiri bagaimana??" tanya Rafli.
"Ya seperti yang kamu lihat!!" kata Shanum.
"Ayo...masuklah kalian, pasti kalian lelah menempuh perjalanan yang cukup jauhkan?? aku buatkan minuman hangat dulu ya!!" kata Shanum.
"Ibu dan anak-anak kemana, Num??" tanya Bandiah duduk selonjoran di ruang tamu.
"Ibu bekerja, sementara Chika dan Chiro jika hari sabtu gini ikut ibu kerumah majikannya!!" terang Shanum.
Rafli memandang perut Shanum yang mulai membuncit. Ada rasa iba di hatinya melihat keadaan Shanum sekarang.
Rafli meletakan dua kresek besar cemilan di lantai lalu dengan santainya dia menarik bantal yang ada di situ kemudian merebahkan kepalanya untuk melepaskan lelah dan penatnya.
Tak lama Shanum datang membawa seteko teh beserta gelasnya untuk mereka.
"Tau nih Rafli nafsu belanjanya mengalahkan para wanita!!" kata Bandiah.
"Oo Rafli yang beli thoh??" kata Shanum lalu mengambil kantong keripik kentang dan membukanya.
"Rafli...Di...kalian minum dulu ya...!! kalian menginap di sini kan?? aku masih kangen ngobrol dengan kalian!!" kata Shanum.
"Sebaiknya kalian mandi dulu kita makan malam bareng baru kita ngobrol setelah selesai sholat!!" ajak Shanum.
Shanum tampak senang sekali dengan kedatangan Bandiah dan Rafli.
Mereka semua berkumpul menikmati malam yang sejuk di perkampungan yang cukup jauh dari kota.
Sementara di tempat kediaman Elang...
Sheilla mengendap-endap melewati ruang tamu yang gelap. Dia lega suaminya sudah tidur, kumpul dengan teman-teman gengnya membuat dia lupa pulang dan lupa kalau sudah menikah dan mempunyai suami.
Tiba-tiba....
CETEK
Bukan main terkejutnya Sheilla, Elang yang disangkanya audah tidur tiba-tiba menyalakan lampu dan duduk di sofa.
__ADS_1
"Beb...kamu belum tidur??" kata Sheilla membuang kegugupannya.
"Belum, aku menunggu istriku pulang kelayapan dan keluyuran di luar sana seperti bukan perempuan baik-baik!!" jawab Elang pedas.
"Beb??" sentak Sheilla tak terima dengan perkataan Elang.
"Kenapa Sheilla?? kamu nggak terima dikatakan bukan perempuan baik-baik?? lalu disebut apa namanya wanita yang sudah bersuami masih kelayapan di luar sana dan jam 1 dini hari begini barusan pulang??" bentak Elang yang membuat Sheilla kaget.
"Kamu membentakku??" teriak Sheilla tak kalah nyaring.
"Jangankan hanya membentak, memukulpun aku sebagai suami kamu berhak karena istrinya sudah berbuat keterlaluan seperti sekarang ini."
"Ingat akan status kamu Sheilla, kamu punya suami dan keluarga yang harus kamu hormati dan kamu hargai, bukan seperti sekarang ini!!"
"Selama ini kamu selalu bilang bahwa Shanum adalah perempuan gatal yang merebut suami orang, tetapi kamu tidak melihat dan berkaca pada kelakuan kamu sendiri." Ucap Elang dengan suara bergetar menahan hawa amarah.
"Jangan samakan aku dengan perempuan murahan itu!!" teriak Sheilla.
"Aku lebih terhormat dari pada dia, aku dari keluarga kaya dan terhormat, sedangkan dia dari keluarga miskin tak beradab." Ucap Sheilla dengan napas terengah-engah.
"Tidak berkaca diri...inilah jenis manusia yang sudah ketauan salah tetapi coba diluruskan malah marah!!" cibir Elang.
"Berani kamu memukulku, maka aku akan menuntut cerai darimu!!" gertak Sheilla.
"Ooohhh aku sangat takut!!" ejek Elang.
"Silakan saja...aku mau melihat kamu melakukannya!! silakan saja bercerai, tetapi jangan kamu harapkan harta gono gini padaku karena semua yang aku miliki sekarang adalah hasil kerja kerasku jauh sebelum menikah denganmu aku telah memiliki segalanya!!" tegas Elang.
Sheilla mendengus kesal lalu menghentakan kakinya kemudian berlalu masuk kedalam kamar.
"Elang suami sialan!!" maki Sheilla dongkol juga marah.
Sementara Elang hanya bisa menghela napas melihat kelakuan Sheilla.
"Dasar istri sesat...sudah salah ditegur malah marah!!" geram Elang.
Sementara di dalam kamar...
"Bercerai dari Elang??" oh, no...Dari mana lagi aku akan mendapatkan keroyalan seperti sekarang ini??" gumam Sheilla.
*
*
****Bersambung....
Author sekeluarga mengucapkan "SELAMAT IDUL FITRI 1444 H/2023 M..Mohon maaf jika selama ini ada tutur kata dan ucapan yang menyinggung🙏🙏
__ADS_1