
"Shanum sudah menyerahkan semuanya kepada yang Kuasa bu, jika memang Elang adalah jodoh Shanum pasti kami akan bersama tetapi jika tidak kami akan berpisah juga!!" Kata Shanum berusaha tersenyum walaupun hatinya sendiri tidak akan tau takdir apa yang akan dijalaninya kelak.
**************
"Tadi katanya mau makan malam di luar dengan pacar, kok balik lagi??" Tanya Tania yang tengah mengeringkan rambutnya.
"Nggak masalah aku nggak jadi makan malam dengan calon istriku, toh sudah ada kamu yang menemani aku di rumah??" Kata Elang mengedipkan sebelah matanya pada Tania.
"Dasar cowok mesum!!" Kata Tania sambil melempar Elang dengan handuk di tangannya.
"Biar aku mesum, tapi kamu suka kan??" Tanya Elang tersenyum lalu meraih tubuh Tania dan menarik kimono yang digunakan wanita cantik itu.
"Elang...kita sudah seharian melakukannya, masih mau tambah ronde lagi??" Tanya Tania hampir tak percaya.
"Salahmu sendiri menggodaku, aku paling nggak bisa digoda oleh wanita cantik dan molek sepertimu!!" Kata Elang.
"Memangnya calon istrimu tidak cantik??" Kata Tania sambil duduk di atas pangkuan Rafli sambil menggelungkan kedua tangannya di leher Elang.
"Bisa duduk yang benar nggak sih??" Kata Elang pura-pura marah.
"Bisa!!" Kata Tania lalu memutar tubuhnya dan duduk tepat menghadap Elang.
"Calon istriku itu wanita yang sangat cantik dan baik!! Sangking cantik dan baiknya aku sampai tak punya keberanian bahkan untuk menyentuh tangannya!! Pernah saat itu aku mempunyai niat jelek untuk melakukan hal lebih padanya, tetapi entah mengapa aku seperti takut dan tak mempunyai keberanian untuk melakukan itu padanya!!" Jawab Elang sambil menarik napas panjang.
"Tidak mempunyai keberanian melakukan dengannya lalu kamu menuntaskan hasratmu dengan wanita lain, begitu??" Kata Tania sambil tertawa.
"Iya!!" Aku ingin berhenti melakukan kebiasaanku ini tapi aku tidak bisa, ada gejolak yang selalu mendorongku untuk melakukannya!!" Kata Elang sambil mengecupi bibir ranum Tania.
"Dasar cowok mesum!!" Kata Tania tetapi membalas juga serangan yang dilancarkan Elang.
"Tidak mengapa aku lepas dari Rafli, tapi aku mendapatkan yang lebih berpengalaman dari Rafli, aku mendapatkan kepuasan dari Elang!!" Batin Tania yang berkali-kali menggeliat karena serangan Elang bertubi-tubi mengecup pipi, bibir dan leher jenjangnya.
"Aduuhh!!" Tiba-tiba Elang merintih.
"Kenapa??" Tanya Tania panik.
"Sepertinya adik kecilku ingin mencari pelampiasannya!! Kata Elang sambil tertawa.
"Dasar!!" Kata Tania lalu mengangkat sedikit tubuhnya dan menyibakan kimononya.
Kembali kedua insan itu berpacu di atas Sofa ruang tamu di apartemen Elang.
DDRRTTTTT
__ADS_1
"Siapa ya ini?? Nomor ini tak ada di dalam kontak ponselku!!" Gumam Shanum.
Dia membuka pesan chat dari nomor tak dikenal itu.
Someone
"Coba kamu datang malam ini ke apartemen Elang secara diam-diam, kamu akan mendapatkan kejutan di sana!! Oh iya, jangan datang sendiri, berbahaya!!"
"Apa maksud pesan ini yang mengatakan malam ini aku harus datang ke apartemen mas Elang malam ini secara diam-diam?? Juga aku tidak boleh datang sendiri, berbahaya??" Gumam Shanum mempertimbangkan untuk datang ataukah tidak.
Akhirnya karena penasaran Shanum memutuskan untuk datang kesana.
Ibu, Rindra, Chika dan Chiro bermain di kamar, papi dan mami ada pertemuan di Bandung besok lusa baru pulang, jam dinas Wahid sudah berakhir tadi sore, mas Kun supir mami dan papi sedang ijin tidak masuk kerja karena istrinya sedang sakit, lalu aku minta antarkan siapa biar datang kesana tidak sendiri?? Oh iya...Dodi!!" Gumam Shanum.
Akhir-akhir ini kota B sering dilanda hujan, begitu pun malam ini!! Angin kencang berhembus dingin. Dengan memakai mantel tebal Shanum perlahan keluar dari mansion tanpa memberi tahukan ibunya.
Dia berdiri di muka pintu memandang kearah pos satpam.
