Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 81 Insiden Di Sekolah


__ADS_3

"Apa yang telah terjadi mas Dodi??" tanya Indra.


Sambil meringis Dodi berusaha mengumpulkan ingatan tentang kejadian yang baru saja menimpanya tadi.


Wahid menyodorkan botol air mineral agar diminum oleh Dodi supaya Dodi bisa merasa lebih tenang.


***Flashback***


Dodi berniat membeli rokok dan air mineral di warung depan sekolah.


Lagi asyik-asyik dia menyalakan sebatang rokok di samping pojok warung tiba-tiba dia mendengar pembicaraan tiga orang laki-laki tak dikenalnya.


"Siapkan posisi, target kita ada di dalam sekolah!!" kata salah seorang di antara mereka.


"Kira-kira berapa lama acara itu akan berlangsung??" tanya teman sebelahnya lagi.


"Tidak penting buat kita, yang penting kita harus menghabisi target kita," Kata temannya lagi.


"Satu keluargakah kita habisi??" tanya temannya lagi.


"Target kita itu wanita cantik yang mengenakan hijab biru laut!!" katanya.


"Hijab biru laut??" batin Dodi sambil menghisab rokoknya.


"Ibu Shanum juga memakai hijab berwarna biru laut." batin Dodi lagi.


"Bisakah kalian bicara sedikit lebih pelan?? kalian tidak melihat laki-laki yang memakai kemeja kotak-kotak itu?? jangan sampai dia mendengarkan pembicaraan kita." Ucap salah satu dari mereka.


"Dia tidak akan mendengar pembicaraan kita, lihatlah headset yang menempel di telinganya itu!!" kata temannya lagi.


Dodi pura-pura asyik menggoyang-goyangkan kepalanya seolah seperti sedang mendengarkan musik padahal dia sedang memasang baik-baik telinganya.


DDDRRTTTTT


"Lihatlah, nyonya besar mengirim.sebuah gambar untuk kita!!" kata temannya yang jangkung dan bermuka sangar.


"Namamya Shanum dan mereka naik mobil Nissan Serena warna Silver!!" kata si jangkung.


"Apa??" detik itu juga Dodi sudah tidak bisa lagi menahan dirinya.

__ADS_1


"Siapa kalian semua, mengapa kalian ingin mencelakai istri bosku??" teriak Dodi akhirnya.


"Kamu yang siapa, berani-beraninya menentang bos kami?? apakah kamu mempunyai nyawa cadangan??" tanya si botak berkaca mata hitam itu pada Dodi.


"Saya tidak peduli siapa bos kalian, yang saya peduli jika kalian ingin memcelakai bos ku maka kalian harus siap berhadapan denganku terlebih dahulu!!" kata Dodi dengan mantap.


"Rupanya kamu kerempeng...kamu anak buahnya wanita yang akan kami bunuh itu!!" kata si jangkung.


"Nggak usah banyak bacot...maju kalian bertiga sini, cot...jangan hanya besar bicara kalian saja!!" kata Dodi.


Dodi lari agak menjauh ke tanah lapang di samping sekolah dikejar oleh ketiga orang itu!!


Karena ada acara perpisahan di sekolah maka keadaan di sekitar sekolah itu sepi karena fokus mereka menonton acara di dalam aula sekolah.


Tiga lawan satu. Mereka pikir akan mudah untuk mengalahkan Dodi yang bertumbuh mungil dan agak kerempeng tetapi mereka salah orang, Dodi memang bertubuh mungil tapi siapa yang menyangka Dodi adalah pemegang tingkat 10 (Judan) dalam karateka itu sudah mendapat gelar master setingkat lebih tinggi dari Wahid yang masih berada di tingkat 9 (Kyudan).


Dodi sudah berada di atas angin tapi salah satu dari ketiga orang itu berbuat curang. Mereka melempar mata Dodi dengan pasir sebelum melarikan diri karena sudah babak belur, si jangkung sempat menyabetkan belatinya kearah leher Dodi.


Walaupun matanya tertutup oleh pasir tapi dari angin sabetan belati itu Dodi tau musuhnya sedang mengincar lehernya dengan cepat Dodi melompat mundur tetapi sayang lengannya masih sempat kena sabetan belati itu.


