
"Kami hanya bicara saat pagi itu dan mas Indra menggoda Shanum dengan mengatakan bahwa dia akan pergi jauh meninggalkan Shanum, itulah terakhir kalinya kami saling berkomunikasi dan kini mas Indra malah pergi sungguhan meninggalkan Shanum!!" suara tangisan Shanum semakin serak dan akhirnya dia jatuh pingsan kembali.
"Num, jangan aku juga sakit seperti ini melihat keadaanmu!! bangun Num, aku tau kamu wanita yang kuat!!" kata Elang.
"Sadarlah Num, aku sayang sama kamu, aku tidak ingin terjadi apapun denganmu!!" bisik Elang di telinga Shanum.
Jenazah Indra dibawa pulang dengan ambulan ke mansion mami Tiara dan papi Jonas malam itu juga.
Shanum tak pernah jauh beranjak dari jasad suaminya.
Tangisannya sudah tak lagi terdengar hanya suara sesunggukannya sesekali terdengar di antara deru suara mesin mobil ambulan.
"Num, yang ikhlas ya!! kasihan almarhum jika kamu terus menangisinya seperti ini!!" kata Elang yang juga tak pernah beranjak jauh dari sisi Shanum.
"Andai kamu bisa melihatnya, dia sekarang pasti juga sedang menangis melihatmu menangis seperti sekarang ini!!" ucap Elang.
"Iya mas Elang, Shanum akan berusaha tegar dan tak akan lagi mengeluarkan air mata." lirih Shanum.
Sementara berita meninggalnya Indra cepat sekali menyebar. Banyak yang mengucapkan bela sungkawa tetapi ada juga segelintir orang yang dendam pada keluarga mereka malah bersorak sorai, contohnya keluarga Pingkan dan keluarga Sheilla.
"Rasakan kamu sekarang Tiara, Jonas!! bagaimana rasanya kehilangan putramu satu-satunya, begitu juga dengan kami saat kehilangan Pingkan dan Sheilla salah satu
penyebabnya adalah ulahmu!!" kata mami Prianka tersenyum puas.
"Rasakanlah olehmu Tiara, menangis darahpun anakmu tak akan mungkin hidup kembali!!" kata Prianka menyeringai.
*************
"Mi, tadi malam Elang menelpon kalau Indra telah meninggal dunia!!" kata Rafli pada istrinya.
"Iya bi, umi sudah tau!!" kata Bandiah.
"Kenapa wajah umi ditekuk begitu?? seperti ada yang tengah umi pikirkan??" tanya Rafli.
"Nggak ada bi, apa kita mau melayat hari ini kesana??" tanya Bandiah mengalihkan pembicaraan.
"Iya, kita pasti akan kesana tapi abi pergi kekantor dulu ada yang harus abi urus!!" kata Rafli.
__ADS_1
Bandiah hanya mengangguk lalu lanjut mengurusi pekerjaannya di dapur mereka yang kecil itu.
Bandiah telah berhenti bekerja sejak dia menikah dengan Rafli. Suaminya melarang dia untuk bekerja guna menghindari pertanyaan semua temannya terkait pernikahan sirinya dengan Rafli.
"Istriku itu kenapa sih?? nggak biasa-biasanya bersikap dingin seperti itu??" kata Rafli.
Sementara itu di dapur.
Bandiah termenung sambil mencuci piring. Dia meraba perutnya yang masih terlihat rata.
"Awalnya aku ingin menyampaikan kabar gembira ini pada Rafli bahwa hasil test pack aku tadi pagi ternyata aku sudah positif hamil, sekarang aku malah ragu untuk mengatakannya!!" kata Bandiah.
"Dulu Rafli sempat tergila-gila pada Shanum tapi saat tau Shanum sudah menikah dengan almarhum Indra, Rafli mundur teratur, tapi bagaimana dengan sekarang di saat dia tau Shanum kembali sendiri lagi?? apakah dia masih akan mempertahankan pernikahannya dengan aku atau dia akan berpisah denganku, mengingat status pernikahan kami hanya menikah siri saja!!" keluh Bandiah perlahan.
"Mi, jam berapa nanti kita ke mansion keluarga almarhum?? jam berapa sih almarhum akan di kebumikan??" tanya Rafli saat melihat Bandiah hanya diam saja, diam seperti tengah memikirkan sesuatu.
"Jika Rafli mengejar kembali cinta Shanum dan Shanum menerimanya, terus bagaimana nasibku dan nasib bayi yang ada di dalam kandunganku in?" lirih Bandiah.
"Mi???" tegur Rafli lebih keras menyapa istrinya.
