
Setelah melakukan cipika cipiki seperti layaknya para ibu-ibu pejabat jika bertemu, mereka memilih duduk di taman belakang yang sejuk agar pembicaraan lebih terasa nyaman.
"Mbok, tolong bawa Sharindra, Chika dan Chiro ke kamar dulu ya!!" Perintah mami Tiara.
"Ayo Num, kamu ikut kami ke belakang." Lalu mami Tiara mendahuluinya ke belakang.
Mereka berkumpul di taman belakang di meja taman yang sudah disuguhi makanan ringan dan minuman dingin.
"Num bagaimana kabarmu?? Tanya mami dan papi Elang sambil tersenyum ramah pada Shanum.
"Saya baik mi, pi!!" Kata Shanum mengangguk hormat.
Mereka berdua saling berpandangan. Semalam Elang sudah bicara pada kedua orang tuanya untuk melamarkan Shanum untuknya karena masa iddah Shanum telah selesai.
***Flashback on***
"Mi...pi!! Kebetulan mami dan papi pulang ke Indonesia, Elang mau membicarakan sesuatu yang penting pada mami dan papi!" Kata Elang malam itu.
"Mi, pi...kalian berdua tau bahwa Elang sudah cukup lama menduda sejak bercerai dari Sheilla, Elang ingin menikah lagi mi, pi!!" Kata Elang.
"Apa kamu sudah menemukan wanita yang cocok untukmu? Kami berdua tidak mau kamu masuk kelubang yang sama seperti saat kamu bertunangan dan menikah dengan Sheilla dulu." Kata mami Elang.
"Elang sudah menemukan jodoh yang cocok dengan Elang mi, kalian juga sudah mengenalnya kok!!" Sahut Elang.
"Oh ya? Siapa dia?" Tanya kedua orang tua Elang.
"Dia Shanum, mi...pi jandanya Indra! Kenapa Elang memilih Shanum, karena jauh sebelum Indra menikahinya, Elsng sudah mencintai Shanum tetapi karena Elang sudah bertunangan dengan Sheilla dan Indra adalah teman baik Elang, maka Elang mengalah!" Kata Elang berhenti menjeda perkataannya menunggu jika mami dan papinya hendak menyampaikan sesuatu.
Tapi saat dia melihat kedua orang tuanya bersikap diam dan menunggu kelanjutan ceritanya maka Elang kembali membuka suara.
Elang juga baru tau jika dulu Shanum sempat menaruh hati pada Elang tetapi karena Elang selalu jutek padanya dan selalu bersikap memusuhi dia maka saat Indra masuk di dalam kehidupannya akhirnya Shanum menerimanya.
"Perasaan Elang ke Shanum sempat meredup tetapi bukan berarti Elang berhenti mencintainya hanya saja Elang berusaha mencintainya hanya sebagai sahabat." Kata Elang.
__ADS_1
"Tetapi kini semua berubah, Elang sudah sendiri begitu pula dengan Shanum, seolah alam ingin mempersatukan kami kembali." Kata Elang lagi.
"Lalu apakah Shanum menyetujuinya?" Tanya mami Elang.
"Elang belum tau mi, pi, tapi Elang sudah merundingkan pada mami dan papi Indra juga pada ibu Karti ibunya Shanum dan ternyata mereka sangat setuju katena mereka juga kasihan melihat Shanum yang selalu termenung sendirian semenjak almarhum pergi."
"Hampir setiap hari Shanum mengajak Rindra kemakam ayahnya bahkan Shanum dan Indra betah berjam-jam.ada di sana! Itulah sebabnya kedua orang tua almarhum dan ibu Karti iba melihat kesedihan Shanum." Kata Elang lagi.
"Tapi apa kamu yakin cintanya pada almarhum akan berhenti secepat itu?" Tanya mami Elang seolah tidak yakin.
"Elang tau Shanum tidak akan pernah mudah untuk melupakan Indra apalagi Elang tau dia tipe wanita setia, tapi akan Elang coba untuk meluluhkan hatinya lagi seperti dulu, mi!!" Kata Elang berusaha meyakinkan kedua otamg tuanya.
"Kami berdua terserah kamu saja, Lang! Kami tidak mau mengatur perjodohan kamu lagi seperti dulu karena kami takut akan salah pilih seperti Sheilla dulu." Kata papi Elang.
