Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 120 Saingan Elang


__ADS_3

"Baru juga aku sampai belum sempat pulang kerumah menjenguk istri dan calon bayiku, sudah di hadapkan lagi pada kasus yang baru!!" Kata Rafli seraya menghembuskan napasnya dengan kasar.


"Bisakah aku pulang dulu sebentar, Sandi!! Paling tidak aku menaruh tasku dulu dan berjumpa dengan istriku." Kata Rafli sambil duduk dulu meluruskan kakinya.


"Iya bos, pulanglah dulu biar masalah di sini kami tangani dahulu!!" Kata Sandi.


Dengan cepat Rafli pulang dengan menggunakan ojek ke rumah kontrakannya bersama Bandiah.


Dia memang berhenti agak jauh dari rumah untuk membuat kejutan pada istrinya.


Dari jauh dia melihat wanita mungil yang sederhana itu sedang menyapu halaman. Sesekali dia menyeka peluh di dahinya dengan lengan dasternya.


"Kasihan istriku ini!!" Bisik Rafli.


Lalu matanya turun ke perut Bandiah yang sudah mulai kelihatan membulat.


"Bayiku!!" Bisik Rafli lagi.


Merasa seperti ada yang memperhatikannya, Bandiah menoleh kearah jalan. Tatapan matanya bertubrukan dengan Rafli yang masih mengenakan ransel di punggungnya.


"Abi!!" Desis Bandiah lalu melepas sapunya dan menyambut suaminya.


"Abi kenapa nggak telepon?? Kalau abi telepon, pasti umi jemput di bandara!!" Kata wanita yang tengah hamil muda itu.


Dia mendekat dan meraih tangan suaminya dan menciumnya.


Dengan cepat Rafli memeluk tubuh mungil itu.


"Abi terpaksa pergi sendiri ke Jakarta karena ponsel umi tak bisa dihubungi waktu di kampung!!" Kata Rafli.


"Di kampung kakek susah sinyal, bi!! Kata Bandiah.


"Ayo masuk umi buatkan minum dan sediakan air hangat dulu, sebaiknya abi mandi biar nggsk masuk angin!!" Kata Bandiah.


"Sebenarnya abi sudah sampai sejak jam sebelas tadi mi, tetapi abi di telepon kantor, ada kasus baru yang harus abi tangani!! Sabar ya mi, abi belum bisa mendaftarkan pernikahan kita, nanti kita balik lagi ke Jakarta dan kita rayakan di sana!!" Kata Rafli.


"Ada kasus apa lagi bi??" Tanya Bandiah sambil menyuguhkan teh hangat untuk suaminya.


"Tentang kematian Indra yang tak wajar!! Hanya saja keluarga besar Indra tidak mau lagi makam Indra dibongkar agar jenazahnya di autopsi!! Jadi kami hanya menyelidiki berdasarkan bukti-bukti yang ada serta cctv di rumah sakit saat setelah Indra di operasi." Kata Rafli.


"Kasihan Shanum!!" Kata Bandiah.


*************

__ADS_1


"Apa bi?? Rafli sudah kembali ke kotanya?? Kapan??" Tania yang siang itu menyempatkan diri untuk mampir dan menjenguk Rafli jadi kaget setengah mati.


"Den Rafli pergi dengan penerbangan pertama nyonya!!" Kata bi Sum pembantu kepercayaan kakek Andarian.


"Jahatnya kamu Rafli!! Kamu sama sekali tidak memberi tahu aku tentang kepergianmu!!" Gumam Tania.


"Bi, apa betul Rafli sekarang sudah menikah??" Tanya Tania lagi.


"Sepertinya memang sudah nyonya, selain cincin kawin yang melingkar di jarinya, bibi melihat foto den Rafli berpelukan mesra dengan seorang wanita dan di jadikan cover depan di ponselnya." Ujar bi sum lagi.


"Jika sudah tak ada yang ditanyakan, bibi akan kembali bekerja lagi nyonya!!" Pamit bi Sum.


Tania tampak menghentakan kakinya kesal.


"Tampaknya aku harus membayar orang agar mengetahui di kota mana sekarang Rafli dan istrinya tinggal dan aku akan menyusul lalu membuat kejutan untuk keduanya." Seringai licik Tania juga senyumnya terkembang.


"Kamu tunggulah Rafli, aku tak akan melepaskanmu, aku akan menyusulmu karena aku adalah bayanganmu!!" Kata Tania lalu pergi dari sana.