"Abi bilang jam berapa kita kesana?? jadi abi cepat pulangnya!!" kata Rafli lagi.
"Siang aja bi, selesaikan kerjaan abi dulu!!" kata Bandiah lalu berdiri membawa piring-piring yang sudah dia cuci untuk menghindari suaminya.
Perubahan sikap Bandiah itu tentu mengundang tanda tanya Rafli.
Dia menata sarapan di meja makan tanpa banyak bicara seperti biasanya dan makan juga tanpa banyak bicara.
"Abi berangkat dulu ya mi, Assalamualaikum!!" pamit Rafli.
"Waalaikum Salam!!" jawab Bandiah singkat tanpa embel-embel serentetan pesan bertuah seperti yang biasa dia lakukan pada suaminya.
Sebenarnya Rafli juga heran dengan perubahan istrinya pagi ini, tetapi dia coba berdiam diri dulu menunggu istrinya menyampaikan sendiri unek-uneknya karena dia tau istrinya tipikal wanita yang tak suka di kulak kulik tentang masalahnya pada akhirnya dia sendiri yang akan bicara, itu yang ditunggu oleh Rafli.
"Jangan terlalu capek mi, nanti umi nggak hamil-hamil kalau kecapean terus, minggu depan kita pulang ke Jakarta lho ke tempat kakek sekalian pindah ke rumah kita di sana, sudah habis masa tugas abi di sini!!" ucap Rafli.
Bandiah tak menjawab, hanya mengangguk saja.
__ADS_1
Sepeninggal Rafli lagi-lagi Bandiah mengalami kegalauan pada masalah rumah tangganya, memang belum terjadi tapi apakah itu akan terjadi seperti yang dia takutkan jika Rafli mendekati Shanum kembali??
Sementara di mansion utama kediaman Indra, jenazah sudah dimandikan dan siap untuk di kafani.
Shanum tak pernah jauh dari jasad suaminya mulai datang semalam hingga kini selesai di mandikan.
"Num, kamu makan dulu sana!! sedih boleh, tapi jangan berlarut-larut karena kamu masih menyusui Rindra, kasihan anak kamu yang masih bayi itu!!" kata bu Karti memperingatkan Shanum.
"Sebenarnya Shanum tidak lapar bu, tapi baiklah demi Rindra, Chika dan Chiro maka Shanum harus kuat, karena Shanum tidak mau mereka yang sudah kehilangan ayah juga akan kehilangan ibu." Jawab Shanum lalu bangkit dari duduknya, meletakan buku Yasin dan melangkah menuju meja makan.
Elang, papi Jonas dan yang lain masih sibuk mengatur untuk proses pemakaman Indra sementara tamu yang datang silih berganti.
Prianka dan suaminya juga Prita dan suaminya tampak hadir di tempat kediaman Tiara dan Jonas.
Tiba di depan Tiara yang nampak sangat berduka, Prianka dan Prita tampak tengah membisikan sesuatu yang membuat Tiara jadi berang lalu menyerang dua kakak beradik itu sekaligus.
"Bagaimana Tiara?? ini baru anakmu belum lagi nanti jika menantu dan cucu kesayanganmu yang meninggal jadi nasib kita bertiga sama!!" bisik Prianka di telinga Tiara.
Mata Tiara langsung terbeliak nyalang menatap kedua kakak beradik yang menatap sinis padanya.
Dengan gerakan sangat cepat Tiara menjambak rambut Prita dan Prianka bersamaan.
"Kalian membisikan apa?? mau membunuh menantu dan cucuku lagi?? sekali ini aku tak akan tinggal diam jika kalian berdua berani menyentuh mereka berdua!!"
"Pingkan dan Sheilla meninggal bukan karena kesalahan Indra dan Shanum, tetapi anak-anak kalian sendiri yang memang sudah tidak waras otaknya sama persis seperti kalian berdua!!"
Pingkan meninggal karena membunuh dirinya sendiri setelah ditinggal Indra menikah dengan Shanum, karena apa?? karena putrimu itu tukang selingkuh, Prianka...tapi bukan mengakui kesalahannya kok malah terus meneror keluarga kami bahkan gegara putrimu yang otaknya tidak waras itu, Shanum menantuku harus koma di rumah sakit karena cedera berat di kepala dan perutnya!!" kata mami Tiara menggeram.
*
*
****Bersambung....
Apa firasat Bandiah bahwa Rafli akan kembali mendekati Shanum itu benar atau tidak, ya??
Yuk ikuti terus kisah mereka di episode selanjutnya!!🙏🙏
__ADS_1