Tampak Dodi bersama beberapa satpam yang lain sedang bermain kartu di pos mereka.
"Mas Dodi, saya bisa minta tolongkah??" Kata Shanum seraya menghampiri pos mereka.
"Oh mbak Shanum, mau minta tolong apa mbak??" Tanya Didi seraya berhenti bermain.
"Sini sebentar mas!!" Kata Shanum memanggil Dodi.
"Mencurigakan, tetapi saya juga jadi penasaran...apa tujuan pesan ini dikirim untuk mbak Shanum?? Yang jelas si pengirim tau persis dan kenal dengan mbak Shanum!!" Gumam Dodi sambil matanya tak lepas dari pesan yang tertulis itu.
"Datang...kita harus kesana secara diam-diam mbak, saya juga terus terang penasaran apa maksud nya mbak Shanum diminta datang diam-diam ke apartemen mas Elang!!" Kata Dodi.
"Seru nih, saya akan mengantar mbak Shanum pergi ke sana, saya juga penasaran!!" Kata Dodi.
Akhirnya Shanum dan Dodi pergi diam-diam dengan menggunakan motor agar bisa cepat sampai di tujuan.
"Mobil mas Elang ada di parkiran mbak!!" Bisik Dodi perlahan.
Shanum dan Dodi langsung naik lift menuju ke apartemen Elang yang terletak di lantai 10.
Terkunci mbak, bagaimana kita bisa masuk ke dalam??" Tanya Dodi.
Shanum diam sejenak berusaha mengingat sesuatu.
"XXXXXXXX, iya itu nomor pin nya karena semasa mas Indra masih hidup saya pernah diajak datang kemari untuk mengambil barang, karena mas Elang masih di Jakarta akhirnya dia memberikan nomor pin nya pada mas Indra!!" Jawab Shanum lalu mencoba menekan nomor itu.
__ADS_1
"Terbuka, mas!!" Bisik Shanum lalu perlahan masuk kedalam apartemen.
"Sepi mas, kejutan apa yang di maksud oleh si pengirim pesan misterius itu??" Bisik Shanum lagi.
SSSTTT....
Dodi memalangkan sebelah tangannya untuk menahan Shanum.
"Coba mbak dengar ada suara ribut di kamar mas Elang!!" Bisik Dodi.
Tanpa diminta dia segera mempersiapkan kameranya dan melangkah diikuti Shanum.
"Suara itu?? Itu suara seperti orang mengerang dan mendesah tetapi bukan mengerang kesakitan, melainkan...."
Perlahan Dodi dan Shanum mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka.
"Astaghfirullah!!" Desis Shanum tertahan melihat apa yang dilakukan Elang di dalam kamar apartemennya.
Dengan cepat Dodi menarik tangan Shanum.
"Tahan mbak, jangan bereaksi dulu!! Saya akan videokan untuk bukti agar pernikahan kalian bisa dibatalkan, karena sebenarnya saya juga kurang senang dengan sikap mas Elang yang sedikit arogan dan sombong, beda jauh dengan sifat mas Indra!!" Bisik Dodi berusaha menenangkan Shanum.
"Terus Lang...aku juga sudah mau ******* nih...ouh!!!" Terdengar suara erangan panjang Tania dan Elang saat melepaskan cairan tubuh mereka secara bersama-sama.
Tetapi bukan main terkejutnya Elang dan Tania terlebih lagi Elang saat melihat Shanum dan Dodi sudah berdiri di muka pintu seperti malaikat pencabut nyawa.
"Sha...Shanum, Dodi!!" Desis Elang tegang tetapi saat dia tersadar dengan cepat diraihnya celana boxernya dan langsung dikenakannya.
Dia juga melemparkan selimut pada Tania untuk menutupi tubuh polos nya.
"Su...sudah berapa lama kalian berdiri di sana??" Tanya Elang gugup.
"Kalian siapa?? Berani sekali masuk ke apartemen milik orang lain tanpa ijin, seperti maling saja atau kalian memang berniat hendak mencuri??" Teriak Tania sinis.
"Kamu mau tau siapa nyonyaku yang cantik ini??" Kata Dodi sementara seringai bermain di bibirnya membuat Elang semakin tegang. Dia tau persis siapa Dodi, dia salah satu orang kepercayaan keluarga Fahreza.
"Dia yang kamu hina sebagai maling adalah calon istri dari laki-laki bejat yang telah menggagahi tubuh kotor dan menjijikan milikmu itu!!" Kata Dodi lalu meludah kelantai memandang jijik pada Elang dan Tania.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Sepandai-pandainya menyimpan bangkai busuk, akhirnya tercium juga bau nya!!
Jangan lupa like, komen, favorite, vote dan rate nya ya reader tercinta, terima kasih😊😊🙏🙏