"Aneh nyonya Tania ini, dulu saja den Rafli ditinggalkan sudah hampir seperti orang gila karena tiba-tiba memutuskan Rafli secara sepihak, sekarang mengejar-ngejar!! Dasar perempuan aneh!!" Kata bi Sum lalu kembali ke dapur.


"Sayang, kamu masak apa hari ini?? Kok baunya wangi banget??" Kata Rafli menyusul istrinya kedapur.


Alangkah kagetnya dia melihat Bandiah memasak dengan menggunakan masker di wajahnya.


"Iya bi, umi mual mencium wangi bumbu-bumbu dapur!!" Kata Bandiah.


"Ya kalau nggak bisa mencium untuk apa memasak mi?? Kita bisa makan telur dadar saja!!" Kata Rafli jadi prihatin.


"Nggak apa bi, aku tidak mau bersikap manja menuruti semua keinginan si bayi, nanti jika dia lahir akan jadi manja juga!!" Jawab Bandiah.


"Jangan berkata begitu mi, abi kok jadi seperti tidak punya tanggung jawab sebagai seorang suami!!" ucap Rafli.


Bandiah tak berkata apapun lagi.


"Aku memang harus selalu mandiri bi, mana tau kedepannya bagaimana tentang kita, jika aku terlalu bergantung dan berharap padamu, jika sewaktu-waktu kamu meninggalkan aku, maka aku tidak tau harus berbuat apa karena aku terbiasa hidup bersamamu tapi jika aku sudah siap jika suatu hari kita tidak lagi bersama, maka aku sudah siap pula untuk hidup tanpamu." Bisik Bandiah.


"Ayo makan dulu bi, sebentar umi siapkan dulu ya!!" Ujar Bandiah lagi.


***************


Mami Tiara dan papi Jonas sedang bersantai di halaman mansion saat ada mobil berhenti di depan mansion juga sebuah motor matik yang berhenti hanya saja penggunanya bukan Shanum tetapi orang lain.


"Siapa itu mi? Kenapa motor Shanum dipakai oleh orang lain??" Tanya papi Jonas.

__ADS_1


Tak lama dokter Soedibyo, Sandro dan Shanum turun dari mobil.


"Pi...apakah mami nggak salah lihat?? Itu kan Indra, pi...Indra putra kita hidup kembali!!" Kata mami Tiara dengan penuh linangan air mata.


"Assalamualaikum!!" Sapa Shanum dan dokter Soedibyo pada mami Tiara dan papi Jonas.


"Waalaikum salam!!" Jawab papi Jonas sementara istrinya tak bisa berkata apapun lagi.


Para satpam yang berjaga terkecuali Wahid yang pernah bertemu dengan Sandro di pemakaman juga syok melihat Sandro.


"Papi...mengapa mereka melihat Sandro seolah Sandro adalah seorang *******!!" Kata Sandro berpegangan pada lengan Shanum.


"Kenapa harus pegangannya sama Shanun sih??" Protes Shanum.


"Indra??" Kata mami Tiara tak bisa lagi menahan diri lalu lari menghambur memeluk Sandro.


"Papi, kenapa tante ini menangis sambil memeluk Sandro?? Tante ini lagi sakit ya pii!!" Jawab Sandro nampak kebingungan.


"Maaf pak, dia bukan Indra dia itu Sandro putra saya!!" Jawab pak Soedibyo tersenyum.


Mami Tiara melepaskan pelukannya pada Sandro.


"Tante boleh kok kalau masih mau memeluk Sandro!!" Ucap Sandro dengan polosnya.


"Kita masuk yuk dan bicara di dalam!!" Ajak papi Jonas pada semuanya.


Tanpa mereka sadari sepasang mata yang mengawasi dari pemakaman tadi juga sudah sampai tak jauh dari pintu gerbang mansion.


"Sialan bocah idiot itu, mau mencoba mengambil posisiku ya!! Siapa bocah idiot itu sebenarnya, masak dia saudara kembar Indra??" Gumam Elang.


"Tidak, aku tidak boleh tinggal diam di sini!! Aku harus masuk ke dalam sana, aku tidak mau bocah idiot itu mengambil Shanum darku!!" Gumam Elang lagi.


"Oh mas Elang, silakan masuk mas!! Mbak Shanum juga baru pulang dari pemakaman mas Indra kok malah sekarang sedang ditemani orang yang sangat mirip dengan Indra pula." Jawab Dodi yang kebetulan berjaga sore itu.


*


*


***Bersambung...


Apa yang akan terjadi selanhutnya??


Ikuti terus kisah mereka dalam episode selanjutnya ya reader dan jangan lupa untuk dukungannya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š.

__ADS_1


__ADS_2