
"Iya, mungkin aku akan menetap di sana selamanya!! Aku akan pulang kembali ke Indonesia jika Anina dan anakku telah ditemukan, oleh sebab itu aku minta tolong padamu Jonas, cari mereka untukku!!" Itu pesan Zoe sebelum dia berangkat ke Inggris dan menetap di sana selamanya.
Zoe juga memutuskan kontak dengan kedua orang tuanya paling hanya sesekali dia menghubungi Jonas saudara kembarnya.
"Benar-benar si Zoe gara-gara gadis kampung itu Zoe jadi seperti ini!!" Kata Chintia pada Arnold.
"Ya itu terserah dia saja!! Kita sudah mendidik dia untuk jadi yang terbaik tapi dia tidak mau, persiapkan Jonas untuk mengambil alih semua perusahaan." Kata Arnold berkata dengan dingin.
"Tak ada kata pembangkangan dalam keluarga besar Fahreza, membangkang berarti telah siap keluar dari daftar keluarga besar Fahreza!!" Kata tuan Arnold.
Jonas hanya bisa terdiam mendengar ultimatum keluarganya.
"Kamu juga akan jadi pembangkang seperti Zoe??" Tanya Chintia pada Jonas.
Jonas hanya menggeleng karena memang pada dasarnya Jonas adalah anak yang penurut sejak dia masih kecil.
"Oh iya Jonas, usiamu sudah 23 tahun, sudah waktunya papi mengenalkan kamu pada seseorang!!" Kata tuan Arnold.
"Terserah papi saja!!" Kata Jonas karena berkata tidak atau mengeluarkan pendapat pun hasilnya akan percuma.
"Bagus kamu memang anak papi yang paling bisa papi andalkan!! Besok keluarga Wilson akan balik ke Indonesia!! Kamu masih ingatkan jika om Wilson punya anak yang seusia denganmu??" Tanya papi Arnold.
"Iya pi...Tiara kan maksud papi!!" Kata Jonas.
"Iya, dan kami berencana untuk menjodohkan kalian berdua!!" Kata papi Arnold.
Jonas hanya bisa diam saja. Dia hanya berpikir di zaman modern seperti ini, mengapa perjodohan antar keluarga itu masih saja terjadi? Untuk berkata tidak pun semua akan percuma jika nanti nasibnya akan sama seperti Zoe yang terbuang dari keluarga besar mereka dan hidup sendiri di rumah kakek buyut mereka di Inggris sana.
"Apa kamu setuju Jonas??" Tanya mami Chintia pada putranya yang hanya tinggal satu itu.
"Iya pi!!" Hanya itu kata yang keluar dari mulut Jonas.
****Flashback off****
"Sayang, mengapa melamun?" Tanya mami Tiara pada suaminya.
"Foto itu, bagaimana nasib Zoe sekarang ya pi? Terus bagaimana nasib istri dan anak mereka? Kita sudah berupaya mencari sampai ke pelosok tapi hingga kini jejak Anina dan bi Sum tidak bisa lagi ditemui." Kata mami Tiara sambil duduk di sebelah suaminya.
__ADS_1
"Iya mi, jika anak itu masih hidup, usianya sekarang memang berkisar 30 an." Kata papi Jonas.
Tiara hanya mengangguk. Dia memang tidak begitu akrab dengan Anina tetapi dia cukup kenal dengan mbok sumi pembantu keluarga suaminya itu.
***************
"Kamu lihat perusahaan itu??" Kata Mini pada Mina saudari kembarnya.
"Bertahun-tahun sejak ibu kita meninggal, pengalaman kerjamu juga penyelidikanku pada keluarga itu kurasa sudah cukup untuk membuat kita mengambil alih dan memporak porandakan keluarga ayah tak bertanggung jawab itu!!" Ucap Mini datar.
"Lalu maksudmu sudah tiba waktunya aku menyusup dalam keluarga itu??" Kata Mina.
"Iya, kalau bisa usahakan kamu masuk dalam lingkungan keluarga Zoe dan kita akan membuat kebahagiaan bagi mereka semua di sana!!" Jawab Mini tersenyum.
"Siapkan dirimu, aku sudah meminta bantuan pada bos ku agar kamu bisa diterima di perusahaan Zoe!!" Kata Mini pada Mina.
"Selamat pagi?? Pak Jonas, sekertaris baru yang di rekomendasikan oleh sahabat anda sudah tiba, apakah bapak sendiri yang akan mewawancarai dia??" Tanya asisten Jonas.
"Iya, suruh dia menemui saya di ruangan kerja saya!!" Kata Jonas.
Tak henti-hentinya Amina berdecak kagum melihat perusahaan ayah mereka itu.