***Flashback off***
"Num, sebelumnya kami berdua mau minta maaf padamu, mami dan papi mewakili Elang untuk melamarmu menjadi istri Elang, apakah kamu bersedia nak?" Kata mami Elang pada Shanum.
Sesaat Shanum termenung mendengar pertanyaan mami Elang.
Semua orang yang berada di situ merasa sedih dengan pertanyaan Shanum. Barulah kedua orang tua Elang tau bahwa Shanum memang benar-benar merasa bahwa Indra masih ada tetapi pergi hanya untuk bertugas dan kemudian kembali lagi, itulah yang ada di dalam pikirannya.
"Indra tidak akan kembali nak, Indra sudah tenang di alamnya yang baru!!" Jelas bu Karti.
"Nggak, ibu bohong!! Mas Indra pasti kembali dan Shanum aka tetap menunggu mas Indra kembali!!" Jeritnya sambil berlinangan air mata.
Elang yang berada di samping Shanum dengan cepat merengkuh dan menenangkannya.
"Iya...Indra pasti kembali!! Tapi karena Indra pergi dalam waktu yang sangat lama, Shanum sama mas Elang dulu ya!! Biar mas Elang yang menggantikan tugasIdra menjaga Shanum dan anak-anak dulu!!" Kata Elang membujuk Shanum dengan penuh kelembutan.
Akhirnya tangis Shanum sedikit demi sedikit mulai mereda mendengar bujukan Elang.
"Jadi Shanum mau ya menikah dengan mas Elang dulu!!" Bujuk Elang.
__ADS_1
Akhirnya Shanum menganggukan kepalanya tanda setuju dan membuat semua orang yang ada di situ merasa lega mendengar pernyataan Shanum.
Walaupun pernyataan kesediaan Shanum sedimit menggantung, tetapi intinya dia setuju menikah dengan Elang.
"Iya Shanum setuju menikah dengan mas Elang tetapi jika mas Indra kembali maka Shanum dan mas Elang akan berpisah!!" Ucap Shanum.
Spontan mendengar perkataan Shanum membuat mereka yang ada di situ saling pandang, tetapi akhirnya mereka bernapas lega juga karena Indra tak mungkin hidup kembali! Begitu pikir mereka.
"Baiklah Num, mas setuju sama usulanmu itu!!" Kata Elang.
"Alhamdulillah, semakin cepat semakin baik Tiara...kami ingin melihat Shanum dan Elang menikah sebelum kami balim ke Kuala Lumpur." Ucap mami Elang.
Mereka setuju dan sudah menentukan tanggal pernikahan Elang dan Shanum.
Di lain tempat Rahman terlihat sangat marah mendengar Shanum akan menikah dengan Elang, entah dari mana dia mendengar kabar itu
"Mengapa kita tidak mencoba membangun rumah tangga kita dari awal lagi? Aku seolah kehilangan arah semenjak berpisah denganmu, Num!" Desah Rahman.
Ada raut kekecewaan, kehilangan, kesedihan seolah berbaur menjadi satu di wajah letihnya.
Mencari dan mencoba menelpon Yanti nggak pernah dibalas, berharap kembali dengan Shanum juga tifak mungkin lagi, apalagi setelah berita yang dia dengar bahwa Shanum akan menikah dengan Elang. Bertambah pusing jadinya kepala Rahman.
"Kalau mbak jadi Shanum ya iyalah menikah lagi dengan yang baru, untuk apa lelaki bekas perempuan sana sini mau dinikahi kembali."
Sudah pernah tahunan hidup bersama, sudah tau baik dan buruknya dan ternyata lebih banyak buruknya dari pada baiknya, sudah kenyang disakiti, dibohongi dan akhirnya dikhianati, untuk apa masuk lagi kedalam lubang yang sama?" kata kakaknya Rahman yang sedari awal menyesalkan perpisahan Rahman dan Shanum, juga menentang pernikahan Rahman dan Yanti, kini dia seolah bersorak melihat penderitaan adik lelaki songongnya itu menderita karena cinta.
"Kamu terima saja, apa yang telah terjadi padamu ini adalah karma atas perbuatan masa lalu kamu terhadap anak dan istrimu." Kata kakaknya seolah menampar kedua pipi Rahman.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Selamat menikmati kesedihan ya Rahman, karma itu ada!!!
Lanjut ke next episode ya readsr dan jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya.😍😍😍