Dengan susah payah Dodi mencari keberadaan air untuk membasuh wajah dan matanya.


Masih untung saat dia melewati warung rokok tadi pagi sambil berjalan terhuyung-huyung, bapak penjual rokok segera menolong mengobati lukanya sehingga Dodi bisa sampai ke parkiran dan beristirahat di dalam mobil.


***Flashback off***


Dodi mengakhiri ceritanya sambil meringis saat Indra mengobati sekali lagi luka di lengannya dengan obat yang ada di kotak P3K di dalam mobil.


"Siapa yang menyuruh mereka itu??" tanya Indra.


"Saya nggak tau mas Indra karena mereka sama sekali tidak menyinggung siapa yang telah menyuruh mereka." Kata Dodi.


"Tapi jangan khawatir, saya sudah membuat ketiganya cedera parah...si jangkung saya buat patah tulang rusuknya, si pendek saya buat rontok gigi-giginya, dan yang satu lagi saya buat patah lengannya!!" kata Dodi dan membuat Shanum beserta kedua anaknya jadi merinding mendengar perkataan Dodi barusan.


"Tapi mata mas Dodi nggak apa-apakan??" tanya Wahid pada kakak seperguruannya itu.


Belum sempat Dodi menjawab, Indra sudah membuka suara.


"Kita periksa aja dulu keadaan mata mas Dodi hari ini tapi saya akan mengantar pulang istri dan anak saya terlebih dahulu baru kita pergi kerumah sakit untuk memeriksa mata mas Dodi!!" kata Indra.

__ADS_1


***********


"Dasar bodoh tak bisa diandalkan!! kalian bertiga menghadapi laki-laki kerempeng seperti cacing tanah itu saja kalian tidak sanggup?? malah pulang semua dalam keadaan babak belur patah tulang semua begini!!" bukan main marahnya wanita setengah baya itu pada ketiga orang suruhannya.


"Maaf nyonya, awalnya kami pikir juga begitu, dia adalah pria lemah dan penyakitan karena dilihat dari fisiknya yang mungil tapi ternyata kami salah besar, dia seorang karateka yang tangguh...kami bisa melukainya karena kami sudah berbuat curang dengan melempar matanya dengan pasir dan berhasil melukai lengannya." Jawab si jangkung sambil meringis.


"Halah...dasar kalian aja yang bodoh semua!!" kata wanita menjengkelkan itu.


"Ini...kalian obati luka-luka kalian!!" lalu dilemparkannya segempok uang pada ketiga anak buahnya itu.


"Walaupun bos kita itu terkenal cerewet dan menjengkelkan, tapi dia masih peduli sama kita!!" kata si jangkung.


*********


"Ada apa dengan Dodi??" kata papi Jonas saat melihat mereka pulang hanya Shanum dan kedua anaknya saja yang turun sementara Indra, Wahid , dan Dodi mau pergi lagi ke rumah sakit.


"Dodi mendapat insiden tadi pi di sekolahan!!" kata Indra.


"Insiden bagaimana maksudmu siang bolong begini??" tanya papi Jonas.


Lalu Dodi menceritakan kejadian yang menimpanya tadi dari awal hingga akhir.


"Kali ini siapa lagi mereka itu?? apa ada sangkut pautnya dengan Pingkan dan keluarganya??" kata papi Jonas.


"Entahlah pi, kita belum punya bukti yang kuat!!" kata Indra.


"Kalau sampai papi tau jika Prianka dan suaminya bersekutu dengan kejahatan Pingkan putri mereka, maka akan papi buat mereka menyesal sampai ke liang lahat sekalipun!!" kata papi Jonas menggeram marah.


Sementara Shanum dan kedua anaknya sudah masuk lebih dulu ke dalam mansion.


"Ada apa dengan kalian, mengapa wajah kalian tegang semuany??" tanya mami Tiara yang sedang bermain dengan Rindra di ruang tengah.


"Tadi om Dodi dihadang preman, oma...dan lengan om Dodi terluka cukup parah!!" Chiro menjelaskan tanpa diminta lagi.


*


*


****Bersambung....

__ADS_1


Mohon dukungannya ya reader, like, komen, vote, favorite dan rate nya...terima kasih🙏🙏


__ADS_2