"Tiba-tiba ada perasaan nyeri di hatinya mengingat puluhan tahun dia bersama Mini dan ibu mereka hidup dalam penderitaan sementara ayah mereka hidup dalam gelimangan harta bersama wanita lain tanpa pernah mengingat lagi pada anak dan istrinya.
"Silakan masuk nona Amina, kebetulan di dalam sudah ada tuan Jonas dan istrinya!!" Kata asisten Jonas lalu membuka pintu dan masuk.
"Selamat siang pak Jonas, ibu Tiara...ini orang yang di maksud!!" Kata asisten itu lalu pamit untuk undur diri.
Saat mata mereka bertiga saling bersitatap ketiganya terkejut dan seperti hanyut dalam pikiran masing-masing.
"Aku seperti pernah melihat wanita ini, tapi di mana ya??" Pikir mami Tiara menelisik memandang Mina dari atas kepala hingga kaki.
"Ya Allah...mengapa wanita muda ini wajahnya tak asing buatku ya? Aku seperti melihat senyum Zoe terpatri di wajahnya!! Ah, mungkin hanya mirip saja karena akhir-akhir ini aku sering kembali kepikiran akan Zonas saudara kembarku yang entah bagai mana kini nasibnya!!" Batin papi Jonas saat dia bertemu pandang pada Mina.
Mina yang sejak kecil memang jago berakting merubah wajahnya menjadi sebiasa mungkin walaupun dalam hatinya bergemuruh berbagai macam perasaan.
"Selamat pagi pak...bu!!" Kata Mina seraya membungkukan sedikit badannya menyapa Jonas dan Tiara.
__ADS_1
"Selamat pagi, nona Amina!!" Kata Jonas.
"Saya direkomendasikan oleh bapak Anan tentang kamu, sebenarnya saya bukan membutuhkan sekertaris pribadi untuk saya tetapi sebagai asisten istri saya ini!!" Kata Jonas sambil menunjuk pada istrinya.
Mina menatap Tiara sesaat.
"Wanita ini cantik sekali, ya iya lah cantik dia tak seperti ibu kami yang mati-matian harus berjuang bekerja untuk menghidupi kami sekeluarga." Mengingat itu Mina merasakan dendam di hatinya kembali bergejolak hebat.
Dia menundukan sedikit kepalanya untuk menyembunyikan kilatan dendam dan percikan api kemarahan di matanya.
Jika dia menuruti kata hatinya, ingin sekali dia menjambak wanita dan pria yang duduk berkuasa di depannya itu.
Apalagi jika mengingat penderitaan yang dia alami bersama Mini dan ibunya.
Sejak bayi mereka selalu dititipkan pada nenek Sumi yang awalnya mereka anggap hanya sebagai tetangganya tetapi ternyata adalah nenek kandung mereka sendiri.
Nenek mereka memang menikah lagi dan tinggal bersama kakek tiri mereka, tetapi tak sempat lama menikah akhirnya kakek tiri mereka meninggal dunia.
Ibu Anina ibu mereka tetap memilih tinggal di rumah mereka yang lama sementara nek Sumi tinggal di rumah almarhum suaminya.
Bagi Anina rumah yang mereka beli dulu dari uang hasil pemberian ibu mertuanya ibu dari laki-laki yang sangat dia cintai tetapi ibu laki-laki tersebut sangat membencinya...rumah itu bagi Anina adalah kenangan. Kenangan indahnya akan Zoe juga kebenciannya pula pada lelaki itu.
Bagaimana dia tidak sangat membenci Zoe, saat dia berjuang antara hidup dan mati saat akan melahirkan putri kembarnya, entah bagaimana caranya kedua orang tua kekasihnya yang maha tega itu mengirimkan foto Zoe tengah bergumul dengan seorang wanita. Walaupun hanya terlihat dari belakang kepalanya saja tetapi Anina yakin itu adalah Zoe kekasihnya.
Betapa hancur hati Anina. Di tengah perjuangannya kala itu dia melihat foto-foto Zoe sedang bercinta dengan wanita lain tanpa dia tau itu sebenarnya adalah akal-akalan dari tuan Arnold saja untuk membuatnya semakin jauh dari Zoe karena tuan Arnold takut jika Anina melahirkan kelak, Anina akan kembali mencari Zoe dan bersatu lagi.
"Seandainya Anina juga tau betapa hidup Zoe hancur-hancuran setelah dia tinggal pergi dan mencarinya sampai ke pelosok mana pun tapi tidak bisa ditemukan lagi. Seandainya tuan Arnold dan Chintia tidak bersikap egois kala itu tentu dendam salah sasaran ini tidak akan terjadi.
*
*
***Bersambung...
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Ikuti terus ya reader dan jangan lupa selalu dukungannya ya😊😊
__ADS_1